/ Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 50- Pusat Perhatian

공유

50- Pusat Perhatian

작가: Sora Carita
last update 게시일: 2026-06-25 21:42:44

Tala baru saja menyapukan blush on di pipi saat pesan dari Rena masuk.

Pakai lipstik merah, Mbak. Pasti cantik. Tunjukin kalau Mbak nggak apple to apple sama mantan. Soalnya Mbak levelnya di atas.

Tala hanya terkekeh membacanya.

Dari obrolan sore tadi, Rena cuma bilang kalau Kinan pernah bekerja di Bhuwana sebelum akhirnya pindah ke luar negeri. Hanya itu. Tala juga tidak berniat mencari tahu lebih jauh. Toh itu bukan urusannya.

Ini malam kedua retreat. Bhuwana menggelar dinner sekaligus malam
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sebelum Tiga Tahun   50- Pusat Perhatian

    Tala baru saja menyapukan blush on di pipi saat pesan dari Rena masuk.Pakai lipstik merah, Mbak. Pasti cantik. Tunjukin kalau Mbak nggak apple to apple sama mantan. Soalnya Mbak levelnya di atas.Tala hanya terkekeh membacanya.Dari obrolan sore tadi, Rena cuma bilang kalau Kinan pernah bekerja di Bhuwana sebelum akhirnya pindah ke luar negeri. Hanya itu. Tala juga tidak berniat mencari tahu lebih jauh. Toh itu bukan urusannya.Ini malam kedua retreat. Bhuwana menggelar dinner sekaligus malam apresiasi atas pencapaian Divisi Residential Development sepanjang tahun ini. Acara itu turut mengundang keluarga para karyawan dan jajaran manajemen, menjadikannya lebih dari sekadar makan malam biasa.Artinya Tala harus kembali tersenyum, berbasa-basi, menjadi istri Geza di depan publik dan jelas menghadapi lebih banyak tatapan penasaran serta bisik-bisik tentang dirinya dan pria itu. Malam saat welcoming BBQ kemarin tingkah Geza yang berlebihan sukses menjadi bahan bakar baru bagi para penggo

  • Sebelum Tiga Tahun   49- Golden Boy

    “Bisa ternyata ya, Ta. Nikah sama orang yang kamu benci. Dulu dimaki-maki sekarang malah satu rumah.”Kalimat itu diucapkan sambil tersenyum, tetapi Tala menangkap maksud lain di baliknya.“Begitulah, Mbak. Jodoh kan emang jorok,” balas Tala seringan mungkin.Ana—wanita usia pertengahan tiga puluh itu tertawa kecil. “Dunia kita ternyata sempit juga, ya."“Tapi udah gak dendam dong Ta.” sindirnya lagi.“Kalau dendam, saya gak mungkin nikah sama mas Geza.” balas Tala.Semoga cukup sampai di situ.“Hebat sih, Ta. Kamu bisa nerima dia. Kalau saya jadi kamu, lihat mukanya aja nggak mau.”Tala tersenyum tipis.Sungguh provokatif sekali.Padahal setahunya, dulu Ana dan Geza sama-sama berdiri di sisi yang sama—saling melindungi. Namun kenapa saat diungkit sekarang kesannya dosa yang Geza lakukan lebih besar?“Duluan ya.” Ana pamit, mengajak salah satu rekannya untuk bergabung dengan kelompok lain.Tala mengenal Ana empat tahun lalu, saat proyek kolaborasi antara Bhuwana dan firma tempatnya be

  • Sebelum Tiga Tahun   48- Aroma Bergamot

    “Ta, kata Geza minggu depan ada gathering Bhuwana di Ciawi ya? Kamu ikut kan?” tanya bude Sinta sambil menyesap teh.“Nggak bude.” Tala menjawab sambil menyusun lego Sansa membentuk sebuah menara sesuai permintaan anak itu yang kini sedang ke toilet bersama sus Lia.“Lah kenapa? Ikut aja Ta, biar Sansa sama bude di sini. Udah anteng ini anaknya.” bujuk bude Sinta.“Bude nggak jadi pulang minggu depan kok,” imbuhnya.“Bude masih betah?”“Iya nih, Ta. Di sana paling mentok cuma ngemong cucu. Di sini juga sama, tapi ya mending di sini lah. Bisa ketemu banyak saudara sama teman-teman lama Bude,” jelasnya sambil tersenyum.Anak tunggal Bude Sinta sudah lama menetap dan bekerja di Jepang. Sementara itu, aset-aset warisan keluarga yang menjadi haknya dikelola secara profesional sehingga ia tak perlu direpotkan urusan manajemen yang memusingkan. Di masa pensiunnya, Bude Sinta memilih menikmati hidup dengan santai.“Ya udah bude di sini aja.”Sejujurnya Tala senang mendengar hal itu, hanya saj

  • Sebelum Tiga Tahun   47- Sorot Mendamba

    Malam ini Tala memasak sendiri untuk makan malam. Dia hanya meminta Bi Yuni menyiapkan bahan-bahannya agar sepulang dari Janitra, ia bisa langsung mengeksekusi semuanya di dapur. Seluruh menu yang ia buat adalah makanan favorit Geza—yang beberapa waktu lalu sempat pria itu kirimkan lewat surel.Tala menyebut ini sebagai bentuk balas budi untuk semua kebaikan Geza. Terlebih soal tindakan pria itu yang pulang dinas lebih awal lalu berakhir mengorbankan waktu istirahat demi membawa Tala ke rumah sakit di pagi buta.“Sansa udah tidur?” tanya Geza begitu Tala membukakan pintu. Hal yang baru pertama kali Tala lakukan dengan sukarela setelah hampir setahun berstatus istri. Ya…walaupun hanya istri kontrak.“Udah tadi. Ayo makan dulu!” ajak Tala.Geza mengekori sambil menggulung lengan kemejanya sampai siku.Di meja makan, semur daging kentang, tempe cabe ijo, sambal, dan beberapa lauk sederhana sudah tertata rapi. Geza menatapnya sekilas, lalu mengangkat alis.“Tumben masakin buat saya. Dalam

  • Sebelum Tiga Tahun   46- Ratu di Singgasana

    “Kemarin adik ipar makan siang bareng sama seniornya. Akrab juga ya, atau emang udah terlalu akrab?”Kalimat nyeleneh itu sukses menghentikan langkah Geza di lobi Janitra.Sebagai GM perusahaan properti kelas kakap seperti Bhuwana, kehadiran Geza di Janitra sebenarnya adalah sebuah anomali. Karena itu ia selalu membungkus kedatangannya dengan alasan makan siang bersama istri. Setelahnya, ia kerap melipir ke ruangan Suwandi untuk diskusi.Namun di kalangan direksi dan pemangku kepentingan, semua sudah paham. Geza adalah penggerak di balik layar dan punya pengaruh banyak di Janitra. Label licik, manipulatif dan kurang ajar jelas sudah lama melekat padanya—dan Geza tak pernah merasa perlu membantah satu pun.“Ngajak makan siang? Kecolongan start lo, Tala udah makan.” Raga masih ingin bermain-main.Geza hanya menyeringai tipis. Ia malas meladeni kakak tirinya terlalu lama. Sejak kecil mereka tidak pernah akur, dan sepertinya itu tidak akan pernah berubah.“Thanks for the info.”“Congrats

  • Sebelum Tiga Tahun   45- Sekat Tipis

    Sejak perayaan ulang tahun di preschool, kado terus berdatangan dari kerabat terdekat, termasuk kiriman dari Dharma dan Ratna. Bahkan, mereka sempat datang langsung ke rumah dengan dalih menjenguk, namun berakhir dengan basa-basi yang dingin dan ancaman halus mengenai status nikah kontrak Tala.Yang tidak Tala duga, Adrian juga ikut memberikan kado. Ia memang selalu baik pada semua orang, tapi ada sesuatu yang membuat hati Tala sedikit hangat melihat caranya memperhatikan Sansa—padahal mereka baru bertemu satu kali.Sebagian kecil dari dirinya sempat merasa senang, bahkan bisa dibilang ‘geer’. Tapi ia buru-buru menepisnya. Ada tembok besar yang jelas berdiri di sana.“Tala.”Panggilan itu membuatnya tersentak dari lamunan. Ia baru sadar sejak tadi menatap bingkisan berwarna merah muda di atas meja.“Titip ya, Ta. Buat Sansa,” ujar Adrian sambil menyodorkan paper bag itu sedikit lebih dekat.“Oh iya, Thank you, Kak. Sampai repot-repot gini.”“Sama sekali gak repot, cuma aku gak tau pre

  • Sebelum Tiga Tahun   39- Simulasi Jadi Orang Tua

    Jabatan baru Tala di Janitra tak lantas memberinya ruang untuk bernapas lebih lega. Meski Suwandi sangat membantu sebagai CEO, banyak keputusan penting tetap berada di tangannya sebagai wali Sansa. Mau tak mau, Tala harus mempelajari seluk-beluk manajemen Janitra sampai keponakannya itu cukup dewas

  • Sebelum Tiga Tahun   38- Temenin Saya

    Tala meletakkan sepiring lapis legit di atas meja ruang kerja Geza. Secangkir kopi hitam masih mengepulkan uap tipis di sampingnya.Sore tadi, sepulang dari Janitra, Tala berpapasan dengan Tante Desi di parkiran. Ia dititipi kue favorit Geza beserta sebungkus besar kopi giling. Semua sempat terongg

  • Sebelum Tiga Tahun   37- Family Time

    “Ta, kamu mencintai Geza?” tanya Bude Sinta tiba-tiba.“Iya dong, Bude.” Tala mencolek es krim di dalam cup, pura-pura sibuk agar kebohongannya tak terlalu kentara.“Memangnya kenapa Bude tanya begitu?” tanyanya hati-hati. “Aku ada salah? Kurang baik sama Mas Geza?”Sejak Dharma mengaku memiliki bu

  • Sebelum Tiga Tahun   36- Menang Satu Kali

    Lorong pengadilan mulai dipenuhi suara langkah kaki dan ucapan selamat yang berseliweran. Putusan itu akhirnya jatuh di pihak Tala. Gugup yang sejak tadi mencengkeram dadanya perlahan luruh, menyisakan lega yang nyaris membuat lututnya lemas. Setidaknya untuk saat ini, ia masih bisa tetap berada di

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status