Share

04

Author: Datu Zahra
last update Last Updated: 2025-10-04 01:23:16

Kekaisaran Dong berada dibenua timur, memiliki wilayah kekuasaan terluas dari empat kekaisaran lain.

Benua barat dipimpin oleh dinasti Han.

Benua utara kekaisaran Qin.

Benua selatan milik dinasti Tang.

Benua tengah kekaisaran Ming.

Sementara didaratan nun jauh disana, masih terdapat benua-benua lain yang dihuni ratusan juta manusia dengan bermacam suku, ras dan budaya.

Kekaisaran Dong sendiri dibagi menjadi lima wilayah.

Ibukota pusat dimana istana kekaisaran serta jantung pemerintahan berada dan sebagian dari penduduknya adalah petani, pedagang dan pemburu.

Ibukota Guizhou dibagian Timur, pusat segala kerajinan berada. Hanya 20% saja penduduknya yang berprofesi sebagai petani. 10% pemburu dan 10% lagi bermacam pekerjaan.

Ibukota Kunming dibagian Barat. 50% penduduknya ialah penghasil kain sutra dan katun. 20% pembuat arak dan sisanya campur aduk bermacam profesi.

Bagian Selatan ada Ibukota Chengdu, pusat perternakan baik kuda, sapi, kambing, ayam dan babi berada.

Sementara dibagian Utara ada Ibukota Luoyang, dimana pusat jalur transportasi laut berada, dengan mayoritas penduduknya adalah nelayan, buruh pelabuhan dan pembuat garam.

Ratusan desa dengan puluhan kota kecil, tersebar diwilayah kekaisaran Dong.

Alat transaksi pada masa ini mengguna koin emas dan perak.

1 koin emas = 100 koin perak.

Koin emas sendiri baru ada dimasa pemerintahan dinasti ketiga, setelah kaisar terdahulu menemukan tambang emas. Awalnya hanya ada perunggu dan perak.

Sutera dan katun, kain yang lazim dipakai pada masa ini.

Giok, perak, emas dan intan. Bahan yang digunakan untuk perhiasaan.

Tembaga, perak, perunggu, sudah ada sejak dinasti pertama memimpin.

Untuk media menulis serta menggambar menggunakan bambu dan kulit hewan.

Pemanis didapat dari madu yang harganya bisa mencapai satu koin emas per 500ml. Oleh sebab itu cuma para bangsawan kaya saja yang bisa menikmatinya.

Sementara rakyat jelata mendapatkan rasa manis dari sari buah dan akar ilalang.

Bahan pangan ada beras, gandum, kentang dan jagung. 

Pada masa ini belum mengenal singkong dan sejenisnya.

Alat penerangan menggunakan lilin minyak.

Untuk minyak sendiri dihasilkan dari lemak hewan.

Lampion dibuat dari kain katun kualitas rendah, yang sangat tipis serta kasar.

Sedangkan kertas merah yang digunakan saat festival, perayaan tahun baru, pernikahan, jimat tolak bala. Pada masa ini menggunakan kain sutera dan katun.

Kertas merah atau Hongbao belum ada karena kertas saja belum ditemukan.

Untuk bumbu-bumbu cuma mengandalkan garam, tomat dan bawang. Meski ada rempah-rempah, itu semua dijadikan herbal.

Cabai dianggap tanaman beracun, karena rasa pedasnya bisa membuat perut sakit dan lidah terbakar.

Untuk alat transportasi, ada kereta dan gerobak kuda. 

Perbedaan kereta bangsawan dan orang biasa, dapat dilihat dari desain dan juga lonceng.

Kaisar saat ini adalah generasi kelima, dan baru dinobatkan dua tahun yang lalu. Setelah sang ayah meninggal dunia akibat diterkam srigala siluman saat berburu dihutan ilusi.

Kaisar Zhou Wu Tian, usia dua puluh lima tahun. Memiliki enam putra dan empat putri, yang ia dapat dari permaisuri Xia dan tiga selir.

Kaisar dan permaisuri menikah saat memasuki usia kedua puluh tahun, setelah sebelumnya memiliki selir agung.

Dua bulan setelah pernikahan dengan permaisuri, Kaisar mengambil selir kedua, dan tiga bulan berikutnya selir ketiga dan keempat memasuki istana.

Pangeran pertama terlahir dari selir agung, tapi sesuai peraturan, anak seorang selir tak bisa naik tahta. Jadi gelar putra mahkota jatuh pada pangeran kedua, yang setahun lebih muda dari pangeran pertama.

Jarak satu putra keputra yang lain, cuma terpaut beberapa bulan dan satu tahun saja. Bahkan ada putri yang terlahir hanya berselang dua hari.

Permaisuri memiliki dua putra dan satu putri.

Selir agung satu putra dan dua putri.

Selir Chen dua putra dan satu putri.

Selir Jang memiliki satu putra dan saat ini tengah mengandung tiga bulan.

Kaisar Wu Tian memiliki tujuh saudara, yang terlahir dari lima wanita berbeda.

Empat pangerang lain menjadi penguasa Ibukota, sedangkan tiga putri ada yang menjadi menantu kekaisaran Han, Jenderal besar dan saudagar kaya raya dari klan bangsawan penguasa.

Kekaisaran Dong memiliki satu Jenderal besar yang membawahi enam panglima dan tujuh komandan prajurit.

Pada masa ini perbudakan masih diberlakukan. 

Diskriminasi pada kaum wanita masih sangat kentara, bahkan pendidikan saja hanya diperuntukkan untuk lelaki.

Jika ada wanita yang belajar diakademi, itu hanya putri bangsawan dan nona muda saudagar kaya raya.

Tapi tidak semua kalangan bisa mengenyam bangku pendidikan, karena biaya akademi dilima kekaisaran amat sangat mahal. Satu bulan bisa mencapai lima sampai tujuh koin emas.

Semua karena faktor langkanya kertas kulit hewan dan tinta, yang harganya bisa mencapai satu hingga dua koin emas.

Oleh sebab itu, hampir 60% rakyat dilima kekaisaran buta huruf aksara.

Untuk kemiskinan, kekaisaran Dong menduduki peringkat kedua setelah kekaisaran Tang.

Harga tanah juga sangat mahal, tergantung tipe. Lahan subur per hektarnya bisa mencapai empat koin emas, lahan sedang tiga koin dan biasa dua koin.

Kalau lahan desa untuk rumah, per seribu meter dua koin emas. Makanya banyak rakyat yang tidak memiliki lahan pertanian dan rumah.

Kebanyakan rakyat bekerja jadi buruh tani dengan bayaran dua koin perak per hari. Sementara untuk rumah, mereka menyewa dengan biaya sepuluh sampai lima belas koin perak per bulan.

Upah untuk para buruh mau dipekerjaan apa pun, bekisaran dua sampai empat koin perak per hari.

Untuk pemerintahan, gaji dan tunjangan untuk golongan terendah dua koin emas, golongan dua ialah empat koin dan tingkat tiga enam koin emas per bulannya

Akademi terbagi dalam tiga tingkatan.

Akademi dasar, masa pendidikan tiga tahun dimulai dari usia tujuh tahun.

Jika lulus ujian bisa melanjutkan ketingkat berikutnya. Tapi kalau tidak, akan mengulang masa pembelajaran selama satu tahun.

Tingkat menengah dan akhir juga tiga tahun.

Yang lulus ujian tahap akhir, selanjutnya akan mengikuti ujian ditingkat kekaisaran, guna mendapatkan gelar sarjana dan berkesempatan untuk menjadi pejabat.

Masa dewasa untuk laki-laki diusia enam belas tahun. Untuk wanita lima belas tahun atau setelah mendapat menstruasi.

Untuk akademi beladiri dimulai dari usia lima tahun, jika memang anak itu sudah memiliki bakat dasar pondasi yang bagus.

Perburuan artefak langka, kitab beladiri, senjata, pil, tanaman dan buah legenda. Masih banyak dilakukan oleh para pendekar.

Meski hanya sekedar cerita, tapi masih banyak yang mempercayai jika semua itu dan juga tehnik kultivasi masih ada.

Semua berawal dari dua orang pendekar yang menemukan pedang, bunga serta buah legenda dihutan dan jurang kabut.

Terlebih untuk cincin penyimpanan saja ada banyak dijumpai, walau pemiliknya cuma para kaum kaya raya. Karena harganya bisa mencapai lima ratus koin emas tergantung level.

Untuk semua barang legenda memiliki tiga level. Satu terendah dan tiga tertinggi, atau bisa juga disebut tingkat rendah, sedang dan tinggi.

Jabatan dibiro pemerintahan, golongan satu paling rendah dan golongan tiga paling tinggi.

Paviliun Dishi, rumah lelang nomor satu yang ada dikekaisaran Dong. Pendirinya adalah klan Bai, dan saat ini diurus oleh generasi kelima.

Ada tujuh jenis token identitas.

Para budak dan kasta terendah yang tak memiliki marga, terbuat dari kayu Cendana.

Rakyat jelata dari tembaga.

Saudagar kaya raya berbahan perunggu

Bangsawan atau klan berpengaruh terbuat dari perak.

Pejabat biro pemerintahan terbuat dari Giok dengan warna berbeda. Golongan satu putih, golongan dua hijau dan golongan tiga merah.

Keluarga istana terbuat dari emas.

Untuk lencana kehormatan, utusan kekaisaran dan jajaran kementrian terbuat dari giok dan perak.

Semua token itu akan ada diukir nama marga dan jabatan pada permukaannya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SATU JIWA DUA KEHIDUPAN   12

    Empat musim silih berganti, membuang luka lalu mendatangkan kebahagiaan. Mengusir kesulitan dengan kemudahan, serta menyingkirkan penghalang guna menghadirkan keberhasilan.Satu tahun berlalu. Bisnis manisan benang emas dan tanghulu yang memakai buah Hawthorn dan jujube, berhasil menarik banyak peminat sampai detik ini.Enam varian minuman seduh herbal dengan bahan utama pemanis gula pear, laris manis dipasaran.Prodak itu dinamai gula herbal.Pilihan prodak ada gula pear dengan campuran bunga osmanthus.Gula pear ditambah kurma jujube dan biji angkak.Gula pear dipadupadankan bersama bubuk kayu manis dan mint.Bubuk jahe dicampur gula per dan kurma jujube.Teh jasmin dan gula pear diberi tambahan kurma madu.Gula pear yang dikemas bersama bubuk ginseng putih, sari akar ilalang dan biji angkak.Semua sangat bagus bagi kekebalan imun dan daya tahan tubuh. Jika dimusim panas, gula herbal itu juga

  • SATU JIWA DUA KEHIDUPAN   11

    Dengan menaiki kereta sewaan, Guang Fang bersama istri dan putrinya pergi keIbukota pusat.Begitu juga dengan Yuhan, Mu Yue, Zilong, tuan dan nyonya Wei tua.Memerlukan waktu satu jam untuk sampai ditempat tujuan."Kalian jalan-jalan saja, biar aku dan kakak ipar yang berjualan." titah Guang Fang pada istri, mertua dan istri Yuhan."Tidak, kami akan membantu kalian. Kalau mau melihat-lihat Ibukota dan berbelanja, lebih bagus bersama-sama." sahut nyonya Wei.Mereka pun mencari tempat.Setelah mendapatkan lokasi yang cocok lalu membayar pajak. Meja dan dagangan dikeluarkan dari cincin penyimpanan.Tanghulu disusun rapi pada tiang jerami, sementara manisannya tetap ditempatkan pada gentong tanah liat."Tanghulunya tuan, nyonya..! ada manisan juga."Teriak para orang dewasa menawarkan guna menarik pembeli.Guang Su Zhi dan Wei Zilong yang duduk dibangku kayu kecil, mencuri banyak perhatian pengguna

  • SATU JIWA DUA KEHIDUPAN   10

    Seratus dua puluh koin emas, Guang Fang dan Wei Yuhan dapat dari kediaman tuan Bai.Semua hasil buruan yang mereka bawa pagi ini, diborong oleh tuan kaya raya itu.Jadi sudah tak perlu bersusah payah lagi Guang Fang dan Wei Yuhan menjualnya."Mau berbelanja atau langsung pulang..?" tanya Wei Yuhan."Pulang saja." jawab cepat Guang Fang."Bukankah kita akan membuat gula pear..? belanjanya besok saja sekalian menjual tanghulu dan manisan benang emas." sahut riang Guang Fang.Langkah kedua pria rupawan itu nampak sangat ringan, dengan senyum dan tawa yang tak jua sudi luntur tersungging dibibir."Bagaimana kalau besok menjualnya keIbukota saja..? aku ingin mengajak istri dan putraku juga orangtua kita sekalian, mereka sudah lama tidak jalan-jalan." tanya Wei Yuhan."Ide bagus..! aku juga akan mengajak istri dan putriku." sahut Guang Fang bersemangat.Sesampainya dirumah, para istri dan orangtua sudah bersi

  • SATU JIWA DUA KEHIDUPAN   09

    Guang Fang dan Wei Zihan masih tertegun linglung, memandangi cincin penyimpanan yang tergeletak diatas meja. Sampai mereka tak menyadari jika nenek tua telah hilang tanpa jejak diujung jalan desa.Kata-kata pesan wasiat dari nenek tua itu sebelum pamit, masing nyata terngiang digendang telinga."Didalamnya ada sesuatu yang sangat dibutuhkan putri kalian, berikan padanya ketika dia berusia sepuluh tahun.""Tapi ini sangat berharga, kami tidak bisa menerimanya." balas Guang Fang."Pertemuan kita sudah menjadi kehendak langit, kalian harus menerima dan menyimpannya dengan baik." jawab wanita tua mengusap lembut kepala Guang Su Zhi."Kelak putri kalian akan membawa perubahan bagi banyak orang, bimbing dan arahkan dia dengan benar. Jadikan putri kalian manusia yang berbudi luhur." lanjutnya.Guang Fang dan Wei Zihan cuma bisa patuh mengangguk lemah, menatap nenek tua dan Su Zhi bergantian."Jangan pernah kalian lepas gelang giok keselamatan ini dari tangan Zhi'er." ucap nenek membual agar

  • SATU JIWA DUA KEHIDUPAN   08

    "Bu..Bu..Bu..!" Kedua kaki mungil itu bergetar, melangkah terhuyung menghampiri sang ibu yang sedang duduk bertumpu pada kedua lutut, merentangkan tangan menyambut kedatangannya. Suara cadel menggemaskan, terlontar dari bibir kecil balita berusia satu tahun yang mulai belajar berjalan. HAP Tubuh gembulnya tenggelam dalam pelukan sang ibu, bibirnya terkikik geli menggemaskan, kala pipinya dihujani kecupan penuh kasih. "Putri ibu sangat hebat." Puji Wei Zihan berbinar, mengecup greget sang putri. Guang Su Zhi terkekeh geli "bu..bu...!" cicitnya lucu. Wajah Guang Fang terlipat jelek, bibirnya mengerucut protes. "Ayah terlupakan, sedih sekali." Ujarnya pura-pura merajuk, melipat kedua tangan didada. Wei Zihan dan Su Zhi terkekeh lagi. Su Zhi melepaskan diri dari dekapan sang ibu, berjalan tertatih menuju Guang Fang. "Yayah..!" Serunya cadel, memeluk ked

  • SATU JIWA DUA KEHIDUPAN   07

    Dikediaman sederhana pasangan bahagia yang baru saja memiliki seorang putri, suasana hangat menyelimuti dipagi cerah ini. Angin berhembus lembut, membawa aroma kesegaran dari bunga bermekaran."Biar aku saja yang memasak." cegah Wei Zilan saat sang suami akan menyalakan api tungku."Kau masih harus beristirahat, duduk saja bersama putri kita." balas Guang Fang."Aku sudah pulih." kata Wei Zilan "lagi pula cuma memasak, itu bukan pekerjaan yang berat."Netra lentik itu bergetar lirih, selaras dengan senyuman manis yang tergores ranum. Semua menunjukkan bahwa ia baik-baik saja.Guang Fang pun mengalah, ia memilih mengerjakan yang lain. Mencuci pakaian, menimba air untuk mengisi bak mandi dan gentong-gentong tanah liat, membersihkan rumah serta halaman.Setelahnya ia memanen tomat, sayuran hijau, kentang, dikebun belakang kediaman. Tumbuhan lama yang sudah tidak produktif dibersihkan, tanah digembarkan kemudian ditanami la

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status