Share

Bab 597 Melarikan Diri

last update publish date: 2026-10-13 01:03:11

Silvi menghela napas panjang dan meletakkan ponselnya kembali ke meja. Karin menatap sahabatnya itu dengan pandangan prihatin.

Di mata orang lain, bahkan di mata Karin dan Arlan, Aldi adalah sosok pria yang luar biasa baik.

Pria itu tidak pernah mengekang Silvi. Aldi selalu mengizinkan Silvi pergi ke mana pun bersama Karin, asalkan Silvi memberikan kabar.

Bahkan, setiap kali Silvi sedang sensitif dan memarahinya tanpa alasan jelas, Aldi tidak pernah membalas dengan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 600 Rencana Licik

    “...di mata hukum, di mata agama dan di mata masyarakat ... aku tetaplah seorang pelakor, Rin. Aku merusak rumah tangga orang lain. Itulah alasan kenapa aku mau banget ambil internship di desa terpencil luar Jawa nanti. Aku mau ninggalin semua kemewahan ini sejenak.”Aldi menyandarkan punggungnya ke kursi kulit, menatap layar dengan mata yang menyipit tajam.Tidak ada kemarahan yang meledak-ledak. Wajahnya tetap tenang, namun rahangnya mengeras.Sebagai pria yang terbiasa mengendalikan sektor pertambangan, properti, hingga nikel di Indonesia, ia jelas tidak suka dengan ide pembangkangan, sekecil apa pun itu.Apalagi mendengar wanita yang dicintainya dan dirawatnya dengan kemewahan bertingkah seolah sedang dikurung di penjara bawah tanah.“Desa terpencil?” gumam Aldi dengan senyum tipis yang dingin.“Kamu terlalu berharga untuk hidup susah di pelosok, Sayang.”Aldi meraih ponselnya, lalu mengetik sebuah pesan singkat kepa

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 599 Di Dalam Hati?

    Karin membawa keceriaan yang sangat Silvi butuhkan, menjadi penawar sementara dari jeratan seorang Aldi yang kekuasaannya begitu nyata di negeri ini.Jam dinding di ruang tengah rumah mewah itu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.Chef Willy sudah pamit pulang sejak satu jam yang lalu setelah membersihkan dapur dengan rapi.Suasana rumah kembali sunyi, hanya menyisakan suara ketikan pelan dari laptop Karin dan lembaran kertas diktat UKMPPD yang sesekali dibalik oleh Silvi.“Aku udah mulai mual banget lihat nih buku,” ucap Silvi.Karin meregangkan otot lehernya yang kaku, lalu melirik sahabatnya yang sejak tadi lebih banyak menatap halaman buku yang sama tanpa membacanya.“Mual kalau gak dibalik-balik, Sil. Ngelamun apa sih? Kayak jauh banget.”Setelah menimbang-nimbang cukup lama, Karin akhirnya menutup laptopnya setengah.Sorot matanya berubah lembut, penuh dengan empati seorang sahabat yang sudah berbagi rah

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 598 Perhatian Kecil

    Kebaikan Aldi terasa seperti racun berbalut madu.Di satu sisi, pria itu adalah penyelamat yang menjaga ibunya tetap aman dari dinginnya sel penjara.Namun di sisi lain, perhatian ini terus mengingatkan Silvi akan statusnya, seorang wanita simpanan yang bersembunyi di balik bayang-bayang kebahagiaan keluarga kecil Aldi.Topeng “dokter suci dan mandiri” yang ia kenakan di depan Karin terasa semakin retak malam ini.Silvi menarik kursi makan dengan perlahan. Ia memaksakan sebuah senyuman kepada sang koki.“Terima kasih banyak, Chef. Baunya enak banget.”Saat ia menyuap potongan salmon yang lembut itu ke dalam mulutnya, air matanya menetes tanpa bisa dibendung.Hiks!Rasanya gurih dan sempurna, persis seperti yang biasa ia makan. Namun di tengah rumah yang sepi itu, di bawah cahaya lampu gantung yang mewah, Silvi mengunyah makanannya dalam keheningan yang menyakitkan.“Aku harus cari cara menjauh.”

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 597 Melarikan Diri

    Silvi menghela napas panjang dan meletakkan ponselnya kembali ke meja. Karin menatap sahabatnya itu dengan pandangan prihatin.Di mata orang lain, bahkan di mata Karin dan Arlan, Aldi adalah sosok pria yang luar biasa baik.Pria itu tidak pernah mengekang Silvi. Aldi selalu mengizinkan Silvi pergi ke mana pun bersama Karin, asalkan Silvi memberikan kabar.Bahkan, setiap kali Silvi sedang sensitif dan memarahinya tanpa alasan jelas, Aldi tidak pernah membalas dengan amarah.Aldi justru selalu mengalah, memaklumi tingkah Silvi dan menganggap Silvi adalah wanita manja yang menggemaskan. Aldi bahkan bangga karena Silvi tumbuh menjadi calon dokter yang mandiri.Namun, justru kebaikan dan kelembutan Aldi itulah yang menjadi tembok penjara bagi Silvi.Kalau bukan karena ancaman Aldi yang memegang kartu as keluarga Silvi, ia tidak akan pernah terjebak dalam posisi ini.Aldi mengetahui seluruh kasus hukum yang menimpa ayah Silvi,

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 596 Kejutan Aneh Dari Arlan

    “Kayak mobil suamiku,” ucap Karin sambil melihat ke arah jendela.Tapi….Pintu kafe berdenting keras, memutus konsentrasi Karin yang baru saja mau menghafal stadium penyakit cacingan.Seluruh pengunjung kafe mendadak menoleh ke arah pintu.Karin dan Silvi ikut menoleh dan detik itu juga, Karin rasanya ingin tenggelam ke dalam lantai kafe bersama buku panduan UKMPPD-nya.Maluuuuuu….Di ambang pintu, berdiri Arlan. Suaminya yang tampan itu tersenyum lebar tanpa dosa, melambaikan tangan dengan antusias.Karin mendadak tidak kenal!Bukan ketampanan Arlan yang membuat seisi kafe melongo, melainkan sesosok “makhluk” raksasa yang didekapnya erat-erat.Itu adalah boneka Chucky setinggi satu meter, lengkap dengan wajah penuh jahitan luka, mata melotot yang tampak haus darah dan baju kodok garis-garisnya yang legendaris.Oh Tuhan!Silvi yang sedang minum es kopi langsung tersedak hebat.

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 595 Hamil?

    “Ngepul otak aku, Sil.”Aroma espresso yang pekat di kafe dekat fakultas itu mendadak kalah saing dengan bau minyak angin aromaterapi yang dioleskan Karin ke pelipisnya.“Kamu hamil, Rin?” tanya Silvi.Baru seminggu lalu perempuan itu pamer foto aesthetic berdua Arlan di pantai Bali waktu honeymoon.Sekarang? Di depannya sudah ada tumpukan buku tebal yang tebalnya bisa buat ganjalan ban truk.“Hamil apaan, hamil anak buaya?” jawab Karin ketus. Sejak liburan di Bali, Karin dan Silvi kembali jadi sahabat, entah sahabat seperti apa, yang jelas Karin butuh Silvi dan Silvi butuh Karin. Mereka pernah punya masalah tapi sudah berlalu. Karin memutuskan untuk memaafkan Silvi.Sekarang yang mereka pikirkan adalah.Gerbang terakhir bernama UKMPPD (Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) sudah melambaikan tangan dengan kejam.Demi bisa ikut sumpah dokter dan pakai baju putih, Karin harus menak

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 3 Pelajaran Menyentuh

    Suara dr. Arlan dari dalam ruangan terdengar datar. Tangan Karin terhenti di kenop pintu. Ia menunduk menatap penampilannya. Rok yang ia kenakan menggantung di atas lutut, mengekspos paha dan kaki jenjangnya dengan jelas. Masuk ke ruangan tertutup berdua saja dengan konsulen menggunakan pakaian se

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 2 Panggilan Pertama

    Tiba-tiba, dr. Arlan Pradipta datang. Rahangnya mengeras. Sorot matanya menyapu ruangan tanpa ekspresi empati sedikit pun. “Apa ini? Kenapa kau diam saja,” ucap Arlan sambil menatap tajam Karin. Koas ini mematung dengan tangannya yang gemetaran. “Lakukan! Periksa apa yang terjadi pada pasien,”

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 5 Pelajaran Di Apartemen

    “Sentuh denyut nadimu sendiri. Rasakan dan catat ritme jantungmu setiap kali pikiranmu mengingat wajahku.”Efek psikologis dari "PR" Arlan mulai meracuni pikiran Karin. Saat morning report, Karin kehilangan fokus.Seperti biasa, Karin mengumpulkan laporan visit-nya sebelum pulang. Ada dr. Dimas di

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 4 Lepaskan Pakaianmu

    “Ta-tapi, Dok?”Karin enggan melepaskan snelli yang digunakannya. Di balik jas itu ia memakai long tube, pakaian jenis kemben yang menggantung sedikit panjang. Karin suka pakaian seperti itu. Namun ia sadar, tidak mungkin melepaskan snelli miliknya saat berjaga.“Kenapa?” Arlan merasa tidak perlu a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status