LOGINA Romance Novel Warning! Only Adults Read! Rated M 21+ ____ Kecelakaan kecil yang dialami Dealova Angela -Si aktris ternama- dalam sesi pemotretan dengan Si Tuan Arogan, Galantara Putra Dinata, membawanya dalam suatu masalah yang besar. Dealova terpaksa menerima konsekuensinya jika tak ingin karirnya hancur. Lantas ia harus menerima kontrak rahasia di bawah tekanan CEO muda itu. Apakah isi kontrak tersebut? Dan apakah Dealova dapat terlepas dari perangkap dan jerat 100 hari yang telah dibuat Galantara? Atau Galantara sendiri yang terjebak dalam permainannya?
View More【高見陽介】
帰国子女らしいって話。
何か国語だ?
ぺらっぺらで。取ってくる契約は桁違いの大口だったり、それでいて会話もスマートで偉ぶらない。ビジュアルも完璧、男の俺から見たら怪物みたいな存在の上司。まだ若いからって課長職に甘んじていたけど、将来約束された本物のエリートだった。
普段なら争う対象でもなく、同期じゃなくて良かったと思うくらいだ。仕事でなんか敵うわけもねーから成績を比べたことすらなかったけど。
「ごめんね、陽ちゃん。私、真田さんに着いて行きたいの」
独立した鉄人上司に、彼女を取られた。
この時ばかりは、流石に腸煮えくり返ったとも。「おい陽介……もう帰ろうって」
同僚に自棄酒に付き合わせて、半分は酔ったフリの蛇行歩きだ。浩平がさりげなくタクシー乗り場に誘導していることに、気付かないわけがない。
「嫌だ! 俺はまだまだ飲むぞまだ日付変わったばっかだろ!」
「日付変わったから帰ろうっつってんだろうがしばくぞこら」あー、明日の朝、酒抜けねえかも。
残った理性がそう冷静に判断するけど、入社した頃から二年付き合った彼女を掻っ攫われた心の痛手は、酒で誤魔化そうとする程度には、ダメージはでかかった。秋を迎えて夜は少々肌寒い。酒効果で妙にチカチカする視界で空に浮かぶ月を見ると、尚更感傷に浸りたくなる。
ってか、翔子。
お前結構いい女だったけど、所詮一般の部類だ。あれはさすがに格が違いすぎるって。
雲の上の存在過ぎてまさかのノーマークだったわ。そのうちポイっと捨てられるに決まってる。
本気で心配したけれど、それは言わなかった。
余りにも惨めだろ。 可哀想だろ、俺が。 「唯一勝てそうなのって背の高さしかねぇな……」 「あー、人混みでも難なく見つけられる立派な長所だ誇りに思え」夜風同様、浩平の態度が冷たい。愚痴を垂れ流し過ぎたのか、受け流しもぞんざいになってきた。これ以上面倒がられないようにそろそろ帰るか、とさっき通り過ぎたタクシー乗り場を振り返ろうとしたが、浩平の言葉に引き留められた。
「そうだ。そんなに飲みたきゃ、いいとこ連れてってやる」
何かを思いついたようにそう言って、突然すぐ傍の角で左に曲がる。
「なんだよいいとこって」
風俗とか言うなよ。
俺は今は女より酒が欲しい。「ショットバーだよ」
「ああ、なんだ」「で、めちゃくちゃ美人がいる」
「……へ、へえー……」いやいや。
女は今はいらないんだけどね。 でも、美人だと聞くと当然俺も興味を引かれるわけだ。「とりあえず酒が飲めるなら俺はいいんだ」
浩平のいう美人には用はないと素知らぬフリで後を着いて行く。
「心配すんな、当然酒も美味い」
「へえ、そりゃ楽しみ」「それに男だ」
「は?」「でも、男前ってより……すんげー美人なんだよ」
……は? 美人だけど、男なんだよな?
浩平の鼻の下が伸びて見えるのは気のせいか。『美人』という単語が、男に向けて使用されることに違和感が拭えなくて、首を傾げた。
Rasanya kepala Gala hampir pecah menghadapi situasi saat ini. Semua orang seakan memburunya ke mana pun ia pergi. Sebenarnya dia ini siapa? Selebriti atau pejabat Negara? Setiap gerak – geriknya seolah diintai dan tak lepas dari kilatan kamera. Tak hanya karena satu berita saja, melainkan ada dua yang kini menghantuinya. Seperti yang terjadi saat ini begitu ia baru saja keluar keluar dari mobil. Para wartawan hiburan itu kembali memberondongnya dengan pertanyaan lainnya. “Pak Galantara, bagaimana tanggapan anda tentang kerusakan yang terjadi di tugu tempat peringatan mendiang ibu anda? Apakah anda akan membiarkannya saja seperti tahun – tahun sebelumnya? Mengapa tidak ada tindakan dari pihak bapak? Apakah anda belum juga tahu siapa pelaku kerusakan?” Gala seketika berhenti dan berbalik untuk melihat siapa w
"Brengsek!" Bersamaan dengan suara pecahan kaca terdengar di ruangan bernuansa monokrom itu berada. Gala, orang yang telah membuat kekacauan tampak sedang marah besar. Guratan wajahnya yang mengeras dengan urat-urat di sekitar pelipis dan rambut hitam acaknya menandakan bahwa ia tak baik - baik saja. Sedangkan dua orang lainnya: Nicole dan Frans yang merupakan sekretaris hanya berdiri diam seraya menunduk tak jauh dari sofa- tak berani menyela sama sekali. "Apa kalian berdua saya bayar hanya untuk bersantai?! Hal sekecil itu bahkan kalian tidak bisa membereskannya. Kalian kupecat!" Gala yang sudah muak, tak ingin melihat kedua orang tersebut. Emosinya bisa semakin menjadi dan tak terkontrol. Cukup meja kaca yang berada di ruangannya itu menjadi pelampiasannya. Lantas i
Di ruangan yang penuh nuansa merah dan dalam keadaan temaram, seorang wanita bergaun malam hitam terbuka sedang mempersiapkan diri di depan meja rias sembari memoleskan bibirnya dengan lipstik berwarna senada juga. Sunggingan senyum lalu ia tampakkan tatkala melihat tampilannya yang begitu berbeda. Lantas kemudian wanita berponi rata pendek dengan rambut hitam panjang layaknya Cleo Patra itu berdiri. Tubuh ramping dan berisi di bagian yang tepat jelas membentuk lekukan - lekukan dramatis bak pahatan karya Tuhan paling sempurna. Sorot matanya yang tajam disertai bulu mata lentik semakin mempertegas aura kecantikannya. Jangan lupakan kaki jenjang panjangnya yang masih telanjang, tampak eksotis dan juga mengkilat. Sungguh siapa saja pasti akan terpana melihatnya. "Aku yakin kamu akan bertekuk lutut di bawah kakiku, Tuan Arogan," gum
Bukan hal yang menyenangkan sebenarnya menjadi pusat perhatian. Sayangnya, seorang pemimpin besar dari sebuah rumah produksi ternama tak bisa menghindar dari itu semua. Para wartawan, kilatan kamera, berondong pertanyaan, bahkan suara keributan juga desakan harus senantiasa dihadapi. Itu adalah dari sekian banyak hal menjengkelkan yang harus ditanggungnya mulai kini. Lebih tepatnya sejak sebulan yang lalu, saat tahta sang ayah sebagai raja industri hiburan jatuh kepadanya. Tak ada lagi kehidupan bebas tiada aturan, berkeliaran ke sana ke sini, pesta sampai pagi, juga mabuk-mabukan melebihi toleransi, karena sekarang semua tindak-tanduknya akan disorot secara tajam. Bahkan Jejak digital lebih kejam dari apapun di era ini. Namun, itu semua sebenarnya tak sulit untuk dilenyapkan. Baginya semudah membalikkan sebuah telapak tangan. Jika tidak jangan panggil dirinya ….
Title Story : Playing With Fire (100 Days in Madness)Genre : RomanceRate : Mature (21+)Author : Lady AndreaC o p y r i g h t












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews