ホーム / Urban / Sistem Sign-In Harian / 52. Ancaman Manis Lia

共有

52. Ancaman Manis Lia

作者: KoTz
last update 公開日: 2026-07-29 22:07:57

Waktu Sign-in yang ditunggu-tunggu tiba. Reyhan mendapatkan sebuah supercar edisi terbatas. Namun, wajahnya tetap datar. Mobil mewah bukan hal yang bisa membuatnya tersenyum untuk saat ini.

Pagi harinya di lobi Starlight, langkah Reyhan terhenti. Sekelompok pria berjas hitam memblokir jalan. Pak Sudar dan tim keamanannya sudah bersiaga, berhadap-hadapan dengan para tamu tak diundang itu dengan wajah tegang.

"Ada apa ini? Perampokan pagi buta?" tegur Reyhan santai, melangkah maju.

"Cih. Dasar br
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sistem Sign-In Harian   78. Perangkap Keluarga Yudistira

    Tidak lama setelah itu, gerombolan orang mendatangi tepi pantai. Salah satu pria asing dari mereka langsung memarahi Reyhan. Reyhan sama sekali tidak mengerti bahasa yang digunakan pria itu. Sementara itu, Rio yang nyalinya tiba-tiba ciut malah bersembunyi di belakang Reyhan tanpa berani bicara. "Rey, kita kena masalah besar. Mereka sedang syuting film di sini dan bule itu adalah sutradaranya. Dia marah besar karena kita baru saja memukul aktor utamanya," jelas Kai yang menerjemahkan ucapan sutradara itu. Reyhan mengusap hidungnya, tampak bingung dengan kedatangan kru film itu. Lagi pula, suara tembakan senjata tadi terdengar amat asli. Bukan hanya Reyhan yang kebingungan. Dokter Kemal yang berdiri di sebelahnya juga masih berusaha mencerna kejadian aneh ini. Tim medis segera membawa kedua aktor yang pingsan itu. Pukulan Reyhan rupanya berakibat fatal. Kedua aktor tersebut diperkirakan butuh rawat inap di rumah sakit setidaknya selama sepuluh hari. Kapal pesiar yang baru bersanda

  • Sistem Sign-In Harian   77. Tidak ada Waktu

    "Kita tidak punya waktu untuk bersantai. Jadwal kita sangat ketat hari ini. Cepat pergi bangunkan dua temanmu itu, kita berangkat sekarang," perintah Dokter Kemal tanpa basa-basi. "Baik, Dok." Reyhan berjalan menyusuri lorong menuju kamar Kai dan Rio. Ia mengetuk pintu kamar mereka berulang kali, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Karena sudah hafal dengan kebiasaan buruk dua temannya itu, Reyhan menghentikan seorang staf kebersihan hotel yang kebetulan lewat. Dengan alasan kunci tertinggal, ia meminta staf itu membukakan pintu menggunakan kartu akses darurat. Saat pintu terbuka, Reyhan hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan teman-temannya. Kai dan Rio tidur di atas kasur yang sama. Karena suhu AC yang disetel terlalu dingin, mereka berdua tidur saling berpelukan erat untuk mencari kehangatan. Wajah mereka berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Reyhan melihat ada segelas air es yang masih penuh di atas meja nakas. Ide jahil langsung muncul di kepalanya. Ia mengamb

  • Sistem Sign-In Harian   76. Mimpi Sialan

    Begitu sosok Mila menghilang di balik pintu, Reyhan membuang napas panjang. Ia meraba saku bajunya, memastikan barang berharga yang baru saja ia dapatkan masih aman di sana. Transaksi malam ini berjalan persis seperti dugaannya. Di dunia bawah tanah yang ia selami, informasi adalah mata uang paling mahal, dan Mila baru saja memberikan kunci penting untuk rencananya besok.Reyhan berjalan gontai dan merebahkan tubuh lelahnya ke sofa. Otaknya masih terus berputar, menyusun strategi untuk menyusup ke acara keluarga Yudistira. Ia harus menyelamatkan Sandra sebelum semuanya terlambat. Namun, sekeras apa pun ia berpikir, matanya terasa sangat berat. Perlahan tapi pasti, rasa kantuk menelan kesadarannya.Suara bantingan pintu yang terbuka paksa tiba-tiba membangunkannya.Reyhan langsung melompat berdiri, bersiap menghadapi penyusup. Namun, saat ia melihat siapa yang berdiri di ambang pintu, tubuhnya mematung.Itu Sandra. Penampilannya jauh dari kata rapi. Ia mengenakan gaun pengantin putih

  • Sistem Sign-In Harian   75. Mawar Berduri

    Reyhan tiba di lobi hotel saat jarum jam menunjuk pukul satu dini hari. Setelah meneguk segelas air mineral di pantry kamarnya, ia duduk di pinggir ranjang, bersiap membuka antarmuka sistem untuk mengklaim Sign-In hariannya. Tiba-tiba, terdengar suara derit pintu terbuka.Reyhan menghentikan gerakannya. Rombongan mereka hanya menyewa empat kamar penthouse. Ia memegang satu-satunya kartu akses untuk kamar seorang sendiri.Bangkit tanpa suara, Reyhan menggeser tubuhnya ke sudut gelap di balik pilar. Begitu siluet penyusup itu masuk dan menutup pintu, Reyhan menekan sakelar utama. Ruangan langsung benderang.Dalam hitungan detik, sebuah serangan siku yang sangat cepat melesat ke arah tenggorokannya. Reyhan menyilangkan lengannya untuk menangkis. Benturan keras terjadi, memaksa Reyhan mundur untuk menetralisasi momentum tenaga lawannya.Serangan itu sangat bertenaga. Sangat terlatih.Penyusup itu memutar tubuhnya, bersiap meluncurkan serangan kedua, sebelum akhirnya berhenti total."Ka

  • Sistem Sign-In Harian   74. Pesta Jalanan

    "Bukan masalah besar," kilah Reyhan pelan."Jangan berlagak kuat menanggung semuanya sendiri. Muntahkan saja isi kepalamu. Kami siap mendengarkan," dorong Rio, berjalan menghampiri.Reyhan mengambil napas, membiarkan aroma garam laut mengisi paru-parunya. "Berada jauh dari tanah kelahiran memantik memori lamaku. Sejak mengambil spesialisasi di luar negeri, rutinitasku hanya berkisar di meja operasi dan jurnal medis. Aku hanya memiliki waktu menjenguk orang tuaku pada liburan akhir tahun." dusta Reyhan.Ada jeda sejenak sebelum Reyhan menegakkan tubuhnya, sorot matanya kembali menajam. "Begitu urusan penjemputan calon istriku di St. Marcus ini tuntas, aku akan langsung terbang pulang menemui keluargaku. Rencana itu tidak bisa ditawar lagi."Reyhan menjentikkan pemantik apinya, membiarkan ujung rokoknya membara sebelum mengembuskan asap tebal ke udara malam. Pikirannya masih berputar menyusun strategi untuk esok hari.Ledakan keras dari knalpot mobil balap mendadak memecah konsentrasiny

  • Sistem Sign-In Harian   73. Rahasia Masa Lalu Dokter Kemal

    "Ini murni berkaitan dengan cetak biru energi baru. Beliau pasti mencium pergerakan bisnis yang sedang kami rencanakan," jawab Reyhan lugas."Tebakan yang masuk akal. Namun, lain kali kunci rapat rahasia sebesar itu jika kau berhadapan dengannya. Dia memiliki ego patriot yang tidak bisa ditawar. Tanpa kehadiranku di sana, kau tidak akan bisa keluar dari gang itu dengan dokumenmu utuh," nasihat Dokter Kemal."Aku butuh kepastian mengenai seberapa jauh jangkauan kekuasaannya," tuntut Reyhan, mencoba menakar risiko ke depannya."Kau meremehkan sejarah, Anak Muda. Kakek Cross mendedikasikan darah dan tulang belulangnya untuk kedaulatan negara ini. Apa pun yang dianggapnya bermanfaat bagi fondasi negara, dia akan memastikannya berada di bawah kendalinya. Dia tidak pernah memedulikan kekayaan pribadi. Hari ini dia melepaskanmu murni karena menghormati wajah tuaku," urai Dokter Kemal sungguh-sungguh."Informasi yang sangat berharga. Aku akan lebih berhati-hati," Reyhan mencatat peringatan it

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status