Share

BAB 445

Author: Rainina
last update publish date: 2026-05-26 18:44:54

Jalan keluar mereka tertutup rapat. Lucian memblokir jalur sempit itu, dibantu oleh puluhan Ksatria Bayangan yang muncul dari balik pepohonan. Pasukan utara mengepung mereka dengan formasi yang sangat rapat, menutup semua rute pelarian.

"Turunkan istriku," ucap Lucian dengan nada dingin.

Alexander mengencangkan pelukannya pada Sienna. Ia menatap Lucian dengan raut wajah keras kepala dan penuh kebencian. "Dia bukan istrimu. Kau yang menculiknya dariku."

Lucian tidak membuang waktu meladeni omong
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 446

    Perkataan itu membuat bahkan Lucian terkejut. Sang Kaisar menegang di tempatnya. Matanya membelalak kecil menatap ke depan. Ia sama sekali tidak menyangka istrinya akan mengambil langkah senekat itu. Menggunakan persona wanita masa lalu Alexander di tengah situasi yang mengancam nyawa ini sangatlah berisiko. Jika Alexander marah, pria itu bisa langsung membawa kudanya ke jurang. Namun, Lucian segera mengerti. Sienna sedang berjuang keras untuk menyelamatkan diri.Sienna menggertakkan giginya. Perutnya kembali berdenyut nyeri dengan hebat, tapi ia memaksakan diri untuk menahannya. Ia juga mengabaikan rasa perih dan tetesan darah akibat goresan belati di lehernya. Ia berniat melanjutkan kepura-puraan ini hingga akhir. Ia menatap Alexander dengan sorot mata tajam yang sengaja dipenuhi oleh kemarahan."Aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi!" seru Sienna. Suaranya bergetar karena menahan sakit, namun terdengar sangat tegas mengalahkan suara hembusan angin tebing. "Bahkan walau aku sel

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 445

    Jalan keluar mereka tertutup rapat. Lucian memblokir jalur sempit itu, dibantu oleh puluhan Ksatria Bayangan yang muncul dari balik pepohonan. Pasukan utara mengepung mereka dengan formasi yang sangat rapat, menutup semua rute pelarian."Turunkan istriku," ucap Lucian dengan nada dingin.Alexander mengencangkan pelukannya pada Sienna. Ia menatap Lucian dengan raut wajah keras kepala dan penuh kebencian. "Dia bukan istrimu. Kau yang menculiknya dariku."Lucian tidak membuang waktu meladeni omong kosong itu. Ia memberi isyarat dengan tangannya.Dalam sekejap, barisan Ksatria Bayangan menyerbu sisa pengawal Eldoria yang mencoba menjadi barikade. Pertarungan itu berlangsung sangat singkat. Pasukan Alexander yang kelelahan dan kalah jumlah dengan mudah dilumpuhkan dan dijatuhkan ke tanah berdebu.Kini, Alexander benar-benar sendirian di tengah kepungan.Melihat pasukannya tumbang satu per satu, Alexander mulai kalap. Pria itu menyadari tidak ada lagi jalan untuk menerobos. Jalan di depanny

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 444

    Sienna tidak menjawab. Ia membuang muka, menatap ke arah gelapnya pepohonan di bawah tebing.Sementara ekspresi Alexander terlihat semakin sakit akan penolakan itu.Di sekitar mereka, formasi Ksatria Eldoria menjadi berantakan. Kuda-kuda mereka terus bergerak gelisah karena suara letupan tadi. Para ksatria bersusah payah mengendalikan tunggangan mereka di jalur tebing yang sempit itu. Sisi kiri mereka adalah dinding batu tebing, sementara sisi kanan mereka adalah jurang. Posisi ini sangat tidak menguntungkan jika pertempuran terjadi."Yang Mulia Raja, kita harus bergerak sekarang!" seru salah seorang ksatria sambil menahan tali kekang kudanya. "Posisi kita sudah ketahuan. Pasukan Rivendia pasti sedang menuju ke titik ini dengan kecepatan penuh."Alexander tampak jengkel, tapi ia tahu ksatria itu benar. Matanya masih terpaku pada Sienna yang meringis menahan sakit. Dalam pikirannya, Lottie sedang marah padanya, tapi ia tidak mau melihat Lottie terluka lebih parah di tengah udara mala

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 443

    Suara Lucian yang dipenuhi aura membunuh menggema, memantul di antara tebing-tebing batu dan menusuk tajam ke telinga siapa pun yang mendengarnya.Sebuah decakan kasar meluncur dari sela bibir Alexander. Raja Eldoria itu menggertakkan giginya dengan kesal, memacu kudanya semakin gila untuk memperlebar jarak dari sang Dewa Perang yang kini mengamuk di belakang mereka.Di dalam dekapan pria gila itu, Sienna seketika tersentak. Sayup-sayup, suara suaminya menembus kabut rasa sakit dan sisa obat bius di kepalanya. Lucian benar-benar datang, suaminya itu benar-benar selamat. Kesadaran itu memicu letupan adrenalin yang memaksa mata sayu Sienna untuk terbuka. Ia tahu pasti, pria yang menahannya ini mendengar raungan itu juga. Sienna menatap ke bawah, melihat tanah berbatu dan semak berduri yang berkelebat dengan kecepatan mengerikan di bawah tapak kuda. Pikirannya yang kalut dan putus asa memunculkan sebuah ide gila, bagaimana jika ia menjatuhkan dirinya begitu saja dari atas pelana? Jik

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 442

    Derap langkah tapak kuda yang memekakkan telinga merobek keheningan di dalam hutan pinus. Gelapnya malam dan kabut tebal yang menggantung di udara sama sekali tidak mampu memperlambat laju perburuan mematikan tersebut.Di barisan paling depan, Lucian memacu kuda perang raksasanya dengan kecepatan yang nyaris menyerupai tindakan bunuh diri. Ranting-ranting pinus yang tajam menyabet zirah, jubah, dan wajahnya, namun sang Kaisar itu sama sekali tidak mempedulikannya. Luka bakar di lengannya akibat ledakan terasa kebas, terkalahkan oleh kobaran amarah dan keputusasaan yang mendidih di dalam dadanya.Sepasang mata merah darahnya menyalang buas menembus kegelapan, mencari jejak musuh yang berani menyentuh miliknya.Membayangkan istrinya berada di dalam cengkraman pria gila, membuat kewarasan Lucian nyaris putus seutuhnya."Yang Mulia!" teriak Komandan Ksatria Bayangan dari arah belakang, memacu kudanya menyejajari sang Kaisar. "Anjing pelacak menangkap aroma di arah jam sebelas! Ada sebu

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 441

    Alexander bangkit berdiri dari lantai tanah, melepaskan pandangannya dari Sienna, lalu melangkah lebar membuka pintu gubuk tersebut hanya sebatas celah yang cukup untuk melihat sosok ksatrianya."Bicaralah," desis Alexander.Ksatria Eldoria yang berdiri di luar tampak terengah-engah. Seragam gelapnya basah oleh keringat. "Ampuni saya, Yang Mulia Raja. Tapi kita tidak punya banyak waktu. Kita harus segera meninggalkan titik ini sekarang juga."Mata biru Alexander menyipit tajam. "Jelaskan.""Pasukan pelacak Rivendia tidak memakan umpan kita," lapor ksatria itu dengan nada panik yang tertahan. "Taktik decoy yang kita jalankan dengan menyebar belasan kuda dan kereta ke arah timur dan selatan telah gagal total. “Kaisar Lucian tidak membagi pasukannya. Dia, bersama dengan pasukan elit Ksatria Bayangan, saat ini sedang memacu kuda dengan kecepatan penuh langsung menuju hutan pinus ini."Rahang Alexander mengeras kaku mendengarnya. "Bagaimana mereka bisa tahu rute yang kuambil di tengah ke

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 67

    Tidak butuh waktu lama bagi Lucian untuk menyeberangi kastil menuju sayap barat. Langkah kakinya lebar dan cepat. Para ksatria yang mengikutinya harus setengah berlari untuk menyamakan langkah dengan amarah tuan mereka.Lucian tiba di depan pintu ganda kamar tamu mewah yang ditempati Alexandria. Ta

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 64

    Suara langkah kaki berat menggema di lorong kastil, membelah keheningan mencekam yang memenuhi seluruh bangunan sejak tadi. Lucian telah kembali.Ia memacu kudanya tanpa henti begitu mendengar kabar kekacauan di pesta teh itu melalui surat yang dibawa oleh merpati. Ia juga memberikan sebuah perinta

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 62

    Suasana di meja itu terasa semakin mencekik seiring berjalannya waktu. Sienna mencoba menyentuh cangkirnya tehnya setenang mungkin, namun tangannya sedikit gemetar. Sienna sudah pernah hadir di acara minum teh wanita bangsawan sebelumnya.Tapi kali ini, tekanan yang ia rasakan begitu memebani dadan

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 66

    Anna membalikkan badannya dengan kaku, jantungnya berdegup begitu keras hingga dadanya terasa sakit.Di ambang pintu, Marta berdiri dengan tatapan tajam. Pelayan itu tidak langsung masuk, hanya mematung di sana dengan satu alis terangkat."Apa yang sedang kau lakukan di meja itu?" tanya Marta, suar

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status