Short
Setelah Kematianku, Keempat Targetku Menggila

Setelah Kematianku, Keempat Targetku Menggila

By:  AwanCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah tiga target penaklukanku gagal, aku memilih bertunangan dengan Nadia Wijaya, putri Keluarga Wijaya yang lumpuh. Aku sampai menukar seluruh poin yang aku miliki demi membuatnya bisa berdiri kembali. Akan tetapi, hal pertama yang dia lakukan setelah pulih adalah membatalkan pertunangannya denganku dan menggelar pernikahan mewah di tepi laut bersama Raka Mahendra. Di tengah pesta pernikahan, empat target penaklukanku menatap Raka dengan penuh kelembutan. Di saat itu juga, aku tiba-tiba ingin pulang. Jadi, aku berbalik dan langsung melompat ke laut. Saat aku jatuh ke dalam lautan, empat sosok justru serentak menerjang ke arahku dengan wajah dipenuhi penyesalan dan ketakutan.

View More

Chapter 1

Bab 1

Di atas kapal pesiar yang tidak jauh, Nadia Wijaya yang mengenakan gaun pengantin tengah mencium Raka Mahendra dengan wajah penuh kebahagiaan.

Di tengah sorak-sorai semua tamu, suara notifikasi sistem juga terdengar di dalam benakku.

[Target penaklukan host telah gagal. Dalam setengah bulan, Anda akan dimusnahkan secara paksa.]

Sudut bibirku terlintas senyuman pahit.

Sejak terlahir kembali ke dalam tubuh ini, sistem memberiku empat target penaklukan.

Selama aku berhasil membuat salah satu dari mereka memiliki tingkat kesukaan seratus persen kepadaku, tubuhku di dunia asal yang mengidap penyakit mematikan akan sembuh total.

Selama bertahun-tahun, aku berusaha menaklukkan mereka dan merendahkan diriku serendah mungkin.

Namun, setiap kali tingkat kesukaan mereka kepadaku hampir mencapai seratus persen, kemunculan Raka selalu membuat semuanya kembali menjadi nol.

Hingga saat ini, target penaklukan terakhirku pun akan menikah dengan Raka.

Memikirkan hal itu, aku sontak berbalik dan berjalan menuju tepi dek sebelum menjatuhkan diri ke laut.

Air laut menyelimuti tubuhku. Aku merentangkan kedua tangan dan membiarkan tubuhku perlahan tenggelam menuju dasar laut.

Tepat pada saat itu, sesosok menarik tubuhku dan membawaku kembali ke permukaan.

Udara segar kembali memenuhi paru-paruku. Sebelum aku sempat bereaksi, sebuah tamparan keras sudah mendarat di wajahku.

"Kamu sengaja lompat ke laut saat nikahan Raka, hanya untuk merusak suasana hati kami, 'kan?"

Aku mengusap darah di sudut bibirku dan melihat tatapan semua orang yang penuh kejijikan di depanku. Rasa sakit pun kembali memenuhi dadaku.

Kakakku, Maya Pratama juga target penaklukan pertamaku di dunia ini.

Setelah orang tua dari pemilik tubuh ini meninggal dunia, aku dan Maya pun saling bergantung.

Saat kecelakaan mobil kemarin, aku tanpa ragu melindunginya dengan tubuhku. Sebab itu, organ dalamku mengalami kerusakan dan harus dirawat di ICU.

Maya memelukku sambil menangis tersedu-sedu, kemudian berkata bahwa apa pun yang terjadi di masa depan, dia akan selalu melindungiku.

Tidak hanya itu, Maya juga berkata bahwa kami adalah satu-satunya keluarga bagi satu sama lain di dunia ini.

Namun, pada hari aku keluar dari rumah sakit, aku justru melihatnya membawa Raka pulang dan berkata bahwa Raka akan menjadi adik kami.

Maya menyuruh Raka tinggal di kamarku dan membiarkannya menyiksa hewan peliharaanku yang sudah kupelihara selama delapan tahun hingga mati.

Setiap kali aku bertengkar dengan Raka, Maya selalu memihaknya dan menyalahkanku karena terlalu picik.

Aku membutuhkan waktu delapan tahun untuk mengumpulkan sembilan puluh tujuh poin penaklukan. Akan tetapi, Raka berhasil merebut semuanya hanya dalam waktu seminggu.

Sejak saat itu, tingkat kesukaan Maya kepadaku pun mulai menurun. Bahkan tidak mau mengakuiku sebagai adiknya lagi di depan orang luar.

Melihatku duduk diam di lantai, Maya mengeluarkan sebotol obat jantung dari dalam tasnya dan melemparkannya ke hadapanku.

"Pura-pura sakit jantung lagi, ya? Minum obatnya dan segera pergi dari sini!"

Sebenarnya, aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Selama ini, rasa sakit di dadaku hanyalah akibat hukuman dari sistem. Maya hanya khawatir kalau aku akan tiba-tiba mengalami serangan jantung, jadi selalu membawa obat itu ke mana pun pergi.

Namun, sekarang hatiku sudah tidak merasakan kehangatan sedikit pun. Setelah mengambil botol obat itu, aku langsung menuangkan segenggam pil putih dan memasukkannya ke dalam mulut.

Usai tertegun, Maya langsung menjerit dan memukul tanganku.

Pil-pil di dalam mulutku terhambur keluar. Maya mencengkeram pergelangan tanganku dengan kuat, suaranya sedikit gemetar.

"Dimas, kamu sudah gila, ya?!"

Aku tidak gila. Aku hanya ingin pulang. Aku ingin berpamitan kepada kakak kandungku yang sebenarnya.

Aku tetap diam dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Maya menatapku dengan tajam.

Melihat semakin banyak tamu yang mulai mengerumuni kami, dia memerintah pengawal untuk membawaku turun dari kapal dengan ekspresi tidak sabar.

Baru saja aku menginjakkan kaki di atas dek, suara sepatu hak tinggi terdengar dari belakangku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status