Share

Chapter 141

Penulis: SereiaAlvenna_
last update Tanggal publikasi: 2026-08-18 22:01:30

Seorang pria sudah berdiri beberapa menit di depan pagar rumah Rosélia. Beberapa kali juga helaan nafasnya terdengar gusar. Dia gelisah, apakah harus masuk, atau pergi begitu saja.

Hingga akhirnya, pria itu, Maverick menghela nafas dalam. Dia meyakinkan dirinya untuk masuk, mungkin kali terakhir.

Langkahnya berhenti di depan pintu kayu. Seperti sebelumnya, keraguan kembali menyelimutinya.

Namun akhirnya dia terpaksa mengetuk beberapa kali dan menunggu sang pemilik rumah menghampirinya.

“Iya, s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 141

    Seorang pria sudah berdiri beberapa menit di depan pagar rumah Rosélia. Beberapa kali juga helaan nafasnya terdengar gusar. Dia gelisah, apakah harus masuk, atau pergi begitu saja.Hingga akhirnya, pria itu, Maverick menghela nafas dalam. Dia meyakinkan dirinya untuk masuk, mungkin kali terakhir.Langkahnya berhenti di depan pintu kayu. Seperti sebelumnya, keraguan kembali menyelimutinya. Namun akhirnya dia terpaksa mengetuk beberapa kali dan menunggu sang pemilik rumah menghampirinya.“Iya, sebentar,” jawab suara lembut dari dalam yang ternyata berhasil membuat dada Maverick terhenyak.Pintu terbuka, menampilkan sosok gadis cantik dengan tangan kotor oleh cipratan cat. Maverick yakin, Rosélia sedang melukis.“Hai,” ucap Maverick singkat.Dengan rahang yang mengeras dan tangan yang mulai terkepal, Rosélia maju beberapa langkah hingga melewati pintu. Hal itu secara tak langsung juga membuat Maverick memundurkan langkahnya.Senyum simpul yang sejak tadi dia pertahankan di wajahnya, per

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 140

    Hari yang menyenangkan terasa begitu cepat berlalu. Perjalanan yang Rosélia, Elodie dan juga Bastian lakukan siang tadi, tak terasa sudah berakhir. Mereka menghela napas lelah begitu tiba di rumah.Bastian terkekeh singkat. "Aku yang mengemudi, kenapa kalian yang terlihat sangat lelah," ucap Bastian.Ketiganya sama-sama sedang menyandarkan tubuh mereka di sandaran sofa dengan posisi Elodie yang berada di antara mereka."Entahlah, rasanya begitu lelah," jawab Rosélia singkat. "Tapi sangat menyenangkan," sambungnya.Keheningan menyapa mereka dan di tengah suasana hening itu, ada hembusan napas teratur milik Si Kecil, matanya terpejam sempurna dengan mulut yang sedikit terbuka."Lihatlah, bahkan dia pun kelelahan." Kali ini Rosélia yang terkekeh."Kalau begitu, istirahatlah. Ini semua biar aku yang bereskan dan setelah itu aku juga akan pulang," ujar Bastian.Namun Rosélia dengan cepat menggeleng. "Kamu sudah mengemudia terlalu jauh. Tidurlah di sini jika perlu, dan aku yang akan membere

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 139

    Hingga tibalah mereka di sebuah padang rumput dengan beberapa bangku kayu di sana. Sebuah area khusus bagi pengunjung yang ingin piknik sembari menikmati pemandangan danau dengan banyak teratai di permukaannya.Mereka menggelar tikar dan mengeluarkan semua perbekalan yang mereka bawa.“Mom, lolipop Elodie tidak dibawa?” Gadis kecil itu merengut setelah mengeluarkan seluruh isi keranjang, namun dia tidak menemukan sebuah lolipop yang dibelinya kemarin untuk bekal hari ini.Rosélia tersenyum sebelum kemudian dia memasukan tangannya ke dalam tote bag miliknya dan mengeluarkan beberapa lolipop dari sana.Senyum Elodie kembali seketika netranya menangkap beberapa lolipop dalam genggaman Rosélia.“Wah, kenapa jadi banyak? Kemarin hanya satu,” ucap Elodie yang melihat lolipopnya bertambah dua hingga jumlahnya saat ini menjadi tiga.“Karena Mommy dan Uncle juga mau,” kekeh Rosélia. Akhirnya mereka mengambil masing-masing satu. “Sebelum lolipop, kita makan yang lain dulu ya,” ucap Bastian ya

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 138

    Pagi hari di akhir pekan, di rumah Rosélia sudah begitu sibuk. Bukan dengan pekerjaan mereka, namun dengan persiapan yang hendak mereka bawa dalam perjalanan.Hari ini, hari di mana Rosélia akan menepati janjinya untuk bermain seharian bersama Elodie dan Bastian, seperti keluarga utuh, begitu permintaan Bastian.“Mom, yang ini atau yang ini?” Sibuknya Rosélia mempersiapkan makanan, dia terpaksa meminta Elodie untuk mandi dan berpakaian sendiri.Namun siapa sangka, dengan handuk yang masih melilit di badan kecil gadis itu, Elodie keluar dengan dua stel pakaian yang masing-masing dipegang di tangan kanan dan kirinya.Rosélia menoleh sesaat di tengah kesibukannya. Dia memperhatikan dua pakaian yang menjadi pilihan teratas putrinya itu. “Yang kuning.” Akhirnya pilihan Rosélia jatuh pada atasan polos berwarna putih, dipadukan dengan jumpsuit berwarna kuning mustard.“Oke,” jawab Elodie. Gadis itu kembali menuju kamarnya untuk berpakaian. Sementara itu, Bastian baru saja keluar dengan set

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 137

    Penolakan yang dilakukan Rosélia beberapa pekan lalu saat Bastian melamarnya, nyatanya mendapatkan persetujuan dari Bastian meski jauh di lubuk hati terdalamnya, Bastian sulit melepaskan Rosélia. Tapi kembali lagi, dia juga tak berhak memaksakan kehendak pada gadis itu, terlebih kebahagiaan Rosélia yang menjadi taruhannya.Dan pembicaraan mengenai kedatangan Maverick ke rumah Rosélia bahkan sampai pria itu dipersilahkan untuk makan di sana berakhir dengan Bastian yang juga berusaha mengerti apa maksud dari Rosélia.Gadis itu mengizinkan karena Elodie. Putrinya yang meminta dan dia tak bisa menolak.Ada ketenangan di antara mereka untuk beberapa saat setelah kepala panas mereka sama-sama sudah mereda.“Kamu ingat permintaanku waktu itu?” tanya Bastian. Tubuhnya bersandar pada sofa, mata terpejam seolah tengah mencurahkan rasa lelah yang sedari tadi dia rasakan.Matanya terbuka saat dia sama sekali tak kunjung mendapatkan jawaban. Bastian menoleh. Rosélia tidak tertidur, gadis itu jus

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 136

    Pintu tertutup dan kini menyisakan Elodie dan Rosélia saja setelah Anne juga ikut pulang beberapa saat setelah kepergian Maverick. Keheningan menyelimuti mereka di sebuah sofa ruang keluarga. Tak ada yang memulai percakapan, hanya Rosélia yang duduk berdampingan dengan Elodie, menikmati pemandangan senja dari balik jendela.“Mom,” panggil Elodie tiba-tiba. Rosélia menoleh. Dia tatap putrinya dengan tatapan lembut. Meski ada setitik rasa penasaran dengan apa yang hendak disampaikan Elodie.“Kenapa, Sayang?” Rosélia balik bertanya saat Elodie tak kunjung melanjutkan ucapannya.“Mommy tidak suka Ayah?” Pertanyaan terlampau tiba-tiba itu terasa seperti sebuah petir yang menyambar tubuhnya tiba-tiba. Rosélia sedikit terguncang sebelum kemudian dia kembali bersikap biasa saja.“Hanya belum terbiasa,” jawabnya singkat.Jauh di dalam hati Elodie, begitu banyak pertanyaan yang ingin dia ketahui jawabannya. Bagaimanapun otak kecilnya memikirkan jawabannya, dia sama sekali tak menemukan. Namu

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 07

    Satu minggu berlalu bagi Rosélia terasa sangat lama. Pameran usai dan semua berjalan dengan lancar, bisa dikatakan sukses. Selama satu minggu itu, Rosélia beberapa kali menyempatkan waktu untuk menengok Valerie. Adiknya itu tak kunjung membuka mata, dia masih betah dalam tidurnya. Sama seperti har

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 06

    Mbok Rumi benar-benar menyiapkan semuanya di kamar ini. Semua keperluannya ada, hanya beberapa barang miliknya saja yang harus Rosélia bawa ke sana. Ditariknya selimut sampai sebatas dada. Tubuhnya terlentang, matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar dengan pencahayaan samar. Baru saja he

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 02

    Suara musik bernuansa sakral mulai menggema di ruangan yang begitu luas dan ramai oleh tamu undangan. Namun, hal itu tidak membuat ke-khidmatan acara berkurang. Di atas altar, Maverick belum tahu apa-apa. Dia tidak tahu jika hari ini bukan sang belahan jiwa yang akan dia nikahi, dia tidak tahu jik

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 01

    Gaun ivory yang sedikit menjuntai di bagian belakang, belahan di bagian paha kiri hingga bawah membuat kaki jenjang sang pemilik terpampang indah. Putih, mulus tanpa cela sedikitpun. Rosélia datang, membelah keramaian para tamu yang sebagian sudah datang. Setiap langkahnya, dia mendengar orang-or

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status