Share

Yang Iri Yang Dengki

 

Part 40

Hari berganti, aku mulai merasakan kejenuhan. Jenuh, karena tak ada kegiatan, seharian hanya berkutat dengan suami dan si Ucok kami. Akan tetapi suami malah enteng saja, dia seperti menikmati hidup. Pagi berkebun sayur di halaman rumah. Biarpun sayurnya lebih sering hilang. Aku merasa suamiku ini sudah berada di puncak kejayaannya. Ibarat mendaki dia sudah sampai puncak gunung tertinggi. Terbalik denganku yang masih punya ambisi banyak. Aku ingin bangun pabrik kelapa sawit. Akan tetapi suami seperti tak mendukung.

"Bang, rasanya jenuh juga tiap hari gini terus," kataku pada suami. Saat itu dia lagi mengayun anaknya. Salah satu kesukaannya memang mengayun anak seraya bernyanyi. Nyanyian selalu lagu jadul, saking judulnya aku tak tahu kapan lagu tersebut hit. 

"Kalau bosan, jalan-jalan lagi," kata suami, dia menghentikan nyanyiannya sebentar lalu lanjut lagi. 

"Kalau jalan-jalan terus sampai berapa lama uang kita tahan, Bang,"&

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Tisiti Khodijah
seru banget ini cerita... aq share lah ke kawan kawan
goodnovel comment avatar
Tomoni Laundry
lahhhh suaminya lebih tau dia perawan atau tidak bukan orang lain
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status