Compartir

Bab 116

last update Fecha de publicación: 2026-03-23 07:13:30

Juragan memamerkan dokumen itu di hadapan Tresna, Linda, dan seluruh warga desa yang kini mulai kembali diliputi rasa cemas. Ia memegang ujung kertas dengan erat agar setiap orang bisa melihat keaslian hologram tersebut di bawah terang cahaya fajar.

"Ini adalah sertifikat hak milik sah atas lahan klinik ini! Aku sudah membelinya secara resmi dari ahli waris sebelumnya!" klaim Juragan dengan lantang. Tresna mengepalk

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 216

    Cengkeraman tangan Bos Mafia pada rambut Tresna semakin menguat, terasa seolah-olah seluruh kulit kepalanya akan terkelupas paksa dari tengkorak. Pria berwajah luka itu menyentak wajah Tresna ke atas dengan tenaga yang sangat kasar, memaksa sang mantri untuk menatap langsung ke arah Dokter Richard.Darah yang mengucur dari dahi Tresna mulai masuk ke mata, menciptakan sensasi pedih yang sangat menyiksa. Hal ini semakin memperkeruh pandangannya yang sudah remang-remang akibat gempuran fisik bertubi-tubi sebelumnya."Lihat musuhmu untuk terakhir kalinya, Mantri!" bentak Bos Mafia dengan suara parau yang dipenuhi nada kemenangan mutlak.Dokter Richard melangkah maju satu tindak dengan senyum yang terkembang sangat lebar hingga memperlihatkan barisan giginya yang rapi. Raut wajah sang Dokter nampak sangat mengerikan di bawah sorot lampu merah yang mencekam. Dari balik saku jas putihnya yang masih bersih, dia mengeluarkan sebuah alat suntik yang berisi cairan kental berwarna hijau terang.C

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 215

    "Terus tembak! Jangan kasih celah buat kabur!" sahut yang lain dengan suara yang hampir tertelan dentuman senjata.Tresna terus memacu kakinya dan mengabaikan rasa perih akibat serpihan logam yang menggores lengannya. Kaos oblongnya kini semakin koyak dan bersimbah peluh, namun dia tahu harus segera mencapai area yang lebih tertutup.Saat dia baru saja akan mencapai bibir tangga, sebuah peluru tajam melesat dengan kecepatan tinggi. Proyektil itu berhasil menyerempet paha kiri Tresna hingga celananya robek seketika oleh terjangan timah panas."Aaakh!" Tresna memekik tertahan saat rasa panas menyengat langsung menjalar dari kakinya ke seluruh saraf tubuh.Sentakan peluru itu membuat keseimbangannya runtuh total dalam sekejap mata. Kakinya terasa lemas seketika dan dia kehilangan pijakan di atas lantai besi yang mulai licin oleh ceceran oli mesin.Tubuh besarnya terpelanting lalu terguling dengan sangat keras menuruni anak tangga besi yang kaku. Dia jatuh menuju lantai dasar gudang denga

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 214

    Tresna merangkak perlahan di atas lantai jaring besi untuk mencari posisi tembak yang paling strategis. Dia menyadari bahwa melakukan serangan frontal adalah tindakan bunuh diri, namun dia harus segera menghentikan rencana gila ini sekarang juga.Setiap jengkal pergerakannya di atas jaring besi dilakukan dengan perhitungan yang sangat matang. Dia memastikan tidak ada bunyi logam yang beradu agar keberadaannya tidak terdeteksi oleh lampu sorot yang menyapu aula.Lantai jaring besi itu bergetar halus seiring dengan langkah kakinya yang sangat ringan. Tresna melihat beberapa drum berisi bahan kimia yang mudah terbakar tersusun rapi di dekat panggung tempat Richard berdiri.Sebuah rencana sabotase mulai terbentuk di kepalanya dengan sangat cepat. Jika dia bisa meledakkan drum-drum tersebut, kekacauan yang tercipta akan memberinya kesempatan untuk menghabisi Richard secara pribadi.Dia menyesuaikan posisi bidikannya, mengincar katup pengaman pada salah satu tangki gas di belakang barisan p

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 213

    Tresna segera menarik tubuhnya, bergerak secepat kilat menyelinap ke balik rak besi tinggi yang dipenuhi deretan botol kaca. Aroma alkohol dan antiseptik yang tajam menyeruak di antara celah-celah rak, namun dia tidak membiarkan indra penciumannya terganggu.Dia merapatkan punggung pada tiang besi yang dingin. Lelaki itu menahan napas sekuat tenaga hingga dadanya terasa sesak demi menjaga kesunyian mutlak agar keberadaannya tidak terbongkar.Hanya berselang beberapa detik, pintu ganda abu-abu di depannya terbuka lebar dengan suara derit engsel yang terasa menyakitkan di telinga. Seorang penjaga bertubuh tegap dengan seragam hitam taktis melangkah masuk, memegang senter yang sinarnya membelah kegelapan ruangan penyimpanan tersebut.Penjaga itu berjalan dengan langkah yang berat dan penuh selidik. Sesekali dia menendang tumpukan kardus kosong di lantai untuk memastikan tidak ada orang yang bersembunyi di balik kekacauan tersebut."Sue, bau apaan ini? Nggak enak banget," gerutu penjaga i

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 212

    "Hmpff—!"Joko hanya sempat mengeluarkan suara tercekik sebelum tangan Tresna membekap mulutnya dengan sangat kuat dan mematikan.Tresna menekan titik saraf di pangkal leher Joko, membuat pria gempal itu lemas seketika dan kehilangan kesadarannya tanpa perlawanan. Dia perlahan merebahkan tubuh Joko di atas lantai semen agar tidak menimbulkan suara debuman keras yang memicu kecurigaan."Jok? Kok diem aja? Ketiduran lo ya?" panggil suara di pintu lorong, kali ini terdengar langkah kaki yang mulai masuk.Tresna segera berdiri di balik pintu, jantungnya berpacu stabil namun matanya berkilat tajam menatap bayangan yang mendekat. Penjaga kedua itu muncul di ambang pintu, wajahnya tampak bingung saat melihat temannya terkapar di lantai dekat rak besi.

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 211

    Kedua tangan Tresna mencengkeram pinggiran besi bergelombang peti kemas dengan urat-urat lengan yang menonjol tegang. Dia segera memanjat dinding logam itu, bergerak secepat kilat sebelum cahaya senter sempat menyinari tubuhnya. Lelaki itu menahan napas di ketinggian, membiarkan dadanya menempel pada permukaan besi dingin yang berbau karat.Di bawah sana, dua penjaga itu berjalan menjauh meninggalkan area tersebut dengan langkah kaki yang terdengar santai. Mereka tampak yakin tidak menemukan hal mencurigakan di sekitar tumpukan besi berkarat yang menjadi persembunyian sang mantri. Tresna tetap bergeming selama beberapa detik, memastikan suara langkah sepatu bot itu benar-benar menghilang.Setelah merasa aman, Tresna melompat turun tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Dia merangkak cepat memanfaatkan bayangan mesin-mesin tua terbengkalai, mendekati sebuah lubang ventilasi udara di dinding samping gudang. Posisi ventilasi itu cukup tersembunyi di balik pipa-pipa uap raksasa yang sudah t

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status