Startseite / Romansa / Suami Misteriusku / Bab 14 Masa Kelam

Teilen

Bab 14 Masa Kelam

last update Veröffentlichungsdatum: 31.03.2026 07:28:49

“Tanda tangani surat ini, atau anakmu yang akan aku bawa pergi!”

Tristan terdiam sejenak setelah mengatakan kalimat itu. Dia menolehku, dari matanya kulihat ada trauma berat yang dia pikul sendiri.

“Kamu tahu?” Tristan tersenyum kecil, tepatnya tersenyum dalam luka.

“Kalimat itu terlontar dari mulut pamanku. Ah, bukan, tepatnya paman angkatku. Nenek dan Kakek pernah mengangkat seorang anak. Waktu itu umurku baru menginjak sepuluh tahun. Masih jelas dalam ingatan, ketika aku tengah bermain di ru
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (3)
goodnovel comment avatar
Yuni Masrifah
sesuai judul ya kak
goodnovel comment avatar
Yuni Masrifah
sesuai judul ya, kak. nanti ketemu jawabannya.
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
serba misterius ya
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Suami Misteriusku    Bab 134 Insomnia

    Malam ini aku tengah berdiam diri di dalam kamar. Sementara Ibu tengah duduk berdua bersama Ayah di ruang keluarga. Mereka tengah asyik mengobrol tentang calon adikku.Aku beranjak dari tempat tidur. Kuraih laptop yang aku simpan di atas meja.Aku menyalakan laptop tersebut untuk menyelesaikan tugas yang masih tersisa. Namun, ada yang aneh.“Loh, kok, sudah selesai saja. Perasaan tugasnya belum aku selesaikan, deh!” gumamku. Aku menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.Tugasku telah rampung tanpa aku merasa telah menyelesaikannya. Tugas ini begitu sistematik, rapi, aku yakin dosen akan puas dengan hasil tugasku ini. Namun, yang jadi pertanyaan, kok bisa tugas ini bisa selesai dengan sendirinya?Ting!Terdengar sebuah pesan masuk ke nomorku. Dengan enggan, aku meraih ponselku, lantas membaca isi pesan tersebut.(Bagaimana, Elia? Kamu suka dengan hasil tugasnya?).Ah … ya Tuhan! Ternyata ini ulah Arion. Dia yang mengerjakan tugasku. Antara kesal bercampur bahagia. Aku bahagia ka

  • Suami Misteriusku    Bab 133 Sesuatu yang Dalam

    “Flashdisk-ku!”Aku membeliak tajam, ternyata ada seseorang yang mengambilnya. Namun, siapa yang mengambil Flashdisk itu, dan … kenapa dia tahu nomorku?Kubalas pesan tersebut.(Siapa kamu? Kenapa flashdisk itu bisa ada sama kamu?).Ceklis satu, pesanku tidak terkirim. Aku bingung, aku berjalan mondar-mandir sambil menggigit ujung kukuku.“Apa yang harus aku lakukan, ya Tuhan? Di dalam flashdisk itu terdapat banyak data-data penting!” batinku.Aku mencoba menghubungi Ayah. Mungkin aku akan meminta bantuan padanya. Namun, nomor Ayah tidak aktif. Apa yang harus aku lakukan?Aku kembali ke kamar Ibu. Aku berjalan menunduk sambil kuhampiri dia.“Kenapa? Kok murung? Apa … ada masalah?” tanya Ibu.Aku mengangkat wajahku.“Flashdisk-ku hilang, Bu. Tapi barusan ada yang kasih tahu bahwa flashdisk itu ada pada dia. Dia nyuruh aku ngambil di alamat yang dia kirim. Em … bagaimana ya, Bu? Apa boleh aku pergi dulu buat ngambil flashdisk itu? Ibu … tidak apa-apa aku tinggal sebentar?” sahutku.“Ya

  • Suami Misteriusku    Bab 132 Membesar

    Aku membeliak, jantungku rasanya nyaris melompat dari tempatnya.“Apa maksudmu?” tanyaku. Nada bicaraku cukup tergugup.Sejenak Arion membuang muka. “Aku tahu, kamu pasti kepikiran soal waktu itu, bukan?”Cepat-cepat aku menggeleng, aku semakin tergugup dibuatnya.“Tidak! Mana mungkin aku kepikiran. Aku tidak mungkin mengingat-ingat hal seperti itu. Masih ada banyak hal positif yang bisa aku pikirkan. Apa pedulimu bertanya seperti itu padaku? Bukankah waktu itu aku melihatmu karena ketidaksengajaan? Jangan ungkit lagi, aku nggak suka!” sergahku.Arion terkekeh, dia sangat berbeda dari Arion sebelumnya, yang terkenal dingin, cuek, sangat anti untuk berbasa-basi. Namun, setelah aku memergokinya sedang berduaan dengan seorang wanita, sikapnya kini berubah.“Minggir, aku mau lanjutin kelas lagi!” ucapku. Namun, Arion menghalangi.“Aku tahu, kamu pasti sulit melupakan kejadian itu, kan?” tanyanya. Dia seolah memaksa aku untuk mengakuinya.Menyebalkan! Lelaki ini cukup membuatku jengkel. Si

  • Suami Misteriusku    Bab 131 Berita Terupdate

    “Ibu!”Dalam satu kali tarikan napas, aku berteriak sekeras-kerasnya. Tindakanku ini mengundang rasa penasaran Ayah, dia datang ke kamarku.“Kenapa kamu teriak? Kenapa dengan ibumu?” tanya Ayah.Aku menggeleng pelan, kulihat Ibu tidak bergerak sama sekali. Wajahnya pun memucat.“Aku tidak tahu, Yah. Ibu nggak bangun-bangun!” jawabku.Ayah meraih tubuh Ibu, lantas membawanya keluar dari rumah ini.“Kunci pintunya, kita harus bawa ibumu ke rumah sakit!” titah Ayah.Aku menurut, setelah aku mengunci pintu, aku lantas menyusul Ayah memasuki mobil.Ayah mulai melajukan mobil ini.Aku sedih, hatiku sakit, di saat aku membuka kembali hatiku untuk Ibu, aku malah melihat Ibu seperti ini. Rasa sakit ini kian bertambah.“Ibu bangun, Bu!” Suaraku nyaris tidak terdengar.“Sabar, ya! Ibumu pasti akan baik-baik saja!” ucap Ayah.Kami telah sampai di rumah sakit, dan dokter segera menangani Ibu.“Ayah! Apakah aku termasuk orang yang jahat?” tanyaku. Aku mendongak menatap wajah ayah.Ayah mengusap bah

  • Suami Misteriusku    Bab 130 Elia Kecil

    “Kenapa kamu lihatin Ayah seperti itu?” tanya Ayah.Cepat-cepat aku menggeleng, aku tidak mungkin langsung menyemprot Ayah dengan pertanyaan yang menohok. Aku akan mencari tahu sendiri tentang siapa Ayah sebenarnya.“Tidak apa-apa, hanya saja Ayah terlihat kusut. Aku habis main sebentar. Maaf, nggak izin dulu!” ucapku.“Kebetulan kamu datang, Tristan. Pokoknya malam ini kamu tidak boleh melarangku untuk memasak. Suka atau tidak, kamu mau marah atau tidak, malam ini aku akan tetap memasak untuk Elia, untuk kita bertiga,” ucap Ibu.Sebelah alis Ayah terangkat, mungkin Ayah heran dengan sikap Ibu.“Ayah pasti bingung, kan, kenapa Ibu mau masak malam ini?” Aku merangkul bahu Ibu.“Aku yang minta, aku rindu masakan Ibu!” imbuhku.Ayah membulatkan matanya sempurna. Kedua matanya berbinar.“Tunggu-tunggu, ini ada apa, ya? Kok tiba-tiba sekali kamu mau masakan Ibu kamu. Apakah kalian berdua sudah akur gitu?” tanyanya.Aku menghela napas dalam. Kuanggukan kepala ini.“Aku sudah minta maaf sama

  • Suami Misteriusku    Bab 129 Melihat Cinta

    “Kamu menikmatinya?” bisiknya. Suaranya halus, nyaris tidak terdengar.Hembusan napasnya menerpa kulit wajahku, membuat tubuhku meremang. Seketika aku kembali teringat adegan yang baru saja aku saksikan.“Tidak! Aku tidak menikmatinya. Apa-apaan? Aku tidak suka, sumpah, aku hanya ingin pulang. Aku hanya terjebak dalam situasi sulit. Mana mungkin aku menikmati pertunjukan kalian, di saat aku sedang berdiam ketakutan,” sanggahku.Arion tersenyum miring, membuang muka sejenak.“Mau mencoba mengelabuiku? Mulutmu mungkin bisa berkata bohong, tapi matamu tidak bisa menipuku, Elia!” ucapnya.Aku ketakutan, aku tidak bisa terus menerus berada di sini. Ternyata Arion tidak sepolos yang aku bayangkan.Aku mendorong tubuhnya hingga berhasil menjauh. Aku terbebas dari himpitannya.“Maaf, aku harus pergi!”Cepat-cepat aku keluar dan berlari dari kamar ini. Setelah berada di teras, terlebih dulu aku memastikan keadaan sekitar.Aman, tidak kulihat lagi orang jahat itu di sekitar sini. Aku menggunaka

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status