เข้าสู่ระบบTiba-tiba Dunia Alexa seperti jungkir balik. Hamil di luar nikah dan saat ijab kabul di tinggal kabur sang kekasih. Lalu, keluarganya malah menikahkan dengan sopir keluarga. awalnya dia pikir Joan miskin, tapi ternyata Joan adalah anak orang kaya.
ดูเพิ่มเติม“And now I pronounce you husband and wife. You may kiss the bride.” The priest announced.
Jonathan looked at his bride, the angelic face and clear eyes of the woman who had schemed and forced him into marriage. He wasn’t sure how she managed to sway his grandmother and his parents, but she did, and here they were.
He leaned into her for the kiss. For a second, he was distracted by her nervousness and loud heartbeat that spiked by the second. He had to, yet again, remind himself not to fall for her facade.
He planted his lips against hers and told her exactly what he thought.
“Did you think you could be my wife because you schemed and trapped me into this? You can enjoy the vacant position of Mrs. Smith that you covet so much. But you will never have a place in my heart and life.”
He saw the shock and pain in her eyes, but it did not last long as she scanned the surroundings and sighed in resignation. She took a deep breath, and her eyes held determination.
He was correct! She was scheming indeed.
Whatever he thought of her, he did not appreciate others bullying her right in front of his face. He told off the gossipers who had bluntly asked her how she had tricked him into marriage.
Although that was the truth, he did not like being laughed at by irrelevant outsiders. Besides, he saw something in her silence and her steel eyes that bothered him.
He drank away his incomprehensible thoughts and completed other proceedings as they both maintained the loving newlywed facade.
They had not many people invited - it was another thing he had found strange. His family did not invite many people because he was opposed to this, but he had expected the scheming woman to show off to half the city and reporters to ensure everyone knew she was Mrs. Smith.
He ignored Lydia Aprice. She was his sister-in-law, even though she was not related to his wife by blood. In any case, he did not want unnecessary rumors.
His grandmother and a few other ladies took the bride away as he drank some more.
Soon after, he realized something was wrong.
He could not believe that the despicable woman had drugged him.
Lydia made her way to him, but he asked his assistant to deal with her and escaped.
He was even more frustrated as the lights were out.
He made his way to the study and cursed as if someone had locked the door. But he had the master key, so he pushed it open and went directly to the bathroom.
His so-called wife was asleep in the tub in her wedding gown.
Her gown had a few minor tears in a few places. Jonathan wondered what she was doing there in that state.
A sudden tightness in his pants brought him back as his fury burned as he recalled that she had drugged him.
He was stunned by the icy cold water.
How was she still hot inside that cold water?
In the candlelight, he could see her flushed skin. Was she also drugged?
He shook his head, muttering a curse as he tried to throw her out.
The next thing he recalled was her cry of pain as she hit him and scolded him for being so harsh. He vaguely remembered coaxing her and trying to be gentle, to make her feel good. He also recalled how she had repeatedly asked if he was her husband, Jonathan Smith.
The rest of the night and the entire next day and night were blurry.
The next time Jonathan woke up, he was naked in bed with his wife. There was no need to think about what had happened.
Lying on the bedside table were two red booklets, their marriage certificates that he did not remember taking.
He suddenly felt sympathy for her, especially seeing that she was bleeding. But he immediately shook off his thoughts.
He left her a card with a note and left.
When he reached his office, he found an unsavory rumor floating about.
The rumors said his wife had slept with multiple men in their marriage bed on their wedding night.
Some photos showed her in her wedding gown surrounded by four men in what was supposed to be their wedding room.
It made him wonder if she was a victim in the marriage too.
Jonathan recalled her sleeping in the cold bath in the study in her torn dress that indicated a struggle.
Even though how she escaped when drugged and overpowered was very much a mystery. Perhaps she had staged the entire thing for her benefit.
Nonetheless, he shut down those rumors immediately and sued the people responsible. After all, she was now his legal wife, and he had taken her virginity.
No one dared to gossip about her after that. Soon everyone forgot the controversial Mrs. Smith.
He never saw or heard from her again and eventually forgot about her and that he was even married.
Sesil menarik napas dalam-dalam, berusaha meredam kecemasannya sebelum akhirnya menggeser layar ponsel untuk menerima panggilan.“Joan?” ucapnya, suaranya terdengar lebih tegang dari yang ia harapkan. Ia melirik Alexa yang duduk di depannya dengan wajahnya tegang. Suara Joan terdengar datar di ujung sana, “Sesil, aku perlu bicara denganmu.”Sesil buru-buru memotong, suaranya sedikit lebih keras dari yang dimaksudkan, “Aku sedang bersama Alexa sekarang.”Hening. Joan tidak menjawab. Ia pasti memahami maksud Sesil. Keduanya tahu bahwa rahasia hubungan keluarga mereka tidak pernah sampai ke telinga Alexa. Ada alasan yang tidak pernah diungkapkan Joan mengapa ia memilih untuk merahasiakan bahwa Sesil adalah sepupunya.“Baik,” jawab Joan akhirnya, singkat, seperti menyetujui kode yang disampaikan Sesil.Sesil segera menutup telepon, merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Alexa menutup bukunya dengan pelan, lalu menatap Sesil dengan pandangan penuh selidik."Joan menelepon?"
Tidak bisa di biarkan, Joan pun tidak mungkin menyembunyikan identitasnya. Selain itu, di mulai cemas dengan beberapa kali Jerico kakaknya menghubungi Alexa. Tidak akan Joan diam begitu saja seperti dulu sang kakak merebut semuanya. "Hari ini aku mau ke kantor papa. Kamu di rumah sama mama atau ada kegiatan lain?" tanya Alexa. "Aku mau ketemu Sesil." Sontak kopi yang sedang di minum Joan pun tersembur begitu saja. Alexa sudah menduga jika sang suami akan kaget mendengar apa yang di katakan. Memang dengan sengaja Alexa mendekati Sesil untuk mengetahui hubungan mereka berdua. Joan kembali merapikan bajunya yang sedikit terkena kopi. "Di ganti Joan. Kamu mau ke kantor Papa dengan baju dengan noda?" Alexa sedikit menggerutu lalu mengambil baju kemeja berwana navy dan menyerahkannya pada Joan."Pakai ini." "Kamu enggak mau bantu aku ganti baju?" tanya Joan."Mimpi aja terus. Halu! Pakai sendiri." Alexa keluar dari kamar, sedangkan Jona terkekeh di kamarnya. Agak sedikit senang karen
"Aku tidak suka kamu dekat atau didekati pria lain. Walau status pernikahan kita hanya dari sebuah kesalahan kamu. Hargai aku walau hanya menjadi suami pengganti." Joan Mempertegas apa yang dia rasakan. Tidak tahu harus menjawab apa, bagaiamana bisa Joan tahu dirinya tadi bersama dengan Jeri. "Apa Sesil yang mengadu? Dia sengaja bukan?" tanya Alexa. Joan mengerutkan kening, bagaimana bisa Alexa berpikir yang mengadu adalah Sesil. Tidak tahu saja jika yang mengadu adalah kaka iparnya. Namun, tidak mungkin dia mengatakan hal itu karena Alexa tidak tahu jika dirinya sering bertukar pesan pada Adam. "Bukan Sesil, bahkan dia tidak ada mengirim pesan hari ini." "Tapi biasanya dia mengirim pesan?" tanya Alexa sinis. Kali ini malah Alexa yang merasa kesal dengan Joan. Keduanya sebenarnya sudah saling peduli. Apalagi Alexa yang sudah mulai merasa kesal atau cemburu jika Joan bersama dengan wanita lain. "Kenapa jadi aku yang di sudutkan? Kita lagi bahas Jerico."Alexa kini merasa heran,
Clarisa begitu emosi bagaimana bisa sekarang semua orang justru memihak kepada Joan sepertinya laki-laki itu sudah bisa mencuci otak semua orang sampai-sampai dirinya yang anak kandung justru diperlakukan seperti itu. Sebenarnya apa yang ia katakan tidak ada salahnya bukan memangnya Joan menikah dengan Alexa itu karena Alexa hamil dan sekarang Alexa sudah keguguran lantas tidak diperlukan lagi bukan, dia pun langsung meninggalkan ruang tamu dan masuk ke kamarnya. Mereka berencana akan menginap karena sudah terlalu malam. Adam meminta maaf pada ayah mertuanya. "Maaf pak mungkin karena Clarissa terlalu kelelahan dia tidak bermaksud seperti itu, dia hanya terlalu Sayang saja kepada Alexa." Sebagai seorang suami Ia hanya ingin melindungi martabat istrinya itu. Dirinya juga tidak menyangka jika ternyata Clarissa bisa mengatakan hal seperti itu, hal yang benar-benar sangat diluar dugaan ia kira Clarissa hanya membenci Joan saja tak menyangka jika ternyata istrinya itu berani mengatakan h












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น