Share

Bab 715

Penulis: Si Kecil Tangguh​
Usai berkata demikian, dia pun berbalik dan melangkah pergi. Melihat punggung Rangga yang menjauh, Kalingga tak kuasa menghela napas. Setelah berpikir sejenak, dia akhirnya mengejar Rangga.

"Lukamu cukup parah, jangan memaksakan diri!"

Kali ini, Rangga tidak lagi menepis tangan Kalingga, tetapi tetap menatapnya dengan tajam. "Apa lagi yang dia katakan padamu?"

Barulah Kalingga teringat bahwa kedua tangannya sedingin es, tapi dia tidak terlalu memikirkannya. Jadi, dia hanya berkata, "Nggak ada apa-apa."

"Benarkah?"

"Urus saja urusanmu sendiri."

"Dari caramu bicara, jelas sekali dia masih mengatakan banyak hal." Namun, tidak peduli seberapa banyak Rangga bertanya, Kalingga tidak lagi berbicara.

Keesokan harinya.

Andini berdiri di luar gerbang utama kediaman Adipati Kresna. Menatap papan nama besar yang menjulang tinggi, perasaannya campur aduk. Jelas-jelas saat pergi dari tempat ini sebelumnya, dia sempat bersumpah dalam hati bahwa seumur hidupnya tidak akan pernah kembali.

Namun sekaran
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1375

    Karena gentar dengan aura ganas dan berdarah dari para Pasukan Harimau, para pengawal Keluarga Gutawa tanpa sadar mundur ke belakang dan memberikan jalan. Tak ada seorang pun dari mereka yang berani maju untuk menghalangi, bahkan bernapas pun tidak berani.Bahkan hingga bayangan Surya dan Pasukan Harimau benar-benar menghilang di ujung jalan setapak berkelok menuju paviliun samping, semua orang baru seperti tersadar dari mimpi. Mereka segera mengerumuni Ikhsanun dan Hasanun, lalu bertanya dari segala arah.Seseorang menunjuk dua jasad pengawal bayangan yang berada tidak jauh dari sana, lalu berseru dengan nada marah dan kaget, "Tuan Ikhsanun, Tuan Hasanun, apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa malam ini Kepala Keluarga tiba-tiba membawa Andini ke wilayah terlarang?"Wajah Ikhsanun pucat pasi dan bibirnya bergetar. Tatapannya pun kosong dan linglung, seolah-olah belum pulih dari guncangan besar itu. Dia perlahan-lahan menggelengkan kepala, lalu menjawab dengan suara yang melayang, "

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1374

    Saat itu, tiba-tiba terdengar suara gesekan yang membuat gigi terasa ngilu. Pintu batu kedua yang sebelumnya tak bergeming sedikit pun padahal Andini sudah menumpahkan banyak darah kini perlahan-lahan terbuka ke arah dalam.Mata Surya membelalak dan menatap pemandangan di hadapannya dengan ekspresi tidak percaya. Bukakah dibilang pintu ini baru bisa dibuka hanya dengan darah wanita dari Keluarga Gutawa?Saat menyaksikan adegan yang aneh sekaligus ironis itu secara langsung, Andini merasakan hawa dingin yang menusuk tulang menyebar dari telapak kaki hingga ke seluruh tubuhnya. Perasaan pedih yang luar biasa langsung menenggelamkannya.Ternyata begitu!Apanya yang darah sebagai pemicu? Apanya yang harus darah dari wanita Keluarga Gutawa untuk membuka harta karun? Apanya yang kunci rahasia yang diwariskan turun-temurun? Semua itu hanya bohong saja.Entah karena kehilangan darah terlalu banyak atau karena terguncang oleh kebenaran yang begitu konyol ini, Andini merasa kepalanya pusing. Pan

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1373

    Sepasang mata Braja yang keruh itu menatap Surya dengan sangat tajam dan tatapannya itu terlihat sangat kebingungan dan tidak percaya. "Kamu ... mana mungkin ... bisa lolos dari Penjara Air Hitam."Setiap kata-kata itu seolah-olah diperas keluar dari paru-paru Braja yang hancur, disertai suara serak dari orang yang berada di ambang maut.Braja ingat bukan hanya dibelenggu rantai di keempat anggota tubuh, Surya juga telah diracuni hingga seluruh tubuhnya lemas. Penjara Air hitam juga dijaga ketat di segala penjuru. Meskipun Surya benar-benar berhasil kabur, Keluarga Gutawa juga tidak mungkin tidak menerima kabar. Mengapa Surya masih bisa muncul di sini?Surya menoleh ke arah Braja dengan tatapan yang dingin dan kejam. Nada bicaranya yang sangat dingin bergema jelas di dalam ruangan batu itu dan setiap katanya bagaikan paku es yang menusuk jantung Braja. "Aku masih belum sempat berterima kasih pada Kepala Keluarga Gutawa karena sudah mengantarku bertemu kembali dengan saudara-saudara Pas

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1372

    Andini juga telah mengerahkan seluruh tenaganya untuk menahan, tetapi niat membunuh yang dingin dari Braja itu tetap menembus pakaiannya. Dia bahkan bisa merasakan ujung belati yang tajam itu perlahan-lahan menusuk kulit dan dagingnya.Rasa putus asa yang bagaikan jurang kegelapan itu perlahan-lahan menelan Andini. Selain jebakan senjata yang tersembunyi, masih dua ahli yang berjaga di luar wilayah terlarang itu dan Soekarno tidak mungkin bisa masuk. Apakah hari ini dia benar-benar akan mati di sini?Tepat pada saat hidup dan mati hanya terpaut sehelai rambut, Andini merasakan kekuatan Braja tiba-tiba terhenti. Meskipun posisinya masih sama, Braja jelas tidak menekan belatinya ke bawah lagi. Apa yang terjadi?Karena merasa kaget, Andini kembali menoleh ke arah Braja. Saat itu, dia baru melihat ada sebilah pedang panjang yang entah sejak kapan telah menembus tubuh Braja. Waktu seolah-olah membeku pada detik itu.Tatapan Braja yang keruh bergerak perlahan-lahan ke bawah dengan ekspresi t

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1371

    Tatapan Braja sudah berubah sepenuhnya. Matanya sudah memerah dipenuhi dengan keserakahan dan kegilaan bagaikan binatang buas."Nggak cukup. Nggak cukup. Masih jauh dari cukup," kata Braja sambil menatap tajam piringan batu yang terus ternodai darah dan bibirnya bergetar sampai mengeluarkan geraman pelan seperti orang yang mengigau."Kamu sama persis dengan orang di lukisan itu ... sama persis. Darahmu, hanya darahmu yang baru bisa jadi kuncinya. Kamu pasti bisa membuka harta karun itu. Pasti bisa. Kurang banyak saja ... kurang banyak saja ...," gumam Braja terus dan mengabaikan penderitaan dan perlawanan Andini, seolah-olah telah terperosok sepenuhnya ke dalam ilusi obsesif.Suara Braja yang terdengar serak dan gila bergema di lorong sempit itu bagaikan bisikan dari neraka.Andini berpikir jika darah itu terus mengalir seperti ini, dia akan mati. Dia mengernyitkan alisnya dan menahan rasa sakit yang luar biasa saat tangan kirinya menyusup ke lengan bajunya. Dia meraba jarum perak, lal

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1370

    Lorong itu sempit dan panjang. Dindingnya dipasangi batu yang memancarkan cahaya hijau suram, nyaris hanya cukup untuk menerangi anak-anak tangga batu yang licin di bawah kaki.Jantung Andini berdetak kencang. Setiap langkah dilaluinya dengan kewaspadaan yang luar biasa.Akhirnya, mereka tiba di lokasi mekanisme pertama. Itu adalah sebuah ruang batu yang relatif lebih luas. Di tengahnya berdiri sebuah altar batu kuno setinggi setengah tubuh manusia.Permukaan altar itu tidak rata, bahkan dipenuhi ukiran totem yang amat rumit, memancarkan aura kuno dan liar.“Di sini tempatnya.” Suara Braja menggema di ruang batu yang sunyi. Cahaya keserakahan di matanya hampir meluap.Tanpa ragu sedikit pun, dia mengeluarkan sebilah belati tajam yang bertatahkan permata dari sakunya, lalu menyerahkannya ke hadapan Andini. Nadanya sarat perintah yang tak bisa dibantah. “Andini, gunakan darah sebagai pemicu. Teteskan ke dalam cekungan untuk mengaktifkan pintu hidup pertama ini!”Andini menatap belati din

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status