共有

11. Madelina

last update 公開日: 2026-10-06 14:23:16

Setelah selesai berbincang dan sarapan, Zeldrik mengajak Rei dan partynya untuk berkeliling di jurang Moonlit Chasm. Tinggal disetiap sisi dari jurang Moonlit Chasm merupakan gaya hidup para Demi-Human. Bukan tanpa alasan, mereka tinggal di dalam jurang untuk menghindari banyaknya informasi yang dapat menyebar secara luas tentang kehidupan mereka.

Zedrik juga mengatakan bahwa orang-orang Demi-Human sering terlibat dalam banyak masalah, apalagi kepada manusia. Banyak dari anak-anak sampai wanita
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • REINKARNASI TANPA SKILL   12. Sisi Gelap Madelina

    Rei dan teman-temannya terus berlari untuk menghindari kejaran dari beberapa penjaga tersebut. Meskipun mereka tidak tau kemana arahnya, yang terpenting bagi meraka saat ini adalah tidak tertangkap. Lalu mereka berbelok ke arah kiri dan memasuki sebuah gang kecil."Mereka pasti tidak jauh dari sini! Mari berpencar!" ucap salah satu penjaga yang terdengar dari kejauhan."Apa mereka sudah pergi?" bisik Lora."Entahlah, aku tidak bisa memastikannya" jawab Rei."Memangnya, kalian bersembunyi dari siapa?""Ya dari siapa lagi memangnya yang mengejar kita?!" Jawab Lora kesal kepada Russel."Aku tidak bilang apapun loh" saut Russel.Lalu mereka bertiga menoleh ke arah belakang dan terkejut melihat seseorang yang telah berdiri tepat di belakang mereka. Jika diperhatikan, orang ini bukan seperti seorang pedagang, atau mungkin merupakan salah satu dari warga Madelina. Dengan perasaan yang was-was dan juga penasaran, Rei mencoba bertanya kepada orang tersebut."E-Emm... Kau siapa?""Oh, perkenalk

  • REINKARNASI TANPA SKILL   11. Madelina

    Setelah selesai berbincang dan sarapan, Zeldrik mengajak Rei dan partynya untuk berkeliling di jurang Moonlit Chasm. Tinggal disetiap sisi dari jurang Moonlit Chasm merupakan gaya hidup para Demi-Human. Bukan tanpa alasan, mereka tinggal di dalam jurang untuk menghindari banyaknya informasi yang dapat menyebar secara luas tentang kehidupan mereka.Zedrik juga mengatakan bahwa orang-orang Demi-Human sering terlibat dalam banyak masalah, apalagi kepada manusia. Banyak dari anak-anak sampai wanita ditangkap dan dijadikan sebagai budak oleh para manusia. Tentu itu membuat para Demi-Human membenci manusia, namun itu tidak berlaku untuk Rei dan partynya.Belum pernah ada cerita dimana makhluk agung mereka sampai menundukan kepala untuk meminta maaf kepada manusia itu sendiri. Atas kejadian tersebut, Zedrik dan Demi-Human lainnya yakin bahwa Rei bukan orang yang jahat dan malah sebaliknya. Zedrik berpikir bahwa Rei merupakan orang yang spesial."Kalau begitu, sebagai ucapan terima kasih..."

  • REINKARNASI TANPA SKILL   10. Salah Paham

    Griffon itu ditahan dan diangkat dengan Rei. Seluruh penonton termasuk Zedrik tidak percaya dengan apa yang mereka lihat secara mata telanjang itu. Rei melempar griffon itu ke tembok, melesat cepat ke arahnya. Hantaman yang keras membuat griffon itu pusing tak sadarkan diri."Reiiii!" teriak Russel sambil membopong Lora mendekat ke arah Rei.Zedrik yang menyaksikan hal tersebut cukup geram. Orang-orang yang menontonnya pun juga ikut merasakan hal yang sama. Zedrik kembali lagi memasuki arena dengan perasaan yang penuh amarah. Rei tidak bisa begitu berbuat banyak hal karena telah menggunakan skillnya. Disisi lain, Russel pun tidak bisa lagi bertarung karena kehabisan kekuatan dan Lora pingsan kehabisan mana."K-kau! Berani-beraninya kau menyakiti makhluk agung kami!" teriak Zedrik sambil menunjuk ke arah Rei."Apa yang kau pikirkan?! Itu hal yang kami bisa lakukan untuk menjaga diri kami! Dan lagi, kau tidak mau mendengarkan penjelasan kami!" jawab Rei spontan.Zedrik semakin geram, me

  • REINKARNASI TANPA SKILL   9. Demi-Human

    Mudah untuk dimengerti, tetapi sulit untuk diterapkan. Itulah yang ada di kepala Rei sekarang. Ia kemudian beranjak dari tempatnya dan berdiri di samping Lora untuk mencoba mengeluarkan sihir pertamanya. Lora menyampaikan bahwa, apa pun elemennya, cara kerjanya sama."Fokus... Rasakan aliran mana..."Rei mencoba melakukan apa yang telah ia pelajari dari penjelasan Lora. Sayangnya, tidak ada yang terjadi. Mungkin karena tipe sihir utama Rei berbeda dari milik Lora. Lora kemudian memberi tahu beberapa rapalan dari sihir lain yang memiliki elemen berbeda."Aku rasa... ini tidak ada gunanya..." keluh Rei sambil menurunkan tangannya."Tidak perlu terburu-buru, Rei. Saat pertama kali aku mempelajari sihir, hanya bola air kecil yang dapat aku ciptakan, cukup untuk menyiram tumbuhan," ucap Lora pelan, mencoba menghibur Rei.Rei terlihat kesal. Bukan karena ia tidak bisa menggunakan sihir atau melakukan apa yang Lora ajarkan. Rei kesal karena dunia ini seolah-olah memberikan harapan kepadanya,

  • REINKARNASI TANPA SKILL   8. Sihir

    Matahari mulai bersembunyi, cahayanya meredup hingga hanya cukup menerangi jalan mereka di kedalaman hutan. Lora mengusulkan untuk bermalam di gua tempat mereka pernah singgah. Sambil berjalan menuju lokasi, Lora tidak lupa mengumpulkan beberapa herbal dan jamur di sela-sela perjalanan untuk mengisi perut nantinya.Sesampainya di sana, keadaan bibir gua yang porak poranda masih terlihat jelas di depan mata mereka. Mereka masuk ke dalam gua untuk meletakan perlengkapan mereka. Lora kemudian beranjak pergi menuju sungai untuk mendapatkan air, Russel juga mulai membereskan bebatuan besar yang ada dari sisa pertempuran Rei dan dirinya. Sedangkan Rei, ia pergi ke sekitar hutan untuk mencari hewan buruan yang dapat diambil dagingnya.Tidak butuh waktu lama, Killer-Rabbit yang mencoba mencari jalan pulang pun berpapasan dengan Rei. Satu per satu Killer-Rabbit yang mencoba menyerang Rei dapat ia tumbangkan, sedangkan lainnya memilih untuk pergi."Satu, dua... tiga. Ya, kurasa ini cukup" ucap

  • REINKARNASI TANPA SKILL   7. Ikatan

    "Setidak begitu tenangnya kah diriku ini?" ucap Rei setelah mendapati bahwa tidak ada siapa-siapa di belakangnya.Memori-memori itu terus membawa Rei untuk melihat bayang-bayang masa lalunya. Rei memutuskan untuk kembali untuk kembali ke kasurnya, menarik selimut, dan mulai memejamkan matanya, meninggalkan semua yang telah terjadi untuk sementara.Keesokannya, ia bangun dan membereskan barang-barangnya untuk menjalankan permintaan Bastian. Saat keluar kamar dan menuruni anak tangga menuju lantai dasar, kebetulan Lora dan Russel ada di sana. Rei menghampiri mereka berdua dan menjelaskan tentang permintaan Bastian."Kalau begitu, menurutku kita harus kembali ke dalam hutan itu. Kita tidak punya banyak informasi mengenai hal ini bukan?" ucap Russel.Sambil membuka peta, Lora menjelaskan bahwa hutan tersebut memang merupakan salah satu jalur menuju tanah para Demon, atau biasa disebut Land of Olethros. Lora juga menyampaikan kepada Russel dan Rei bahwa jarang ada petualang yang berhasil ma

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status