مشاركة

Chapter 136

مؤلف: SereiaAlvenna_
last update تاريخ النشر: 2026-08-14 22:04:42

Pintu tertutup dan kini menyisakan Elodie dan Rosélia saja setelah Anne juga ikut pulang beberapa saat setelah kepergian Maverick.

Keheningan menyelimuti mereka di sebuah sofa ruang keluarga. Tak ada yang memulai percakapan, hanya Rosélia yang duduk berdampingan dengan Elodie, menikmati pemandangan senja dari balik jendela.

“Mom,” panggil Elodie tiba-tiba.

Rosélia menoleh. Dia tatap putrinya dengan tatapan lembut. Meski ada setitik rasa penasaran dengan apa yang hendak disampaikan Elodie.

“Ke
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 149

    Malam itu, rumah Rosélia terasa jauh lebih tenang.Beberapa hari telah berlalu sejak kecelakaan yang membuat mereka semua hampir kehilangan kendali atas keadaan. Elodie sudah diperbolehkan pulang dan perlahan kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa. Meski masih harus banyak istirahat, setidaknya gadis kecil itu sudah kembali emmenuhi rumah dengan suara dan celotehannya.Maverick masih di Interlaken. Dia tidak datang setiap hari.Setelah Elodie pulang dari rumah sakit, dia justru sengaja memberikan jarak di antara mereka. Dia tak ingin Rosélia merasa tertekan dengan kehadirannya. Maverick hanya akan datang ketika dia benar-benar harus datang atau ketika Elodie sendiri yang memintanya untuk datang.Malam itu, Maverick harus datang ke rumah Rosélia. Dia harus mengembalikan beberapa barang Elodie yang tertinggal dalam mobilnya.Deru mobil malam itu sama sekali tak mengalihkan perhatian Rosélia dari kesibukan di dapur, sementara Elodie yang berada di ruang tamu sibuk dengan crayon da

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 148

    Maverick menatap Rosélia dengan lekat. Dia menunggu jawaban Rosélia, dia memastikan jika Rosélia benar-benar memberinya izin untuk bertemu dengan Elodie kapan pun Elodie menginginkannya.Kemudian Rosélia memejamkan matanya sekilas dan mengangguk pelan pada Maverick, meyakinkan jika pria itu boleh mengatakan 'ya' atas pertanyaan yang diajukan oleh Elodie.Maverick tersungging. Dia bahagia bukan main saat akhirnya berhasil mengantongi izin dari Rosélia untuk bertemu dengan Elodie. Meski Rosélia tak sudi bertemu dengannya, tapi setidaknya Maverick bisa bertemu dengan Elodie."Ya, Ayah akan datang jika Elodie ingin bertemu Ayah," jawab Maverick.Hal itu membuat Elodie bahagia bukan main. Senyumnya begitu lebar sehingga membuat kedua matanya tertutup."Terima kasih, Ayah, Mommy!" serunya bahagia.Ada jeda setelah kebahagiaan mereka sampai Bastian mengambil alih pembicaraan. Pria itu maju hingga berada di samping Elodie, menggeser posisi Maverick untuk sesaat."Hai, Sweetheart." Panggilan s

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 147

    Kali terakhir mereka bisa duduk berbicara berdua hanya ketika Bastian menceritakan semua yang terjadi enam tahun lalu. Dan kini, mereka kembali diberikan waktu bersama.Keduanya menunggu di depan ruang rawat Elodie dalah keheningan. Awalnya, seperti tak ada satu pun dari mereka yang terlihat ingin memulai pembicaraan. Namun, akhirnya Bastian memecah keheningan di antara mereka."Rosélia yang memintamu datang?" tanya Bastian. Yang pria itu tahu, ketika Rosélia pergi ke rumah Maverick, katanya pria itu sudah pulang ke tanah air. Jadi, Bastian agak terkejut ketika mendapatkan keberadaan Maverick di rumah sakit."Hmm. Ada seseorang yang memberitahuku kondisi Elodie," jawab Maverick.Dia memandang plester pada vena di lipatan siku dalamnya. Tiga jam yang lalu, Dokter mengambil darahnya dan satu jam lalu, darahnya sudah berhasil masuk pada tubuh Elodie.Maverick bisa bernafas lega sejenak setelah mengetahui jika Elodie akan baik-baik saja."Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Maverick melanj

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 146

    Maverick tak banyak bertanya setelah dia mendengar kabar dari Astrid. Dia terbangun dari duduknya. Dia mengabaikan dua temannya yang masih setia dengan segelas alkohol di tangan masing-masing."Aku harus pergi," ucap Maverick sebelum kemudian pria itu benar-benar pergi dari sana, mengabaikan pertnyaan yang diajukan Brian dan Ken. Dentum musik yang memekakan telinga perlahan memelan dan hilang dari indera pendengarannya. Setelah panggilan telepon dari Astrid terputus, dia segera mencari kontak lain yang ada di ponselnya."Aku akan ke Interlaken malam ini, siapkan semuanya," ucap Maverick begitu James mengangkat panggilannya. Hanya berkata demikian, James sudah mengerti apa yang harus dia lakukan.Maverick kalangkabut, dia menyetir dengan kesetanan berharap bisa cepat sampai di penthouse.*Maverick benar-benar dibuat khawatir sepanjang perjalanan menuju Interlaken. Pria itu memakan waktu hampir dua puluh jam untuk tiba di sana. Halaman rumah miliknya yang sudah sekitar satu minggu in

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 145

    Rosélia terduduk dengan wajah pucat. Kedua tangannya menyatu dengan bibir yang tak bisa diam, terus merapalkan doa agar putrinya baik-baik saja. Tubuhnya gemetar bukan main. Saat ini Elodie tengah ditangani oleh Bastian di dalam sana.Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan menghampiri Rosélia.."Bas?" Rosélia bangkit dari duduknya dan menghampiri Bastian untuk menanyakan kondisi Elodie.Bastian menarik napas sebelum menjawab. "Kondisi Elodie sudah kita stabilkan untuk sementara. Namun dia mengalami kehilangan darah yang cukup banyak akibat kecelakaan tadi."Penjelasan Bastian langsung membuat Rosélia menegang saat itu juga. "A-apakah dia akan baik-baik saja?" Hanya itu yang coba dia pastikan pada Bastian saat ini."Kita akan terus memantaunya. Saat ini yang paling kita butuhkan adalah transfusi darah," jawab Bastian. Dia juga merasa begitu menyesal dengan kondisi di rumah sakit saat ini."Kalau begitu lakukan saja. Lakukan apapun untuk menyel

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 144

    Berusaha, itu yang sedang Maverick lakukan satu minggu ini. Dia benar-benar mengikuti permintaan Rosélia untuk tidak mendekat, tidak bertemu lagi dengan mereka. Maverick berhutang jutaan maaf pada Elodie karena dia tak sempat berpamitan dengan layak pada putrinya itu.Satu minggu ini, Maverick pergi ke kantor seperti biasa. Bekerja seperlunya meski kadang dia kehilangan fokus.Rumah miliknya di Interlaken tidak dijual, dia meminta salah satu pegawai yang mengerjakan villa-nya menempati atau sekadar membersihkan rumah itu sesekali, agar jika suatu saat jika Maverick ke sana, rumah itu tetap terawat.Mungkin, jika Maverick ke sana, tujuannya bukan lagi bertemu dengan Rosélia maupun Elodie, tapi untuk memantau perkembangan pembangunan villa di sana. Meski, dalam hati kecilnya keinginan itu tetap ada."Kamu tidak sedang bermimpi, kan?" Keheningan setelah Maverick menceritakan Rosélia dan juga Elodie dibalas dengan pertanyaan penuh ketidakpercayaan oleh Ken.Pria itu bahkan sampai membenar

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 07

    Satu minggu berlalu bagi Rosélia terasa sangat lama. Pameran usai dan semua berjalan dengan lancar, bisa dikatakan sukses. Selama satu minggu itu, Rosélia beberapa kali menyempatkan waktu untuk menengok Valerie. Adiknya itu tak kunjung membuka mata, dia masih betah dalam tidurnya. Sama seperti har

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 06

    Mbok Rumi benar-benar menyiapkan semuanya di kamar ini. Semua keperluannya ada, hanya beberapa barang miliknya saja yang harus Rosélia bawa ke sana. Ditariknya selimut sampai sebatas dada. Tubuhnya terlentang, matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar dengan pencahayaan samar. Baru saja he

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 05

    Tangis Rosélia pecah, telinganya berdengung, dadanya sesak sampai dia memukul-mukulnya berharap sesak itu hilang meski hanya sesaat. Semua mata tertuju padanya. Melihatnya dengan tatapan jijik, kecewa yang menuh amarah. Perlahan, raungan terdengar semakin keras. Bersamaan dengan itu, Viviane berjal

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 04

    Tangis Rosélia pecah, telinganya berdengung, dadanya sesak sampai dia memukul-mukulnya berharap sesak itu hilang meski hanya sesaat. Semua mata tertuju padanya. Melihatnya dengan tatapan jijik, kecewa yang menuh amarah. Perlahan, raungan terdengar semakin keras. Bersamaan dengan itu, Viviane berjal

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status