Home / Fantasi / Snowborn Sword God / Bab 4: Perburuan Pertama

Share

Bab 4: Perburuan Pertama

Author: GSilva
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-13 11:55:46

[Usia Rowan: 7 Tahun] [Lokasi: Pinggiran Hutan Frosheim - Zona Aman]

Tiga tahun kemudian.

Hutan Frosheim di pagi hari tertutup kabut tebal. Embun membeku di ujung dedaunan. Suasana sunyi, hanya ada suara derit salju yang dipijak.

Rowan, kini berusia tujuh tahun, berdiri diam di balik batang pohon besar. Tubuhnya tidak lagi seringkih dulu. Meski masih kurus karena kurang gizi, matanya tajam dan fokus.

Di tangannya, bukan lagi ranting rapuh, melainkan Tongkat Kayu Ulin yang sudah dia runcingkan ujungnya dan dibakar di atas api agar keras seperti besi.

Di depannya, sekitar sepuluh meter, target pertamanya sedang mengais akar di bawah salju.

[Status Window]

Target: Babi Hutan Salju (Snow Boar)

Level: 2

Berat: 80 kg

Status: Lapar / Agresif

Kelemahan: Telinga bagian dalam, Mata.

"Daging..." gumam Rowan pelan. Air liurnya terbit.

Sudah seminggu Hans tidak mendapatkan buruan. Maria mulai batuk-batuk karena kedinginan dan kurang asupan lemak. Babi hutan ini bukan sekadar monster bagi Rowan. Ini adalah Sup Daging Hangat untuk seminggu penuh.

KROSAK!

Si Babi Hutan mendadak berhenti mengais. Telinganya bergerak. Hidungnya mengendus bau manusia. Mata merahnya langsung menatap lurus ke tempat persembunyian Rowan.

"Ketahuan," batin Rowan tenang.

GROOK! Babi itu tidak lari. Hewan itu mendengus kasar, uap panas keluar dari hidungnya, lalu menerjang maju.

Tanah bergetar. Kecepatan larinya mengerikan untuk ukuran hewan gemuk. Taring kuningnya yang mencuat siap merobek perut anak kecil manapun yang menghalanginya.

Rowan tidak lari. Dia memasang kuda-kuda rendah. Dia tahu dia tidak bisa adu tenaga (Strength). Jika dia menahan serudukan itu, tulang tangannya akan patah.

"Ayo... lebih dekat lagi..."

Jarak tinggal lima meter. Tiga meter. Satu meter. Bau napas busuk babi itu sudah tercium.

Sekarang!

Rowan melakukan Sidestep (Langkah Samping) yang sangat tipis. Dia membiarkan tubuh besar babi itu melewatinya hanya selisih satu jengkal dari pinggangnya.

Di momen sepersekian detik saat leher babi itu terbuka di sampingnya, Rowan menusukkan tongkat kayunya.

"[Technique: Pierce]"

Bukan menebas kulitnya yang tebal, Rowan menusuk tepat ke lubang telinga babi itu—satu-satunya jalan tol menuju otak.

JLEB!

"KIIIIIKKKK!"

Babi hutan itu melengking tinggi. Kakinya tergelincir di salju. Momentum larinya sendiri membuat tongkat itu menancap makin dalam, mengaduk-aduk otaknya. Tubuh besarnya terguling di salju, kejang-kejang beberapa detik, lalu diam selamanya.

[TING!] [Anda membunuh Babi Hutan Salju (Lvl 2)] [EXP Diterima. Level Up! 1 -> 2]

Rowan menghela napas panjang, uap putih keluar dari mulutnya. Kakinya gemetar hebat. Serangan barusan membutuhkan konsentrasi mental dan refleks yang menguras seluruh energinya.

Tapi masalah sebenarnya baru dimulai.

"Berat sekali, sial..." umpat Rowan saat mencoba menarik kaki belakang babi itu.

Berat babi itu 50 kg. Berat Rowan mungkin cuma 25 kg. Dengan Strength yang masih level balita, Rowan harus menyeretnya inci demi inci menembus salju tebal.

Perjalanan pulang ke desa yang biasanya cuma 15 menit, kali ini memakan waktu 2 jam. Keringat dingin membasahi punggungnya. Otot-otot kecilnya menjerit kesakitan. Paru-parunya terasa mau meledak.

[Peringatan: Stamina Kritis (1/15)]

Saat dia akhirnya melihat gerbang desa, Rowan tersenyum lega. Dia membayangkan wajah kaget Hans dan senyum bahagia Maria nanti saat melihat daging segar ini.

Namun, senyum itu hilang seketika.

Tiga sosok anak laki-laki yang lebih besar menghalangi jalannya di gerbang desa. Denten, Leyus, dan Alen. Mereka menatap babi hutan itu dengan mata serakah.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Snowborn Sword God   Bab 9: Kepulangan yang Hampa dan Lahirnya Sang Iblis

    [Usia Rowan: 8 Tahun] [Lokasi: Jalan Menuju Gubuk Hans - Dini Hari]Badai salju masih mengamuk, seolah alam ingin menghapus jejak darah dan dosa yang baru saja tumpah di alun-alun desa.Di tengah putihnya salju, sesosok tubuh kecil berjalan tertatih-tatih melawan angin. Setiap langkah adalah siksaan neraka.Seret... Pincang... Seret...Kaki kanan Rowan yang baru disambung terasa kaku dan asing. Bekas luka kasar berwarna cokelat tua di pergelangan kakinya bergesekan panas dengan kulit sepatu bot yang bolong. Tulang-tulangnya menjerit setiap kali menapak tanah, tapi dia memaksanya bergerak.Dia merogoh saku jubahnya yang compang-camping. Kosong.Dia meraba balik bajunya. Kosong.Tidak ada botol obat. Tidak ada daging. Tidak ada roti hangat. Semuanya sudah dirampas kembali oleh Denten dan para penjaga sialan itu.Rowan menunduk, menatap kedua tangannya yang gemetar karena kedinginan. Tangan kanannya kini memiliki pola jahitan luka yang mengerikan di tiga jarinya.Air mata Rowan sudah mem

  • Snowborn Sword God   Bab 8: Eksekusi Anak Pungut

    [Lokasi: Alun-alun Desa Frosheim - Tengah Malam]Teng... Teng... Teng...Lonceng desa berbunyi. Suaranya berat, membangunkan seluruh penduduk Frosheim dari tidur lelap mereka.Di tengah badai salju yang mengamuk, obor-obor dinyalakan. Warga desa—tukang roti, pandai besi, petani—keluar dari rumah mereka dengan wajah ketakutan. Mereka tahu arti lonceng tengah malam: Eksekusi.Di tengah alun-alun, sebuah panggung kayu.Rowan diseret paksa oleh dua penjaga. Tubuhnya dilempar ke atas panggung yang lantainya tertutup es licin. Kedua tangannya diikat rantai besi ke sebuah balok kayu yang berlumuran darah beku lama."Lepaskan!" teriak Rowan, suaranya serak. Dia meronta, tapi tubuh kecilnya kalah kuat melawan rantai itu."Lihatlah!"Suara menggelegar Kepala Desa (Baron Frosheim) memecah keheningan. Dia berdiri di atas panggung, mengenakan jubah bulu putih yang mewah—kontras dengan baju Rowan yang compang-camping."Warga Frosheim! Malam ini kita menangkap seekor tikus!" Kepala Desa menunjuk Ro

  • Snowborn Sword God   Bab 7: Tikus di Gudang Singa

    [Lokasi: Gudang Penyimpanan Kepala Desa]Rumah Kepala Desa adalah satu-satunya bangunan batu dua lantai di Frosheim. Dindingnya licin, dan pagar besi setinggi tiga meter.Bagi orang biasa, ini benteng. Bagi Rowan, ini cuma taman bermain.Wush!Rowan melompati pagar besi tanpa suara. Kakinya mendarat di salju selembut kucing. Kecepatan Rowan sudah di luar nalar.Dia merayap di dinding, mencari ventilasi udara di lantai dua. "Mudah," batin Rowan. "Terlalu mudah."Dia masuk lewat celah ventilasi, mendarat di atas tumpukan karung gandum. Hawa hangat langsung menyapa kulitnya yang beku. Aroma surga menusuk hidungnya—daging asap, keju tua, dan roti gandum yang baru dipanggang.Perut Rowan berbunyi keras, melilit nyeri. Dia ingin memakan semuanya. Tapi dia menahan diri. Fokus. Obat dulu. Makanan nanti.Matanya yang tajam (berkat Mata Dewa Pedang) memindai ruangan gelap itu. Di rak paling atas, ada botol kaca berisi cairan merah.. [Item: Minor Healing Potion] Efek: Menyembuhkan penyakit par

  • Snowborn Sword God   Bab 6: Musim Dingin Neraka

    [Usia Rowan: 8 Tahun] [Lokasi: Gubuk Hans - Desa Frosheim]Musim dingin tahun ini datang membawa dendam. Biasanya, badai salju di Frosheim hanya berlangsung seminggu, memberi jeda bagi matahari untuk muncul sehari, lalu badai lagi. Tapi tahun ini berbeda. Langit tertutup awan hitam pekat selama dua bulan tanpa henti.Di dalam gubuk reot itu, uap napas mereka membeku menjadi kristal es di udara sebelum menyentuh tanah. Kayu bakar sudah habis seminggu yang lalu. Perabot kayu—kursi makan, meja tua, bahkan rak sepatu—sudah mereka bakar demi mendapatkan sedikit kehangatan.Tapi itu tidak cukup."Uhuk... uhuk...!"Suara batuk Hans terdengar basah dan berat, seolah paru-parunya penuh air. Pria tua itu duduk meringkuk di dekat tungku yang hanya menyisakan bara merah redup. Wajahnya abu-abu, matanya cekung."Maafkan Ayah, Rowan..." bisik Hans, suaranya gemetar. "Ayah... tidak bisa pergi ke hutan. Kaki Ayah... tidak bisa digerakkan."Rowan menatap kaki Hans. Kulitnya menghitam karena frostbit

  • Snowborn Sword God   Bab 5: Harga Sebuah Daging

    [Usia Rowan: 7 Tahun] [Lokasi: Gerbang Desa Frosheim]"Wah, lihat," kata Denten, menendang perut babi hutan hasil buruan Rowan. "Si Anak Pungut bawa makan siang buat kita."Denten adalah anak Kepala Desa. Usianya 10 tahun, tubuhnya bongsor karena gizi yang cukup, dan dia punya hobi menyiksa anak-anak yang lebih lemah.Rowan menatap mereka datar. Tangannya masih mencengkeram kaki babi hutan itu erat-erat. "Minggir," katanya pelan."Hah? Kau bicara apa?" Denten mendekatkan telinganya dengan gaya mengejek. "Minggir? Kau menyuruhku minggir di tanah ayahku?""Itu milikku," kata Rowan, suaranya mulai menajam. "Aku memburunya di hutan. Minggir atau...""Atau apa?" potong Denten. Dia maju selangkah, lalu mendorong dada Rowan keras-keras.BRUK!Rowan jatuh terduduk. Biasanya, dia bisa menahan dorongan itu. Dia bisa mematahkan jari Denten dalam sekejap. Tapi sekarang...[Stamina: 0/15] [Status: Kelelahan Ekstrem]Tubuhnya tidak mau bergerak. Otot-ototnya mati rasa setelah menyeret beban 50kg se

  • Snowborn Sword God   Bab 4: Perburuan Pertama

    [Usia Rowan: 7 Tahun] [Lokasi: Pinggiran Hutan Frosheim - Zona Aman]Tiga tahun kemudian.Hutan Frosheim di pagi hari tertutup kabut tebal. Embun membeku di ujung dedaunan. Suasana sunyi, hanya ada suara derit salju yang dipijak.Rowan, kini berusia tujuh tahun, berdiri diam di balik batang pohon besar. Tubuhnya tidak lagi seringkih dulu. Meski masih kurus karena kurang gizi, matanya tajam dan fokus.Di tangannya, bukan lagi ranting rapuh, melainkan Tongkat Kayu Ulin yang sudah dia runcingkan ujungnya dan dibakar di atas api agar keras seperti besi.Di depannya, sekitar sepuluh meter, target pertamanya sedang mengais akar di bawah salju.[Status Window] Target: Babi Hutan Salju (Snow Boar) Level: 2 Berat: 80 kg Status: Lapar / Agresif Kelemahan: Telinga bagian dalam, Mata. "Daging..." gumam Rowan pelan. Air liurnya terbit. Sudah seminggu Hans tidak mendapatkan buruan. Maria mulai batuk-batuk karena kedinginan dan kurang asupan lemak. Babi hutan ini bukan sekadar monster bagi Ro

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status