Share

Bab 762

Auteur: Si Kecil Tangguh​
Melihat ekspresi Hadi, Andini hanya merasa geli. "Tuan Hadi nggak menyangka kalau aku akan memberi tahu Putri ya?"

Kalau berani berbuat, harus berani bertanggung jawab. Apa pria ini mengira hanya dengan beberapa senjata rahasia bisa membuatnya takut? Toh dia pernah membunuh orang.

Hadi menurunkan pandangannya, bersikeras tak mengakui. "Aku nggak tahu apa yang sedang Nona Andini katakan."

Lagi pula, ini bukan urusan yang terhormat. Sebagai Pengawas Istana, dia tak boleh memberi siapa pun celah untuk menjatuhkannya. Lagi pula, mereka tidak punya bukti.

Safira menyeringai dingin. "Andini, hanya karena dia nggak mengaku, kamu pikir aku nggak bisa berbuat apa-apa?"

Selama dia berbicara kepada ayahnya, meskipun tanpa bukti, tetap bisa membuat Hadi kerepotan!

Hadi jelas memahami hal itu. Akhirnya, dia menunduk. "Bagaimana agar Putri sudi memaafkan saya?"

Kalau Putri hanya memanggilnya tanpa langsung menghadap Kaisar, berarti Putri belum ingin membawa masalah ini ke hadapan Kaisar. Jadi, pasti
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1373

    Sepasang mata Braja yang keruh itu menatap Surya dengan sangat tajam dan tatapannya itu terlihat sangat kebingungan dan tidak percaya. "Kamu ... mana mungkin ... bisa lolos dari Penjara Air Hitam."Setiap kata-kata itu seolah-olah diperas keluar dari paru-paru Braja yang hancur, disertai suara serak dari orang yang berada di ambang maut.Braja ingat bukan hanya dibelenggu rantai di keempat anggota tubuh, Surya juga telah diracuni hingga seluruh tubuhnya lemas. Penjara Air hitam juga dijaga ketat di segala penjuru. Meskipun Surya benar-benar berhasil kabur, Keluarga Gutawa juga tidak mungkin tidak menerima kabar. Mengapa Surya masih bisa muncul di sini?Surya menoleh ke arah Braja dengan tatapan yang dingin dan kejam. Nada bicaranya yang sangat dingin bergema jelas di dalam ruangan batu itu dan setiap katanya bagaikan paku es yang menusuk jantung Braja. "Aku masih belum sempat berterima kasih pada Kepala Keluarga Gutawa karena sudah mengantarku bertemu kembali dengan saudara-saudara Pas

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1372

    Andini juga telah mengerahkan seluruh tenaganya untuk menahan, tetapi niat membunuh yang dingin dari Braja itu tetap menembus pakaiannya. Dia bahkan bisa merasakan ujung belati yang tajam itu perlahan-lahan menusuk kulit dan dagingnya.Rasa putus asa yang bagaikan jurang kegelapan itu perlahan-lahan menelan Andini. Selain jebakan senjata yang tersembunyi, masih dua ahli yang berjaga di luar wilayah terlarang itu dan Soekarno tidak mungkin bisa masuk. Apakah hari ini dia benar-benar akan mati di sini?Tepat pada saat hidup dan mati hanya terpaut sehelai rambut, Andini merasakan kekuatan Braja tiba-tiba terhenti. Meskipun posisinya masih sama, Braja jelas tidak menekan belatinya ke bawah lagi. Apa yang terjadi?Karena merasa kaget, Andini kembali menoleh ke arah Braja. Saat itu, dia baru melihat ada sebilah pedang panjang yang entah sejak kapan telah menembus tubuh Braja. Waktu seolah-olah membeku pada detik itu.Tatapan Braja yang keruh bergerak perlahan-lahan ke bawah dengan ekspresi t

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1371

    Tatapan Braja sudah berubah sepenuhnya. Matanya sudah memerah dipenuhi dengan keserakahan dan kegilaan bagaikan binatang buas."Nggak cukup. Nggak cukup. Masih jauh dari cukup," kata Braja sambil menatap tajam piringan batu yang terus ternodai darah dan bibirnya bergetar sampai mengeluarkan geraman pelan seperti orang yang mengigau."Kamu sama persis dengan orang di lukisan itu ... sama persis. Darahmu, hanya darahmu yang baru bisa jadi kuncinya. Kamu pasti bisa membuka harta karun itu. Pasti bisa. Kurang banyak saja ... kurang banyak saja ...," gumam Braja terus dan mengabaikan penderitaan dan perlawanan Andini, seolah-olah telah terperosok sepenuhnya ke dalam ilusi obsesif.Suara Braja yang terdengar serak dan gila bergema di lorong sempit itu bagaikan bisikan dari neraka.Andini berpikir jika darah itu terus mengalir seperti ini, dia akan mati. Dia mengernyitkan alisnya dan menahan rasa sakit yang luar biasa saat tangan kirinya menyusup ke lengan bajunya. Dia meraba jarum perak, lal

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1370

    Lorong itu sempit dan panjang. Dindingnya dipasangi batu yang memancarkan cahaya hijau suram, nyaris hanya cukup untuk menerangi anak-anak tangga batu yang licin di bawah kaki.Jantung Andini berdetak kencang. Setiap langkah dilaluinya dengan kewaspadaan yang luar biasa.Akhirnya, mereka tiba di lokasi mekanisme pertama. Itu adalah sebuah ruang batu yang relatif lebih luas. Di tengahnya berdiri sebuah altar batu kuno setinggi setengah tubuh manusia.Permukaan altar itu tidak rata, bahkan dipenuhi ukiran totem yang amat rumit, memancarkan aura kuno dan liar.“Di sini tempatnya.” Suara Braja menggema di ruang batu yang sunyi. Cahaya keserakahan di matanya hampir meluap.Tanpa ragu sedikit pun, dia mengeluarkan sebilah belati tajam yang bertatahkan permata dari sakunya, lalu menyerahkannya ke hadapan Andini. Nadanya sarat perintah yang tak bisa dibantah. “Andini, gunakan darah sebagai pemicu. Teteskan ke dalam cekungan untuk mengaktifkan pintu hidup pertama ini!”Andini menatap belati din

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1369

    Andini refleks menahan napas. Udara dingin seolah-olah membeku di tenggorokannya. Dia mengeratkan jubahnya, membisu mengikuti Braja dari belakang.Cahaya bulan yang pucat bagai kain tipis yang menyelimuti bagian dalam kawasan terlarang. Di luar dugaan, yang tampak di hadapan bukanlah benteng ketat atau mekanisme berlapis-lapis, melainkan sebidang tanah lapang yang agak tandus.Di sekelilingnya tumbuh rerumputan dan pepohonan biasa, yang memunculkan bayangan aneh di bawah sinar bulan. Di tengah lapangan itu, berdiri sebuah rumah tua.Kening Andini berkerut rapat. Keraguan di hatinya tumbuh liar bagai sulur. Dia menatap Braja yang berjalan di depan dengan wajah penuh kepuasan. Suaranya terdengar dingin saat bertanya, "Apa rahasia seratus tahun yang dimaksud Kepala Keluarga ada di sini?"Sebuah rumah tua?Sudut bibir Braja terangkat membentuk lengkungan puas nan misterius. Matanya berkilat licik dan rakus, seolah-olah tengah memandang anak kecil yang polos. "Masuk saja, nanti kamu tahu!"

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1368

    Ikhsanun tiba-tiba menoleh tajam ke arah Hasanun. Alisnya berkerut rapat. Dengan suara berat, dia menegur, "Jangan asal bicara! Kepala Keluarga masih menunggu di kawasan terlarang! Jangan buang-buang waktu di sini!"Usai berkata demikian, dia tak lagi memedulikan Hasanun. Dia berbalik ke arah Andini, kembali melipat tangan. Sikapnya dingin dan tertutup seperti biasa, sementara suaranya tenang. "Andini, silakan."Andini mengangguk pelan. Pandangannya melintas tenang melewati Ikhsanun, lalu berhenti sejenak di wajah tampan Hasanun yang masih menyunggingkan senyuman usil.Tatapannya dalam laksana kolam dingin di bawah cahaya bulan. Tenang tanpa riak, tetapi seolah-olah menyimpan ribuan makna. Di sana terselip pemahaman dan peringatan yang samar, seakan-akan hendak menembus sikap santainya dan langsung menyentuh isi pikirannya yang gelap.Sesaat kemudian, Andini menarik kembali pandangannya dan tetap diam. Dia mengeratkan jubah hitam legam di tubuhnya, laksana noda tinta yang menyatu denga

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status