Share

Teman sekelas

Author: Mr.Xg
last update Huling Na-update: 2025-10-07 08:42:07
Hari-hari saat berada di akademi adalah periode yang sangat menantang bagi Wo Long. Dia harus terus menenangkan dirinya, bersabar menghadapi setiap hinaan dan perlakuan buruk dari orang-orang, tetapi untungnya teman-teman sekelasnya tidak seperti itu.

Mereka semua hanya fokus pada pembelajaran dan bahkan tanpa canggung mereka mengajak Wo Long berkumpul dan berbicara ketika jam istirahat.

Semua orang yang biasanya mereka pergi keluar atau ke kantin hanya untuk makan, kini mereka semua satu kelas memilih untuk diam di kelas, duduk lesehan di lantai dengan membentuk melingkar. Mereka ingin lebih mendekatkan diri masing-masing dengan teman sekelas, dan itu ide dari pemimpin kelas.

"Wo Long, aku salut padamu karena bisa tahan dengan semua perlakuan buruk dari orang-orang," ucap seorang perempuan bernama Mei-Mei, nadanya penuh simpati.

"Tapi kamu jangan khawatir ya, karena kami semua di sini adalah teman sekelasmu, jadi kami tidak akan melakukan hal itu. Kami juga kalau harus dihada
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sang Penentang Aturan   Kelahiran Utusan Sang Pencipta yang mengguncang Langit dan Bumi

    Suara terompet kerajaan yang terbuat dari tanduk monster laut terus bergema, membelah kebisingan di Stadion Sembilan Awan. Matahari tepat berada di atas kepala, memberikan pencahayaan yang sempurna bagi panggung batu yang kini telah ternoda oleh bekas-bekas pertarungan sebelumnya. Sorak-sorai penonton bagaikan ombak yang tak henti-hentinya menghantam tribun. Di tengah arena, kini bagian Si Wuya yang berdiri dengan tenang. Jubah ungu tuanya melambai tertiup angin yang entah mengapa mulai berembus dengan frekuensi yang tidak wajar. Lawannya adalah Raksasa Grog, jawara dari Sekte Gunung Barat, seorang pria dengan tinggi dua meter lebih yang membawa kapak raksasa dengan berat ratusan kilogram. "Sekte Ilusi hanyalah sekte keberuntungan! Pertarungan perwakilan pertama kalian itu hanya beruntung saja. Dan sekarang akan ku perlihatkan bahwa orang-orang dari sekte kecil tidak pantas berada di sini, akan kuhancurkan tulang-tulangmu, bocah!" teriak Grog sambil menghantamkan kapaknya ke

  • Sang Penentang Aturan   Kompetisi sembilan awan

    di sudut terjauh bagian bangunan sekte ilusi, terdapat sebuah rumah kayu yang sudah lapuk hampir reyot berdiri dengan sunyi. Dan itu adalah rumah kediaman keluarga Kaelan. Di dalamnya, terdapat seorang wanita tua, ibu dari Kaelan sedang tertidur lelap, dia tidak menyadari bahwa maut sedang merayap masuk ke halaman rumahnya. ​Muncul enam sosok berpakaian hitam di halaman rumah yang hampir rubuh itu, dan mereka adalah anggota dari faksi rahasia Elder Lin yang bergabung dengan Tetua Chang Min yang selalu menindas keluarga Kaelan. para kultivator itu bergerak dengan kelincahan predator. Pemimpin mereka, seorang pria dengan bekas luka di mata kirinya, memberi isyarat tangan. "Ingat instruksi Elder Lin," bisiknya dengan suara serak yang nyaris hilang ditelan angin. "Jangan bunuh wanita penyakitan itu. Karena kita membutuhkan dia hidup-hidup untuk memastikan Kaelan tidak bisa melawan. Jika bocah itu berani bertindak, maka wanita ini akan menjadi taruhannya agar dirinya tidak berani

  • Sang Penentang Aturan   Berkumpul di sungai

    Larut malam telah tiba ketika Wo Long dan Thanzi melangkah menyusuri jalan setapak berbatuan menuju bukit tempat tinggal mereka yang terisolasi. Suara jangkrik dan desir angin di antara pepohonan bambu memberikan melodi ketenangan yang sudah lama tidak Wo Long rasakan. Setibanya di dalam bangunan kayu, Wo Long tidak langsung beristirahat. Ia menuju ke meja kerjanya yang dipenuhi dengan tanaman obat kering dan botol-botol kristal. Thanzi duduk di kursi kayu di sudut ruangan, memperhatikan Wo Long dengan tatapan lembut. Untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir, Thanzi melihat ketegangan di bahu Wo Long mulai mengendur. Tidak ada lagi api kemarahan yang meluap-luap seperti saat Wo Long berlatih di bawah air terjun tempo beberapa hari. "Kau akan mulai meracik lagi, Kak?" tanya Thanzi sambil tersenyum kecil. Wo Long mengangguk, tangannya dengan terampil memilah kelopak bunga Matahari Pagi. "Latihan fisik memang penting, tapi untuk seorang alkemis sejati, ketenangan dapa

  • Sang Penentang Aturan   Jebakan Ilusi

    Siang itu, matahari di atas wilayah perbatasan Kerajaan Angin terasa menyengat, namun di tepi sungai yang mengalir di kaki gunung dekat Sekte Ilusi, udara terasa lebih sejuk berkat rindangnya pohon-pohon kuno. Sekelompok murid perempuan, yaitu Mei-Mei, Xuan Ji putri Kepala Sekte, Han Lie, Wei, Zhee Lin, dan yang lainnya, yang baru saja menyelesaikan tugas harian mereka mengambil air dan mencuci jubah-jubah latihan. Suasana sangat riuh dengan tawa dan obrolan ringan. Mereka sedang membicarakan betapa pesatnya kemajuan kultivasi mereka sejak kedatangan kelompok Wo Long. "Kalian juga melihatnya bukan? Sejak meminum pil pemurni meridian dari Tetua Zee, gerakanku menjadi jauh lebih ringan," puji Xuan Ji sambil memeras kain. "Benar, rasanya seperti beban berat di tubuhku juga terasa seperti terangkat," jawab murid sekte perempuan lainnya dengan wajah berseri-seri, sedangkan Mei-Mei dan teman-teman kelas B perempuan lainnya hanya tersenyum geleng-geleng kepala. Namun, keceriaan itu m

  • Sang Penentang Aturan   Perjuangan, harapan, dan pemberontakan.

    Thanzi, yang kini telah mampu berdiri tegak dengan aura Ranah Raja Puncak yang tenang namun menindas, berjalan perlahan keluar dari bukit belakang setelah pamit terlebih dahulu kepada Wo Long. Di sampingnya, Komandan Ren berjalan dengan langkah tegap, menjalankan tugasnya untuk memperkenalkan dunia yang selama setahun ini hanya dirasakan Thanzi lewat sisa-sisa energi. "Tuan Muda Thanzi, selamat datang di sekte kami," ujar Komandan Ren dengan nada bicara yang penuh hormat namun hangat. "Aku tahu dari Tuan Muda Eo Long kalau kalau tuan muda pasti bisa merasakan sekitar saat tertidur, tapi melihat dengan mata kepala sendiri adalah hal yang berbeda." Dirinya di mintai oleh Tetua Bao Li agar memperkenalkan tempat ini kepada Thanzi, dan dengan senang hati dirinya melakukan hal tersebut. Thanzi mengangguk pelan, matanya yang berwarna perak tajam menatap ke sekeliling. "Kau benar, Komandan. Saat aku tertidur lelap, aku hanya bisa merasakan getaran energi dan aroma. Aku tahu tempat ini lua

  • Sang Penentang Aturan   Menjadi iblis di mata dunia

    Setelah setahun lebih terlelap dalam belenggu racun, Thanzi akhirnya terbangun. Ruangan alkimia yang biasanya panas dan penuh tekanan kini terasa dingin setelah tungku peracikan dipadamkan. Thanzi mendudukan dirinya di tempat tidur batu giok, ia mencoba menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya matahari yang masuk dari celah jendela. Di depannya, terdapat Wo Long berdiri dengan tatapan penuh keharuan. Namun, di balik senyum hangat orang yang telah dirinya anggap sebagai kakaknya sendiri, Thanzi merasakan sesuatu yang mengganjal padanya, seperti ada sebuah kekosongan yang dalam, seolah-olah separuh jiwa Wo Long baru saja direnggut paksa. Thanzi menatap sekeliling ruangan yang asing baginya. Ia mencium sisa-is aroma yang lembut, aroma yang tidak berasal dari bahan obat mana pun. "Kak..." suara Thanzi pelan, namun berwibawa. "Di mana perempuan yang selama ini bersamamu?" Wo Long tertegun sejenak. Tangannya yang sedang merapikan botol obat sedikit gemetar, namun ia segera meng

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status