แชร์

9. Demi-Human

ผู้เขียน: SolSepatuDanSekitarnya
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-02 18:31:14

Mudah untuk dimengerti, tetapi sulit untuk diterapkan. Itulah yang ada di kepala Rei sekarang. Ia kemudian beranjak dari tempatnya dan berdiri di samping Lora untuk mencoba mengeluarkan sihir pertamanya. Lora menyampaikan bahwa, apa pun elemennya, cara kerjanya sama.

"Fokus... Rasakan aliran mana..."

Rei mencoba melakukan apa yang telah ia pelajari dari penjelasan Lora. Sayangnya, tidak ada yang terjadi. Mungkin karena tipe sihir utama Rei berbeda dari milik Lora. Lora kemudian memberi tahu beb
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • REINKARNASI TANPA SKILL   9. Demi-Human

    Mudah untuk dimengerti, tetapi sulit untuk diterapkan. Itulah yang ada di kepala Rei sekarang. Ia kemudian beranjak dari tempatnya dan berdiri di samping Lora untuk mencoba mengeluarkan sihir pertamanya. Lora menyampaikan bahwa, apa pun elemennya, cara kerjanya sama."Fokus... Rasakan aliran mana..."Rei mencoba melakukan apa yang telah ia pelajari dari penjelasan Lora. Sayangnya, tidak ada yang terjadi. Mungkin karena tipe sihir utama Rei berbeda dari milik Lora. Lora kemudian memberi tahu beberapa rapalan dari sihir lain yang memiliki elemen berbeda."Aku rasa... ini tidak ada gunanya..." keluh Rei sambil menurunkan tangannya."Tidak perlu terburu-buru, Rei. Saat pertama kali aku mempelajari sihir, hanya bola air kecil yang dapat aku ciptakan, cukup untuk menyiram tumbuhan," ucap Lora pelan, mencoba menghibur Rei.Rei terlihat kesal. Bukan karena ia tidak bisa menggunakan sihir atau melakukan apa yang Lora ajarkan. Rei kesal karena dunia ini seolah-olah memberikan harapan kepadanya,

  • REINKARNASI TANPA SKILL   8. Sihir

    Matahari mulai bersembunyi, cahayanya meredup hingga hanya cukup menerangi jalan mereka di kedalaman hutan. Lora mengusulkan untuk bermalam di gua tempat mereka pernah singgah. Sambil berjalan menuju lokasi, Lora tidak lupa mengumpulkan beberapa herbal dan jamur di sela-sela perjalanan untuk mengisi perut nantinya.Sesampainya di sana, keadaan bibir gua yang porak poranda masih terlihat jelas di depan mata mereka. Mereka masuk ke dalam gua untuk meletakan perlengkapan mereka. Lora kemudian beranjak pergi menuju sungai untuk mendapatkan air, Russel juga mulai membereskan bebatuan besar yang ada dari sisa pertempuran Rei dan dirinya. Sedangkan Rei, ia pergi ke sekitar hutan untuk mencari hewan buruan yang dapat diambil dagingnya.Tidak butuh waktu lama, Killer-Rabbit yang mencoba mencari jalan pulang pun berpapasan dengan Rei. Satu per satu Killer-Rabbit yang mencoba menyerang Rei dapat ia tumbangkan, sedangkan lainnya memilih untuk pergi."Satu, dua... tiga. Ya, kurasa ini cukup" ucap

  • REINKARNASI TANPA SKILL   7.Ikatan

    "Setidak begitu tenangnya kah diriku ini?" ucap Rei setelah mendapati bahwa tidak ada siapa-siapa di belakangnya.Memori-memori itu terus membawa Rei untuk melihat bayang-bayang masa lalunya. Rei memutuskan untuk kembali untuk kembali ke kasurnya, menarik selimut, dan mulai memejamkan matanya, meninggalkan semua yang telah terjadi untuk sementara.Keesokannya, ia bangun dan membereskan barang-barangnya untuk menjalankan permintaan Bastian. Saat keluar kamar dan menuruni anak tangga menuju lantai dasar, kebetulan Lora dan Russel ada di sana. Rei menghampiri mereka berdua dan menjelaskan tentang permintaan Bastian."Kalau begitu, menurutku kita harus kembali ke dalam hutan itu. Kita tidak punya banyak informasi mengenai hal ini bukan?" ucap Russel.Sambil membuka peta, Lora menjelaskan bahwa hutan tersebut memang merupakan salah satu jalur menuju tanah para Demon, atau biasa disebut Land of Olethros. Lora juga menyampaikan kepada Russel dan Rei bahwa jarang ada petualang yang berhasil m

  • REINKARNASI TANPA SKILL   6. Petualang Terpilih

    Belum cukup untuk berdiri dengan tegap, Rei kembali melihat Russel siap menerjangnya lagi. Rei tahu bahwa ia dapat mengisi bar progressnya dengan cepat dengan mengorbankan dirinya, namun itu tidak akan bertahan lama karena tubuh Rei tidak akan mampu untuk menahan semua rasa sakit itu.Rei tersadar akan sesuatu, yaitu asap hitam yang muncul dari belakang leher Russel. Saat Russel kembali menerjang, Rei mencoba menghindar dan mencari tahu apa sebenarnya asap hitam itu. Dengan sisa kekuatannya, Rei berhasil melihat sebuah kertas bertuliskan simbol aneh yang menempel di leher Russel."Sepertinya itu yang membuatnya hilang kendali. Mari kita coba—" Sebelum menyelesaikan gumamannya, Russel kembali menerjang Rei dengan kuat.[Enchant : Physical up!]Rei menerima terjangan itu. Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya meski ia telah menggunakan skill. Tidak hanya menahan serangan tersebut, Rei juga berusaha meraih dan menarik kertas itu dari belakang leher Russel. Mereka berdua akhirnya mengha

  • REINKARNASI TANPA SKILL   5. Misi Penyelamatan

    Setelah cukup lama menyusuri jalan, akhirnya mereka sampai di depan hutan terdekat dari desa Topia. Seharusnya, tidak ada monster yang perlu dikhawatirkan untuk mereka. Karena Lora telah menjelaskan bahwa hutan ini cukup tenang dan tidak begitu berbahaya. Apalagi untuk dirinya yang sudah memiliki class. Perlahan mereka mulai masuk dan menyusuri hutan tersebut."Ngomong-ngomong Rei, di pertemuan awal kita kau belum sempat menjelaskan dari mana asal mu kan?" tanya Lora dengan nada yang sangat antusias."Oh- Iya, aku sebenarnya adalah seorang pengembara. Aku tidak begitu banyak menetap di suatu tempat sebenarnya. Dan dalam perjalananku, kebetulan kita bertemu," jawab Rei yang sedikit gagap karena sambil menyusun sebuah kebohongan."Tapi, kau sungguh sangat beruntung ya bisa selamat selama perjalanan mu. Kau ingat saat aku menolong mu? Itu adalah bentuk dari dewi keberuntungan yang mengirimku sebagai penyelamatmu. HAHAHA!" ujar Lora dengan sifat congkaknya yang kental.Rei mulai terbiasa

  • REINKARNASI TANPA SKILL   4. Tidak biasa

    "Create ?""Woaah, skill seperti apa itu? Apakah aku akan bisa membuat sesuatu menggunakan skill ku?" ucap Rei yang kagum dengan skillnya sendiri setelah mendengar namanya."Aku tidak yakin, dan aku benar-benar tidak memiliki informasi untuk skillmu nak," ujar Bastian yang masih bingung dengan skill milik Rei."Tidak apa Bastian, kau sudah membantuku. Selebihnya aku akan coba mencari taunya sendiri," balas Rei dengan optimis.Jika skill Rei memang benar dapat menciptakan sesuatu, bagaimana Rei bisa menang melawan Morgan? Bastian sangat yakin bahwa Rei tidak menggunakan apapun saat itu. Yang ia tahu, kekuatan Rei menjadi setara dengan Morgan saat dalam waktu terakhir dalam duel tadi."Bolehkah aku menanyakan sesuatu Rei?" tanya Bastian kepada Rei yang masing tersenyum-senyum sendiri."Tentu Bastian, ada apa?" jawab Rei"Kau mengaktifkan skill mu saat melawan Morgan, apa yang sebenarnya terjadi?" lanjut Bastian.Rei menjelaskan bahwa ia tidak merapal apa pun untuk skillnya muncul. Rei m

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status