بيت / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 65 Si Protektif atau Posesif? 

مشاركة

Bab 65 Si Protektif atau Posesif? 

مؤلف: Cynta
last update تاريخ النشر: 2026-08-08 17:02:49

​"Makasih banyak banyak, Zacky..." cicit Thalia dengan senyuman tulus yang terpancar di wajah cantiknya.

​Tidak butuh waktu lama, mobil itu akhirnya memasuki area parkir khusus eksekutif di gedung AR Corp.

Sebelum turun dari mobil, Thalia buru-buru merapikan pakaian kerjanya dan bersiap kembali ke mode profesional sebagai asisten pribadi.

​"Zacky, aku turun duluan ya... Nggak enak kalau karyawan lain lihat kita datang barengan," pinta Thalia cemas
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 120 Mau Dilanjutkan?! 

    ​Sentuhan langsung telapak tangan Thalia yang tepat di atas pusaka Zacky yang sangat keras, panas, dan berdenyut membuat Thalia hampir saja memekik kaget secara refleks. ​'Z-Zacky! Apa yang kamu lakukan?!' jerit Thalia dalam hati dengan mata membelalak lebar ketakutan. ​Thalia mencoba menarik jari tangannya kembali dengan rasa panik luar biasa. Namun, Zacky justru menekan tangan mungil Thalia semakin erat di sana, mengunci telapak tangan gadis itu untuk meremas dan merasakan sendiri betapa keras dan tersiksa miliknya karena menahan gairah penderitaan di bawah sana. ​Sementara itu, di atas meja, raut wajah Zacky tetap terlihat begitu tenang, datar, dan dingin tanpa ekspresi sedikit pun. ​"Jadi, Pak... Pada bagian pasal empat ini, pihak investor meminta jaminan pembagian saham sebesar lima belas persen," jelas Hans panjang lebar Jari tangannya menunjuk salah satu paragraf berkas di atas meja, s

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 119 Dibawah Kolong Meja

    Tubuh Bianca memegang seketika saat mendengar suara ketukan pintu depan ruangan mendadak bergema nyaring, memecah keheningan dan gairah panas yang menyelimuti tempat itu. “Zacky, ada yang datang..” cicit Thalia cemas. ​"Permisi, Pak Zacky. Ini Hans... Saya membawa berkas revisi investasi proyek yang harus Bapak tandatangani segera," suara Hans dari luar ruangan terdengar begitu jelas dan mendekat. ​DEG! ​Sensasi panik semakin terasa seketika itu, menghantam seluruh tubuh Thalia bagaikan disiram air es. Matanya membelalak lebar dalam sekejap. ​"Zacky, itu suara Pak Hans! Kita gak boleh ketahuan seperti ini!" pekik Thalia panik setengah mati dengan suara tertahan. ​Dengan refleks yang luar biasa cepat diikuti rasa takut tertangkap basah dalam posisi vulgar, Thalia langsung melompat turun dari pangkuan Zacky. Tangan gadis itu bergerak cepat mengancingkan dua kancing kemejanya sec

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 118 Sentuhan Panas di Atas Pangkuan

    Thalia bergeming mendengar pembicaraan Zacky dan Sabrina, ia hanya menghela nafas panjang. ‘Zacky aja sampai gak bisa jawab lagi kemauan Sabrina.. Padahal Zacky udah menolak, tapi Sabrina masih bisa memaksa Zacky..’ ​Ruangan kerja Zacky kembali terasa hening dan mencekam, pria itu melempar ponselnya begitu saja ke atas meja dengan desahan berat yang tertahan. Pria itu terpaksa mengiyakan ajakan tersebut dalam hati demi menjaga keselamatan dan ketenangan Thalia dari teror impulsif Sabrina. ​"Thalia..." panggil Zacky lembut, merubah seketika nada suaranya yang tadinya penuh intrik menjadi begitu hangat. ​Thalia tidak menjawab. Gadis itu hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam, menatap ujung sepatunya dengan mata berkaca-kaca. Rasa cemburu dan tidak berdaya menggulung seluruh perasaannya. ​Melihat kepasrahan dan kesedihan yang kembali dirasakan Thalia, Zacky melangkah l mendekati meja kerjanya. Pria itu mendudukkan tubuh tingginya di kursi kerjanya. ​Dengan satu gerakan tan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 117 Suara Manja Tak Terbantahkan

    ​"A-acara apa, Zacky...?" bisik Thalia lirih dengan suara serak, mendongakkan kepalanya menatap manik mata hitam pria di hadapannya. ​Mata bulat gadis itu tampak sembab dan kemerahan, menyisakan jejak air mata yang masih membasahi pipinya. Tangannya meremas pelan bagian depan kemeja kerja Zacky, mencoba mencari pegangan di tengah rasa cemas yang terus menggerogoti ulu hatinya. Thalia berpura-pura tidak tahu sama sekali mengenai acara spesial yang dimaksud, meski ia sudah membaca pesan masuk dari Sabrina sejak semalam di ponsel milik Zacky.. ​Zacky menatap raut wajah rapuh gadisnya dengan tatapan mendalam. Jemari tangannya yang hangat terulur, menyapu lembut sisa air mata di sudut mata Thalia. ​"Nanti kamu juga akan tahu, Thalia," sahut Zacky rendah, memberikan jawaban singkat yang terdengar begitu penuh rahasia. "Kamu hanya perlu percaya padaku dan ikut bersamaku besok." ​Thalia menelan salivanya yang terasa pahit. Hatinya berdesir nyeri, namun ia mencoba menahan prasangka b

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 116 Dalam Pelukan Zacky

    "Z-Zacky... Lepasin..." cicit Thalia terbata-bata di antara isakan tangisnya. "Jangan sentuh aku..." ​Tangan Thalia terus mendorong dada bidang Zacky dengan sisa tenaganya, menggelengkan kepala ketakutan. ​Zacky menolak melepaskan genggamannya. Ia justru menarik tubuh Thalia semakin rapat ke dalam dekapannya, melingkarkan kedua lengan kokohnya di pinggang ramping gadis itu tanpa memberi celah sedikitpun untuk kabur. ​"Aku tidak akan melepaskanmu, Thalia! Katakan padaku, apa yang terjadi?!" bisik Zacky penuh penekanan di dekat telinga gadis itu. ​Thalia menengadahkan wajahnya, menatap manik mata Zacky dengan tatapan mata yang hancur berkeping-keping. ​"Kenapa kamu masih harus pura-pura peduli sama aku?!" tangis Thalia pecah meluapkan seluruh emosinya. "Nona Sabrina... Nona Sabrina baru saja telepon ke ponsel kamu yang tertinggal di atas meja!" ​Manik mata Zacky seketika menyempit tajam. "Sabrina menelepon lagi?" ​"Iya!" pangkas Thalia dengan suara serak yang menyaya

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 115 Wanita Murahan?! 

    ​Jantung Thalia terasa berhenti berdetak beberapa detik, nama itu bagaikan hantu yang terus membayangi pikirannya sejak kemarin. Panggilan itu mati sejenak, namun hanya selang beberapa detik, ponsel Zacky kembali bergetar dan berbunyi nyaring. ​Thalia menelan salivanya dengan susah payah. Ia ragu untuk menyentuhnya, tahu betul bahwa ponsel itu barang pribadi Zacky. Namun, dering telepon yang tak kunjung berhenti membuat Thalia cemas kalau saja ada hal darurat yang mungkin ingin disampaikan. Dengan ragu dan tangan yang sedikit bergetar, Thalia akhirnya mengangkat ponsel itu, menggeser ikon hijau ke layar dengan napas tertahan. ​[S-selamat siang... Saya asisten pribadi Pak Zacky,] sapa Thalia dengan nada suara profesional yang bergetar tipis. [Maaf, Pak Zacky sedang ada rapat di luar ruangan, ada yang bisa saya—] ​[Kak Zacky mana?! Kok yang angkat kamu lagibsih?!] pangkas sebuah suara wanita dari seberang saluran dengan nada manja, nyaring, dan penuh tuntutan. ​Thalia terpaku

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status