Teilen

BAB 261

last update Veröffentlichungsdatum: 08.04.2026 23:17:12

Mata Elizabeth membelalak sempurna, seolah baru saja melihat hantu di hadapannya. Napasnya tercekat di tenggorokan.

Nama itu... nama yang seharusnya sudah terkubur bersama sejarah berdarah perebutan takhta berbulan-bulan yang lalu.

"Apa... apa maksudmu?" tanya Elizabeth, suaranya bergetar hebat, nyaris tenggelam dalam deru angin malam di balkon. Ia melangkah mundur satu tindak, menjauh dari Alexandria.

"Apa kau gila? Apa kau menemui mantan Putra Mahkota di penjara bawah tanah? Menghubungi tah
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 269

    Di saat gairah yang membara dan napas yang memburu tengah menyelimuti kamar utama istana kekaisaran, suasana yang sepenuhnya bertolak belakang justru tengah terjadi jauh di luar istana.Malam itu, bangunan megah milik seorang Viscount itu tampak sepi dari luar, seolah seluruh penghuninya telah terlelap. Namun, di salah satu ruang minum teh yang berada di sayap paling tersembunyi, Beatrice duduk dengan postur yang luar biasa kaku. Tanpa pengawal istana, tanpa pelayan yang mengiringi, Beatrice hadir secara diam-diam menembus pekatnya malam.Dengan wajah sedingin es, Beatrice mengangkat cangkir porselennya, menyesap teh hitam pekat itu dengan penuh wibawa. Tidak ada sedikit pun riak kegelisahan di wajahnya yang mulai dihiasi gurat usia, meski insting bertahannya memperingatkan bahwa tempat ini adalah sarang ular.Cklek.Suara derit pelan dari engsel pintu ganda memecah kesunyian ruangan. Dari balik bayang-bayang lorong, sesosok wanita melangkah masuk. "Lama tidak bertemu, Nyonya Beatr

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 268

    "Lucian..." erang Sienna manja, suaranya bergetar penuh permohonan. Sebuah rengekan manis yang lolos begitu saja dari sela-sela bibirnya yang masih basah.Sambil menahan napas, Sienna menatap mata suaminya dengan sorot memelas. Di dalam hati, ia sangat berharap pria itu akan segera kehabisan kesabaran. Ia menunggu Lucian memutar posisi mereka dan mengambil alih seluruh kendali permainan seperti yang selalu dilakukannya selama ini.Tapi... pria di bawahnya itu sama sekali tidak bergerak.Lucian hanya berbaring diam, punggungnya bersandar pada tumpukan bantal. Otot-otot perut dan dadanya menegang kaku layaknya pahatan batu tapi ia benar-benar menolak untuk membantu. Sepasang mata merahnya menyala tajam, menatap lurus ke arah wajah istrinya yang memerah padam, mengunci pandangan Sienna.Lucian perlahan melepaskan tangannya yang tadi membimbing tangan Sienna. Pria itu kemudian memindahkan kedua telapak tangannya yang besar ke pinggang ramping sang Permaisuri untuk menyibak gaunnya semak

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 267

    Jemari Sienna yang bergetar hebat akhirnya berhasil meloloskan pengait dan sabuk kulit tersebut. Dengan napas tertahan, ia menarik kain gelap itu turun sepenuhnya.Seketika, bukti nyata dari hasrat suaminya yang telah terbangkitkan sepenuhnya terpampang jelas tanpa penghalang apa pun, hanya satu jengkal dari wajah Sienna.Selama ini, pergumulan intim mereka lebih sering terjadi dalam dominasi Lucian. Sienna tidak pernah dihadapkan pada situasi di mana ia yang memegang kendali hingga sejauh ini dan melihat pusat gairah pria itu secara langsung dengan jarak begitu dekat.Mata biru Sienna membelalak sempurna. Jantungnya berdebar begitu gila hingga telinganya berdenging. Ukuran dan intensitas dari gairah sang Tiran Utara itu benar-benar mengintimidasi akal sehatnya. Nyali Sienna seketika menciut. Sebuah dorongan untuk menarik diri dan mundur merayap naik, membekukan pergerakannya. Tangannya yang masih mengambang di udara kini bergetar semakin kuat.Merasakan keraguan istrinya, tubuh Luc

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 266

    Sienna menggeleng pelan. Ia menatap lurus ke dalam manik mata merah suaminya."Aku tidak sedang memaksakan diriku, Lucian." bisiknya.Lucian membuang napas panjang, tatapannya melembut melihat raut wajah istrinya yang terlihat begitu bersungguh-sungguh."Sienna, tidak apa-apa. Kau tidak perlu menebus apa pun. Aku hanya sedang lelah hingga pikiranku kacau dan berbicara seperti tadi.""Tidak, kau tidak mengerti." bantah Sienna pelan.Memang benar, awalnya gerakan agresif itu didorong oleh rasa bersalah yang mencekik. Namun, saat bibir mereka bertemu, saat ia merasakan kehangatan tubuh Lucian yang familiar dan dekapan tangan pria itu di pinggangnya, sesuatu yang lain ikut terbakar di dalam dada Sienna. Namun, dari sorot matanya, Sienna tahu Lucian masih berpikir bahwa istrinya ini hanya sedang melakukan tugas untuk menenangkannya.Sienna menelan ludah, mengumpulkan seluruh sisa keberanian yang ia miliki. Ia melepaskan kalungan tangannya dari leher Lucian, menempelkan kedua telapak tang

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 265

    Sienna membuka mulutnya, bersiap melontarkan bantahan atau alasan logis tentang betapa gentingnya situasi mereka saat ini. Namun, kata-kata itu mati di ujung lidahnya.Ia menatap mata merah suaminya yang meredup, lalu tanpa sadar memutar kembali ingatannya selama beberapa hari terakhir. Sejak insiden demam itu, isi kepala dan setiap kalimat yang keluar dari mulut Sienna memang tidak pernah jauh dari kecurigaan, penyelidikan, dan strategi. Ia memperlakukan pria yang berdiri di hadapannya ini layaknya seorang jenderal perang, melupakan fakta bahwa pria ini adalah suaminya yang baru saja melewati hari-hari yang melelahkan.Sadar akan kesalahannya, perlahan Sienna kembali menutup mulutnya. Bahunya yang tegang sedikit menurun.Melihat istrinya terdiam, pria itu menghela napas panjang dan berat. Ia melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka, lalu merengkuh tubuh ramping Sienna ke dalam pelukannya yang hangat dan protektif. Lucian membenamkan wajahnya di perpotongan leher Sienna, me

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 264

    Di ruang kerja pribadi Kaisar, Lucian duduk dalam keheningan yang mencekam. Mata merahnya yang tajam menatap lurus ke arah seorang pria berpakaian serba hitam yang tengah berlutut dengan satu kaki di atas karpet. Pria itu adalah salah satu ksatria bayangan elitnya, anjing pelacak paling mematikan yang diutus secara khusus untuk membuntuti kepergian mendadak Lady Lesley tempo hari."Laporanmu." titah Lucian.Ksatria bayangan itu menundukkan kepalanya semakin dalam. "Sesuai perintah Anda, Yang Mulia. Saya mengikuti kereta kuda keluarga Saxony yang ditumpangi oleh Lady Lesley tanpa terdeteksi."Ksatria itu mengambil napas sejenak, suaranya terdengar sangat serius dan tegang."Alasan tentang Count Saxony yang sakit keras murni sebuah kebohongan, Yang Mulia. Count dan Countess dalam keadaan sehat. Namun, yang paling krusial adalah... saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa Pangeran Arthur berada di sana."Keheningan seketika membungkus ruangan tersebut. Rahasia terbesar yang di

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 20

    Damien membuka mulutnya, hendak menjawab pertanyaan itu. Tapi sebelum ia bisa mengatakan apapun, suara roda kereta dan derap langkah kuda yang berat tiba-tiba memecah keheningan malam, menarik perhatian semua orang di perkemahan itu.Rombongan kedua telah tiba. Itu adalah kereta logistik yang memba

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 12

    "Tu... Tunggu..."Sienna bicara dengan suara tergagap. Ia memberanikan diri mengangkat wajahnya sedikit, menatap sosok menjulang yang siap menyeretnya pergi itu."Tolong... berikan saya satu malam lagi."Mendengar itu, Lucian mengangkat alisnya, menunjukkan ketidaksenangan. "Satu malam?""Saya..."

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 15

    Wajah Rohan berubah pucat setelah mendengar perkataan Lucian."S… saya... i… itu..." Rohan tergagap hebat, kakinya gemetar begitu kencang hingga ia nyaris tidak bisa berdiri tegak. Ia baru saja menghina anggota keluarga kekaisaran secara langsung."Tuan Duke... saya tidak tahu... sungguh saya tidak

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 190

    Suara derap tapak kuda yang gila membelah amukan badai salju di pelataran depan Duchy Lorraine. Kuda perang raksasa berwarna hitam legam itu menerobos masuk melewati gerbang besi yang baru setengah terbuka.Bahkan sebelum kuda itu benar-benar berhenti berderap, Lucian melompat turun dari pelananya

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-04-05
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status