Home / Romansa / Sentuhan Pria Dewasa / Chapter 57 Batasan yang Dijaga

Share

Chapter 57 Batasan yang Dijaga

Author: Polcaa
last update Last Updated: 2026-01-13 20:10:53

Lorong rumah sakit masih menyisakan aroma antiseptik yang menusuk hidung ketika Narine melangkah berdampingan dengan Arkana. Cahaya lampu putih memantul di lantai mengilap, menciptakan kilau dingin yang membuat suasana terasa lebih sunyi dari biasanya. Detak langkah mereka terdengar seirama, namun tidak ada percakapan yang mengalir di antara keduanya.

Narine melirik sekilas ke arah Arkana. Wajah pria itu tampak tenang, namun sorot matanya menyimpan kelelahan yang tidak bisa disembunyikan sepenuhnya. Ada sesuatu yang mengendap di sana yang belum benar-benar luruh sejak kemarin. Irene. Rumah sakit. Rasa bersalah yang tidak terucap.

“Kalau kamu capek, kita bisa gak jenguknya gak lama-lama,” ucap Narine akhirnya, suaranya lembut.

Arkana menggeleng pelan sembari tersenyum. “Iya sayang ku. Kita lihat sebentar aja.”

Kalimat itu terdengar netral, nyaris datar. Narine mengangguk, meski di dadanya muncul gelombang kecil yang sulit ia namai. Ada kegelisahan samar, seperti firasat yang belum mene
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 70 Sisi terpuruk Irene

    Dalam kebahagiaan Arkana dan Narine untuk melangsungkan hubungan nya ke jenjang yang lebih serius, terdapat Irene yang awalnya mengira ia hanya salah dengar.Nama Arkana dan Narine terdengar terlalu asing bila disandingkan dengan kata 'pertunangan'. Kata itu melayang di udara ringan, santai, seolah tidak membawa beban apa pun. Padahal, bagi Irene, kata itu jatuh seperti palu godam, menghantam tepat di tengah dadanya.“Bulan depan mereka resmi bertunangan, ya?”“Katanya keluarga besar sudah sepakat.”Suara-suara itu datang dari balik pintu, dari percakapan yang bukan ditujukan untuknya. Irene berdiri kaku, jemarinya menggenggam benda di tangannya terlalu kuat sampai nyeri. Ia tidak masuk. Tidak juga pergi. Ia hanya berdiri di sana, mencoba mencerna kalimat yang rasanya tidak masuk akal.Arkana. Bertunangan. Dengan Narine.Tidak mungkin. Arkana adalah miliknya bagaimana bisa laki laki itu menjadi milik orang lain.Otaknya menolak menyusun kata-kata itu menjadi satu makna utuh. Arkana ya

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 69 Saling Menguatkan

    Langit itu merambat turun perlahan, meninggalkan semburat jingga yang menggantung di balik jendela-jendela tinggi rumah sakit. Cahaya matahari menembus kaca dan jatuh memanjang di lantai koridor, menciptakan bayangan yang sunyi dan terasa dingin. Narine berdiri beberapa langkah dari bangku panjang di dekat teras terbuka, menatap sosok kakaknya yang duduk sendiri, punggungnya sedikit membungkuk, bahunya seolah memikul beban yang tak kasatmata.Sejak pagi, Narine bisa merasakan perubahan itu. Rajan lebih banyak diam. Senyumnya hadir, tapi kosong. Tawa kecilnya muncul, namun tidak pernah sampai ke matanya. Narine mengenal ekspresi itu dengan terlalu baik ekspresi seseorang yang sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri, terjebak dalam kenangan yang tak pernah benar-benar sembuh.Ia menarik napas dalam sebelum melangkah mendekat.“Bang…” panggil Narine lembut.Rajan menoleh. Wajahnya tampak sedikit terkejut, lalu mengendur menjadi senyum tipis. “Hm?”“Aku boleh ngajak kakak keluar sebenta

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 68 Tangis Bahagia Rajan

    POV RAJANRajan berdiri sedikit menyamping di dekat pintu ruang rawat itu, tubuhnya bersandar pada dinding dingin rumah sakit, tangan terlipat di dada. Dari posisinya, ia bisa melihat semuanya dengan jelas ialah Narine yang setengah bersandar di ranjang, wajahnya pucat namun matanya berbinar Arkana yang berdiri di sisi ranjang dengan ekspresi gugup yang hampir tidak pernah Rajan lihat sebelumnya, juga Maya yang berdiri di sudut ruangan, menutup mulut menahan senyum dan air mata sekaligus.Bau antiseptik menusuk hidung, lampu putih rumah sakit membuat suasana terasa steril dan kaku. Tapi di tengah segala kekakuan itu, ada sesuatu yang hangat mengalir pelan sesuatu yang membuat dada Rajan mengencang tanpa ia sadari.Ia menatap Arkana yang kini berlutut perlahan di samping ranjang Narine.Detik itu juga, Rajan menarik napas lebih dalam.Jadi ini momennya.Ia sempat mendengar rencana Arkana sedikit, setengah bocor, lewat obrolan Maya dan bisikan tim yang sok rahasia. Tapi melihatnya secar

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 67 Keriweuhan Mamah

    Arkana baru saja kembali ke kamar rawat setelah sempat keluar sebentar menemui dokter ketika pintu terbuka pelan. Suara langkah tergesa langsung memenuhi ruangan.“Arkana! Arkana!”Arkana refleks bangkit setengah duduk di ranjang, wajahnya langsung berubah kaget sekaligus lega. Dua sosok yang sangat ia kenal berdiri di ambang pintu mamahnya dengan tas besar di pundak, papahnya membawa kantong buah dan bunga kecil meskipun dengan kondisi yang agak acak-acakan.Narine yang duduk di kursi dekat ranjang spontan ikut berdiri.“Selamat malam Mah, Pah…” sapa Narine gugup.Mamah Arkana menoleh sekilas ke Narine, senyum tipis muncul, tapi fokusnya langsung kembali ke Arkana. Ia melangkah cepat mendekat, menaruh tas sembarangan di kursi, lalu mengamati putranya dari ujung kepala sampai kaki.“Ya Allah, kamu ini gimana sih, Arkana?!” suara mamahnya langsung meninggi, campur aduk antara panik dan kesal. “Ko bisa kecelakaan gini, katanya masuk rumah sakit! Mamah sampai hampir pingsan di rumah!”Pa

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 66 Tidak Ada Dalam Rencana

    Ponsel Maya bergetar di atas meja. Getaran itu kecil, nyaris tak terdengar di antara suara AC kantor dan sisa isak Narine yang belum juga berhenti sejak tadi.Maya melirik layar. Nama Thomas muncul.Entah kenapa, jantung Maya langsung berdegup lebih cepat.“Angkat dong tuh si Thomas telfon,” ujar Narine pelan, suaranya serak setelah terlalu banyak menangis.Maya mengangguk dan menekan tombol jawab. Baru setengah detik, wajahnya berubah.“Apa?” Maya spontan berdiri. “Di mana sekarang?”Narine menatap Maya dengan dahi berkerut. Ada firasat aneh yang tiba-tiba menyusup ke dadanya.Maya memalingkan tubuh sedikit, tapi suara Thomas tetap terdengar samar dari speaker. Suara panik, terputus-putus, terburu-buru.“Udah di IGD RS Brawijaya ini dia kecelakaan di flyover karena mobilnya ditabrak dari belakang sama pengendara lain, lu kesini deh kasih tau Narine kata gue.”Narine membeku.“Arkana?” bibirnya bergetar saat menyebut nama itu.Maya menutup telepon dengan tangan gemetar. Wajahnya pucat

  • Sentuhan Pria Dewasa   Chapter 65 Selangkah Lebih Dekat

    Narine duduk di sudut sofa apartemennya dengan lutut ditarik ke dada. Lampu ruang tamu sengaja ia redupkan, hanya menyisakan cahaya kekuningan dari standing lamp di dekat jendela. Matanya sembap, hidungnya memerah, dan tisu sudah menumpuk di meja kecil di depannya.Pintu diketuk beberapa kali, agak terburu-buru.“Maya…”Begitu pintu terbuka, Maya langsung disambut pemandangan sahabatnya yang biasanya rapi dan tegar itu sekarang berantakan, rambutnya diikat asal, pipinya basah oleh sisa air mata.“Ya Tuhan, Narine…” Maya buru-buru menutup pintu dan meletakkan tasnya. “Kenapa? Kok kayak habis ditonjok gini mukanya?”Narine mengangkat wajahnya. Bibirnya bergetar, dan tanpa peringatan, air matanya kembali tumpah. Maya langsung duduk di sebelahnya, menarik tubuh Narine ke pelukan.“Arkana…” suara Narine serak, hampir tak terdengar. “Dia marah banget sama gue tadi.”Maya terdiam sepersekian detik. Alisnya sedikit berkerut, antara kaget dan bingung. “Marah? Marah kenapa? Kalian kan baik-baik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status