Short
Suami Memaksaku Mengakui Kembar Tiga yang Bukan Anakku!

Suami Memaksaku Mengakui Kembar Tiga yang Bukan Anakku!

โดย:  Biruจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10บท
2.0Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Suamiku membawa pulang anak kembar tiga dan bersikeras menyebut mereka sebagai anak kandungku. Aku bergegas melakukan tes DNA di malam itu juga untuk membuktikan bahwa ketiga anak tersebut tidak memiliki hubungan darah denganku dan suamiku. Suamiku berulang kali menamparku, menyebutku jalang, lalu memaksaku untuk bercerai dan pergi tanpa membawa apa pun. Aku sangat marah dan mengadu kepada sahabatku. Ketika sahabatku melihat ketiga anak tersebut, dia mengambil pisau buah dari meja dan menggores wajahku. "Kalau kamu berani bilang mereka bukan anakmu lagi, pisau ini akan menyayat lehermu lain kali!" Hatiku terasa sangat pedih. Aku membeli tiket dan langsung pulang ke kampung halamanku di malam itu juga. Aku menangis dan mengeluh kepada orang tuaku. Selesai mendengarkan, orang tuaku mengambil cangkul dan memukulku sampai mati. Sampai ajal menjemput, aku masih tidak mengerti mengapa semua orang memaksaku untuk mengakui ketiga anak yang tidak diketahui asal-usulnya itu. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana suamiku membawa pulang ketiga anak itu.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

"Aku mau turun ke bawah untuk menghirup udara segar. Aku akan segera kembali."

Melihat suamiku berdiri di ambang pintu, membungkuk untuk memakai sepatunya, aku tiba-tiba merasa bergidik.

Aku terlahir kembali.

"Sayang, yang patuh di rumah ya? Aku akan belikan kue kastanye kesukaanmu dari toko di pojok jalan saat aku pulang nanti, oke?"

Mendengar kata-kata lembut suamiku, hatiku terasa sangat sakit.

Bahkan sampai meninggal pun, aku masih tidak mengerti.

Kami berpacaran selama tiga tahun, dan pernikahan kami telah memasuki tahun kelima. Kami punya perasaan yang sangat dalam dan juga saling setia satu sama lain.

Setelah diperiksa oleh rumah sakit, aku dinyatakan tidak memiliki riwayat persalinan.

Ketiga anak itu juga tidak memiliki hubungan darah dengan suamiku.

Namun di kehidupan sebelumnya, dia bersikeras mengatakan bahwa anak-anak itu adalah anak kami.

Dia bahkan memaksaku untuk menyerahkan aset yang bernilai miliaran dan pergi tanpa membawa apa pun.

Apa penyebab sebenarnya?

Sebelum mengetahui kebenarannya, aku tidak boleh membiarkannya keluar rumah!

Melihat suamiku meraih gagang pintu, aku berlari dan melompat untuk bergelantungan di punggungnya.

"Sayang, jangan keluar lagi. Kita juga bisa punya anak sendiri. Ayo kita coba sekarang juga."

Tubuhnya sedikit kaku, dan suaranya menjadi agak serak. "Mengapa begitu tiba-tiba? Apalagi, di siang bolong begini .... Selain itu, kamu juga perlu persiapkan diri sebelum hamil."

Aku memeluknya lebih erat lagi. "Aku nggak peduli! Pokoknya, aku ingin mandi bersama denganmu ...."

Hanya satu pemikiran yang terngiang di benakku. Jika suamiku punya anak sendiri, mungkin dia tidak akan begitu terobsesi dengan ketiga anak yang tidak diketahui asal-usulnya itu. Aku juga mungkin bisa menghindari tragedi kehidupan sebelumnya.

Namun, detik berikutnya ....

"Ting tong!"

Bel pintu berbunyi!

"Aduh, aku buka pintu dulu!"

Suamiku seolah-olah ditarik oleh benang tak terlihat. Dia bergegas ke pintu hanya dengan berbalut handuk mandi.

Aku juga bergegas untuk menghentikannya.

Namun, sudah terlambat.

Dengan bunyi 'kriet', pintu itu terbuka.

Di luar pintu berdiri tiga anak laki-laki kecil yang identik.

Suamiku menoleh dengan wajah penuh sukacita dan mengucapkan kata-kata yang sama seperti di kehidupan sebelumnya.

"Sayang, lihat anak-anak kita ini! Mereka mirip sekali denganmu!"

Seluruh tenagaku seolah-olah telah terkuras, dan aku terhuyung mundur selangkah.

"Nelson, aku nggak pernah melakukan hal yang mengkhianatimu. Bagaimana mungkin mereka itu anak-anakku?"

Senyum di wajah suamiku seketika lenyap. Dia langsung menunjukku sambil berteriak, "Kalau kubilang ya berarti ya! Mereka jelas-jelas anakmu! Jangan coba-coba menyangkalnya!"

"Vivi Kosasih! Aku nggak peduli. Pokoknya, kamu harus mengakuinya hari ini! Jangan coba-coba menyingkirkanku dengan anak-anakku!"

Wajahnya dipenuhi dengan kegilaan yang sama seperti di kehidupan sebelumnya.

Aku tidak bereaksi dengan luapan emosi dan penolakan yang sama seperti yang kulakukan di kehidupan sebelumnya.

Kali ini, aku menghela napas dengan tenang.

"Kamu bilang mereka anak-anakku, 'kan? Kehamilan selama sepuluh bulan pasti akan meninggalkan jejak, 'kan? Terus, mana buktinya?"

"Kita sudah bersama selama delapan tahun. Terus terang saja, aku nggak pernah mengkhianatimu ataupun mengkhianati keluarga ini."

Suaraku dipenuhi dengan kebingungan dan keheranan yang mendalam.

"Aku benar-benar nggak mengerti mengapa kamu ngotot menuduhku atas ketiga anak yang nggak jelas asal-usulnya ini?"

Seakan-akan menerima penghinaan besar, urat-urat di dahi suamiku menonjol saat dia menunjukku dan berteriak, "Bukti? Mereka adalah bukti hidup yang nyata! Vivi! Aku nggak sangka kamu akan sekejam ini! Mereka itu darah dagingmu sendiri!"

"Binatang buas pun sayang sama anaknya sendiri. Tapi kamu? Bahkan anak sendiri nggak mau diakui? Kamu benar-benar mengecewakanku!"

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
10
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status