공유

71

작가: SayaNi
last update 게시일: 2026-06-29 22:49:21
​Jerry tertawa lepas, lalu menggumam pelan di puncak kepala Ruenna. "Hahaha. Agar kau tidak bisa kabur ke mana-mana lagi."

"Sampai kapan kau mau memelukku seperti ini? Kau tidak berniat pulang?" tanya Ruenna, suaranya melunak, meski nadanya tetap terdengar mengusir.

"Sampai kau tertidur," balas Jerry.

Ruenna menarik kepala sedikit ke belakang, lalu dengan cepat mengecup pipi Jerry. Kecupan singkat yang sukses membuat pria itu tertegun. "Kau harus pulang sekarang,"

Umpan itu berhasil. Jwerry
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa   105 I have a boyfriend

    "Saya?" Ruenna tersenyum canggung, karena tiba-tiba dikasih panggung untuk bicara. Haruskah ia ikutan pamer? "Kesibukan saya cuma sibuk menghabiskan uang jajan yang diberikan Michelle," ucap Ruenna sembari tersenyum manis. Ia menatap Michelle yang duduk di sebelahnya. Lalu lanjut dengan semangat, "Tahu sendiri, kan? Rumit sekali rasanya. Van Cleef, Harry Winston, atau Cartier itu rajin sekali mengeluarkan koleksi perhiasan baru setiap musimnya. Padahal set perhiasan berlian yang dibelikan Michelle musim lalu saja belum semuanya sempat saya pakai."Tiga tahun Ruenna hidup sebagai Fiorella, ia sudah terbiasa dengan barang-barang mewah karena sering berbalanja bersama Livia. Satu meja langsung terdiam. Mereka sebenarnya ingin menganggap Ruenna hanya membual demi mengangkat gengsi Michelle di depan mereka. Namun, saat mata mereka secara naluriah meneliti penampilan Ruenna dari atas ke bawah, niat menyangkal itu sirna. Potongan gaun, pendar kemilau perhiasan berlian yang dikenakan Ruenn

  • Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa   104 Suami patuh istri

    Setelah keluar dari rumah sakit, Jerry memilih menghabiskan masa pemulihannya di rumah yang ia tempati bersama Ruenna. Siang itu, Genio datang setelah pembebasannya diselesaikan oleh pengacara Homar. Pria itu menyandarkan punggung di sofa, menatap Jerry yang duduk santai di hadapannya."Jadi, apa rencanamu sekarang?" Jerry menjawab santai, "Istriku bilang, balas dendam tidak akan pernah ada ujungnya. Aku patuh pada istriku."Genio tertegun, antara ingin tertawa atau heran. "Lalu aku harus patuh pada siapa? Kau bosnya."Raut wajah Jerry berubah serius. "Pengacara Eric sengaja memperlama persidangan. Dia pikir bisa membuat putranya menjadi tak bersalah," Jerry tertawa sebelum lanjut berkata, "aku jadi ingin memastikannya mendapat hukuman terberat."Genio menaikkan sebelah alisnya, menyindir halus. "Bukannya kau suami yang patuh pada istri?"Jerry terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. "Benar. Terima kasih sudah mengingatkan.""Sama-sama," balas Genio datar.Tak lama kemudian, terde

  • Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa   103 Hot Gila

    Tiga hari kemudian...Jerry sudah dipindahkan dari ICU ke kamar rawat, dan bisa duduk bersandar di tempat tidurnya. Meski beberapa lapis perban masih membalut dada dan bahunya. Di sudut ruangan, Narin sibuk melihat lihat tumpukan hadiah dari para penggemar Jerry yang sudah di periksa oleh keamanan. "Jerry, boneka karakter yang lucu ini sangat mirip denganmu! Yang ini buat aku, ya?" seru Narin memeluk boneka itu. Jerry melirik adiknya datar. "Ambil saja semuanya sebelum dibuang.""Cih, herman kok bisa orang sepertimu punya penggemar, tampan tidak, attitude tidak ada," cibir Narin, tetapi jemarinya tetap sibuk memilah barang-barang unik lainnya. "Kak, cepatlah bosan dengan Jerry, lalu buang saja dia."Ruenna tersenyum tipis mendengar ucapan Narin padanya. Ia pikir gadis yang tengah sibuk dengan tugas akhir kuliah itu akan membencinya karena akrab dengan Aylin. Tetapi Narin malah bersikap biasa saja padanya. Ruenna kembali fokus pada mangkuk sup di tangannya. Ia menyuapkan satu send

  • Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa   102

    Eric melepaskan cengkeramannya. Tubuh Ruenna terhempas ke lantai, terbatuk-batuk sambil meremas lehernya yang terasa kering dan ngilu. ​Perawat ICU yang berseru tadi pun bergegas berlutut di samping Ruenna, lalu mendongak menatap Eric. "Pak, Anda tidak bisa melakukan kekerasan di ruang ICU. Tolong keluar sekarang, atau saya panggil sekuriti!" ​Eric menatap perawat itu dengan pandangan meremehkan. "Jangan ikut campur kalau masih ingin bekerja di rumah sakit ini." ​"Saya tahu Anda kerabat Dokter Homar. Tapi tugas saya memastikan ruangan ini tetap steril," balas perawat tanpa gentar. ​Eric berdecak sinis. Ia menatap Ruenna yang masih bersusah menghirup oksigen. ​"Aku belum selesai denganmu," ucap pria paruh baya itu pada Ruenna sebelum melangkah pergi. ​Napas lega berembus dari mulut perawat tersebut. Ia kembali pada Ruenna. "Anda tidak apa-apa? Perlu saya panggilkan dokter?" ​Ruenna menggeleng pelan. Suaranya keluar serak, "Saya... tidak apa-apa. Terima kasih." Perawat itu meng

  • Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa   101 Mau ngapain

    ​Sementara itu, Jihan dan Homar berdiri di balik dinding kaca kedap suara ruang ICU. Dengan tangan terlipat di dada, Jihan terus menatap dingin Ruenna yang duduk di samping putranya. ​"​Aku akan bersabar membiarkan wanita itu... Hanya sampai kondisi Jerry benar-benar membaik," bisik Jihan tanpa mengalihkan tatapannya dari Ruenna. ​Homar mengusap lembut lengan Jihan, mencoba meredam kemarahan istrinya itu. Tatapannya sendiri juga tak lepas dari Jerry yang terus menatap Ruenna. Homar pun mengerti jika putranya sudah dibutakan cinta begitu parah, dan sudah stadium empat. ​"Untuk saat ini, kita turuti saja keinginannya," sahut Homar menenangkan Jihan. "Yang penting dia tenang dan pemulihannya lebih cepat." ​Jihan mendengus pelan, menahan kekesalannya. "Orang-orang oportunis sepertinya tidak akan pernah puas dengan berapa pun materi yang sudah diberikan putra kita. Ah... untung saja dia tidak hamil. Putraku setidaknya masih cukup waras untuk tidak punya anak dari wanita seperti itu."

  • Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa   100 tanggung jawab rawat suami

    Ruenna kembali mengendap-endap. Rambutnya diikat seadanya. Saat Ruenna mencoba mengintip dari kejauhan, Homar memergokinya. Pria paruh baya itu menghela napas panjang, lalu menegur dingin, "Kau masih di sini?" "Saya akan tetap terus datang setiap hari," balas Ruenna. Homar hanya berdehem pelan. Ini hari keenam ia melihat Ruenna yang tetap datang ke rumah sakit, tak peduli berapa kali wanita itu dihina dan diusir. Pria paruh baya itu pun melanjutkan langkahnya menuju ruangan ICU tempat Jerry dirawat. Dua petugas keamanan berseragam yang berjaga ketat di depan langsung menunduk hormat begitu Homar lewat. Ruenna memberanikan diri melangkah cepat mengikuti Homar dari belakang. Homar tak meminta pengawal mengusir Ruenna kali ini. "Anda... percaya pada saya, kan, Tuan Homar?" Homar tidak menjawabnya. Namun, ia juga tidak melarang Ruenna mengekor di belakangnya. Pintu otomatis bergeser terbuka, dan tanpa sadar Ruenna terus berjalan hingga mereka berdua benar-benar masuk ke d

  • Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa   Bab 7

    "Sebentar, aku butuh waktu untuk berpikir," sahut Ruenna pelan. "Hanya latihan, kan? Maksudku... ini murni latihan akting?" Jerry mengangguk singkat. "Ya." Ruenna menarik napas dalam. Baginya, berakting bukan hal baru. Setiap hari ia berakting menjadi Fiorella yang anggun di depan keluarga Ol

  • Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa   Bab 6

    Ruenna menelan ludah. Bayangan tentang kesuksesan lewat konten memasak tiba-tiba terasa seperti gelembung yang siap pecah. "Jadi, terima saja tawaran kami," tekan Genio lagi. "Apa untungnya bagi Anda menghapus akun Chef Rue? Membagikan resep adalah cita-cita saya." "Untuk mematikan akses Anda

  • Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa   BAB 5

    Di menara Aureon, sebuah raksasa teknologi, Altan duduk di depan layar monitor. Alih-alih ruang kerja mewah dengan pemandangan kota, ia kini terjepit di sebuah kabikel yang sempit, dikelilingi oleh bising suara rekan kerja yang sibuk bergosip tentang drama kantor. Kakek Mario benar-benar membuat A

  • Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa   BAB 4

    Keesokan paginya, Ruenna berpapasan dengan Altan yang juga baru keluar dari kamarnya. "Lihat siapa yang sudah bangun," cemooh Altan, memasukkan satu tangannya ke saku celana. "Kau semakin pandai berdandan memakai barang-barang mahal." Ruenna mengabaikan ejekan itu. Ia hanya ingin berjalan melewa

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status