Share

Bab 180

Penulis: Langit Berawan
last update Tanggal publikasi: 2026-08-28 06:11:31

Malam yang dinantikan oleh Adirah akhirnya tiba. Hotel Grand Hilton disulap menjadi tempat yang luar biasa megah untuk menyambut acara Gala Dinner tahunan Shine Group.

Lampu gantung kristal berukuran raksasa memancarkan cahaya keemasan yang mewah, menerangi seisi aula besar yang telah dipadati oleh para pengusaha kelas atas, pejabat pemerintahan, dan jajaran direksi terkemuka.

Alunan musik klasik dari kelompok orkestra mini di sudut ruangan menambah kesan eksklusif dan formal malam itu.

Adira
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 182

    Saat pergumulan di atas ranjang itu baru saja dimulai dengan dominasi Clara, namun situasi akhirnya berbalik dengan sangat drastis dalam hitungan detik. Satrio menatap Clara dengan sepasang mata yang mendadak berkilat tajam, kehilangan seluruh gurat kepolosan yang ia tunjukkan sejak sore tadi.Dengan satu gerakan cepat yang sangat bertenaga, Satrio mencengkeram kedua pergelangan tangan Clara dan menguncinya di atas kepala wanita itu. Satrio membalikkan posisi tubuh mereka dengan sangat mudah. Kini, giliran Satrio yang berada di atas, mengurung tubuh Clara di bawah kungkungan tubuh kekarnya yang mendominasi.Clara tersentak kaget, matanya terbelalak melihat perubahan ekspresi Satrio yang mendadak berubah total menjadi sosok pria yang sangat dingin dan sarat akan aura kejantanan yang liar."Nona Clara... siapa bilang saya tidak tahu cara melakukannya?" bisik Satrio dengan suaranya yang kini terdengar sangat berat dan penuh hasrat. .Sebelum Clara sempat mencerna apa yang terjadi, Satr

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 181

    Gala dinner tahunan Shine Group akhirnya resmi berakhir menjelang tengah malam. Para tamu undangan mulai meninggalkan aula Hotel Grand Hilton satu per satu. Namun, bagi Clara Mahardika, malam ini barulah sebuah permulaan. Efek magis dari liontin giok pemikat yang memancar dari tubuh Satrio telah meracuni seluruh sistem saraf dan pikirannya. Hasrat yang membara di dalam dadanya membuat pengusaha muda di bidang elektronik itu sama sekali tidak rela jika harus berpisah dengan Satrio begitu saja.Saat mereka berdiri di area lobi hotel yang mulai sepi, Clara memajukan tubuhnya, menatap Satrio dengan pandangan mata yang sayu dan penuh damba. "Pak Satrio, malam masih sangat muda. Bagaimana kalau kita melanjutkan pesta ini ke tempat yang lebih seru?" bisik Clara dengan suara yang terdengar sangat manja.Satrio menaikkan sebelah alisnya, berpura-pura terkejut. "Melanjutkan pesta? Ke mana, Nona Clara? Saya pikir acara malam ini sudah selesai."Clara tertawa kecil, menganggap respons Satrio san

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 180

    Malam yang dinantikan oleh Adirah akhirnya tiba. Hotel Grand Hilton disulap menjadi tempat yang luar biasa megah untuk menyambut acara Gala Dinner tahunan Shine Group. Lampu gantung kristal berukuran raksasa memancarkan cahaya keemasan yang mewah, menerangi seisi aula besar yang telah dipadati oleh para pengusaha kelas atas, pejabat pemerintahan, dan jajaran direksi terkemuka. Alunan musik klasik dari kelompok orkestra mini di sudut ruangan menambah kesan eksklusif dan formal malam itu.Adirah hadir dengan penampilan yang luar biasa memukau. Sebagai sekretaris utama, ia bertugas mendampingi Satrio sepanjang acara berlangsung. Adirah mengenakan gaun malam panjang berwarna hitam elegan yang melekat pas di tubuhnya, memperlihatkan siluet tubuhnya yang proporsional. Namun, di balik senyuman ramah yang ia tebar kepada para tamu undangan, pikiran Adirah sepenuhnya terfokus pada rencana besar yang sudah ia susun dengan sangat rapi sejak seminggu lalu.Di sampingnya, Satrio berjalan denga

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 179

    "Aku tidak ingin keluar dari Shine Group, karena aku masih membutuhkan pekerjaan ini untuk pengalaman kerjaku. Namun, aku mohon dengan sangat, Rio... tolong pindahkan saya ke divisi lain," pinta Malika dengan nada memohon yang sangat pilu. "Pindahkan saya ke bagian logistik gudang di lantai bawah, divisi kearsipan, atau divisi mana saja yang tidak berhubungan langsung dengan kamu, Rio. Aku tidak ingin lagi menjadi pusat perhatian dan sasaran kemarahan dari staf atau keluarga pemilik perusahaan ini."Malika menundukkan kepalanya dalam-dalam, bahunya bergetar menahan tangis yang kembali pecah. "Posisiku di sini hanya staf bawah, Satrio. Aku tidak memiliki kekuatan atau kuasa apa pun untuk melawan orang-orang seperti Nona Debby atau Nona Adirah. Berada di dekat kamu hanya akan membawa masalah besar bagi keselamatan dan nama baikku di kantor ini."Satrio terdiam seribu bahasa mendengar penuturan jujur dari Malika. Kalimat gadis itu laksana tamparan keras bagi dirinya sebagai seorang pri

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 178

    Suasana di area pantry lantai tiga siang itu tergolong sepi karena sebagian besar karyawan memilih untuk keluar mencari makan siang di luar gedung.Aroma kopi hitam yang baru diseduh menguar di udara, bercampur dengan kehangatan sisa panggangan roti. Namun, di sudut ruangan yang agak tersembunyi dekat jendela besar, dua orang wanita tampak sedang berdiri berdekatan. Mereka berbincang dengan nada suara yang sangat lirih, hampir seperti berbisik, demi menjaga agar obrolan mereka tidak bocor ke luar ruangan.Pertemuan Adirah dengan Selina di pantry siang itu tampak membuat keduanya sangat antusias mengenai kejadian tadi pagi, saat Debby melabrak Malika di divisi administrasi lantai lima. Kabar tentang keributan tersebut sudah menyebar luas laksana api yang membakar rumput kering di seluruh lantai operasional kantor Shine Group, menjadi bahan gosip paling hangat di kalangan para staf bawah.Adirah mengaduk cangkir teh di tangannya perlahan, membiarkan bunyi dentingan sendok kecil beradu

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 177

    Dari celah sempit pintu ruang Presiden Direktur, Adirah melihat dengan sangat jelas bagaimana Satrio dan Debby sedang bermesraan dengan begitu intim di atas sofa. Mereka berdua berpelukan sangat erat, saling membelai, dan berciuman dengan penuh gairah tanpa memedulikan risiko bahwa ada orang lain yang bisa saja masuk ke dalam ruangan tersebut kapan saja.Melihat pemandangan itu, rahang Adirah seketika mengetat. Sepasang matanya berkilat memancarkan rasa cemburu yang amat sangat dan amarah yang membakar jiwanya. Kemarin siang, ia baru saja merasakan kebahagiaan karena bisa berdekatan dengan Satrio di kantin eksekutif, namun hari ini ia harus menyaksikan pria yang sama sedang mencumbu wanita lain dengan begitu liarnya di dalam ruang kerja utama.Rasa sakit hati dan penghinaan itu membuatnya sangat marah, hingga jemarinya yang memegang map berkas mencengkeram kertas-kertas tersebut hingga kusut. Adirah merasakan dorongan yang sangat kuat di dalam dirinya untuk mendobrak pintu itu, berter

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 3

    Satrio terduduk di tepi ranjang dengan napas yang mulai tidak beraturan. Kamar itu terasa semakin panas, seolah oksigen di dalamnya telah habis terbakar oleh aura mistis yang memancar dari liontin di lehernya. Selina berlutut di depannya dengan gerakan yang sangat berani dan terlatih.Perlahan, jem

  • Satrio Sang Penguasa Wanita    Bab 2

    Sinar matahari sore menembus kaca jendela besar di lantai 9 gedung perkantoran elit itu, menyinari sosok Aizar Surya Prambudi yang berdiri membelakangi meja kerjanya. Sebagai Presdir yang baru saja dilantik, ia memiliki segalanya: kekuasaan, kekayaan, dan pesona yang sulit ditolak. Namun, di balik

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 1

    Debu jalanan desa yang kering menempel di kulit Satrio saat ia membantu ayahnya mengangkut hasil tani yang tak seberapa ke pinggir jalan. Di bawah terik matahari yang menyengat, pemuda itu hanya mengenakan kaos lusuh yang sudah tipis warnanya. Meski tubuhnya terlihat lelah, matanya tetap jernih, me

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 5

    Satrio mematung. Napasnya memburu, namun bukan karena gairah, melainkan karena syok. Miliknya yang tadi menegang hebat kini terasa ngilu karena interupsi yang mendadak. Ia menatap pintu dengan ngeri, seolah-olah Tante Inet bisa melihat apa yang baru saja ia lakukan melalui serat-serat kayu pintu ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status