공유

Bab 02 Lorenzo?

작가: Alia Zach
last update 게시일: 2025-08-29 22:08:42

"Jangan banyak melawan!" Sosok yang kini duduk di samping Viona, terpaksa harus memegangi kedua tangannya agar tidak bergerak.

"Sialan! Gadis ini memang tak bisa diatur!" Rutuknya lagi.

"Bagianmu saja ini... paling Tuan Muda Russo tidak akan mau menyentuh wanita begini. Modelnya bukan dari tipe yang dia sukai..." Sindir salah satu dari anak buah mafia itu pada Viona.

Yang lain ikut menambahkan komentar. "Kurang seksi! Hahaahahaha"

Viona jadi bahan tertawaan orang suruhan Mafia itu di dalam mobil. Dia merasa sangat direndahkan, terlebih melihat asal usulnya adalah dari keluarga yang terpandang.

"Cuih!" Dia meludah dan mengenai kaki salah satu mereka.

Ini sudah keterlaluan bagi gadis cantik yang sekarang rambutnya sudah dalam keadaan acak-acakan. Berbeda jauh dari saat dia pulang ke rumahnya tadi.

"Sialan! Kamu ini bener-bener kurang ajar. Apa perlu aku beri kamu pelajaran biar kamu tahu rasa!" Tangan berotot itu menjambak rambut Viona dengan kasar.

"Lepaaskaan!" Teriaknya. 

Setelah terjadi perlawanan darinya, akhirnya ia bebas.

Hanya saja saat mereka turun dari mobil dan memasuki pelataran kediaman keluarga Russo, Viona hampir tersungkur ke tanah saat keluar dari mobil.

"Hhhh..." Viona kesakitan dan rupanya kakinya terkilir. "Aduh!"

Untung sepasang tangan kekar menangkapnya dengan sigap dan tepat waktu.

Ia tersungkur saat tangan kokoh itu melepaskannya. Tak tahu kalau dia sudah tak bisa bergerak lagi.

"Sayang sekali seorang yang berwajah cantik jelita tapi pincang!" Ucap pria yang terlihat paling tampan di antara segerombolan manusia yang hidup di lingkungan itu.

"Tuan Muda!" Seru sekelompok orang suruhannya dan merekapun undur diri.

Mereka tak mau berurusan lebih panjang.

"Kamu bisa berjalan?"

Lelaki itu berjalan lebih dulu dan Viona masih tertinggal di pelataran luas yang di tengahnya terdapat air mancur nan eksotis.

Namun saat ini bukanlah waktunya untuk mengagumi keindahan bangunan dan tatanan taman rumah ini. 

"Bi-bisa!"

"Atau.. masih perlu bantuanku?" Lelaki itu menawarinya lagi bantuan.

Viona mengingat gerombolan tadi memanggilnya dengan sebutan 'tuan muda'. Bisa saja lelaki ini adalah anggota keluarga mafia itu.

"Tuan Muda," seorang pelayan wanita mendatanginya. "Ini adalah Nona Viona yang datang dari keluarga Tuan Rusdi."

Lantas ia membisikkan sesuatu pada Tuan Mudanya itu.

Lelaki itu melihat dan mengamati Viona dari ujung kepala hingga ujung kaki. Lantas pergi begitu saja.

"Ikuti saya, Nona." Dia membantunya berjalan dan menuntun ke kamar terdekat dari pintu samping itu.

Nampaknya dia tidak berada di area utama. Viona yang seorang arsitek tentu paham betul bahwa di rumah sebesar istana ini, ada tempat di mana orang-orang penting berada.

Tentu tidak di tempat dan area di mana dia berada sekarang.

"Masuk ke sini, Nona. Kalau butuh apa-apa, kamarku di sebelah..." Itu saja yang dikatakan pembantu keluarga Russo.

Di kamar sudah tersedia beberapa helai pakaian yang nampaknya tak jauh beda dari pakaian yang dikenakan pelayan tadi.

Hanya bahannya sedikit lebih baik.

Kakinya benar-benar sakit saat ia gunakan untuk duduk.

Ia tertidur karena baru sadar seharian belum makan. Tubuhnya lemah.

"Nona, bangunlah. Kemungkinan beberapa hari lagi akan dilangsungkan pernikahanmu dengan Tuan Renzo."

"APA?"

"Iya, Tuan Renzo adalah satu-satunya perjaka yang tersisa di keluarga Russo. Dia anak pertama di sini." Jelas pelayan itu tadi.

"Anak pertama?" Viona makin cemas. Berapa usianya?

Dia selalu berpikir kalau anak gadis yang dijadikan sebagai penebus hutang hanya ada di dalam drama dan telenovela, namun kini ia harus mengalaminya sendiri.

"Apakah Nona ingat tadi yang menolongmu di saat hampir terjatuh?"

Gadis cantik bertubuh tinggi itu kini mengingat lagi sosok pria dingin yang menolong saat pertama kali tiba.

"Iya, maksudnya yang om-om itu tadi... kenapa memangnya?"

Pikiran Viona mulai cemas. Jangan sampai orang yang tadi menolong itu adalah yang dimaksud.

Jangan sampai...

"Itu adalah Tuan Renzo!" Jawab pembantu itu dengan tenang. 

"Apa??" Terlihat jelas kalau Viona merasa tidak terima saat tahu itu adalah calon suaminya.

Ia ingin protes, namun sebuah ketukan pintu di kamar mengagetkannya. Pembantu keluarga Mafia itu tampak dengan sigap segera berlari dan membukakannya.

"Iya?" 

Viona mendengar keduanya berbincang di depan pintu kamar.

Lantas setelah sesaat melihat ke arahnya berada, pembantu itu mengangguk.

"Cepat siapkan. Dua jam lagi harus beres!"

Orang itu berlalu pergi.

"Nona, aku harus membantumu bersiap-siap secepatnya. Tadi orang kepercayaan Tuan Rossi mengatakan kalau Nona harus siap dua jam lagi." Pembantunya mengambilkan sebuah gaun putih dengan belahan punggung rendah dan meletakkannya di ranjang.

"Siap-siap untuk apa?" Tanya Viona. "Oh ya, hingga detik ini aku belum tahu siapa namamu!"

Sebetulnya ia lebih ingin membahas soal Renzo dan bertanya berapa umur lelaki itu. Apa tidak ada lelaki lain di rumah ini yang sepantar dengannya sehingga cocok dijadikan pasangan, meski ia seorang keturunan mafia.

"Perkenalkan Nona, namaku Fez." Jawabnya singkat. 

"Iya, Fez.." Viona masih heran bagaimana perempuan sehalus dan sebaik Fez bisa terjebak di dunia kelam begini dengan menjadi pelayan mereka.

Lalu, ia melanjutkan kalimatnya, "Nona Viona harus mengikuti prosesi pernikahan dengan Tuan Renzo." Ucapnya gugup.  "Malam ini juga!"

Astaga, kenapa secepat ini? Viona kebingungan karena tak ada waktu lagi untuk mengatur strategi.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 99 Menuju Babak Baru

    "Renzo..." Viona luluh dengan kata-kata yang diucapkan suaminya.Walau bagaimanapun ini adalah sebuah hal yang membuat dirinya ada dan beban pikirannya sedikit terangkat."Kenapa, Little Snake?" Tanya Renzo merasa janggal saat Viona tersenyum sendiri.Kekhawatirannya terangkat sudah dari pundaknya."Tidak apa-apa. Aku pikir, jika nanti anak-anak ini sudah lahir, mungkin saja mereka bisa bebas dan tidak ikut-ikutan bergabung di dunia mafia..." ia pura-pura berbohong."Jadi di matamu, kehidupan mafia ini sangat kotor? Sehingga nanti mereka tidak boleh tahu kalau Papanya seorang mafia? Begitu?" Renzo berubah seketika menjadi singa yang siap menerkam mangsa.Duh, kenapa disalah artikan begini?"Ma-maksud... maksudku, aku tidak yakin... aku sendiri merasa kehidupan mafia ini cukup menegangkan dan aku tidak yakin apakah anak-anak ini kelak akan sanggup!" rintih Viona.Ibu jari Renzo seketika menempel di bibir istrinya,"Sshh... jangan bilang begitu! Di dalam darah mereka mengalir darahku. Me

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 98 Hormon Hamil

    "Nona? Apa ada masalah? Tampaknya Nona tadi berteriak?" Tanya salah satu penjaga dari luar kamar tidur. "Oh, tidak!" Celaka! Saat Viona memanggil Fez tadi, ia rupanya sedikit kencang dalam bersuara! "Apa kau yakin?" Penjaga itu masih ragu apakah sang Nona yang dijaganya benar-benar dalam kondisi baik-baik saja. "Tapi, saya mendengar Nona seperti berteriak! Saya perlu memastikan kalau Nona tidak ada masalah di dalam. Maaf saya harus masuk!" Tanpa aba-aba, pria tegap berseragam serba hitam itu masuk. Untunglah Viona sudah memasukkan handphone-nya ke dalam laci sebelum penjaganya ada di ruangan yang sama. "Nona?" Ia memastikan lagi. Mereka begitu over protektif pada istri Don-nya, bahkan seekor semut dan nyamuk pun tak boleh melukai wanita yang digadang-gadang membawa garis keturunan baru sang mafia. "Aku baik-baik saja, kalian tak perlu berlebihan." Satu orang penjaga berada di depan pintu dan satu lagi masuk mendekati Viona. "Nona, mohon mengertilah bahwa kami men

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 97 Jauh dari Rumah

    Sendirian. Itu yang lebih dirasakan Viona sekarang."Nona, mau dimasakkan apa hari ini?"Itu saja pertanyaan yang setiap hari dia dengar. Renzo akhir-akhir ini jarang ada di rumah selain malam hari.Suaminya sibuk mengurusi keamanan dirinya 24/7. Sedangkan sebenarnya dia lebih membutuhkan teman untuk diajak bicara daripada puluhan pengawal yang menjadi garda terdepan keamanan."Nona?" Chef itu menanyainya lagi."Oh, maaf..." ia terbangun dari lamunannya. "Apa yang kamu tanyakan tadi?"Chef itu tersenyum, "Apa yang ingin Anda makan hari ini, Nona? Tadi Tuan Rossi mengatakan pada saya kalau sebaiknya saya bertanya lansgung tentang apa yang ingin Anda makan...""Aku... sepertinya hanya ingin daging dimasak dengan kentang seperti kemarin..." Jawab Viona malu-malu."Ohh... maksud Nona semacam beef stew?" ia mengkonfirmasi lagi.Nona muda yang kelelahan karena usia kehamilan di trimester ketiga itu mengangguk."Baik, ada request lagi, Nona?" Ia mencatat baik-baik makanan apa yang Viona dan

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 96 Ragu-ragu

    Kejadian tembakan yang memecahkan kaca jendela kamar mandi bukanlah kejadian biasa.Bagi keluarga mafia, itu adalah sebuah kode keras. Renzo memutar otak bagaimana caranya ia melindungi istrinya kalau sewaktu-waktu dia sedang tak berada di mansion.Ini adalah sebuah ancaman."Viona, mulai detik ini, kamu tidak boleh jauh dariku..." ultimatum suaminya terdengar menegangkan dan serius.Ini bukan waktunya main-main. Terlebih kandungan Viona sudah terlihat makin membesar.Kira-kira siapa pelakunya?Keduanya sepakat untuk pindah sementara dari mansion dan mencari tempat yang aman. Pergi ke luar negeri adalah salah satu caranya. "Kita ke Rusia!" Suaminya sudah bulat mengambil keputusan. Viona dan Renzo akan menetap di sana sampai menjelang lahiran. Kalau perlu sampai bayi itu beranjak besar...Viona tak punya pilihan selain menurut apa kata sang suami. Kali ini memang keselamatan mereka di atas segalanya."Berkemaslah dan kita akan berangkat dengan private jet malam ini juga. Kita pastika

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 95 Peluru Salah Sasaran

    Perdebatan antara tetua tak membuahkan hasil.Paman Renzo ingin hal ini harus segera ia cari solusinya."Renzo, kau sudah sadar?" sore harinya ia datang ke mansion tempat tinggal keponakannya itu."Paman, aku tidak mabuk tadi..." ia masih saja memasang tampang dingin karena tak mau terlihat lemah di hadapan orang lain."Hah, bedebah! Semua orang yang di sana itu tahu kalau kamu mabuk dan kamu tak sekuat itu, Renzo!" timpalnya melemparkan sebuah amplop dari klinik terpercaya para mafia."Apa ini?" tanya Renzo bingung."Hasil tes DNA mu dengan Silvano, cocok!" Pamannya menekankan kata cocok agar Renzo menaruh perhatian pada yang akan mereka bicarakan.Kedua alisnya bertaut. Ia tahu kalau anak itu memang sangat mirip dengannya."Siapa yang sudah tahu ini?""Semua orang kecuali dirimu!" Jawab pamannya enteng. Terdengar menyepelekan. Lantas Renzo mulai tertarik setelah ia disepelekan oleh pamannya."Bagaimana bisa aku adalah orang terakhir yang tahu hal sepenting ini?" Dia melempar amplop

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 94 Pengalihan Isu

    Viona tak bisa lama-lama berada di ruangan itu.Tangisnya sudah pecah dan tumpah. Baru saat ini ia merasakan hal yang baru, menangisi lelaki yang sejatinya ia tak pernah cintai, saat tahu bahwa laki-laki itu punya masa lalu.Terpampang jelas sudah bahwa cinta itu masih ada dan menyala di tatapan Vikoriya pada suaminya."Sial..." Viona mengumpat untuk pertama kali. Kakinya tersandung meja credenza yang ada di hadapannya. "Apa yang terjadi, Little Snake?" Renzo bertanya dengan penuh kekhawatiran.Semenjak perutnya sudah terlihat membesar, perhatiannya mendadak meningkat.Kau hanya mengkhawatirkan sesuatu terjadi pada bayiku daripada apa yang terjadi padaku, Renzo. Aku sudah tahu sekarang kedokmu!"Aku tidak apa-apa, Renzo. Lepaskan tanganmu!"Ia menolak bantuan Renzo untuk berjalan ke kamarnya.Ini adalah hal yang menyebalkan untuk pria maskulin seperti dirinya. Viona sejak dulu hingga sekarang nampaknya memang masih sekeras batu."Sayang," ucapan Renzo yang terdengar di telinga sudah

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 77 Silvano Kabur

    "Apa maksudnya teman dekat? Mama pacaran dengan orang ini?" protesnya sambil meninggikan suara."Silvano.. biar Mama jelaskan!"Silvano merasa kecewa pada wanita yang telah melahirkannya. Bagaimana bisa dia bersama dengan seorang lelaki dan bermesraan begitu. Itu sama sekali tidak menghargai perasa

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 73 Hati Rapuh

    Renzo tak bisa menjawab.Semua bukti sudah jelas, ia memang merahasiakan semuanya dari Viona.Termasuk kekhawatiran keluarganya terhadap istrinya itu."Kenapa?" Viona mendekat dan mengangkat handphone itu dengan tangan kanannya.Lalu ia menunjukkannya pada Renzo.

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 72 Beradu

    "Kumohon... jangan..." Viona memohon agar Renzo memberikan jeda padanya.Sedari tadi ia tak bisa menahan diri untuk diam.Berbagai macam erangan dan desahan itu muncul begitu saja dan membuat kamar mandi tak lagi tenang."Setelah ini kamu akan memintaku untuk tidak berhenti, Viona..."Saat ini, Vio

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 71 Masa Percobaan

    "Sepicik itukah dirimu, Viona?"Pria yang sudah mendekati kepala empat itu mengomentari apa yang dikatakan istrinya."Terserah bagaimana penilaianmu. Yang jelas.. aku ingin uang itu kembali pada ayahku.""Bagaimana bisa uang yang dibayarkan untuk membayar hutang d

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status