แชร์

Bab 12. Larangan Asher

ผู้เขียน: Abigail Kusuma
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-12 23:42:52

Asher tiba di penthouse tepat di kala pria tampan itu sudah menyelesaikan meeting singkat dengan kliennya. Dia hanya berada di restoran selama tiga puluh menit, dan pulang lebih cepat. Alasan utama dia menyelesaikan cepat meeting-nya, karena dia bukan orang yang suka dalam basa-basi.

“Tuan ....” Pelayan muncul bertepatan dengan Asher yang hendak masuk ke dalam ruang kerja.

Ya, kemunculan sang pelayan membuat langkah kaki Asher terhenti. Detik itu, dia mengalihkan pandangannya, menatap sang pelayan yang tampak menunjukkan seakan ada hal urgent yang harus disampaikan.

“Ada apa?” tanya Asher dingin.

“Tuan, maaf mengganggu Anda. Tapi hari ini sudah lebih dari lima kali Nyonya Talia menelepon telepon rumah ini. Beliau menanyakan keberadaan Anda. Maaf, jika saya lancang, beliau mengatakan Anda tidak menjawab teleponnya,” jawab sang pelayan melaporkan.

Asher terdiam sebentar, mendengar apa yang dikatakan oleh sang pelayan. Raut wajahnya tak menunjukkan keterkejutan, karena memang tadi dia
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (7)
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
GA USAH MAU BALIKAN ADELINE, NGPAIN BURUNGNYA BEKAS TALIA,!! KY GA ADA LAKI BULE LAGI AJA,!! GLIRAN ADELINE SRUH ACTING SCENE YG ADA ADEGAN VULGARNYA, MALAH DI LARANG, SURUH DI SKIP, EMANG IKLAN DI SKIP,!! COBA KASIH LIAT DEPAN MATA ASHER, BIAR ASHER LIAT PAKE MATA NYA SNDIRI, ADELINE ADEGAN RANJANG
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
DR AWAL CERITA, LAKI2 MODELAN ASHER YG DOYAN SELINGKUH CELUP SANA CELUP SINI,, UDAH MALES BACANYA....!!!! WKTU MASIH ADELINE JADI BININYA AJA DI SELINGKUHIN,, BISANYA TALIA BUNTING ANANKNYA ASHER,, APA GA CELAMITAN TUH BURUNGNYA...!! JIJIKKKK LAKI2 MODELAN KAYA ASHER CELAMITAN BURUNGNYA DOYAN JAJAN
goodnovel comment avatar
Lina Lestari
hapus aj cerita GaJe
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 72. Rasa Tak Nyaman

    Malam di kota New York tak sunyi. Banyak orang yang tampak sibuk dan tak jarang orang berlalu lalang di trotoar. Polisi tak luput dari sana. Keamanan di kota itu memang sangat ketat dan luar biasa.Adeline duduk di dalam mobil dengan raut wajah tenang, tapi sorot mata yang terlihat memikirkan sesuatu. Dia kini dalam perjalanan kembali ke apartemen, tapi mood-nya agak kacau akibat gangguan sang mantan suami.“Adeline, kau memikirkan apa?” tanya Nora sambil melajukan mobil, melirik Adeline yang duduk di sampingnya.Adeline diam, tak menyadari pertanyaan Nora.Kening Nora mengerut, menatap bingung Adeline. “Adeline?” panggilnya dengan suara agak keras agar sahabatnya itu mendengar.Adeline tersentak, dan suara Nora membuyarkan semua hal yang ada di pikirannya. Buru-buru dia menoleh, menatap Nora. “Hm? Ya?” jawabnya seakan tak terjadi apa pun.Nora menghela napas dalam. “Adeline, kau ini memikirkan apa? Dari tadi aku bicara, tapi kamu tidak mendengarkanku.”“Ah, tidak. Aku hanya terlalu l

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 71. Jangan Seperti Pria Idiot!

    “Acting-mu sangat bagus, Adeline. Dari tadi Adam terlihat menyukai acting-mu,” kata Nora sambil menyerahkan orange juice pada Adeline, tepat di kala waktu syuting hari itu sudah berakhir.Adeline tersenyum sambil menerima orange juice dari Nora. “Thanks, Nora. Aku hanya berusaha melakukan yang terbaik. Aku tidak mau membuat Adam ataupun beberapa pihak yang terlibat difilm ini kecewa. Aku berharap film ini akan sangat besar.”“Kau sudah melakukan yang terbaik, Adeline,” sambung Raphael tiba-tiba, menginterupsi percakapan Adeline dan Nora.Adeline menoleh, menatap Raphael yang mendekat. Detik itu senyuman di wajahnya terlukis melihat kemunculan Raphael. “Kau belum kembali ke hotel?” tanyanya yang agak terkejut, karena dia pikir Raphael sudah kembali ke hotel.Raphael mendekat, dan menatap hangat Adeline. “Nope, aku belum kembali ke hotel. Tadi, temanku baru saja meneleponku.”“Ah, begitu. Baiklah.” Adeline mengangguk paham.“Hmm, Adeline, aku ke parkiran dulu. Aku ingin memanaskan mobil

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 70. Fakta yang Mulai Diketahui

    “Tuan, Anda harusnya tidak bicara seperti itu pada Adam.” Paul dengan berani mengatakan demikian pada tuannya di kala merasa bahwa apa yang dikatakan tuannya mendatangkan bencana.Mata Asher menyipit, menatap dingin sang asisten. “Memangnya aku bicara apa?” jawabnya merasa tak bersalah sama sekali.Paul mendesah gelisah. “Tuan, Anda menjelek-jelekkan Raphael Duret di depan sutradara. Ini jelas akan menimbulkan masalah.”“Aku tidak menjelekkan. Dia memang sudah jelek,” jawab Asher dingin.Mata Paul melebar panik mendengar jawaban tuannya. “Tuan, saya mohon jangan membuat kekacauan. Nanti kalau sampai orang berpikir macam-macam, masalah akan panjang.”Asher berdecak kesal. “Aku tidak membuat masalah. Aku juga tidak menjelekkan. Aku hanya mengatakan apa adanya.”Paul menggaruk tengkuk lehernya, tak gatal. “Tuan—”“Paul, aku tidak idiot. Aku tadi tetap bisa mengendalikan diriku. Untuk apa yang aku katakan tentang aktor sialan itu berdasarkan penilaianku. Sudah, kau jangan berisik,” potong

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 69. Akting yang Sangat Buruk!

    “ACTION!” Adam, sang sutradara memberikan interuksi agar adegan dilanjutkan. Ya, detik di mana Adam berseru ‘Action’, Raphael langsung masuk ke dalam kamar, dan memberikan ciuman liar di bibir Adeline.Hari itu scene tambahan adalah adegan intim, menjurus hampir seks. Raphael yang memerankan Ben datang ke apartemen Clarissa yang diperankan oleh Adeline. Bercerita tentang Ben yang menyesal, dan merindukan Clarissa. Ciuman serangan diberikan oleh Ben agar Clarissa luluh. Seperti yang terjadi di scene ini di mana Raphael mencium bibir Adeline dengan sangat liar.“L-lepas!” Adeline berusaha mendorong tubuh Raphael, sesuai dengan script yang dia baca memang dia dituntut untuk menolak lebih dulu.“Aku merindukanmu, Clarrisa,” bisik Raphael yang terus mencium Adeline dengan liar. Pria tampan itu mendorong tubuh Adeline hingga tergeletak di ranjang, dan tanpa diduga dia menindih tubuh wanita itu, memberikan ciuman yang benar-benar membuat Adeline nyaris kesulitan mengimbangi.Adeline sempat be

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 68. Rasa Panas yang Entah Dari Mana

    Mendadak mendapatkan adegan tambahan baru cukup membuat Adeline kini harus fokus pada script. Dia bahkan sejak tadi terus berada di ruangan khusus para artis, untuk membaca isi script dengan baik. Dia tidak mau sampai ada kesalahan. Pun untungnya tidak ada gangguan.Tenggelam dalam mempelajari isi script membuat Adeline jelas tak sadar kalau sejak tadi Raphael berdiri di dekatnya menatapnya dengan tatapan hangat, dan senyuman maut—yang bertengger di wajah pria tampan itu.“Kau terlihat ... sangat serius,” ucap Raphael yang seketika itu juga membuat Adeline mengalihkan pandangannya, menatap pria itu.“Raphael?” Adeline tersenyum melihat Raphael. Raphael mendekat. “Adegan baru yang diberikan Adam sepertinya sampai membuatmu tidak sadar kehadiranku.”Adeline mengangguk, dan tetap tersenyum. “Maaf, aku terlalu serius, sampai tidak sadar kehadiranmu.”Raphel menyodorkan kopi susu hangat yang dia sengaja beli untuk Adeline. “Aku tadi meminta kru membelikan kopi susu untukmu. Ini masih han

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 67. Adegan Panas Tambahan

    “Adeline, tiga hari lagi Luxe Vision Entertaiment akan mengadakan jamuan makan malam untuk beberapa artis, aktor, dan para pengusaha ternama,” ucap Nora memberi tahu pada Adeline. Dia kini sedang melajukan mobil, menuju lokasi syuting. Pagi menyapa, dia sudah berangkat lebih dulu. Ini adalah minggu terakhir syuting. Besok adalah weekend, dan itu yang membuatnya makin bersemangat.“Okay, lalu?” jawab Adeline menunjukkan rasa tak tertarik, dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya tu.Nora berdecak pelan. “Cole bilang kalau dia meminta kita wajib datang. CK! Kau ini kenapa malah terlihat tidak tertarik menghadiri pesta?”Nora mengenal Adeline cukup lama. Dia tahu betul kalau Adeline tak suka menghadiri sesuatu, sahabatnya itu akan terlihat tidak berminat setelah dia memberi tahu. Tentu hal ini yang membuatnya sekarang langsung kesal luar biasa. Maksud hati memberi tahu Adeline mendapatkan undangan khusus, tapi malah respons sahabatnya itu tidak bagus.“Aku memang tidak tertarik menghadi

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status