Compartilhar

Bab 253

last update Data de publicação: 2026-10-26 23:45:05

Malam itu, sekembalinya dari rumah Pak Aizar, suasana batin Satrio kacau. Ia tidak bisa memejamkan mata di dalam kamar tidurnya yang sepi. Pikiran pemuda itu masih sangat terganggu dengan kejadian. Dia terus memikirkan wajah kecewa Debby yang menangis.

Udara terasa sangat dingin dan pengap, berbanding terbalik. Kejadian di lantai atas rumah Presdir terus berputar. Terutama dengan hawa panas yang terus memancar dari. Rasa panas yang membakar kulit dada berasal giok.

Detak jarum jam dinding berbu
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 254

    Keesokan paginya, dampak buruk ritual gaib itu terlihat nyata. Kantor Shine Group mendadak terasa sunyi dan mencekam. Adirah datang dengan wajah yang sangat pucat sekali. Lingkaran hitam tebal menghias di bawah matanya.Tubuhnya gemetar hebat saat mengetik laporan kerja harian. Seluruh energinya tampak telah terkuras habis tanpa sebab. Satrio menatap sekretaris itu dengan perasaan sangat cemas. "Mbak Adirah, kamu sakit?" tanya Satrio pelan.Adirah mendongak dengan tatapan mata yang sangat sayu. "Aku tidak tahu, Rio, badanku lemas sekali," jawabnya parau. "Kepalaku pusing dan dadaku terasa sangat sesak." Satrio terdiam mendengar keluhan dari sekretaris utama itu.Di lantai bawah, kondisi Selina tidak jauh berbeda. Sang Kepala Customer Service mendadak pingsan saat brifing. Semua anggota tim di lobi menjadi sangat panik. Satrio yang baru turun segera berlari mendekat menolong.Ia terkejut merasakan telapak tangan Selina sedingin mayat. Getaran halus liontin giok di dadanya mendadak berd

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 253

    Malam itu, sekembalinya dari rumah Pak Aizar, suasana batin Satrio kacau. Ia tidak bisa memejamkan mata di dalam kamar tidurnya yang sepi. Pikiran pemuda itu masih sangat terganggu dengan kejadian. Dia terus memikirkan wajah kecewa Debby yang menangis.Udara terasa sangat dingin dan pengap, berbanding terbalik. Kejadian di lantai atas rumah Presdir terus berputar. Terutama dengan hawa panas yang terus memancar dari. Rasa panas yang membakar kulit dada berasal giok.Detak jarum jam dinding berbunyi nyaring, memecah. Suara itu terdengar konstan di dalam ruangan yang. Suasana kesunyian malam yang mendadak terasa mencekam. Satrio merasa ada entitas besar yang sedang mengintipnya.Satrio mencoba duduk di tepi kasur demi menenangkan. Tepat pada pukul dua dini hari, aroma mawar. Wangi mawar yang biasanya menyegarkan mendadak berubah. Perubahan bau gaib itu membuat bulu kuduknya.Wangi itu perlahan berganti menjadi bau anyir darah. Aroma anyir yang pekat dan menusuk hidung. Bau anyir darah me

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 252

    Setibanya di rumah mewah keluarga Presdir, suasana rumah sangat sunyi. Pak Aizar belum pulang dari pertemuan bisnis di luar kota hari ini. Awalnya Satrio ingin langsung pulang setelah mengantar gadis manja itu. Namun, Debby menarik tangan Satrio menuju kamarnya di lantai dua.Debby memohon dengan raut wajah yang sangat penuh harap. "Tolong bantu aku melihat bagian program skripsinya yang kembali eror," pinta Debby. Satrio menurut, menyadari bahwa ia sedang melangkah masuk ke sana. Pria itu tahu diri bahwa dia sedang masuk ke dalam kandang domba yang empuk.Mereka berdua berjalan menaiki anak tangga yang megah. Di dalam kamar ber-AC yang harum vanila itu, suasana berubah. Wangi buah vanila manis bercampur dengan udara dingin yang menusuk. Debby sengaja mengunci pintu dari dalam kamar tidurnya yang luas.Satrio berjalan mendekati meja belajar untuk memeriksa layar monitor komputer. Layar komputer itu menampilkan barisan kode pemrograman skripsi yang rumit. Tiba-tiba langkah kaki lembut t

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 251

    Begitu Debby dan Satrio hanya berdua di dalam ruangan yang kedap udara, suasana berubah. Amarah yang meledak-ledak tadi mendadak mencair menjadi kecanggungan yang manis sekali. Debby berdiri terpaku di depan meja kerja. Ia yang tadinya ingin memarahi Satrio karena mengabaikan pesan, langsung terdiam.Dia mendadak merasa seluruh persendian tubuhnya mendadak lemas saat mencium aroma mawar gaib yang pekat. Wangi mistis menguar dari tubuh Satrio memenuhi seluruh penjuru ruangan pribadi. Di matanya, Satrio tampak begitu dominan dan memikat malam ini. Pesona ketampanan wajah Satrio tanpa kacamata benar-benar sangat mematikan."Kenapa kamu diam saja menatapku seperti itu, Debby?" tanya Satrio. Suara bariton pria itu terdengar sangat tenang namun berwibawa. Debby membuang muka demi menyembunyikan rona merah di pipinya. Jantungnya berdetak sangat kencang karena debaran hasrat yang membara."Kamu jahat, Rio. Kenapa pesanku jarang dibalas? Katakan padaku!" seru Debby. Nada suaranya kini berubah

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 250

    Di tengah kekacauan skandal internasional yang belum sepenuhnya reda, suasana masih mencekam. Banyak pihak masih membicarakan masalah besar yang terjadi kemarin. Debby duduk melamun di kamarnya yang megah sendirian. Tatapan matanya kosong menatap ke arah dinding kamar tidur.Sejak pertemuan sore itu, hatinya menjadi sangat tidak tenang. Bayangan wajah Satrio terus menghantui pikirannya selalu. Ketampanan pria itu benar-benar melekat erat di dalam ingatan dan mudah membuatnya rindu, terutama jika termenung sendiri. Hal itu membuat pikiran Debby menjadi sangat kacau sekali.Dia bahkan hingga ia tidak bisa fokus menyusun skripsi kuliahnya. Tumpukan buku di atas meja belajar diabaikan begitu saja. Sudah cukup lama sejak sibuk dengan skripsinya. Ia tak bertemu Satrio secara langsung di luar rumah.Rasa rindu yang mendalam kini berubah menjadi rasa penasaran. Bahkan surat pesan singkat yang ia kirimkan tidak memuaskan. Pesan-pesan manis itu hanya dibalas seadanya oleh Satrio dingin. Sikap a

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 249

    Satrio yang tanpa pakaian selembar pun melangkah mendekat. Pria tampan itu kemudian duduk di samping putih dengan perlahan. Wajah cantiknya memancarkan aura mistis yang sangat menenangkan jiwa. Satrio lalu meraih tangan wanita cantik itu tanpa ragu.Dia memegang jemari lentik itu dengan penuh perasaan hangat. Satrio memandangi wajah Putih dan mengecupnya dengan lembut sekali. Sentuhan fisik itu membuat rasa cemasnya hilang seketika. Satrio mengatakan putih datang tepat pada waktunya malam ini."Aku sedang mengalami masalah yang sangat besar, Putih," lirihnya. Putih hanya tersenyum tipis mendengar keluhan dari pria itu. Satrio menceritakan semua masalahnya tentang boikot para wanita kantor. Dia juga mengeluhkan tentang rasa sakit di dadanya tadi."Mengapa Adirah bisa lepas dari pesona giok ini?" tanya Satrio. Putih membelai rambut Satrio dengan penuh rasa kasih sayang. Putih menjelaskan, giok itu tidak akan bekerja pada jiwa lemah. "Benda itu menolak yang rapuh dan mengharap belas kasi

  • Satrio Sang Penguasa Wanita    Bab 2

    Sinar matahari sore menembus kaca jendela besar di lantai 9 gedung perkantoran elit itu, menyinari sosok Aizar Surya Prambudi yang berdiri membelakangi meja kerjanya. Sebagai Presdir yang baru saja dilantik, ia memiliki segalanya: kekuasaan, kekayaan, dan pesona yang sulit ditolak. Namun, di balik

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 1

    Debu jalanan desa yang kering menempel di kulit Satrio saat ia membantu ayahnya mengangkut hasil tani yang tak seberapa ke pinggir jalan. Di bawah terik matahari yang menyengat, pemuda itu hanya mengenakan kaos lusuh yang sudah tipis warnanya. Meski tubuhnya terlihat lelah, matanya tetap jernih, me

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 5

    Satrio mematung. Napasnya memburu, namun bukan karena gairah, melainkan karena syok. Miliknya yang tadi menegang hebat kini terasa ngilu karena interupsi yang mendadak. Ia menatap pintu dengan ngeri, seolah-olah Tante Inet bisa melihat apa yang baru saja ia lakukan melalui serat-serat kayu pintu ka

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 4

    Satrio turun dari mobil dengan langkah ragu. Namun, saat ia melangkah mendekati teras, sesuatu yang aneh terjadi. Liontin giok di balik kemejanya mulai terasa hangat, seolah bereaksi terhadap kehadiran lawan jenis. Hawa panas itu menjalar, memberikan rasa percaya diri yang tiba-tiba meluap di dada

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status