Home / Pendekar / Pewaris Pusaka Dewa Iblis / Bab 2 – Hancurkan Semua

Share

Bab 2 – Hancurkan Semua

Author: Gekko
last update Last Updated: 2026-02-05 15:47:05

"Beraninya mereka menyerang sekteku. Tidak bisa dimaafkan!"

Kekuatan yang mendidih di dalam Zhang Liu meluap. Itu bukan energi qi yang dia kenal. Dia melangkah keluar dari reruntuhan perpustakaan.

Setiap jejak kakinya meninggalkan jejak retakan di tanah. Asap hitam membumbung dari paviliun latihan yang ambruk. Teriakan telah berhenti, digantikan oleh senyap gemerisik api.

"Lihatlah." Suara berat dan menyeramkan itu kembali bergema di kepalanya. Dia adalah sisi gelap jantung duality, Raja Iblis Hun Mo. "Mereka menghancurkan semuanya. Tunjukkan pada mereka arti kekuatan sejati."

Amarah yang sudah menyala-nyala, disiram minyak oleh bisikan itu. Zhang Liu tidak banyak berpikir lagi. Dia mengambil sebuah pedang yang tergeletak di tanah.

Di depan sana, terdapat dua anggota Tiansheng yang masih mencari mangsa.

"Sepertinya tidak ada lagi yang tersisa, ayo kemba—" Kalimat itu tidak selesai ketika mereka melihat sosok Zhang Liu.

"Bukankah itu bocah di perpustakaan tadi? Bagaimana bisa dia masih hidup?" ucap salah satu bergumam, pria dengan ikat kepala putih.

Teman di sampingnya mendengus. Dia menarik pedangnya lagi. Namun tatapannya seolah meremehkan.

"Tidak peduli apa pun caranya. Dia hanya penjaga perpustakaan rendahan."

Tapi pria dengan ikat kepala itu mencoba menahan. "Tunggu, Kakak Kedua. Auranya sedikit berbeda dari sebelu—"

"Halah, peduli setan!" pria yang sudah memegang pedang itu kemudian segera menyerang.

Zhang Liu tetap tenang. Matanya menatap datar. Dengan seluruh kekuatan yang melimpah, dia bergerak lebih cepat. Yang terlihat hanya bayangan merah-hitam yang pekat menerjang.

"Ke mana dia?" pria yang hendak menyerang Zhang Liu kebingungan.

Dan tanpa disadari, tebasan kuat menyabet leher saking cepatnya. Tubuh anggota sekte Tiansheng itu terkapar dengan leher terputus. Barulah sosok Zhang Liu muncul dengan aura yang menyeramkan.

Yang tersisa hanya satu orang lagi. Dia melihat rekannya yang mati tanpa bisa melawan. Seketika wajahnya berubah panik. Tangannya langsung menarik pedang, waspada.

"Apa-apaan ini? Siapa kau sebenarnya? Bagaimana bisa ada orang sekuat dirimu di sekte kecil seperti ini?!"

Zhang Liu menoleh, bibirnya menyeringai jahat. Saat berbicara, suaranya lebih berat dan menggema. Persis seperti sosok yang menawarkannya kekuatan tadi.

"Sekte kecil ini adalah rumahku. Kalian harus membayar akibatnya."

Pria dengan ikat kepala itu melangkah mundur. Satu tangannya berada di belakang punggung, lalu menembakkan sebuah kembang api ke langit. Dia meminta bala bantuan.

Zhang Liu menyipit tajam. Dia mengulurkan tangan yang diselimuti aura merah pekat. Dan seketika pria berpakaian putih di depannya terangkat.

"Akh!" anggota sekte Tiansheng itu berteriak. Lehernya seolah dicengkeram kuat oleh kekuatan tak kasat mata.

Zhang Liu terus mengangkat pria itu semakin tinggi. Kekuatan yang ia dapatkan benar-benar luar biasa. Tapi tiba-tiba terdengar suara lain yang menggema di kepalanya.

"Hentikan! Jangan menggunakan kekuatan itu terlalu banyak. Kau juga bisa dalam bahaya."

Zhang Liu berhenti sejenak. Suara itu terasa lembut dan menenangkan, hampir menghilangkan keinginan membunuh dalam dirinya. Namun suara berat yang menyeramkan kembali mendominasinya.

"Jangan dengarkan dia. Kau bisa melampiaskan kemarahanmu sepuasnya."

Matanya semakin bersinar merah terang. Ketika ia menjentikkan jari, kepala pria dengan pakaian putih di depannya meledak. Tubuhnya tergeletak dengan darah yang mengalir deras.

Dan bukan hanya pria itu saja, Zhang Liu pun terkena dampaknya. Dia batuk darah dan hampir jatuh, sambil memegangi dadanya yang sesak.

"Uhuk! Uhuk!"

Rasa sakit karena luka sebelumnya kembali terasa. Kekuatan yang mengalir semakin meresap dalam tubuhnya. Mata merah itu perlahan memudar. Zhang Liu berhasil mengalahkan orang-orang yang tersisa menyerang sektenya.

Mengesampingkan rasa sakitnya, Zhang Liu berjalan menyusuri jalanan sekte. Mungkin saja masih ada yang selamat. Tapi hanya ada mayat yang mati dengan mengenaskan.

Sampai akhirnya, Zhang Liu tiba di halaman utama.

Di sana, sosok Yuan Bo berusaha bangkit dengan pedangnya. Tubuhnya penuh luka dan darah mengucur dari sisi mulutnya. Napasnya tersengal. Aura qi-nya sekarat seperti lilin yang hampir padam.

"Guru!" seru Zhang Liu dengan langkah tertatih, suaranya pecah.

Yuan Bo menoleh, dan untuk sesaat dia merasa lega melihat Zhang Liu.

"Lari, Zhang Liu.... Mereka mengincar....." desis Yuan Bo terbata-bata. Tapi belum sempat menyelesaikan perkataannya, dia menghembuskan napas terakhirnya. Lalu terjatuh ke pangkuan Zhang Liu.

Zhang Liu gemetar melihat guru dan saudara seperguruannya dibunuh dengan kejam.

"Hancurkan! Hancurkan mereka yang menyakitimu!" Suara Hun Mo kembali mendengung di kepala Zhang Liu.

Energi dari Jantung Duality meledak dalam tubuh Zhang Liu. Aura merah-hitam pekat menyelimuti tubuhnya. Kemarahan dan kesedihan bercampur.

"Akan kuhancurkan semuanya," geram Zhang Liu. Udara terasa mencekam.

Tapi kemudian, sebuah kehadiran lain muncul. Suara tenang yang sempat Zhang Liu dengar. Dia adalah sisi cahaya dari jantung duality, Dewa Kebajikan Hui Shen.

"Kemarahan adalah senjata tumpul yang akan melukaimu sendiri. Tenanglah. Rasakan kedua sisi dalam dirimu. Jangan biarkan salah satu menguasaimu."

Suara itu seperti tetes embun di bara amarah Zhang Liu. Untuk sesaat, kegilaan yang menyelimuti pikirannya mereda. Dia menarik napas dalam-dalam.

Zhang Liu melihat sekeliling. Sektenya hancur. Gurunya mati. Saudara-saudara seperguruannya terbunuh. Dan dia, dengan kekuatan mengerikan, hanya sendirian.

Kemudian, dari kejauhan, Zhang Liu melihat sosok orang-orang berpakaian putih melayang di atas pedang. Bala bantuan Tian Sheng. Lebih banyak, dan pasti lebih kuat.

"Pergilah," bisik Hui Shen dengan lembut memerintahkan. "Kau belum siap. Tubuh dan jiwamu akan hancur jika bertarung lagi sekarang."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 7 – Tingkat Kultivasi

    'Apa aku bisa lolos darinya?' Zhu Pei terus memikirkan cara untuk melepaskan diri dari kutukan itu. Dia tak mau berurusan dengan orang seperti Zhang Liu.Tapi Zhu Pei hanya diam dan tetap menuruti perintah Zhang Liu. Mereka menggali tanah dan menguburkan mayat-mayat anggota sekte Dianyu.Dan terakhir, Zhang Liu membaringkan mayat Ketua Sekte, Yuan Bo. Dia menyimpan pedang milik gurunya sebagai kenangan terakhir. Dia berdoa dengan sungguh-sungguh di makam mereka.'Guru, dan semua senior. Maaf karena hanya aku yang selamat. Tapi aku janji, akan membalaskan dendam atas kematian kalian.'Setelah beberapa saat hening, Zhang Liu berdiri. Wajahnya kembali datar dan dingin."Kita pergi.""Ke mana?" tanya Zhu Pei, berusaha tidak terdengar terlalu penasaran."Kita mencari bahan yang kubutuhkan," kata Zhang Liu, mengulang informasi yang Hui Shen beritahu dalam kepalanya. "Pucuk Bunga Lili Hitam, dan Darah Burung Gagak Betina."Zhu Pei mengerutkan kening. "Pucuk Bunga Lili Hitam itu langka, biasa

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 6 – Jantung Duality

    "Benar!" seru Hun Mo bersikeras. "Jika kau memilihku, kau akan menjadi raja iblis selanjutnya, dan dunia ini akan tunduk padamu."Perkataan Hun Mo begitu menggoda bagi sebagian orang yang haus akan kekuasaan. Tapi saat Zhang Liu hampir terbawa, tiba-tiba Hui Shen menyela. Suaranya terdengar tenang namun dalam."Kekuasaan mutlak datang dengan harga yang mutlak pula, Zhang Liu. Kau akan kehilangan dirimu sendiri dalam hawa nafsu dan kegelapan. Hun Mo hanya ingin menguasai tubuhmu.""Diam kau, Hui Shen!" geram Hun Mo kesal. Tapi Hui Shen masih tetap menasihati Zhang Liu dengan tegas dan penuh kelembutan."Kekuatanku memberimu ketabahan dan kebijaksanaan untuk menahan amarah yang membabi buta. Biarkan cahaya dewa membimbing amarahmu menjadi keadilan, bukan pembantaian."Zhang Liu terkatung-katung di antara kedua pilihan itu. Amarahnya berteriak memilih Hun Mo, kekuatan brutal dan instan untuk pembunuhan. Tetapi nurani dan akal sehatnya cenderung pada jalan Hui Shen."Aku, tidak bisa memil

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 5 – Dewa Atau Iblis

    "T-tidak." Zhu Pei langsung menggeleng cepat. "Aku tidak tahu apa-apa soal penyerangan itu."Namun Zhang Liu sama sekali tak percaya. Kemarahan karena kehancuran sektenya masih membara. Dia tak mudah mempercayai siapa pun sekarang."Jangan main-main, Zhu Pei. Kau bisa melihat dua sosok di belakangku. Jadi aku bisa saja membunuhmu sekarang."Zhu Pei seketika menelan ludah. Jantungnya semakin berdebar panik.'D-dia tahu aku bisa melihatnya?'Dengan penuh kepasrahan, Zhu Pei akhirnya menunduk. Fakta tentang mata kebenarannya sudah terlanjur ketahuan."Aku memang bukan seorang tabib dari desa. Aku dari sekte Zhanlang, tapi sudah lama kabur karena aku diincar karena mataku. Jadi sekarang hanya bekerja sebagai tentara bayaran."Zhang Liu mendengus. Kedua tangannya dilipat. "Aku tak peduli dengan masalahmu. Yang kutanyakan, apa kau berkaitan dengan penyerangan sekteku?""Aku benar-benar tidak tahu. Kebetulan saja aku datang saat sektemu diserang. Aku hanya datang mengambil tanaman obat di si

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 4 – Mata Kebenaran

    "Tenang saja," jawab Hui Shen sambil tersenyum tipis. "Aku sudah menyegel kekuatan Jantung Duality sebelum kau bisa menyerap sepenuhnya."Mendengar hal itu, Zhang Liu menghela napas lega. Hui Shen masih melanjutkan perkataannya."Tapi kau harus memenuhi syarat lain dan mencari tanaman langka untuk membuka setiap segelnya."Tekad Zhang Liu semakin kuat saat mendengar dirinya mewarisi kekuatan legendaris."Di mana aku bisa menemukannya?""Di tempat yang berbahaya," jawab Hun Mo, bibirnya menyeringai jahat. "Dan kau akan sulit mendapatkannya dengan tubuh lemah itu. Oleh karena itu, berikan saja tubuhmu pada—""Diam, Hun Mo!" Hui Shen langsung menyela dan menegurnya. Dia menjentikkan jari.Seketika muncul tali yang mengikat tubuh Hun Mo, serta kain yang membungkamnya. Dia tak bisa bicara dan hanya bisa meronta.Zhang Liu berkedip beberapa saat melihat interaksi unik mereka.Hui Shen kembali berbicara. "Untuk persyaratan membuka segel, kami akan memberitahumu nanti. Saat ini kau sudah memb

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 3 – Kau Akan Mati

    "Jangan dengarkan dia! Bunuh mereka semua!" Hun Mo meraung, memerintahkan hal sebaliknya.Tapi tubuh Zhang Liu sendiri yang memutuskan. Dia membaringkan tubuh gurunya perlahan. Tubuhnya sedikit gemetar, mendorongnya untuk berdiri."Maafkan aku, Guru. Aku pasti akan membalaskan dendam sekte kita."Dengan sisa kekuatan, Zhang Liu melesat meninggalkan tempat itu secepatnya. Kakinya membawanya menuju bukit kecil di pinggiran sekte. Setiap langkah adalah siksaan. Setiap tarikan napas seperti mengisap pecahan kaca.Kekuatan mengerikan yang Zhang Liu gunakan tadi seperti racun yang menggerogoti dari dalam. Pembuluh darahnya terasa terbakar. Otot-ototnya menegang dan hampir robek.Zhang Liu mencapai balik bukit, tersembunyi dari pandangan. Di sini, bau api dan darah sudah tidak terlalu kuat. Hanya ada bau tanah dan daun basah.Zhang Liu tidak bisa lagi menahannya. Kekuatannya habis. Dia terjatuh di antara semak-semak. Pandangannya mengabur, berubah menjadi kegelapan. Di ambang ketidaksadaran,

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 2 – Hancurkan Semua

    "Beraninya mereka menyerang sekteku. Tidak bisa dimaafkan!"Kekuatan yang mendidih di dalam Zhang Liu meluap. Itu bukan energi qi yang dia kenal. Dia melangkah keluar dari reruntuhan perpustakaan.Setiap jejak kakinya meninggalkan jejak retakan di tanah. Asap hitam membumbung dari paviliun latihan yang ambruk. Teriakan telah berhenti, digantikan oleh senyap gemerisik api."Lihatlah." Suara berat dan menyeramkan itu kembali bergema di kepalanya. Dia adalah sisi gelap jantung duality, Raja Iblis Hun Mo. "Mereka menghancurkan semuanya. Tunjukkan pada mereka arti kekuatan sejati."Amarah yang sudah menyala-nyala, disiram minyak oleh bisikan itu. Zhang Liu tidak banyak berpikir lagi. Dia mengambil sebuah pedang yang tergeletak di tanah.Di depan sana, terdapat dua anggota Tiansheng yang masih mencari mangsa."Sepertinya tidak ada lagi yang tersisa, ayo kemba—" Kalimat itu tidak selesai ketika mereka melihat sosok Zhang Liu."Bukankah itu bocah di perpustakaan tadi? Bagaimana bisa dia masih

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status