Masuk"Kau wanita yang bernama Violet itu?" Suara wanita yang datang tiba-tiba menghampiri Violet. Violet yang sedang duduk di teras samping mansion seketika memalingkan wajahnya, menatap wanita tersebut. Wanita cantik dengan pakaian seksi, tubuh berisi sekaligus rambut hitam panjang kini berdiri tegap di depan Violet. Kedua tangan wanita itu terlipat rapat di depan dada, wajah menampilkan kesombongan dan bibir yang menunjukkan ekspresi penuh remeh. "Kau siapa?" Tanya Violet kemudian. Daripada bertanya-tanya penasaran kepada dirinya sendiri, Violet lebih memilih memberanikan bertanya begitu saja tanpa ragu. "Gracia Holland." Jawab wanita tersebut, memperkenalkan diri kepada Violet. Violet mengerutkan keningnya menatap kebingungan siapa wanita yang bernama Gracia itu. "Kau pasti ingin mengetahui siapa aku, bukan?" Tanya Gracia, terdengar sombong seperti sebelumnya.Gracia kemudian mengibaskan rambut panjangnya penuh percaya diri kemudian menatap remeh ke arah Violet. "Aku adalah sat
"Eughhh.." Erang Violet bersamaan dengan membuka matanya perlahan. Sinar matahari berhasil masuk ke dalam kamar Justin dimana Violet terpaksa harus membuka matanya.Mata Violet melotot terkejut saat melihat tangannya sendiri memeluk tubuh Justin dengan hangat."Astaga, aku benar-benar menyentuhnya." Gumam Violet kepada dirinya sendiri.Violet segera mengubah posisinya menjadi duduk kemudian melihat tubuhnya sendiri di bawah selimut tebal itu."Tidak ternyata." Ucap Violet pelan dengan bernafas lega setelah menyadari bahwa wanita tersebut belum bercinta dengan Justin.Benar, Violet tidak akan melepas keperawanannya sebelum wanita tersebut benar-benar siap menerima Justin. Tidak peduli dengan waktu yang telah ditentukan oleh Justin, Violet hanya ingin bercinta dalam keadaan siap dan tentunya berani.Malam pertama dan penuh perbincangan sebelumnya telah Violet lewati, tanpa rasa takut dan tegang seperti sebelumnya. Malam yang harusnya Justin bercinta dengan Violet, berubah menjadi mal
"Mengapa kau selalu menegang saat aku menyentuhmu, Princess?" Tanya Justin, menatap Violet yang sedang duduk di pinggir ranjang itu. Desahan serta erangan palsu yang keluar dari bibir Violet sebelumnya sukses membuat Keluarga Morgan percaya jika mereka berdua telah bercinta. Bercinta dengan brutal, saling menikmati satu sama lain hingga saling memiliki. "Aku sedang bertanya kepada kau?" "Kau tidak akan menjawabnya?" Lanjut ucap Justin bertanya kepada Violet.Violet dengan perlahan mendongakkan kepala menatat Justin, mencoba untuk tidak takut lagi dengan pria tersebut."Tidak." Jawab Violet singkat kemudian mengalihkan pandangan matanya ke arah lain.Tidak menatap kedua mata tajam Justin adalah pilihan yang tepat saat ini.Violet sadar jika Justin mungkin saja marah kepadanya mengingat wanita tersebut belum siap untuk melakukan hal itu.Melakukan adegan ranjang yang panas sekaligus penuh kenikmatan di malam pertama mereka.Justin berjalan mendekat ke arah Violet dan duduk tepat di
"Akhirnya kita ada di puncak acara malam ini.." "Puncak acara yang sudah lama kita nantikan sejak pagi sebelumnya." "Puncak acara kita malam ini adalah.." "Melihat Justin bercinta dengan Violet, di dalam kamar mereka." "Violet yang terdengar masih perawan akan mengerang nikmat di bawah tubuh Justin." Violet yang memiliki tubuh lebih pendek dari Justin seketika mendongakkan kepalanya menatap pria tersebut dengan mata melotot. Para tamu sendiri yang mendengar hal tersebut seketika bersorak riang sekaligus senang bukan main. "Ini tradisi keluarga Morgan." Ucap Justin menundukkan kepalanya menatap Violet. Violet menelan ludahnya kasara setelah mendengar kalimat pernyataan Justin sebelumnya. Tradisi, katanya? Bagi Violet itu adalah tradisi gila yang benar-benar menjijikkan. Demi apapun itu, Violet sudah merasa gila belum ada satu hari penuh menjadi istri seorang Justin Morgan. "Semuanya keluar, aku akan membuat Violet mendesah malam ini di dalam kamar ini.
Justin yang masih berjongkok tepat di bawah Violet kembali tersenyum tipis melihat pengantin wanita itu kini tampak ketakutan menatap. Wajah Violet memerah, tersipu malu mengingat sangat banyak anggota keluarah Morgan yang melihat aktivitas Justin. Aktivitas dimana Justin yang melepaskan kain kecil tepat di paha Violet sebelumnya. "Pipimu semakin memerah, Princess." "Kau tersipu malu setelah aku melakukannya dengan sempurna ritual ini?" Tanya Justin kemudian kepada Violet. Mata Violet berkaca-kaca seketika setelah mengingat bahwa pernikahan gila yang terjadi ini adalah sebatas kontrak, kontrak untuk membayar hutang. Violet semakin merasa takut hingga tanpa sadar mulai meneteskan air matanya, tubuhnya yang masih belum tersentuh siapapun akan menjadi santapan lahap untuk Justin. Santapan serigala besar di atas ranjang dan itu akan terjadi malam ini. "Ritual gila." Jawab Violet pelan. Violet mengusap air matanya kasar begitu saja dengan tatapan tajam mengarah tepat ke mata biru
Tatapan Violet sungguh kosong dengan gaun pernikahan sederhana yang sudah menutupi seluruh tubuh kecilnya. Menikah dengan ketua mafia yang kejam sama sekali tidak pernah terlintas di dalam angan-angan Violet sedikit pun. Dan kini, pernikahan tersebut akan berlangsung dalam waktu dekat ini. "Ya Tuhan, aku benar-benar terlihat seperti domba kecil yang sedang ketakutan." Gumam Violet pelan, mengambil nafas dalam-dalam lagi kemudian menghembuskan perlahan. Suasana gereja sudah ramai, beberapa orang tersebut adalah anggota mafia Keluarga Morgan. Tidak ada keluarga Violet maupun teman dekat wanita tersebut di dalam gereja megah itu. BRAK!! Pintu gereja terbuka dengan kasar tiba-tiba dimana Justin muncul, masuk ke dalam gereja dengan kemeja putih yang sudah bernoda darah. Bibir Violet memucat seketika saat Justin sudah berdiri di depannya. Tangan yang ada sisa darah beserta kemejanya, tidak membuat orang yang ada di dalam gereja ketakutan. Benar, semua orang yang ada di da







