공유

Chapter 219.

작가: Amaleo
last update 게시일: 2026-06-29 13:13:24
Yuna terdiam sejenak sambil menimbang-nimbang, sebelum akhirnya mendengus pelan pasrah.

“Baiklah. Tapi kita ketemu di mana?”

"Bukit kecil di pinggir kota. Yang dulu pernah kita duduk bersama," jawab Firas dengan rendah.

Yuna terdiam sejenak. Ia tahu tempat itu.

Bukit kecil di pinggiran kota yang hampir tak pernah ramai. Waktu itu, saat hidupnya terasa terlalu berat untuk ditanggung sendiri, Firas-lah yang membawanya ke sana.

Mereka hanya duduk berdampingan, dan Yuna menumpahkan semua yang i
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 219.

    Yuna terdiam sejenak sambil menimbang-nimbang, sebelum akhirnya mendengus pelan pasrah. “Baiklah. Tapi kita ketemu di mana?” "Bukit kecil di pinggir kota. Yang dulu pernah kita duduk bersama," jawab Firas dengan rendah. Yuna terdiam sejenak. Ia tahu tempat itu. Bukit kecil di pinggiran kota yang hampir tak pernah ramai. Waktu itu, saat hidupnya terasa terlalu berat untuk ditanggung sendiri, Firas-lah yang membawanya ke sana. Mereka hanya duduk berdampingan, dan Yuna menumpahkan semua yang ia tahan selama berminggu-minggu—tentang ibunya, tentang seseorang yang mengikatnya, bahkan tentang rasa lelah yang tak pernah ada habisnya. Firas tidak banyak bicara waktu itu. Ia hanya mendengarkan. Dan di tempat yang sama pula, untuk pertama kalinya Firas mengakui perasaan sebenarnya pada Yuna. "Baik," jawab Yuna akhirnya. "Saya ke sana.” "Sampai nanti." Klik. Telepon terputus. Yuna menurunkan ponsel dari telinganya. Pandangannya sejenak menerawang ke lampu-lampu kota di luar jendela seb

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 218.

    Yuna menatap pria di hadapannya dalam diam. Suara Kai beberapa menit lalu masih bergema di kepalanya.“Sekarang saya hanya ingin jawabanmu.”Jawaban.Ironis sekali.Padahal dulu yang ia pikirkan setiap hari hanyalah bagaimana bertahan hidup hingga kontrak itu berakhir. Namun kini, ketika akhir itu benar-benar tinggal hitungan jam, ia justru tak sanggup melangkah pergi.Pikirannya tanpa sadar kembali pada malam ketika semuanya dimulai. Basement itu menjadi titik balik hidupnya. Dari sana, Kai menawarkan kontrak satu bulan yang terpaksa ia terima demi menyelamatkan ibunya. Lalu hotel mewah itu ... dan satu malam yang mengubah seluruh hidupnya hingga tak pernah kembali seperti semula.Awalnya, ia sangat membenci Kai.Pria arogan yang mengendalikan hidupnya sesuka hati. Yang membuat aturan, memaksanya tinggal di penthouse, bahkan sampai harus tidur bersama di satu ranjang.Namun perlahan, bayangan-bayangan lain mulai muncul. Lebih lembut, bahkan lebih dalam.Kai yang menepati janjinya un

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 217.

    Dunia Yuna terasa berhenti berputar. Jantungnya berdegup kencang, hampir menyakitkan. Pria itu baru saja mengatakan sesuatu yang tidak pernah Yuna bayangkan akan keluar dari mulutnya. "Karena saya tidak ingin kamu pergi." “Terimalah saya, Yuna. Dan tinggal lah di sini bersama saya.” Kalimat-kalimat itu terus terngiang di kepalanya, tak mau hilang. Yang paling membuat Yuna gelisah adalah kenyataan bahwa kali ini ia tidak merasakan jebakan apa pun di balik ucapan Kai. Tidak ada kontrak yang mengikat, tidak ada ancaman tersembunyi, dan tidak ada syarat yang memaksanya untuk mengangguk. Hanya ada ketulusan yang mentah dan hampir rapuh. Seolah Kai sedang memohon untuk pertama kalinya sejak bertemu, meski dengan cara yang masih penuh dominasi. Yuna memalingkan wajah. Pipinya terasa membara karena tak sanggup menatap mata Kai lebih lama. “Kai … saya … butuh waktu untuk berpikir,” suaranya pelan dan hampir bergetar. “Kali ini … Anda nggak akan paksa saya, kan?” Kai terdiam lama. Mata

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 216.

    Dunia Yuna langsung berhenti berputar. Jantungnya kini berdegup tidak karuan.Yang benar saja … Kai yang biasanya selalu mengontrol segalanya dengan dingin dan perhitungan, kali ini justru mengatakan hal yang sama sekali tidak masuk akal. Tangannya masih menggenggam pergelangan Yuna dengan kuat.Yuna berusaha melepaskan tangannya sambil mendorong dada Kai yang bidang dengan sekuat tenaga agar bisa berdiri. Tapi pria itu tak kunjung melepaskannya.Yuna terengah panik.“Kai ... Anda bercanda ya? Lepasin nggak?”Kai tetap menahan tubuh Yuna di pangkuannya. Yuna mulai meronta lebih keras. Tubuhnya bergoyang-goyang mencoba lepas, hingga suara Yuna mulai naik.“Kai, Anda ini mau mengikat dan mengurung saya atau apa? Tolong … jangan begini.”Kai masih di posisi tenang dan mengakuinya begitu blak-blakan.“Ya. Saya mau mengikat kamu.”Yuna tercengang. Matanya membelalak lebar.“Anda sudah gila ya?!”Kai tersenyum tipis sejenak. Lalu dengan satu gerakan kuat, Kai mendorong Yuna hingga punggung

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 215.

    Perjalanan pulang menuju penthouse berlangsung dalam keheningan. Yuna menyetir sambil berusaha memusatkan perhatian pada jalanan malam yang diterangi lampu-lampu kota. Namun pikirannya masih dipenuhi terlalu banyak hal yang terjadi dalam satu malam, membuat kepalanya terasa berat sejak tadi. Mulai dari kedatangan Firas yang tiba-tiba, pengakuan Kai di koridor lantai VIP, reaksi Kendrik yang terlihat jauh lebih tegang saat pamit, kontrak yang tinggal delapan hari lagi. Hingga pengakuan Kai yang sampai sekarang masih membuat jantungnya berdebar tidak wajar setiap kali mengingatnya. Mobil akhirnya memasuki area basement pribadi gedung apartemen. Dan beberapa menit kemudian, Yuna dan Kai sudah tiba di penthouse. Begitu pintu terbuka, Kai langsung melepas jasnya dan berjalan masuk lebih dulu. Yuna yang masih memperhatikan luka di sudut bibir pria itu langsung mengikuti. "Duduk." Kai menoleh. "Apa?" "Duduk dulu." Kai mengangkat alis tipis. "Saya baik-baik saja." "Tolong, Anda

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 214.

    “Firas?” suara Yuna terdengar kaku dan terkejut. “K-kenapa kamu di sini?” Pertemuan ini benar-benar datang di waktu yang salah. Firas berjalan mendekat dengan napas masih sedikit tidak beraturan seolah ia memang datang terburu-buru. “Tadi kamu menutup telepon terlalu cepat,” jawabnya. “Saya jadi khawatir.” Yuna langsung merasa bersalah. “Ah, maaf, Firas. Tadi ada sesuatu yang buat saya harus putusin panggilannya lebih dulu.” Firas terdiam sebelum matanya bergeser ke Kai di samping Yuna. Saat tatapannya langsung jatuh ke sudut bibir Kai yang masih berdarah, ekspresinya berubah. Firas memicingkan mata dan terkekeh pelan—suara tawa yang sarkastik dan tajam, sangat berbeda dari nada lembutnya yang biasa. “Bekas pukulan itu …” gumamnya sambil menatap Kai. “Saya nggak nyangka ternyata Anda malah terlibat masalah lagi di rumah sakit ini.” Yuna menegang keras di tempat dengan perasaan gelisah. “Firas, tolong … jangan bilang seperti itu,” ucap Yuna pelan. Firas menoleh ke Y

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 134.

    Yuna keluar dari lift gedung firma dan berjalan di basement menuju mobil sedan murahnya. Pikirannya sudah penuh oleh semua yang telah terjadi hari ini dan kelelahan yang menumpuk. Ia naik mobil, menyalakan mesin, dan bergerak keluar dari area gedung firma. Sesuai janji pada Ibunya, ia akan ke rumah

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 133.

    Yuna terdiam. Ucapan Alya barusan masih menggantung di udara hingga menekan dadanya tanpa ampun. Tenggorokannya terasa kering. Ya Tuhan …. Ia sebenarnya ingin sekali jujur apa adanya. Tapi seperti biasa, ketakutan datang lebih dulu. Lantas, ia menarik napas pelan dan memaksa dirinya tetap terli

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 132.

    Yuna tersentak hebat. Dadanya seperti diremas kuat-kuat oleh pertanyaan Alya yang langsung mengenai titik paling sensitif. Pertanyaan Alya barusan terdengar ringan, tapi menghantam tepat di titik paling rapuh dalam diri Yuna. Jantungnya langsung berdegup lebih cepat. Perasaan panik, lelah dan be

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 131.

    Yuna melangkah pelan memasuki lantai firma dengan tatapan kosong. Pagi masih terlalu sepi, dan ia memang sengaja datang lebih awal dengan ojek motor. Mobil sedannya masih terparkir di basement gedung, dan ia tidak ingin mengambil risiko bertemu Kai saat harus berangkat dari penthouse.Ia

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status