Share

7. SEBAGAI APA?

Penulis: A mum to be
last update Tanggal publikasi: 2026-02-18 11:06:07

            Lorong itu tiba-tiba terasa lebih sempit. Sabrina tidak langsung menjawab. Kalimat barusan masih menggantung di udara, terlalu tajam untuk dianggap bercanda.

“Maaf, Bu?” suaranya tetap sopan, tapi nadanya tak lagi setenang tadi.

            Gladis menatapnya lurus. Tatapan yang terlatih. Tatapan seseorang yang terbiasa memegang kendali.

&ld

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   276. APA ... KAU SIBUK?

    Sabrina : [Kael... besok jam makan siang, apa ...kau sibuk? Aku ingin bertemu.] Kael mematung di tempat duduknya, menatap layar ponsel itu dengan sepasang mata yang membelalak sempurna, sementara jantungnya mendadak berdegup kencang dengan debaran yang teramat liar. Jemarinya yang semula kaku segera bergerak cepat di atas papan ketik, menolak membuang waktu bahkan untuk satu detik pun.Kael: [Aku tidak pernah sibuk jika itu untukmu. Di mana dan jam berapa?] Di ujung sana, Sabrina menghela napas panjang melihat balasan kilat tersebut. Rasa hangat sekaligus gugup merayapi dadanya sebelum ia mengetikkan sebuah nama restoran privat yang tenang di pusat kota. Keesokan harinya, suasana di lantai teratas gedung O'Shea Group mendadak berubah seratus delapan puluh de

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   275. MENJAGA JARAK

    Tiga hari telah berlalu sejak kepulangan Sabrina dari kediaman O'Shea, namun atmosfer di sekelilingnya belum sepenuhnya membaik. Ruangan laboratorium yang biasanya menjadi tempat paling menenangkan kini terasa pengap. Di bawah pendar lampu neon, Sabrina menatap deretan formula kimia dan data riset di layar monitor, tetapi fokusnya terus pecah. Sesuai dengan kalimat terakhirnya, Kael benar-benar tidak mengirim pesan ataupun menelepon sama sekali. Ruang yang sempat diinginkan Sabrina kini justru terasa begitu hampa, dingin, dan perlahan-lahan menyiksanya dengan rasa sepi yang asing."Masih belum mau pulang, Sabi? Ini sudah lewat jam makan malam," sebuah suara familier memecah keheningan laboratorium. Ganda berjalan masuk sembari menggendong Aliz yang sudah setengah m

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   274. BIARKAN DIA

    Setelah mobil sedan hitam itu menghilang sepenuhnya di balik gerbang besi tinggi, Kael kembali melangkah masuk ke dalam rumah. Aura di sekitarnya mendadak berubah dingin dan gusar, membuat para pelayan yang berpapasan dengannya refleks menundukkan kepala. Langkah lebarnya terhenti di ruang tengah saat sebuah suara berwibawa menginterupsi gerakannya yang hendak mengambil kunci mobil di atas meja konsol."Mau ke mana kau, Kael?" tanya Nyonya Maureen sembari menyesap tehnya yang mulai mendingin."Menyusulnya ke apartemen, Grandma. Aku tidak bisa membiarkannya pergi dalam keadaan seperti tadi," jawab Kael tanpa menoleh, suaranya terdengar serak oleh frustrasi yang tertahan.Nyonya Maureen meletakkan cangkir porselennya dengan ketukan pelan namun tegas. "Pria bodoh mengejar wanita yang sedang bersembunyi. Pria bijak memberinya r

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   273. JAWABAN ADRIAN

    "Aku pikir itu terserah keduanya saja. Sebagai orangtua kita hanya bisa mendukung," ungkap Adrian sambil tersenyum pada Sabrina, mencoba mencairkan atmosfer yang mendadak membeku pasca-pertanyaan di luar dugaan barusan. Nyonya Maureen mengedarkan pandangannya pada Sabrina dan Kael secara bergantian, mengamati kediaman sejenak sebelum akhirnya ia terkekeh pelan. "Benar juga. Mungkin aku yang terlalu buru-buru. Maklum saja, aku takut malaikat maut menjemputku sebelum cucu kesayanganku ini menikah.""Grandma?" tegur Kael refleks, keningnya berkerut dalam mendengar seloroh sang nenek yang terdengar terlalu ekstrem di tengah meja makan. Semenjak perbincangan sensitif tentang pernikahan itu bergulir, atmosfer di sekitar Sabrina langsung berubah drastis. Gadis itu menjadi jauh lebih banyak diam. 

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   272. APA KAU TIDAK MALU?

    Tanpa memedulikan tatapan bingung dari semua orang yang sedang berdiri di dekat meja makan tersebut, Kael melangkah lebar memangkas jarak. Langkahnya yang tergesa-gesa itu langsung berhenti tepat di hadapan Sabrina. Sebelum gadis itu sempat menaruh cangkir porselen di tangannya, Kael langsung menarik Sabrina ke dalam pelukannya. Sangat erat, seolah ingin memastikan bahwa sang gadis nyata dan tidak menghilang ditelan kegelapan seperti di dalam mimpi buruknya tadi. Sabrina tersentak kaget, wajahnya mendadak merona merah akibat luapan emosi Kael yang begitu tiba-tiba."Kael, lepas... ada Ayah dan Nyonya Maureen!" bisik Sabrina setengah memprotes, mencoba mendorong pelan dada bidang Kael karena merasa sangat tidak nyaman ditonton oleh keluarga mereka. “Apa kau ti

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   271. MIMPI BURUK

    "Sabrina!" pekiknya dengan suara serak menahan panik. Kael terbangun dengan sentakan hebat dan napas yang memburu tidak beraturan di dalam keheningan kamar. Ia mendapati pelipisnya basah oleh keringat dingin, sementara dadanya berdenyut menyakitkan oleh sisa kengerian fajar yang rupanya sudah mulai menyingsing, menerobos masuk melalui celah gorden yang sedikit terbuka. Napas Kael masih memburu-buru saat matanya mengedar ke setiap sudut ruangan. Ia tak tahu entah barusan itu berada dalam pengaruh mimpi buruk atau apa, tetapi rasa takut yang mencengkeram ulu hatinya terasa begitu nyata. Terlebih saat ia meraba sisi ranjang di sebelahnya dan mendapati ruang itu kosong. Benar. Sang gadis tidak ada di sekitarnya, tidak juga terlihat di sofa tempatnya tertidur semalam. K

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   69. BUKAN YANG PERTAMA

    Sabrina masih mematung di atas tempat tidur mewah itu, bahkan setelah suara langkah kaki Kael menjauh menuju balkon. Matanya tertuju pada sebuah paper bag putih dengan logo brand ternama yang diletakkan sang bos

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   68. CARI CARA LAIN

    "Kau bilang rencanamu sempurna! Tapi apa yang kulihat semalam?" desis Gladis dengan suara rendah yang mengancam. "Kael membawanya pergi! Dia tidak membiarkan satu orang pun mendekat, apalagi wartawan yang sudah kau siapkan itu!"&nb

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   67. SAYA SANGAT PANAS

    "Kael! Kenapa diam sih? Mau jadi patung ya? Hehe. Atau loyo?” Suara Sabrina meluncur pelan, serak, namun memiliki daya hancur yang luar biasa bagi pertahanan Kael. Ia tidak lagi tampak seperti gadis miskin yang selalu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   66. JANGAN JADI BAJINGAN

    Kael memacu kendaraannya membelah kemacetan Jakarta Selatan dengan sisa kewarasan yang kian menipis.“Kita mau ke mana, hmm?” Kael hanya berdecak sebagai respon dari pertanyaan bernada bahaya barusan.“Tuan?” rengek Sabrina manja.“Kita akan ke apartemenku yang kemarin.”Sab

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status