Share

bab. 56

Penulis: Miss Lia
last update Tanggal publikasi: 2026-02-11 00:02:55

Tante Felicia mendekat ke arah Sehan. Tangan kanan tante Felicia memegang kaki sedangkan tangan kirinya di atas dada Sehan dan terus mendorong sel dan hingga menempel di kepala ranjang.

"Tante apa yang tante lakukan!" pekik Sehan kebingungan dengan sikap Tante Felicia.

"Kau ingin pulau itu kan? Layani aku sampai aku puas! Tapi ingat aku yang pegang kendali! Kau hanya diam nikmati semua!" seru Tante Felicia mendorong tubuh Sehan lalu menekannya dengan tangan kirinya.

Sehan melongo melihat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 129

    Lelaki berseragam itu mengangguk lalu berkata," Silakan ikut saya, Tuan. Nyonya Zola sudah lama menunggu kita." Tanpa ada rasa curiga, Sehan mengikuti lelaki itu. "Kita akan kemana, Pak?" tanya Sehan. Sudah beberapa menit yang lalu di dlam mobil akan tetapi tidak sampai juga. "Tidak lama lagi, Tuan. Kita sudah dekat. Anda tenang saja, nanti jika sudah sampai akan saya beri tahu!" Supir itu menjawab dengan nadda sedikir emosi. Sehan mengerutkan kedua alisnya, seharusnya sebagai seorang supir tidak begitu jawabannya. Jelas yang diucapkan supir itu tidaklah sopan. "Kenapa anda menjawab begitu, Pak? Saya adalah tamu yang harus anda hormati. Saya bisa saja turun dan memesan taksi online lalu kembali ke hotel. hal yang sangat mudah bagi saya!" Suara dengusan terdengar dari napas si supir, menunjukkan kalau supir itu tidak suka dengan sehan yang banyak bicara. Namun, supir itu tidak membalas, ia hnya diam saja karen atidak ingin membuat masalah dengan tamu dari majikannya.

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 128

    Tante Felicia menatap cumi asam pedas dengan tatapan tidak suka setelah tahu siapa yang memberi makanan itu. Akan tetapi perutnya tidak bisa bohong karena lapar setelah beraktivitas berat. "tante, kalau tante lapar lebih baik makan saja. Tidak baik membuang rezeki, lumayan kan bisa membuat kenyang daripada dibuang begitu saja," ujar Sehan. Lelaki hanya menahan senyum mana kala melihat mata tante Felicia yang tidak bisa lepas dari cumi-cumi asam pedas itu. "Hmm. Emang benar sih kalau kita tidak boleh menolak rizki. Dari pada dibuang kan sayang sekali. Mending kita makan kan?" celoteh tante Felicia membenarkan apa yang dikatakan oleh Sehan. "Hmm, sudahlah. Makanlah, tante. Kasihan cacing tante sudah lama menunggu. Mereka sudahkelaparan sedari tadi." Sehan menggelengkan kepalanya melihat tingkah tante Felicia yang terlihat lucu jika salah tingkah. Tante Felicia pastinya malu karena sebagai orang kaya raya mau makan makanan pemberian dari orang yang tidak selevel dengan

  • Sang Penakluk Wanita   bab. 127

    Sehan duduk sembari melihat ke arah piring cumi-cumi asam pedas. Kebetulan habis mandi dia merasa lapar. Belum ada pergerakan dari Sehan. Menatap makanannya yang saat ini akan dia makan. Makanan yang dia inginkan sebenarnya adalah makanan higienis Sehan dan bukan dari pesanan orang lain yang digagalkan. "Meskipun enak rasanya aku tidak tertarik dengan lauk ini. Seperti sedang memakan sisa orang lain!" Sehan mengurungkan niatnya untuk memakan cumi-cumi asam pedas itu. Sehan mengambil ponselnya dan memilih untuk melihat pesan masuk. "Tante Zola ada apa lagi dia?" gumam Sehan menaikkan kedua alisnya saat melihat notif pesan masuk dari Tante Zola. 'Sehan, malam ini kalau kamu tidak sedang sibuk atau free maka layani lah Tante Raysa. Dia sangat ingin memakai mu. Sepertinya dia akan menjadi pelanggan tetap mu!' 'Satu lagi jika ada chat masuk dengan nomor asing, itu adalah pelanggan mu selanjutnya. Kamu bebas berkencan kapan saja sesuai mood mu.' Sehan mendelik sempurna, rup

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 126

    Kedua orang saling menatap tajam. "Benarkah? Aku yakin suatu saat kamu akan menginginkannya. Dan di saat iu iba, aku pastikan hanya aku lah yang kamu inginkan, Nona!" tegas Sehan sembari menekan dahi Chellia dengan telunjuknya. "Aduh, sakit!" teriak Sehan menahan sakit karena gigitan Chelia. Sehan tidak menjawab pertanyaan dari Chellia. Ia memilih mengabaikan saja karena pasti akan membawa masalah lain dan Sehan saat ini sedang malas debat. "Sudahlah, katakan buat apa kamu datang membawa makanan itu pada kami?" tanya Sehan dengan nada kesal. Ia kecewa karena makanan yang ia pilihkan tidak dimakan oleh Chellia. Chellia mengalihkan pandangannya dari tubuh Sehan ke arah piring saji berisi cumi pedas mania. "Mmm, begini. Saat ini makanan yang dikirim ke kamarku berlebihan, dan aku lihat kakak tadi belum makan. Jadi aku bagi sedikit makanan untuknya. Siapa tau dia merasa lapar atau bagaimana gitu," jawab Chellia dengan menatap ke arah salah satu tangannya yang membawa piring saj

  • Sang Penakluk Wanita   bab 125

    Tante Felicia benar-benar menguasai tubuh Sehan seorang diri. Wanita itu tersenyum sembari memejamkan mata saat dirinya sampai di puncak sedangkan Sehan belum merasa apa-apa. Bruk! Tante Felicia lemas dan menjatuhkan dirinya di samping tubuh Sehan. Beberaap menit kemudian dengkuran halus terdengar dari bibir Tante Felicia. "Sial, wanita itu seenaknya sendiri tidur begitu saja tanpa pedulikan aku yang belum sampai puncak pun!" geram Sehan kesal karena dia belum sampai puncak, Tante Felicia sudah tidur duluan. Sehan menyingkirkan tangan Tante Felicia yang masih berada di atas dadanya. Ia bangkit dari tidurnya dan akan menyelesaikan nafsunya dengan bermain solo di kamar mandi. "Aaargh, sial sekali! Lagi-lagi aku harus menuntaskan hasratku sendiri di kamar mandi! Entah kenapa tidak ada wanita yang bisa bertahan lebih lama dariku!" gumam Sehan sembari mengumpulkan kembali bajunya yang berserakan di lantai. Dengan langkah lunglai, Sehan menuju ke kamar mandi. Saat hendak sa

  • Sang Penakluk Wanita   bab 124

    Sehan seketika terdiam, ia tidak berani menggerakkan tubuhnya. Pasrah kemana tante Felicia akan membawa dirinya. "Sepertinya aku tidak akan bisa lepas dari tante Felicia. Selain berkuasa dan beruang, wanita ini sangat galak sekali. Hanya melirik saja tidak boleh, apalagi ketahuan kalau sedang melayani tamu pastilah wanita itu akan lebih heboh lagi," gumam Sehan di dalam hati. Saat ini yang ada di alam pikiran Sehan adalah mmeredam amarah dari tante Felicia. Tidak mau kehilangan sumber ATM-Nya Sehan kembali meurut dengan apa yang diperbuat tante Felicia. Bab. Tante Felicia menarik tubuh Sehan masuk ke dalam kamarnya. "Sehan, katakan apakah kamu tertarik dengan wanita itu?" Tanya tentang Felicia setelah mereka berdua sampai di dalam kamar. Sehan menggeleng dengan cepat. Tidak ingin wanita itu semakin marah kepadanya. "Tidak, Tante. Aku tidak sama sekali tidak tertarik dengan dia. Mana bisa aku tertarik dengan wanita sombong itu." Sehan menjawab dengan tatapan penuh harap k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status