/ Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 103 Perlindungan Mutlak

공유

Bab 103 Perlindungan Mutlak

작가: Cynta
last update 게시일: 2026-08-16 10:02:10

​[Ke-kenapa Papa telepon ke sini...?] tanya Thalia dengan suara bergetar menahan tangis kekecewaan.

[Kenapa Papa tega melakukan ini sama Thalia?! Kemarin... Kemarin Papa yang memberitahu Arjuna tempat tinggal Thalia! Papa yang menyerahkan Thalia ke iblis itu!]

​[Papa tidak punya pilihan, Thalia!] potong Felix berdalih dari seberang telepon dengan nada panik.

[Arjuna mengancam akan menyebarkan laporan kerugian logistik kantor cabang karena ulah pa
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 105 Gairah yang Tak Tertahankan

    ​"Z-Zacky... pelan-pelan..." desah Thalia lirih saat bibir hangat pria itu mulai mendarat tepat di ceruk lehernya. ​Sensasi sengatan listrik seketika menjalar ke seluruh saraf tubuh Thalia. Gadis itu memejamkan matanya rapat-rapat, jemari tangannya meremas kuat pundak tegap Zacky ketika pria itu menghirup dalam-dalam aroma alami tubuhnya yang lembut dan menenangkan. ​Zacky menghentikan langkahnya tepat di balik pintu kamar utama penthouse yang megah. Dengan satu gerakan tangan yang cepat dan terlatih, ia mengunci pintu tebal tersebut. ​KLEK! ​Suara kunci otomatis berbunyi nyaring, Zacky menurunkan tubuh Thalia perlahan hingga pijakan kaki gadis itu menyentuh karpet bulu yang empuk di balik pintu. Namun sebelum Thalia sempat mengumpulkan kesadarannya, bibir Zacky kembali mendarat tepat di atas bibirnya. ​"Eungmmh..." lenguh Thalia tertahan di dalam pagutan. ​Ciuman kali ini begitu dalam, menuntut, dan dipenuhi hasrat yang tersimpan rapi di balik topeng dingin seorang CEO b

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 104 Sentuhan di Dalam Penthouse

    ​Mobil sedan hitam milik Zacky melaju tenang membelah jalanan kota yang mulai diterangi pendar lampu jalanan. Thalia duduk bersandar dengan tenang di kursi penumpang depan. Masih ada sisa rasa panik karena telepon papanya tadi siang yang perlahan menguap, digantikan rasa hangat yang mengalir dari genggaman tangan Zacky yang tak pernah melepaskan jemarinya sepanjang perjalanan. ​"Masih pusing?" tanya Zacky pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan di hadapan mereka. ​Thalia menoleh, menatap dari samping wajah tampan Zacky yang diterangi pendar lampu jalan. "Udah enggak kok, Zacky... Terima kasih ya." ​"Untuk apa?" ​"Untuk... Semuanya," cicit Thalia canggung dengan rona merah tipis di pipinya. "Karena kamu selalu ada dan melindungi aku dari Papa... Dan Arjuna," lanjut Thalia. ​Zacky mempererat sedikit genggaman tangannya di jemari Thalia, mengusap punggung tangan gadis itu menggunakan ibu jarinya. ​"Itu sudah menjadi kewajibanku, Thalia," balas Zacky rendah

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 103 Perlindungan Mutlak

    ​[Ke-kenapa Papa telepon ke sini...?] tanya Thalia dengan suara bergetar menahan tangis kekecewaan. [Kenapa Papa tega melakukan ini sama Thalia?! Kemarin... Kemarin Papa yang memberitahu Arjuna tempat tinggal Thalia! Papa yang menyerahkan Thalia ke iblis itu!] ​[Papa tidak punya pilihan, Thalia!] potong Felix berdalih dari seberang telepon dengan nada panik. [Arjuna mengancam akan menyebarkan laporan kerugian logistik kantor cabang karena ulah papa dan menagih seluruh hutang papa saat itu juga! Papa cuma mau menyelamatkan keluarga kita, Thalia!] ​[Tapi Papa hampir menghancurkan hidup Thalia!!] jerit Thalia pelan dengan air mata yang menetes deras di pipinya. [Papa tidak pernah memikirkan keselamatan Thalia! Papa cuma memikirkan uang dan nama baik Papa sendiri!] ​[Thalia, dengarkan Papa dulu!] selak Felix memohon-mohon. [Pak Zacky sudah membekukan seluruh aset Papa hari ini! Tim

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 102 Kembali Gelisah

    Wajah Thalia seketika merona mendengar pertanyaan Zacky, ia menggeleng cepat. “Ng-nggak kok! Aku.. Aku mana punya hak untuk itu..” cicitnya lirih. ​Rasa hangat mendadak mengalir memenuhi rongga dada Thalia, mengikis sedikit demi sedikit rasa sakit dan cemas yang sempat membakar hatiny. Walau masih ada rasa penasaran tentang sosok Sabrina, namun cara Zacky menatapnya dengan penuh kejujuran membuat Thalia percaya. ​"Kamu punya hak, Thalia.. Tapi, sore ini, kamu tidak boleh pergi ke mana-mana," ujar Zacky posesif, tangannya kembali merapikan helai rambut hitam Thalia yang berantakan. "Kamu akan ikut aku pulang ke penthouse." ​"T-tapi pekerjaan kantor—" ​"Pekerjaan kantor bisa diselesaikan besok," potong Zacky tak terbantahkan. Pria itu mengecup singkat bibir merona Thalia sekali lagi sebelum melepaskan kuncian tubuh

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 101 Kehangatannya Meruntuhkan Pertahananku

    ​"Memangnya itu penting buat Pak Zacky?!" cicit Thalia dengan air mata yang mulai menetes membasahi pipinya. ​Pertanyaan tulus dan tatapan mata Zacky yang begitu protektif justru membuat benteng pertahanan Thalia runtuh seketika. Pertanyaan yang sejak pagi menyiksa ulu hatinya mendadak menyeruak keluar tanpa bisa ia tahan lagi. ​Dahi Zacky berkerut tajam. "Thalia—" ​"Nona Sabrina wanita yang sangat cantik, modis, dan berkelas!" pangkas Thalia dengan suara serak yang tertahan, dadanya naik turun memburu akibat emosi yang membuncah. "Dia wanita yang kemarin Pak Zacky jemput di bandara, kan?! Dia yang memeluk Pak Zacky di depan umum sampai semua staf kantor heboh membicarakannya! Dia jauh lebih sederajat dan pantas berdiri di samping Pak Zacky dibanding aku!" ​Zacky terpaku kaku mendengar setiap kata yang meluncur dari bibir gadis dalam dekapannya.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 100 Terkurung Dalam Kungkungannya

    ​"Fokus, Thalia. Kamu di sini untuk bekerja, bukan untuk berharap lebih pada Zacky. Ingat dia Ceo perusahaan dan kamu hanya karyawan biasa itu kenyataannya," bisiknya menguatkan diri sendiri. ​Thalia keluar dari toilet dan berjalan menuju meja kerjanya yang berada didalam ruangan CEO. Ia mengetuk pintu dengan ragu, masuk dengan langkah tertunduk ke arah kursinya. Gadis itu menarik napas dalam-dalam, lalu membiarkan jari tangannya sibuk mengetik laporan di atas keyboard. TUT… ​Zacky mematikan sambungan telepon secara sepihak tanpa ingin mendengar protes kekesalan Sabrina dari seberang telepon. Ia melempar ponselnya ke atas meja rapat dengan dentingan nyaring sambil mendengus kasar. “Sialan!” ​Cklek. ​Pintu ruang rapat tiba-tiba terbuka perlahan. Ivan melangkah masuk dengan map di tangannya, namun langkahnya seketika terhenti kaku saat merasakan s

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status