Beranda / Mafia / Ranjau Cinta di Ranjang Mafia / Bab 03 Stolen First Kiss

Share

Bab 03 Stolen First Kiss

Penulis: Alia Zach
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-30 10:31:24

Menjadi bagian dari keluarga Mafia bukanlah hal yang diimpikan oleh seseorang yang bernama Viona Rusdi.

Yang ia inginkan sejak dulu adalah menjadi seorang arsitek dan bekerja di biro besar sehingga dia bisa jadi arsitek terkenal.

"Nona, tolong sedikit kempiskan perutmu agar aku bisa memasang resletingnya!" Fez menarik resleting dan kini gaun putih yang menonjolkan tiap lekuk tubuh Viona sudah terpasang.

Balutan gaun putih sederhana namun berhasil menyulap sosok gadis itu menjadi terlihat semakin cantik dan seksi.

"Anda terlihat sangat cantik, Nona!" 

Meski riasan hanya simple, namun itu justru membuat wajah Viona terlihat semakin paripurna.

Viona tak tahu harus bereaksi bagaimana saat ini.

"Terima kasih, Fez."

Di hari yang harusnya ia bahagia, justru seperti hendak masuk gerbang neraka.

Matanya tampak kosong dan bibirnya hanyalah seperti hiasan yang dipoles dengan lipstick berwarna nude.

"Nona, kalau Anda mau, saya bisa meminjamkan make up sebentar biar terlihat lebih cetar!"

"Tidak perlu, Fez, ini bukanlah pernikahan impianku. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot mencarikan make up lengkap untukku. Ini sudah cukup."

"Tapi, Nona..." Fez membantah, "Bagi seorang gadis, menikah adalah suatu kesempatan di mana dia setidaknya bisa tampil cantik meskipun satu hari saja!"

"Itu untuk semua wanita kecuali aku. Aku tidak menginginkan pernikahan ini dan aku tidak kenal siapa suamiku. Jadi... buat apa aku berdandan!"

"Ya sudah, Nona. Sekarang kita bisa bergabung di ruang utama." Pembantu itu menuntun Viona keluar kamar dan melewati lorong panjang yang menghubungkan kamarnya dengan bagian taman di tengah rumah.

Sempat Viona melirik beberapa detil bagian rumah yang sangat mewah. Tapi, lagi-lagi ini bukan saatnya untuk mengagumi bangunan semegah ini.

Beberapa lelaki berpakaian hitam sudah nampak sibuk ke sana ke mari di dekat area yang mereka tuju.

"VIONA! ANAKKU!" Rupanya Tuan Rusdi sudah berada lebih dulu di situ.

"Ayah?" Viona berlari dan memeluk erat Ayah kesayangannya.

Seorang staff keluarga Russo mengingatkan, "Ini bukan acara reuni keluarga. Tolong diamlah agar upacara pernikahan segera bisa dimulai.

Suasana kembali kaku dan senyap.

Meski ini adalah pernikahan sebagai jaminan hutang, namun suasana benar-benar terasa khidmat layaknya sebuah pernikahan pada umumnya.

"Saya terima nikah dan kawinnya Viona Naizila binti Rusdi Hutomo dengan mas kawin cincin berlian senilai satu miliar dibayar tunai!" Jawab Renzo saat penghulu menggenggam tangannya.

"Bagaimana saksi?" Tanya penghulu ke saksi di sekitarnya.

Raut muka hadirin tampak tegang.

"SAH!" Beberapa orang yang menjadi saksi pernikahan mengucapkan kata sah setelah ijab qabul.

Viona memejamkan mata. Dengan begini, takdirnya kini akan berikatan dengan keluarga mafia sampai entah kapan.

**

Tidak ada resepsi dan tak ada tamu undangan. Selepas acara, sang ayah sudah diantarkan pulang kembali. Bahkan mereka berdua tak sempat berfoto bersama.

"Kenapa kita menikah secepat ini?" Keluh Viona pada sosok mafia yang kini telah sah menjadi suaminya.

Meski keduanya duduk berjauhan di kamar pengantin dalam satu tempat, namun aura ketegangan di ruangan begitu terasa.

Hawa permusuhan terasa mendominasi suasana.

"Karena aku pikir ini lebih baik." Jawab Renzo masih dengan tatapan dingin. "Kami sudah terlalu baik memberikan tempo waktu empat tahun pada keluargamu..."

"Dasar mafia tidak tahu diri! Kalian benar-benar tidak punya hati!" Lirih Viona sambil tertunduk.

Dia ingin melepaskan gaun pengantin yang dibuat bahkan tanpa tahu berapa ukuran tubuhnya.

Semua serba ketat dan bahkan ini terlihat seperti pakaian seorang pelac*r.

"Apa katamu?" Renzo bangkit dari duduknya dan dalam hitungan sepersekian detik sudah berada di depan Viona.

"Aku bicara yang sebenarnya! Kalian ini manusia di muka bumi yang tak punya hati dan tak tahu itu cinta!"

Tak tahan dilontari dengan perkataan tak mengenakkan telinga, Renzo mencengkeram rahang Viona dengan tangan kanannya. 

"Jaga ucapanmu atau aku akan melakukan hal yang kamu akan sesali seumur hidup!" Ancamnya.

Viona lagi-lagi tak kuasa melawan karena orang ini terlalu dekat dengannya. Tangan kiri Renzo memegang kedua tangan gadis itu sehingga ia tak bisa bergerak.

"Jangan bergerak!"

"Arrhhh..." Hanya itu yang bisa ia ucapkan saat ini selagi cengkeraman itu semakin kuat. "Sakit!"

Renzo melihat dari dekat wajah dari perempuan yang kini seharusnya sudah melayaninya dengan patuh.

Cantik tapi benar-benar berbisa seperti ular kobra.

"DIAM!" Renzo segera menarik rambut Viona lantas mendekatkan lagi wajahnya serta merta merasakan hembusan nafas Viona.

Ia tak bisa berpikir lagi.

Tanpa minta izin pada sang pemilik, dia menempelkan bibirnya pada bibir Viona.

"Arrrrghhh..." Viona ingin mengelak dan lepas dari ciuman Renzo.

Namun Renzo terus menikmatinya. Mata Viona terbuka lebar-lebar dan dia seakan tidak terima diperlakukan seperti budak.

Akhirnya, hanya satu ide terlintas di kepalanya untuk mengakhiri adegan tak senonoh ini.

"AAARRGGGHHH!" Giliran sekarang Renzo berteriak karena bibirnya digigit oleh Viona.

Gadis muda itu berlari menuju pojokan ruangan dan meringkuk ketakutan. Untung saja ponsel Renzo berdenging dan dia ingat ada undangan untuk meeting internal.

"AWAS KAU NANTI MALAM!" Lalu dia pergi keluar kamar pengantin seraya membantingnya keras-keras. "Aku tidak akan melepaskanmu."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 92 Nego Ulang

    "Kita sudah sampai?" Viktoriya dibuat kagum dengan bentukan pintu gerbang yang sangat artistik dan kokoh.Beberapa pria berseragam hitam berjaga di sekelilingnya."Viki, buka jendelamu! Mereka akan melihat kita dulu...""Oke..." ia buru-buru membuka jendela mobil kanan dan kiri."Maaf, kami ada janji dengan Nona Viona... Aku Alex dan ini temanku, Viki!" ucap Alex pada saat petugas itu memeriksa mereka.Ia mengangguk dan menyuruh mereka menunggu untuk memastikan kalau Alex benar-benar ada janji dengan Viona.Mereka berdua tak sabar lagi karena menunggu cukup lama hanya untuk soal konfirmasi."Sampai kapan kita harus menunggu di sini, Alex?" Viki berbisik.Andai saja ia punya kuasa dan kenal dengan orang dalam... mungkin akan lain ceritanya!"Sabar dulu... kali ini memang kita tak punya banyak pilihan, Viki... ini semua demi anakmu!" bisiknya menjawab pertanyaan dan keluhan wanita di sampingnya."Mohon kalian berdua menelpon Nona Viona langsung dan untuk memastikan kalau kalian tidak me

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 91 Mencari Silvano

    "Viktoriya..." Ivan ingin menyela panggilan itu dan mengingatkan adiknya untuk tidak gegabah.Ia sebagai laki-laki sangat paham dan bisa membaca pikiran Alex, ia sedang memanfaatkan kegundahan sang adik untuk mencapai tujuannya sendiri."Kamu diam dulu, Ivan!" ia menyuruh kakaknya untuk tidak ikut campur tentang masalahnya sekarang.Walau bagaimanapun ini adalah peperangan yang harus ia lakoni sendiri."Viki.. apa kamu mendengarkanku?" tanya Alex lagi."Iya, aku masih di sini... Apa rencanamu Alex?" Ia pun membeberkan hal yang perlu untuk dilakukan. Viktoriya menyimak dengan sungguh-sungguh."Jadi.. aku harus menjemputmu sekarang?" tanya Viktoriya sambil berjalan mengambil jaket kulit dan sepatunya.Wanita itu hanya mengenakan celana pendek dan tanktop rumah saja."Iya... aku ingin kita ke sana berdua!" kata Alex lagi.Sang kakak tentu khawatir jika adik perempuannya bertandang sendirian, apalagi ia tahu kalau mereka akan menuju ke rumah Renzo.Sama saja dengan masuk ke kandang buaya

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 90 Barter

    "No, Viona.. Masalah tidak sesimple itu... Silvano adalah anak dari Renzo!" Kalimat Alfonso tak semudah itu dicerna oleh akal pikirannya.Bagaimana ini? Sementara dirinya tengah berbadan dua dan mengandung anak sang mafia!Apakah nanti... ketika anak-anaknya lahir ke dunia, Renzo akan sama cintanya dengan rasa yang ia miliki pada Silvano?Berbagai pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul.Ia menjadi menyesal mengapa harus hamil jika pada dasarnya Renzo sudah punya anak? Kenapa ia baru tahu sekarang?"Viona, kamu kenapa?" tanya Alfonso melihat kakak iparnya yang tampak diam dan cemas.Wanita muda itu tak lagi banyak bicara dan terkesan merenungi sendirian."Viona!" bahkan saat dipanggil untuk kedua kalinya ia tak merespon.Apa yang ada di benaknya?"Viona?" kali ini ia menyenggol lengan kanannya dan berhasil menggugah kesadaran Viona juga akhirnya."Apa? Kamu bilang apa tadi?" ia tampak gugup dan berusaha untuk terlihat tenang.Meski sebenarnya ia terasa seperti mau terjun saja dari balko

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 89 Hubungan Retak Lagi

    "Apa? Silvano itu jadi..."Viona tak mampu melanjutkan kata-katanya. Hati wanita mana yang tak hancur ketika tahu suaminya yang sebelumnya belum pernah menikah, ternyata telah memiliki seorang anak dengan wanita lain.Ini membuatnya sangat kecewa, meski ia tak pernah mengakui kalau dirinya memiliki rasa pada Renzo."Iya, Renzo belum tahu soal ini karena test DNA dilakukan Papaku secara tersembunyi..." Alfonso menjawab."Kamu pasti bohong!" Viona mengelak dan tak bisa mempercayainya."Buat apa aku bohong untuk hal sepenting ini? Kami para mafia tidak boleh berbohong untuk soal urusan anak!"Viona makin meradang, "berarti kalian boleh bohong soal yang lain?""Tidak begitu juga, Viona..." Alfonso adalah pria dari keluarga mafia yang punya perasaan halus.Ia tahu kalau apa yang ia katakan ini akan menyakiti hatinya."Aku..." Viona tak mampu lagi bagaimana harus menghadapi hal yang menurutnya sama saja dengan pengkhiana

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 88 Viona Tahu

    "Kenapa mengkhawatirkan? Ia sudah dewasa dan pergi dalam keadaan baik-baik saja!" kata Alfonso menjelaskan.Ia paham kalau Viona menanyakannya karena ada suatu hal yang disembuyikan dari Alfonso.Untuk urusan rumah tangga, rasanya dia tak perlu tahu dan turut campur."Iya, sebaiknya mungkin aku kembali ke kamar tidur saja!" ia membawa satu lilin sebagai penuntunnya berjalan pelan-pelan ke kamar tidur.Rupanya, setelah bersusah payah menemukan kamar dengan lilin itu, ia mendapati beberapa panggilan tak terjawab dari Alex."Ya ampun... aku lupa kalau aku harus mengecek lagi handphone-nya..." ia mengambilnya dari tempat di mana suaminya biasa meletakkan.Aji mumpung ketika suaminya tak berada di rumah, ia bisa menggunakannya sesuka hati."Halo, Alex?"Syukurlah pria itu bisa dihubungi dengan mudah."Viona? Kamu bisa menghubungiku juga akhirnya...""Iya, Alex. Aku..."Alex memotong pembicaraannya, "sementara ini keluarga Ivanov kebingungan karena kehilangan anak Viktoriya... dan... aku ha

  • Ranjau Cinta di Ranjang Mafia   Bab 87 Ayah dan Anak

    "Kita ke mana, Paman Renzo?" tanya Silvano yang merasa bosan karena sepanjang jalan tiba-tiba Renzo jadi diam.Pria itu terus menyusuri jalanan yang mengarah semakin dekat dengan area tempat tinggal Silvano."Kita mau ke pegunungan...""Jangan!" ia mendadak menolak."Kenapa?" Renzo kaget."Aku lebih suka pantai dari pada gunung..." terangnya.Aneh, anak ini punya kesukaan yang sama dengan Renzo semasa kecil."Tapi suasana pantai akan sangat ramai. Sebaiknya... kita tidak ke pantai malam begini!" "Baiklah.. kita ke pegunungan saja kalau begitu! Tapi, jika ada orang yang bertanya tentangku, bilang saja Paman tidak tahu!" ia berjaga-jaga dan masih memiliki kecemasan kalau-kalau bertemu dengan body guard keluarga Ivanov nanti.Ada getaran yang tak biasa ketika ia mengatakan kalau Silvano adalah anaknya. Seolah ini adalah hal yang lumrah dan memang sewajarnya."Apa kamu tahu banyak soal orang bernama Alex itu?" Renzo sebenarnya sangat tidak menyukai pria itu lagi.Meski dulu sempat dikon

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status