LOGINMalam harinya, tepatnya di rumah sakit tempat Kenzo dirawat, Nathan berhasil meminta kedua orang tuanya untuk tidur di rumah. Dia dan Salsa yang menjaga si kembar. Sementara kedua pengasuh si kembar juga diizinkan pulang dan harus kembali esok pagi. Tentu saja itu sengaja dilakukan oleh Nathan agar dia bebas bermesraan dengan calon istrinya. Terlebih si kembar kalau sudah tidur jarang sekali terbangun tengah malam. Nathan dan Salsa tiduran di sofa yang lebar itu, tangannya udah mulai masuk ke dalam bra calon istrinya. “Sayang,” panggil Salsa berbisik setelah puncak dadanya dimainkan oleh calon suaminya ini.“Kangen banget, sayang,” balas Nathan berbisik karena tak ingin desahan mereka didengar oleh kedua anak mereka. “Hadap sini, sayang. Pingin hisap,” bujuk Nathan. Karena sudah tidak tahan dengan godaan calon suaminya ini, Salsa pun membalikkan badannya dan mereka jadi berhadap-hadapan. Tanpa menunggu lama Nathan langsung menaikkan baju Salsa dan juga bra yang dipakai calon istrin
Ponsel Nyonya Abimanyu yang tergeletak di atas meja tiba-tiba berdering nyaring. Layarnya menyala, menampilkan nama salah satu kerabat dekat keluarga besar Abimanyu. Begitu tombol hijau digeser, belum sempat Nyonya Abimanyu menyapa dengan tenang, suara semprotan emosi langsung terdengar nyaring dari seberang telepon.“Kamu ini gimana sih? Harusnya kamu itu ngasih tahu Nathan! Di saat Clara lagi tertimpa musibah besar kayak gini, jangan malah ditinggalin begitu aja! Belum tentu juga Darmawan itu beneran bersalah. Eh, si Nathan malah udah viral ke mana-mana sama cewek lain yang jelas-jelas nggak lebih baik dari Clara! Di mana sih otakmu? Di mana hati nuranimu sampai nggak bisa ngajarin anakmu sendiri cara berterima kasih?” cecar kerabatnya itu dengan kalimat menyakitkan yang penuh amarah. Keluarga besar Nyonya Abimanyu yang tidak mengetahui permasalahan yang sebenarnya tentu saja langsung menyalahkan Nathan dan menganggap Nathan laki-laki brengsek.Di luar sana, padahal bukti sudah terp
Nathan langsung menunduk dan mengecup lembut perut Salsa yang mulai membuncit. Dia menempelkan telinganya di sana, berbisik seolah-olah sedang bernegosiasi langsung dengan calon bayinya.“Gimana, Sayang? Belanjanya tiap weekend aja, ya? Soalnya kalau hari kerja, Papa harus nyari duit yang banyak buat masa depan kamu sama kakak-kakak. Oke, Nak?” ucap Nathan santai.Salsa langsung mencebikkan bibirnya. Jujur saja, dia sendiri merasa aneh dengan kondisi tubuhnya saat ini. Rasa mual parah yang kemarin bikin dia tersiksa tiba-tiba saja hilang tanpa jejak. Bau badan Nathan yang tadinya tercium sangat busuk di hidungnya, sekarang malah berganti jadi aroma maskulin yang bikin betah dekat-dekat. Mau dijelaskan seperti apa pun rasanya bingung, tapi cuma Nyonya Abimanyu yang mengerti situasi ini. Kata Mommynya Nathan, itu tanda kalau si jabang bayi sudah mau berdamai sama Papanya.Nathan mendongak, menatap Salsa dengan cengiran tanpa dosa. “Kata anak kita, dia setuju kok belanjanya pas weekend a
“Sayang, sebentar lagi kita akan menikah. Tanpa kamu mau bulan madu kita akan jadi sangat berkualitas, meskipun kita tidak bisa pergi ke luar negeri? Kamu udah janji kan mau mengajak aku liburan ke Bali?” tanya Salsa. Wajahnya dibuat memelas saat Nathan sudah memarkirkan mobilnya di basement hotel yang dulu sering mereka kunjungi. “Tapi aku gak tahan, sayang. Sejak kamu ngambek aku gak pernah nyentuh kamu,” Nathan mulai merajuk. Matanya tertuju pada belahan dada Salsa yang mulai besar. Demi apapun Nathan sudah tak tahan dan ingin langsung menghisap dada itu memberi banyak kepemilikan di sana. “Kenapa kamu gak bisa menahan padahal nggak sampai 3 kali 24 jam lagi kita akan sah sebagai suami istri? Kenapa kamu nggak berusaha menahan diri dulu, kalau sekarang kamu mulai menyentuh tubuhku dan saat kita berlibur setelah menikah maka rasanya tidak akan sama lagi. Kita 5 tahun pernah berpisah, masa nungguin sebentar aja kamu tidak mau?” Mulutnya mulai maju tanda kalau Salsa lagi ngambek. Na
“Ini gak mungkin terjadi. Aku yakin banget Kak Nathan bukanlah penyuka sesama jenis. Siapa saja yang melihat cara dia menatap wanita itu terlihat jelas kalau dia sangat mencintainya. Kamu ini ngawur kalau kasih pemberitaan,” ucap salah satu netizen yang membalas postingan milik keponakan HRD di kantor Nathan.“Kalau bukan penyuka sesama jenis, apa dong namanya? Masa nyari sekretaris saja harus berjenis kelamin laki-laki?” balas wanita yang ditolak mentah-mentah oleh Nathan sebelum melakukan tes.Netizen lain membalas, bukan bermaksud membela Nathan, “Bukan berarti sekretaris laki-laki itu sudah pasti karena bosnya penyuka sesama jenis. Terkadang ada perusahaan besar yang lebih gampang berkomunikasi dengan sekretaris laki-laki. Kamu terlalu berburuk sangka, jangan-jangan kamu menyukai Pak Nathan, ya?” balas akun lainnya.Obrolan di sana sudah menyebar, namun tak ada satu orang pun yang percaya kalau Nathan penyuka sesama jenis sesuai dengan postingan itu.Di sisi lain, setelah menyeles
Saat Raka sedang berada di luar kantor untuk mengurus sendiri pendaftaran pernikahan Nathan dengan Salsa, tiba-tiba saja ponselnya di dalam saku jas kembali bergetar nyaring. Raka merogoh kantongnya, lalu melihat nama Nathan Abimanyu tertera jelas di layar. Tanpa membuang waktu, dia langsung menggeser tombol hijau dan menempelkan benda tipis itu ke telinganya."Halo, Pak," sapa Raka membuka percakapan. Dia tahu kalau bosnya menghubungi berarti ada sesuatu yang penting yang harus segera diselesaikan."Oh ya, Raka, aku lupa bilang," suara Nathan terdengar dari seberang telepon, diiringi helaan napas pendek. "Salsa itu kan visanya terblokir seumur hidup. Katanya dia nggak boleh keluar negeri gara-gara dulu sempat jadi tenaga kerja ilegal waktu di Singapura. Kalau bisa, tolong kamu lakukan sesuatu agar blokirnya itu dibuka. Bayar berapapun yang mereka minta, nggak masalah, yang penting nama Salsa bersih dan dia bisa diajak ke luar negeri. Lagian dia bukan penjahat yang kabur tapi dia terp
Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya
Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria
“Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r
Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad







