공유

Bioskop

작가: Erdin Xes
last update 게시일: 2026-10-25 23:52:35

“Kamu mikirin apa sih, Fik? Kok dari tadi tanganku diciumin terus kayak orang mau pamit merantau?”

Suara Ayu memecah remang-remang bioskop. Harum melati dari tubuhnya tipis-tipis menyelinap, mengalahkan bau popcorn mentega di sekitar mereka. Tangannya yang mungil masih tergenggam di telapak Fikri. Hangat. Nyata. Hidup.

Fikri menoleh. Pantulan cahaya dari layar yang baru memutar logo rumah produksi itu jatuh di wajah Ayu. Cantik. Matanya yang bulat berbinar penuh bahagia. Bukan mata kosong yang
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sebelum Kau Diraih Dia    Somasi

    Pagi itu pagar rumah dibuka oleh Ibu Fikri. Tangannya masih basah sehabis mencuci piring. Di depan pagar berdiri seorang laki-laki berkemeja rapi membawa map biru, mengendarai motor Vario hitam."Ibu, betul ini rumah Saudara Fikri Ananda? Ada titipan surat dari kantor hukum Mahardika & Partners. Mohon tanda tangan di sini, Bu."Ibu Fikri pucat. Di telinga ibu-ibu kampung, istilah kantor hukum sama artinya dengan penjara.Fikri baru pulang dari salat Subuh di masjid, masih memakai sarung. Ia melihat amplop putih tebal dengan stempel kantor pengacara berisi dua lembar surat.Di bagian atas tertulis, SURAT SOMASI PERTAMA.Fikri membukanya di teras. Ayah dan ibunya mengintip dari belakang.Inti surat itu, Fikri dituduh mencemarkan nama baik H. Mahfud Ibrahim, anggota DPRD Kabupaten Bogor, melalui pemberitaan di Radar Bogor. Ia diminta memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka di koran yang sama dalam waktu 3x24 jam, serta membayar ganti rugi immateriil sebesar seratus juta

  • Sebelum Kau Diraih Dia    Skandal Korupsi Keluarga Baim

    "Yu, kamu tahu nggak bapaknya Baim itu jabatannya apa sekarang?"Fikri nanya itu di warung kopi depan kampus, sore habis kemah. Kakinya masih agak pincang, tapi sudah bisa jalan tanpa tongkat. Ayu lagi nyeruput es teh, mukanya masih kesel kalau denger nama Baim."Setahu aku anggota DPRD Kabupaten, yang sering pasang spanduk di pinggir jalan itu loh. Yang mukanya diedit putih banget. Kenapa emang?"Fikri diem. Di kehidupan sebelumnya tahun 2025, Fikri memiliki teman yang kerja jadi staf admin di sebuah kantor pengacara kecil di Jakarta. Kerjaannya tiap hari fotokopi berkas korupsi pejabat daerah. Dia hafal polanya. Proyek jalan, dana aspirasi, pembangunan masjid, semua polanya sama. Dan nama Bapaknya Baim, H. Mahfud Ibrahim, pernah lewat di meja kantor pengacara itu tahun 2024, kasus dana perbaikan jalan Cibinong Hambalang yang mangkrak 3 tahun padahal anggarannya cair penuh.Waktu itu teman Fikri cuma tukang fotokopi, tidak bisa ngapa-ngapain. Tapi sekarang dia balik ke tahun 2010, s

  • Sebelum Kau Diraih Dia    Kemah

    "Yu, nanti kalau di hutan jangan jauh-jauh dari aku ya. Aku nggak tenang kalau kamu sama anak-anak yang lain."Ayu lagi ngerapihin sleeping bag di ruang kelas, sore sebelum berangkat kemah Pramuka kampus. Kemah tiga hari di hutan Pinus Hambalang, acara wajib semester 3.Fikri jongkok di sebelahnya, bantuin gulung matras."Aku di tenda cowok, kamu di tenda cewek, jaraknya 20 meter, Yu. Gimana mau deket terus?""Ya pokoknya jangan jauh-jauh. Aku denger Baim ikut juga jadi panitia."Fikri diem. Baim memang ikut jadi panitia perlengkapan. Sejak kecelakaan balap liar itu, Baim memang agak diem, tapi Fikri tahu orang kayak Baim nggak akan diem lama.Malam pertama di Hambalang dingin banget. Kabut tebal, lampu cuma dari senter dan api unggun. Tenda Fikri sama 3 cowok lain agak di ujung, dekat jurang kecil yang ditutup pembatas tali pramuka.Jam 11 malam, pas semua lagi api unggun, Baim nyamperin Fikri."Fik, tolongin gue dong. Gue disuruh kakak pembina ambil kayu cadangan di pos belakang, se

  • Sebelum Kau Diraih Dia    Balapan

    "Fik, lo jangan banyak gaya jadi pahlawan. Gue tantang lo malam ini di Sentul, berani nggak?"Suara Baim keras, setengah teriak, di depan bengkel Pak Haji jam 9 malam. Lampu bengkel sudah mau dimatikan, Fikri lagi cuci tangan pakai bensin biar oli hilang.Fikri noleh pelan, lap tangan pakai majun hitam."Apaan sih, Im? Gue habis kerja, capek.""Alah, capek alasan. Kalau lo beneran jago, buktiin di jalan, bukan di depan orang tua Ayu. Gue denger King lo kenceng abis diservis bapak lo. Gue pakai Scoopy bore up 155 cc gue. Kita balap, yang kalah jangan deketin Ayu lagi."Pak Haji yang lagi beresin kunci-kunci langsung keluar, "Eh, Baim, jangan bikin ribut di sini. Mau balap jangan di sini."Tapi Baim sudah emosi seminggu. Semenjak uang 5 jutanya ditolak, semenjak Ayu meluk Fikri di samping rumah, gengsinya sebagai anak orang kaya yang selalu menang, hancur. Di tongkrongan, teman-temannya malah ledekin, kalah sama anak kuli bengkel.Fikri diam. Sebenarnya dia tidak mau balapan liar. Di ke

  • Sebelum Kau Diraih Dia    Ketulusan

    Tiga hari setelah operasi paman Ayu, rumah Ayu masih rame. Saudara dari Cibinong pada nginep, gelar tikar di ruang tengah. Paman yang kakinya dipen belum boleh pulang, tapi sudah lewat masa kritis.Fikri datang sore itu bukan naik King. King-nya masih di bengkel Pak Haji, lagi ganti kampas kopling karena habis dipaksa lari Depok - Cibinong jam 5 pagi kemarin. Fikri datang jalan kaki, bawa kantong plastik isi bubur ayam dua porsi."Yu, aku cuma bisa bawa ini. Tadi uangnya udah habis buat bensin sama bayar pen," kata Fikri pelan di teras, malu.Ayu lagi duduk sama ibunya yang lagi ngiris bawang. Ayu lihat Fikri, rambutnya masih berantakan karena habis tidur siang di bengkel."Kamu ngapain bawa bubur? Kan kamu yang harusnya dibawain makanan, kamu nggak tidur dua hari," Ayu ngomel, tapi ngomelnya manja.Ibu Ayu yang lihat Fikri langsung berdiri, ambil buburnya."Fik, masuk dulu. Ibu bikinin teh. Kamu itu dari kemarin belum pulang bener, ya? Bapak cerita kamu di RS jagain sampai paman sada

  • Sebelum Kau Diraih Dia    Kecelakaan

    "Fik, paman aku kecelakaan di Cibinong. Sekarang di RSUD, harus operasi malam ini juga."Suara Ayu di telepon pecah, nahan nangis. Jam setengah sepuluh malam, Fikri baru pulang dari bengkel, baju masih bau oli, tangan masih hitam belum sempat dicuci.Fikri langsung duduk di pinggir kasur, motor King masih nyala di luar rumah."Kecelakaan gimana? Paman yang mana?""Paman aku yang di Cibinong, yang biasanya bawain aku duren kalau panen. Motornya ditabrak truk, kakinya patah dua-duanya, harus pasang pen. Dokter bilang biayanya 12 juta, kalau pakai BPJS masih nombok 7 juta buat pen sama obat. Ibu aku udah nangis dari tadi, bapak lagi ke Cibinong sekarang."Ayu sesenggukan. Di timeline asli tahun 2010, malam ini adalah malam di mana Baim jadi pahlawan. Baim ditelepon Ayah Ayu, datang ke RSUD Cibinong bawa uang cash 10 juta dari bapaknya. Semua beres dalam satu malam. Ayu dan keluarganya langsung anggap Baim sebagai penyelamat. Fikri yang waktu itu cuma bisa datang bawa buah tangan pisang,

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status