/ Male Adult / Rayuan Desa Wanita / Desahan di Balik Dinding Dapur

공유

Desahan di Balik Dinding Dapur

작가: Falisha Ashia
last update 게시일: 2026-06-05 13:37:18

Leo melepaskan cengkeramannya dari rahang bawah Kinasih. Tangan kanan pria itu langsung menyambar pinggang sang wanita.

Ia mengangkat tubuh ringkih itu dengan sangat mudah. Kinasih terlempar pelan ke atas meja kayu solid di tengah dapur. Benda-benda perabotan di sekitarnya bergeser menimbulkan bunyi pelan.

"Diam," perintah Leo menahan kedua bahu Kinasih yang mencoba meronta. "Pergerakan berlebih akan membuat patahan tulang rusukmu menembus paru-parumu."

Kinasih menghentikan perlawanannya seketi
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Rayuan Desa Wanita   Daging Busuk di Dapur Sentral

    Suara debuk keras terdengar saat potongan daging sapi seberat lima kilogram menghantam meja ubin baja antikarat.​Cairan berwarna merah kehitaman menetes dari serat daging tersebut menodai permukaan meja kerja yang steril.​Aroma bahan kimia formalin seketika mengalahkan bau kaldu sapi dari panci rebusan di dapur sentral Puskesmas Elite pada pagi hari.​Persiapan pembukaan bangsal rawat inap menuntut standar kebersihan pangan yang sangat tinggi untuk asupan gizi para pasien. Dapur sentral ini merupakan jantung utama pemulihan fisik melalui asupan nutrisi berkualitas.​Renata menusukkan garpu panjang ke bagian tengah potongan daging itu dan menariknya paksa.Koki kepala wanita berseragam putih itu menutup hidungnya menahan bau busuk yang menyengat saraf penciumannya.​Serat daging itu terlepas dengan sangat mudah menandakan proses pembusukan yang sudah terjadi berhari-hari.​"Daging ini sudah membusuk sejak tiga hari lalu dan kalian merendamnya dengan pengawet mayat," tegur Renata mele

  • Rayuan Desa Wanita   Koma Diabetik Sang Mafia

    Suara derap sepatu bot preman menjauh dari area dinding belakang tungku.Suhu panas menyengat dari balik lapisan baja mesin peleburan itu mendominasi celah sempit tempat mereka bersembunyi.​Leo perlahan menarik tangannya dari area ulu hati Tania mengakhiri manipulasi saraf tersebut.Pria itu memegang kedua bahu sang arsitek untuk menstabilkan postur tubuhnya yang masih lemas.​Tania mengatur napasnya yang memburu menahan sisa-sisa lonjakan hormon endorfin. Keringat membasahi dahi dan leher wanita itu menembus kerah kemeja flanelnya.​"Tetap di sini sampai aku membuka jalur keluar," instruksi Leo melepaskan pelukan sang arsitek.​Leo membalikkan badannya menghadap celah lorong yang terhalang tumpukan drum oli kosong. Kaki kanannya terangkat mendaratkan tendangan keras pada barisan drum logam tersebut.​Drum-drum kosong itu terlempar ke depan menabrak dua algojo patroli hingga mereka terjungkal ke lantai beton.​Suara benturan logam memancing perhatian seluruh preman di area gudang pe

  • Rayuan Desa Wanita   Tungku Peleburan Panas

    Suara desis mesin pendingin beradu dengan deru api dari dalam gudang peleburan baja utama distrik di tengah malam. Asap kelabu pekat membumbung dari cerobong asap raksasa menyamarkan langit gelap.​Leo memotong pagar kawat berduri di bagian belakang pabrik menggunakan tang baja kecil.Pria itu menyelinap masuk menembus area tumpukan besi tua tanpa memicu sensor gerak yang terpasang di dinding.​Di sudut ruang administrasi yang berantakan, Tania duduk terikat di kursi besi dengan kedua tangan di belakang punggung.​Arsitek interior itu masih mengenakan kemeja flanelnya yang kini kotor oleh debu karbon. Wajahnya menunduk menahan rasa sakit dari tamparan siang tadi yang masih menyisakan memar kemerahan.​Dua penjaga berbadan besar berdiri di depan Tania memegang alat pemotong logam bertenaga listrik.​"Tandatangani laporan kelayakan material ini atau jari manismu akan terpotong malam ini juga," ancam penjaga pertama menghidupkan mesin pemotong itu hingga mendesing tajam.​"Baja rongsokan

  • Rayuan Desa Wanita   Rangka Baja yang Berkarat

    Suara derit rantai derek pengangkut logam menggema di pelataran proyek Rumah Sakit Terpadu pada pertengahan hari.Sebuah truk tronton bermuatan penuh menumpahkan material konstruksi ke atas tanah berdebu.Papan besi penyangga bak truk itu terbuka mengeluarkan bunyi dentuman keras yang menggetarkan telinga para pekerja bangunan di sekitarnya.​Tiang pancang beton telah berdiri kokoh menopang fondasi dasar bangunan fasilitas kesehatan Leo. Proyek itu mulai memasuki tahap kritis pengerjaan struktur rangka utama. Konstruksi lantai dua kini membutuhkan pasokan baja struktural anti-gempa berskala besar.​Kebutuhan material logam tersebut sangat diperlukan untuk menahan beban bangunan gedung bertingkat agar sesuai standar keamanan nasional.​Namun, tumpukan material yang baru saja turun dari bak truk justru menampilkan warna cokelat kemerahan.Puluhan batang baja penyangga itu berkarat parah dan menunjukkan tanda-tanda korosi tingkat tinggi. Permukaan logamnya mengelupas memamerkan tekstur k

  • Rayuan Desa Wanita   Sendi Lutut yang Remuk

    Suara gonggongan anjing pelacak memantul di dinding beton lorong pipa. Anjing herder itu terus menyalak merespons bau asing di dalam saluran drainase gelap tersebut.​Leo melepaskan tekanan jarinya dari area dada atas Amel secara perlahan.​"Tetap di posisi ini sampai pintu air terbuka," instruksi Leo melepaskan rengkuhan ahli hidrologi itu.​Amel mengangguk pelan melepaskan gigitannya dari bahu kemeja sang pria. Napas wanita itu masih memburu berusaha mengendalikan sisa-sisa lonjakan endorfin yang membakar sarafnya.​Leo membalikkan badannya dan mengangkat kaki kanannya menghadap penutup pipa beton di ujung lorong.​Tendangan kuat dari sepatu pantofel sang dokter menghantam jeruji penutup saluran tersebut hingga terlepas dari dudukannya. Besi penutup itu terlempar ke depan menabrak tulang kering algojo terdepan yang memegang tali anjing.​Preman itu terjungkal ke belakang melepaskan tali kekang anjingnya ke tanah berlumpur.​Leo melangkah merunduk keluar dari ujung pipa beton menembu

  • Rayuan Desa Wanita   Lorong Pipa Bawah Tanah

    Sepatu pantofel Leo menapak pelataran semen stasiun pompa air utama bendungan sesaat sebelum fajar menyingsing.Suara gemuruh debit air tertahan menggema dari balik dinding bendungan raksasa yang menjulang setinggi puluhan meter.​Leo melangkah melewati celah pagar kawat yang rusak dan menyusup masuk ke area ruang kendali pompa.​Di dalam ruangan yang diterangi lampu temaram itu, Amel sedang berlutut di lantai dengan tangan terikat ke belakang. Ahli hidrologi itu mengenakan kemeja lapangan lengan pendek dan kacamata berbingkai tebal.​Tiga algojo bertelanjang dada mengelilingi Amel sambil mengayunkan potongan pipa paralon.​"Berhenti mengutak-atik panel kontrol itu atau tanganmu yang akan kupatahkan!" ancam algojo pertama memegang dagu Amel secara kasar.​"Pintu air itu harus dibuka perlahan atau tekanan hidroliknya akan menghancurkan turbin utama!" tolak Amel mempertahankan argumen teknisnya dengan suara bergetar.​"Juragan Tirta tidak peduli pada turbin, dia hanya ingin desa dokter

  • Rayuan Desa Wanita   Satu Kasur Bertiga

    Kamar berukuran tiga kali tiga meter itu terasa sangat sempit dan sunyi. Sinar temaram dari lampu teplok di sudut ruangan menyorot tubuh tiga orang yang berbaring sejajar di atas ranjang kayu tua. Kasur itu sebenarnya hanya muat untuk dua orang, tetapi malam ini, tubuh tegap Leonardo Xaverius ter

  • Rayuan Desa Wanita   Ayo Kita Tidur Bertiga

    Bilah golok karatan itu membelah udara dengan suara mendesing, mengarah tepat ke leher Leonardo.Maya dan Kania menjerit histeris, menutup mata mereka rapat-rapat.Namun, bagi seorang dokter bedah yang terbiasa dengan ketelitian tingkat tinggi di meja operasi, tebasan Bahar yang membabi buta itu ta

  • Rayuan Desa Wanita   Anak dan Ibu Sama-sama Menggoda

    Senyuman nakal di bibir Leonardo Xaverius belum sempat memudar saat Kania akhirnya tersadar dari rasa syoknya. Gadis desa itu tiba-tiba menunduk, dan matanya membelalak panik melihat ikatan kemben batiknya yang merosot tajam, mengekspos belahan dadanya yang putih dan penuh di bawah cahaya remang bu

  • Rayuan Desa Wanita   Terjebak Di Desa

    Sebuah motor klasik hitam yang nilainya di pasar barang antik mencapai ratusan juta, membelah jalanan tanah berbatu. Debu tebal mengepul liar di belakangnya, menutupi pandangan.Namun tiba-tiba saja, motor yang dikendarai oleh pria tampan bernama Leonardo Xaverius itu mogok."Sial! Kenapa harus mog

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status