مشاركة

Chapter 175

مؤلف: SereiaAlvenna_
last update تاريخ النشر: 2026-09-16 22:23:30

Menghilangnya Rosélia selama enam tahun ternyata tak membuat namanya redup. Salah satu buktinya adalah Atelier de Rosélia. Masih banyak orang yang datang ke sana. Bahkan Xavier bilang, banyak dari mereka yang rutin datang setiap bulan dan selalu berbincang ringan dengan temannya tentang keahlian Rosélia.

Itu baru satu diantaranya. Lainnya, terbukti hari ini, tepat ketika Rosélia membuka matanya. Lebih tepatnya dia membuka matanya karena hal itu.

Notifikasi yang tak kunjung berhenti pada ponseln
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 179

    Rosélia menatap pria yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Matanya terpejam erat seolah enggan terbuka. Hari semakin gelap dan kini hanya menyisakan dirinya dan pria bernama Maverick di sana.Setelah beberapa perdebatan tentang siapa yang akan menjaga Maverick di sana, akhirnya keputusan akhirnya tetap Rosélia yang tinggal. Bukan atas paksaan siapapun, tapi murni karena keinginannya.Kini, dia duduk di samping ranjang pria itu, di sebuah kursi yang sudah disediakan di sana, sendiri dalam sepi.Sementara Si Kecil kesayangannya, malam ini tidur di rumah Kakek dan Neneknya. Bukan tanpa rasa khawatir pula Rosélia melepasnya. Tapi dia berusaha menanamkan rasa percaya jika mereka tak akan membawa Elodie kemanapun. Elodie akan kembali padanya besok pagi.“Air…” Suara lirih yang hampir tak terdengar itu masuk ke dalam indera pendengaran Rosélia. Beruntung jarak mereka yang tak terlalu jauh memudahkannya mendengar suara-suara kecil di malam yang sunyi ini.Rosélia terlonjak, dia b

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 178

    Satu jam lamanya Rosélia menunggu kedatangan keluarga Maverick, hingga akhirnya mereka datang. Namun, siapa sangka, mereka tak datang berdua. Elodie dan juga Cordelia menyusul beberapa langkah di belakang mereka.Sebelum Rosélia menghadiri forum yang diadakan pemerintah itu, dia memang telah lebih dulu menitipkan Elodie pada Cordelia. Dan ketika dia sudah mulai tenang selepas kejadian di depan gedung parlemen itu, Rosélia segera memberikan kabar pada orang tua Maverick dan juga Cordelia.Pada Cordelia, dia hanya memberitahukan jika dirinya mungkin pulang terlambat karena menunggu Maverick di rumah sakit. Dia tidak tahu jika pada akhirnya Cordelia dan putrinya akan datang.Elodie menghampiri Rosélia dan memeluk Ibunya itu. Belum ada kata yang terucap karena fokus mereka teralihkan ketika Anastasia memanggil lirih putranya yang terlelap.“Maverick…” Anastasia memanggil lirih putranya. Dia segera menghampiri ranjang Maverick dan sedikit meneteskan air mata.Sementara itu, fokus Edric mal

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 177

    Di tengah kepanikan itu akhirnya Rosélia mengerti dengan keadaan yang tengah terjadi saat ini. Masa di hadapannya mengira jika dirinya adalah bagian dari parlemen karena dirinya keluar dari gedung itu.Namun mereka salah, Rosélia bukan bagian dari mereka. Dia hanya datang untuk menghadiri sebuah forum. Meski begitu, karena dia terlalu panik, tak ada satu pun penjelasan yang sempat keluar dari bibirnya.Kerumunan itu bergerak. Tubuh Rosélia terdorong meski beberapa penjaga masih tetap berusaha memberikan jarak. Namun, jumlah yang kerumunan yang nyatanya lebih banyak daripada penjaga, membuat pertahanan itu terasa sia-sia dan Rosélia sempat terseret untuk beberapa langkah.“Bukan– tunggu!” Rosélia berusaha mengeluarkan suara paling kencangnya berharap salah satu atau mungkin beberapa orang dalam kerumunan itu bisa mendengarnya. Namun nihil, usahanya kembali sia-sia. Kalimat lain yang belum sempat terucap kembali dia telan saat sebuah benda melayang melewati bahunya. PlakTelur yang b

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 176

    Ucapan Cordelia tentang Rosélia yang akan kembali ke Interlaken untuk selamanya terus saja terngiang dalam ingatan Maverick. Meski sejak awal dia tahu akan seperti itu, tapi sebelumnya Maverick masih memiliki harapan ketika Rosélia berkunjung kembali ke Indonesia barangkali pikirannya berubah.Namun setelah mendengar hal itu dari Cordelia, harapan yang Maverick tanam, musnah dalam sekejap. Dia terus saja menghela nafas gusar dalam perjalanan menuju forum yang diadakan pemerintah.Tujuan utamanya kali ini bukan untuk mendengarkan para pejabat itu berbicara. Tapi jauh dari itu, Maverick justru ingin bertemu dan berbicara dengan Rosélia terlebih soal lukisan miliknya di Atelier de Rosélia. “Sudah sampai, Tuan.” James akhirnya membuka suaranya setelah beberapa saat mereka tiba namun Maverick tak kunjung keluar.“Ah ya aku akan keluar sekarang,” ucapnya cukup tersentak.Suasana di sekitar gedung parlemen sudah cukup ramai. Beberapa ada yang langsung masuk ke aula rapat, beberapa lainnya a

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 175

    Menghilangnya Rosélia selama enam tahun ternyata tak membuat namanya redup. Salah satu buktinya adalah Atelier de Rosélia. Masih banyak orang yang datang ke sana. Bahkan Xavier bilang, banyak dari mereka yang rutin datang setiap bulan dan selalu berbincang ringan dengan temannya tentang keahlian Rosélia.Itu baru satu diantaranya. Lainnya, terbukti hari ini, tepat ketika Rosélia membuka matanya. Lebih tepatnya dia membuka matanya karena hal itu.Notifikasi yang tak kunjung berhenti pada ponselnya membuat tidur lelapnya terganggu. Namun, sepertinya hanya Rosélia yang terganggu karena dua gadis lain di kamar itu masih terlelap seolah tak ada yang terjadi.Rosélia duduk, menggeliat ringan kemudian mencari keberadaan ponselnya dalam kondisi mengantuk.“Tak bisakah lebih tenang di pagi hari ini,” kesal Rosélia. Meski begitu dia tetap menjangkau ponselnya yang tergeletak di atas nakas tepat di samping ranjangnya.Ketika jarinya memasukan enam digit angka, bahkan denting itu masih tak kunjun

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 174

    Rosélia merotasikan bola matanya. Telinganya terasa begitu panas akibat pembahasan tentang Maverick dan wanita tadi dari mulut Cordelia. Rosélia bukan tak berusaha menghentikannya, dia telah melakukannya berulang kali, tapi sahabatnya itu tetap keras kepala membahas jika Rosélia sebenarnya masih mencintai pria itu.“Sudahlah, mulutmu tak lelah membahas sesuatu yang jawabannya sudah pasti?”“Ya. Jawabannya memang sudah pasti,tapi sayang kamu masih belum mengakuinya,” jawab Cordelia tak ingin kalah.Rosélia menghela nafas. Dia merebahkan badannya di ranjang, tepat di samping Elodie yang pada akhirnya terlelap bersama dengan ocehan Cordelia.“Jangan bahas itu. Aku sedang tidak ingin.” Wajah kesal Rosélia yang sudah melebihi batas akhirnya bisa membuat Cordelia bungkam.“Baiklah-baiklah.”Dengan posisi Elodie berada di tengah ranjang, diapit oleh Rosélia dan Cordelia, suasana kamar hotel mereka tiba-tiba hening seketika untuk beberapa saat.Posisi terlentangnya berubah dalam sekejap saat

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 03

    Venue yang Rosélia dekor selama kurang lebih satu bulan lamanya ditambah dengan berbagai drama menjelang hari-H, nyatanya hanya dipakai untuk beberapa jam saja. Kini, ruangan megah nan mewah itu sudah mulai kembali sepi. Para tamu undangan, kolega bisnis, petinggi perusahaan dan juga para pimpinan

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 06

    Mbok Rumi benar-benar menyiapkan semuanya di kamar ini. Semua keperluannya ada, hanya beberapa barang miliknya saja yang harus Rosélia bawa ke sana. Ditariknya selimut sampai sebatas dada. Tubuhnya terlentang, matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar dengan pencahayaan samar. Baru saja he

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 05

    Tangis Rosélia pecah, telinganya berdengung, dadanya sesak sampai dia memukul-mukulnya berharap sesak itu hilang meski hanya sesaat. Semua mata tertuju padanya. Melihatnya dengan tatapan jijik, kecewa yang menuh amarah. Perlahan, raungan terdengar semakin keras. Bersamaan dengan itu, Viviane berjal

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 04

    Tangis Rosélia pecah, telinganya berdengung, dadanya sesak sampai dia memukul-mukulnya berharap sesak itu hilang meski hanya sesaat. Semua mata tertuju padanya. Melihatnya dengan tatapan jijik, kecewa yang menuh amarah. Perlahan, raungan terdengar semakin keras. Bersamaan dengan itu, Viviane berjal

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status