แชร์

Bab 147 Cemburu Juga

ผู้เขียน: Madamme Yellow
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-28 15:20:58

“Bohong!”

Arlan marah, ia tahu kalau Karin menginap di apartemen Dimas dan menyangka Karin bercinta dengan pria itu. Padahal Karin tidak melakukan apapun tapi Arlan tidak mau percaya.

Arlan memblokir nomor ponsel Karin!

Baru kali ini Karin merasa ditinggalkan, ia juga tidak menyangka kalau Arlan yang sebucin itu dengannya bisa tega melakukan hal itu.

“Dia marah banget kayaknya,” gumam Karin sambil melihat pesannya yang sekarang centang satu dan ia sudah tidak bisa lagi melihat foto profil A
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 633 Manifes Yang Kini Tidak Berarti

    “Kau sungguh tidak mau ikut denganku, Laura?”Ketegangan di dalam kamar hotel yang remang itu kian mencekam ketika Moreno mulai kehilangan seluruh akal sehatnya.Karin yang sedari tadi berdiri di belakang punggung Arlan mencengkram kemeja suaminya dengan tangan gemetar.Rasa khawatir menjalar hebat di dadanya melihat koridor hotel di luar sudah dipenuhi poros bodyguard berbadan tegap yang dibawa oleh Moreno.Karin didera ketakutan luar biasa jika malam ini mereka semua akan dipaksa tunduk oleh kuasa pria itu. Ia bahkan tidak berani melangkah mendekat karena Arlan sejak awal sudah melarangnya demi keselamatannya.Dari posisinya, Karin bisa melihat dengan jelas bagaimana tubuh Laura menggigil hebat karena tekanan emosional yang luar biasa, memeluk Dimas dengan begitu kuat seolah mencari perlindungan dari situasi yang mengancam ini.“Laura!” jerit Moreno dengan suara tegas yang menggelegar, memperingatkan Laura untuk melepaskan pelukannya.“Lepaskan dia dan kembali denganku malam ini! Ak

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 632 Ketulusan Yang Tidak Berarti

    Sebelum Moreno sempat melangkah lebih dekat ke arah ranjang, pintu kamar terbuka lebar dengan bantingan keras. Arlan melangkah masuk dengan aura intimidasi yang luar biasa pekat, disusul oleh Karin di belakangnya yang langsung memasang wajah tegang namun penuh keberanian.“Stop!” ucap Arlan dengan kesal.Melihat Laura berlindung di balik punggung Dimas dengan tubuh gemetar, darah Arlan mendidih. Ia langsung mengambil posisi di baris paling depan, berdiri tegap di antara Moreno dan pasangan suami istri baru tersebut.Langkah kakinya yang mantap seketika memotong ruang gerak Moreno.Arlan mengangkat tangan kanannya, menunjuk tepat di depan wajah Moreno dengan tatapan mata yang luar biasa dingin dan sinis.“Siapa kau, Moreno?” desis Arlan, suaranya tidak tinggi namun getaran otoritas di dalamnya sanggup membungkam ruangan yang tadinya bising.Moreno tertegun sejenak, urat di pelipisnya masih menegang hebat.“Kemarin, aku biarkan kau sombong menunjukkan kuasamu karena aku malas melayani k

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 631 Aku Melayani Suamiku, Aku Bukan Jalang!

    “Eugh!” Laura mendesah dengan begitu lembut saat Dimas memulai permainannya di ranjang. Ini malam pertama, tapi Dimas bukan pertama kali melihat miliknya. Andai saja Laura tahu kalau ia akan ternoda oleh Moreno, lebih baik malam itu ia serahkan sepenuhnya tubuh indahnya pada Dimas. Setidaknya Laura tidak akan pernah menyesal. “Kamu menikmatinya?” tanya Dimas dengan begitu lembut di telinga Laura, Laura mengangguk pelan dan tersenyum getir.Laura takut Dimas jijik dengannya, ia bukan perawan!Hamil anak Moreno. Tidak ada yang bisa diharapkan darinya tapi Laura melihat tidak ada gurat penyesalan dari wajah Dimas.“Ya, Dok. Ahhhh. Pelan ya, Sayang.” Laura mencengkram lembut bahu Dimas saat Dimas mulai menekan inti tubuhnya.Di bawah temaram lampu kamar yang sunyi, waktu seolah berjalan melambat.“Ouhhh.”Dimas bergerak dengan sangat perlahan, menepati janjinya untuk menjaga Laura dan janin di dalam kandungannya dengan penuh kehati-hatian.Ini pertama kalinya mereka saling memiliki, d

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 630 Tugas Sebagai Istri

    Dering ponsel Arlan kembali memecah keheningan malam dengan getaran yang jauh lebih bertenaga.Begitu tombol hijau digeser, suara Moreno langsung menggelegar dipenuhi murka yang tak tertahankan.“Kau membohongiku, Arlan! Kau bilang kau baru pulang dari rumah sakit, tapi kau justru menjadi saksi persekongkolan menjijikkan itu!” bentak Moreno dengan napas memburu, emosinya meledak tanpa kendali melalui sambungan telepon.Arlan hanya diam dengan rahang mengeras, mendengarkan setiap makian Moreno dengan dingin.“Aku tidak akan pernah menerima pernikahan sampah itu! Pernikahan siri itu tidak sah dimata hukum! Tidak terdaftar di negara!” teriak Moreno berapi-api, menyuarakan celah hukum yang langsung ia manfaatkan.“Dengar baik-baik, aku akan mengerahkan seluruh koneksiku untuk mendaftarkan pernikahanku dengan Laura lebih dulu ke KUA! Secara hukum negara, dia akan tetap menjadi istriku!”Jeda satu detik, suara Moreno merendah, berubah menjadi ancaman verbal yang sangat pekat dan berbahaya.

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 629 Ancaman Moreno!

    “Aamiin.”Setelah doa penutup pernikahan siri selesai dilantunkan, Dimas membawa Laura mendekat ke arah Karin dan kakak iparnya.“Aku gak tau kalau Dokter Arlan tidak ada malam ini, mungkin kami … mungkin sudah tertangkap, terima kasih, Dokter, Karin. Aku pasti akan mengingat yang kalian lakukan untukku,” ucap Dimas dengan tulus. “Santai, Dokter Dimas! Laura saudara Karin, kita sudah jadi keluarga sekarang. Dan tanggung jawabku untuk melindungi kalian.”Mereka musuh sebenarnya dan hari ini bisa jadi keluarga. Dengan ketulusan yang mendalam, Dimas dan Laura berterima kasih pada Arlan dan Karin atas pengorbanan serta perlindungan yang mereka berikan sepanjang malam yang melelahkan ini.Mendengar ucapan terima kasih itu, Arlan tersenyum kaku. Sebagai pria yang selalu berpikir logis dan terstruktur, ia mendadak bingung harus berbuat apa.Di satu sisi, status mereka kini sudah sah di mata agama.Apakah ia harus memberikan ucapan selamat?Namun di sisi lain, nurani rasionalnya berontak. I

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 628 Apa Ini Kesalahan, Dok?

    “Kamu yakin disini, Dokter Dimas dan Laura melangsungkan pernikahannya?” tanya Arlan setelah sampai di tempat lokasi yang Dimas kirim pada mereka.Aroma wangi kayu gaharu dan lantunan ayat suci yang pelan-pelan terdengar menyambut kedatangan mereka di area pesantren pedalaman Surabaya.“Iya benar kok, sesuai banget tempatnya,” jawab Karin sedikit ragu.Bermodalkan pakaian sederhana, Arlan dan Karin melangkah masuk ke dalam ruangan semi terbuka tempat pernikahan siri itu akan dilangsungkan.Karin hanya mengenakan gamis instan seadanya yang ia sambar dari lemari sebelum kabur, namun keanggunan alaminya tetap terpancar, begitu pula Arlan yang melipat kemeja kerjanya hingga siku, tetap terlihat berwibawa dan tampan meski gurat lelah membayangi wajahnya.“Itu mereka, Sayang!” Acara sudah dimulai saat Karin dan Arlan masuk, Dimas menghampiri Arlan karena Arlan saksi pernikahan mereka.“Terima kasih, Dokter Arlan sudah datang.”“Sama-sama, sudah dimulai acaranya?” tanya Arlan sambil mengeda

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 6 Rasanya Enak

    Bodohnya, gumam Karin dalam hati. Ia tidak bisa memasak dan Karin juga tidak bisa menolak permintaan aneh Arlan untuk menjadi pembantu gratisnya hari ini. Di dalam mobil, Karin hanya diam terpaku menatap jalan yang sedikit lenggang. Arlan yang duduk di sampingnya juga tidak menyapanya atau bert

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 2 Panggilan Pertama

    Tiba-tiba, dr. Arlan Pradipta datang. Rahangnya mengeras. Sorot matanya menyapu ruangan tanpa ekspresi empati sedikit pun. “Apa ini? Kenapa kau diam saja,” ucap Arlan sambil menatap tajam Karin. Koas ini mematung dengan tangannya yang gemetaran. “Lakukan! Periksa apa yang terjadi pada pasien,”

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 1 Sentuhan Pertama

    “Dok, jangan kenceng-kenceng! Aku udah basah ih!” Pintu berbunyi klik. Kunci berputar dari dalam. Seorang dokter senior melangkah masuk sambil menarik lengan seorang koas. Karin menatap mereka. Mulut Karin terbuka. Ia mengambil ancang-ancang untuk teriak dan lari. Namun tiba-tiba, tanpa ia sadar,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status