Home / Romansa / Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan / Bab 341 Cinta Manis Sekali Lagi

Share

Bab 341 Cinta Manis Sekali Lagi

last update publish date: 2026-08-30 11:45:07

Karin lahir di luar negeri, ia bukan anak kandung dari Papi Rion dan Mami Kaina, Mami hanya dibuat hamil palsu supaya bisa menjadikan Karin anaknya, anak dari cinta pertama Papi Rion yang pada akhirnya juga kabur meninggalkan Papi dengan kekasihnya, wanita itu juga tinggal di luar negeri.

Karin cucu wanita satu-satunya di Keluarga Wijaya, ia sangat disayangi Kakek Billy. Entah Kakek Billy sudah tahu atau sengaja menutup matanya terhadap fakta ini.

“Sebelum kamu disetujui Koas di rumah sakit,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 532 Arlan Bad Mood!

    “Ayo, Sayang!” Repot sekali Arlan menggandeng super modelnya. Barang bawaan mereka banyak sekali.“Emm sabar Sayang, ya ampun sepatu aku….” Teriak Karin histeris. Hampir saja sepatu modenya terlepas dari kaki cantiknya karena ditarik paksa oleh Arlan.Proses check-in di konter Bandara Internasional Soekarno Hatta berjalan sangat mulus.Sesuai janjinya, Arlan memesan tiket kelas bisnis menuju Paris. Fasilitas jalur cepat membuat mereka tidak perlu mengantri lama tapi tetap saja hampir terlambat.Namun, ketenangan yang baru saja mereka rengguk mendadak runtuh dalam hitungan detik tepat setelah mereka memegang boarding pass.“Kayak Laura,” gumam Karin dalam hati.Saat berjalan melewati pembatas kaca menuju eskalator atas, mata Karin tidak sengaja melirik ke arah bawah, tepat ke area pintu kedatangan internasional. Jantung Karin rasanya seperti berhenti berdetak.Di sana, di antara kerumunan orang yang baru mendarat, berdiri sosok wanita yang sangat familiar dengan wajah yang persis sama

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 531 Waktunya Honeymoon

    “Gak cukup kalau mau aku bawa semua, Sayang!”Keesokan paginya, kamar tidur yang biasanya rapi kini berubah total menjadi medan perang koper dan tumpukan baju.Pakaian musim dingin, paspor, kamera, hingga deretan skincare berserakan di atas kasur.Di tengah kegaduhan packing itu, Karin tiba-tiba terdiam di pinggir kasur, memandangi koper besarnya yang baru terisi setengah. Matanya mendadak berkaca-kaca.“Huhuhu, Rasanya mau menangis.”Setelah berbulan-bulan penantian, setelah air mata yang habis dikuras untuk stasiun OSCE, akhirnya momen honeymoon ini benar-benar ada di depan mata.Liburan ini bukan sekadar pelarian dari penatnya rumah sakit, melainkan sebuah pelarian yang sangat mereka butuhkan dari rentetan drama melelahkan yang mengepung rumah tangga mereka belakangan ini.Anehnya, badai itu sama sekali bukan karena masalah di antara Karin dan Arlan, melainkan keributan dari masalah orang lain.Karin menghela napas berat saat memikirkan Laura, kembaran identiknya.Laura menghilang

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 530 Jatah Pak Suami

    “Jatah aku, Sayang!”Karin tidak bisa menahan tawa saat mendengar kalimat suaminya yang menggantung.Suara Arlan mendadak berubah agak serak dengan tatapan mata yang mendalam, memberikan sinyal yang sangat jelas mengenai apa yang diinginkannya malam ini.Mengingat kejadian beberapa bulan lalu selama masa persiapan ujian, Karin mendadak merasa bersalah sekaligus ingin tertawa kencang.Saat itu, setiap kali Arlan mulai memberikan kode-kode romantis atau mencoba memijat bahunya dengan maksud "terselubung", Karin selalu menepisnya dengan kejam sembari menunjuk tumpukan buku kedokteran setebal bantal.Alhasil, Arlan harus pasrah menerima nasib tragis, berjalan gontai ke kamar mandi dengan wajah frustasi, ditemani suara gemericik air shower dingin sebagai pelipur lara tengah malam.“Oh, jadi ini ceritanya mau menagih hutang yang menumpuk?” goda Karin, sengaja menaikkan satu alisnya sambil menahan tawa yang hampir meledak melihat telinga Arlan yang mulai memerah.“Bukan lagi menagih, Sayang,

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 529 Akhirnya Bebas

    “Deg-degan banget,” gumam Karin sebelum masuk ujiannya.Ujian akhir koas atau yang biasa dikenal sebagai UKMPPD (Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) adalah puncak dari segala siksaan batin mahasiswa kedokteran.Ujian ini terdiri dari dua bagian yang sama-sama mengerikan, ujian teori berbasis komputer (CBT) dan ujian praktik klinik yang disebut OSCE (Objective Structured Clinical Examination).Dalam OSCE, Karin harus menghadapi belasan stasiun (pos) berturut-turut.Di setiap stasiun, ia hanya diberi waktu sekitar 10–15 menit untuk menghadapi pasien simulan (aktor yang pura-pura sakit), melakukan wawancara medis, memeriksa fisik, menentukan diagnosis, hingga melakukan tindakan medis darurat seperti menjahit luka atau memasang infus semuanya dilakukan di bawah tatapan tajam dan dingin dari dokter penguji yang mencatat setiap gerak-gerik dan helaan napasnya.Salah sedikit atau waktu habis sebelum selesai berbicara, buyarlah sudah!Pintu ruang ujian itu akhirnya terbuka.“Aa

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 528 Tidak Akan Pernah Lagi Cinta

    “Aku gak masalah kalau kamu punya kekasih lain, Dokter. Tapi bukan berarti itu Laura!”Suara Silvi sedikit meninggi, memecah kesunyian rumah minimalis mewah di kawasan Jakarta Selatan itu.Napasnya memburu, menatap Diego dengan mata yang mulai berkaca-kaca setelah nekat mendatangi rumah pribadi dokter ginekologi itu tengah malam.Ia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Diego yang mendadak dingin dan mengabaikan ratusan pesannya seharian ini.Diego, yang berdiri bersandar di meja konter dapur dengan kaus santai, hanya menatap Silvi dengan pandangan datar.Kejutan di wajahnya saat membuka pintu tadi kini telah berganti dengan ekspresi jengah yang kentara.“Dokter, aku minta maaf….” bisik Silvi lagi, melangkah mendekat dengan gurat penyesalan yang mendalam setelah melihat respons dingin pria itu.“Aku akui aku salah. Aku mendatangi Laura tadi pagi karena aku cemburu. A-aku selalu merasa tidak tenang jika itu menyangkut Laura, karena wajahnya selalu mengingatkanku pada Karin.”Silvi menund

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 527 Berpaling

    “Kau sangat cantik, Laura!” Untuk pertama kali Moreno memujinya.Moreno mengulurkan tangannya, mengelus lembut rambut Laura dengan gerakan posesif yang lembut, menikmati kepatuhan semu wanita itu.Namun, kepuasan atas egonya yang terpenuhi rupanya memicu gairah yang tak tertahankan di dalam diri Moreno.Cengkramannya di rambut Laura mendadak mengeras, menarik kepala wanita itu sedikit ke belakang.Tanpa memberikan waktu bagi Laura untuk menghindar, Moreno menundukkan wajahnya dan mengecup bibir Laura dengan rakus.“Eumph, lepaskan aku Moreno!”Ciuman yang menuntut, panas dan sarat akan dominasi yang mutlak, mengabaikan fakta bahwa wanita di bawah kungkungannya ini masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.Laura memejamkan matanya rapat-rapat, mencengkram erat selimut rumah sakit hingga buku-buku jarinya memutih.Rasa muak dan jijik yang luar biasa bergejolak hebat di dalam dadanya, namun ia memutus seluruh energinya untuk melawan, membiarkan tubuhnya sekaku patung es agar Mor

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 6 Rasanya Enak

    Bodohnya, gumam Karin dalam hati. Ia tidak bisa memasak dan Karin juga tidak bisa menolak permintaan aneh Arlan untuk menjadi pembantu gratisnya hari ini. Di dalam mobil, Karin hanya diam terpaku menatap jalan yang sedikit lenggang. Arlan yang duduk di sampingnya juga tidak menyapanya atau bert

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 5 Pelajaran Di Apartemen

    “Sentuh denyut nadimu sendiri. Rasakan dan catat ritme jantungmu setiap kali pikiranmu mengingat wajahku.”Efek psikologis dari "PR" Arlan mulai meracuni pikiran Karin. Saat morning report, Karin kehilangan fokus.Seperti biasa, Karin mengumpulkan laporan visit-nya sebelum pulang. Ada dr. Dimas di

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 4 Lepaskan Pakaianmu

    “Ta-tapi, Dok?”Karin enggan melepaskan snelli yang digunakannya. Di balik jas itu ia memakai long tube, pakaian jenis kemben yang menggantung sedikit panjang. Karin suka pakaian seperti itu. Namun ia sadar, tidak mungkin melepaskan snelli miliknya saat berjaga.“Kenapa?” Arlan merasa tidak perlu a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status