LOGINIvanna tak menyangka, Jax Alister, pria yang ia sewa sebagai bodyguard ternyata merupakan seorang makhluk pengisap darah yang memiliki tujuan khusus untuk menangkap makhluk lycan yang ternyata adalah tunangan Ivanna, Damon. Namun, perlahan hubungan Ivanna dan Jax tak lagi sebatas pengawal dan nona. Ivanna merasakan perasaan berbeda setiap kali berada di dekat Jax, begitu pun sebaliknya, karena Jax merasa Ivanna adalah gadis yang ia sukai sejak lama, yang terlahir kembali dan ia mengikuti gadis itu di setiap reinkarnasinya. Sayangnya, kisah cinta Ivanna dan Jax tidak semulus yang mereka harapkan saat satu per satu masalah datang menerpa Ivanna, dimulai dari putusnya pertunangan antara dirinya dan Damon, lalu ia menjalin hubungan dengan Kay Lee kawan yang sudah sejak lama menyukainya yang ternyata merupakan seorang pecandu sekaligus memiliki masalah emosi dan kelainan seksual. Satu hal yang paling mengerikan bagi Ivanna adalah ketika ia tahu bahwa dirinya menderita kanker darah, kehidupannya seolah runtuh di bawah kakinya dan Jax selalu berusaha ada dan menemaninya melalui semua ujian hidupnya. Keduanya tak menyangka, cinta menyapa dan mengharuskan Ivanna untuk menjadi bagian dari Jax karena banyak yang menginginkannya dan Jax harus memilih apakah akan mengubah Ivanna menjadi sepertinya, atau mempertahankan gadis itu sebagai manusia, tetapi dengan risiko menderita dan mati karena penyakitnya.
View MoreJax's POV Aku dan Ivanna saling bertatapan, begitu pula Gabby yang terlihat tak percaya apa yang baru saja ia dengar. “Kehamilanmu adalah hadiah dari Amethyst, Sang Dewi Bulan, untukmu dan Dokter Davidson, karena kalian telah menolong kami,” lanjutnya. Aku bisa melihat air mata bahagia menetes dari sudut mata Gabby. Ia telah lama menantikan seorang bayi, karena menurutnya, dirinya tak mungkin bisa mengandung. Vampire tak mungkin mengandung, meski Ayden adalah seorang hybrid yang masih mungkin memiliki organ dan sel hidup dalam tubuhnya untuk bereproduksi, tetapi tidak dengan Gabby.Itu sebabnya ia mengusahakan dengan eksperimen yang telah hancur akibat perbuatan Jason. “Aku sangat bahagia mendengarnya. Selamat, Gabby!” Ivanna turut meneteskan air mata dan memeluk Gabby dengan erat, begitu pula lainnya bergantian mendekap wanita berambut merah itu. “Lalu bagaimana dengan embrio yang Jason bawa saat itu?” tanya Ivanna tampak ingin tahu. “Dia tak pernah tumbuh, Ivanna. Aku melihatny
Jax’s POVAku bisa merasakan nagamaki yang menembus punggung Jason semakin mengoyak tubuhnya, termasuk juga tubuhku. Jason menarikku mendekat dan seolah tak membiarkanku hidup sementara dirinya harus berakhir di tangan wanita yang selama ini ia anggap lemah.Ivanna berhasil menaklukkan apa yang selama ini membuatnya gentar. Pertemuan dengan Bethany dan Jason, adalah hal paling menakutkan baginya.Jason mendekapku cukup lama. Bola mata kelabunya menatapku dengan tatapan bengis, penuh kebencian. Aku masih ingat perkataannya yang terdengar sebagai ancaman seolah aku akan takut dan memilih untuk berpihak padanya.“Kau tidak akan pernah bisa lari, Jax. Aku akan terus memburumu dan keturunanmu di kehidupanku selanjutnya,” ujarnya, kemudian menyeringai.“Mungkin. Jika kau memang terlahir kembali, aku akan dengan senang hati menghadapi dan membunuhmu dengan tanganku sendiri,” jawabku sebelum kemudian mendorong Jason menjauh dan berusaha menopang tubuhku sendiri agar tak terjatuh.Aku masih in
Ivanna's POV Aku bangkit perlahan, duduk dengan tegak dan meraih Ash yang semula kubaringkan di atas hamparan pasir. Tak ada tangis sedikit pun, seolah ia mengerti bahwa ibu dan ayahnya sedang berjuang untuk keselamatannya, maka ia tak ingin membebani kami dengan rengekan.Aku menyerahkan Ash pada Ivory, membiarkan wanita itu merengkuh putraku.“Aku tak tahu apakah ini keputusan benar, mempercayakan bayiku padamu. Namun, seperti kau percaya padaku, maka itu yang kulakukan. Aku percaya padamu. Tolong jaga Ash untuk kami. Aku akan kembali ke sana menolong Jax dan kawan-kawan lainnya. Aku akan kembali mengambil Ash setelah kekacauan ini selesai.”“Tenang saja, Ivanna. Kau bisa percaya padaku. Aku berjanji akan menjaga Ash, karena ia adalah jodoh Mackenzie. Tak mungkin aku melenyapkan jodoh putriku sendiri. Sekarang kembalilah, tolonglah Jax dan lainnya. Aku akan membantu kalian dari sini,” ucap Ivory yang membuatku tertegun sejenak mendengar apa yang barusan ia ucapkan.Ash berjodoh den
Ivanna’s POVGabby menatapku dengan tatapan yang tak mampu kuterjemahkan. Apa yang tengah ia pikirkan saat ini? Mengapa aku tak bisa membaca pikirannya, dan pikiranku seolah tak mampu menangkap sinyal darinya. Apakah ini karena perasaanku tengah kacau balau?Gabby tampak gugup dan tak bisa memberikan jawaban maupun menuruti keinginan Jason, untuk memberikan Ash pada Bethany yang sudah tampak begitu kelaparan. “A-aku ingin ke kamar kecil,” ucap Gabby yang membuatku terhenyak. Apakah ia berniat untuk melarikan diri di tengah kekacauan yang telah ia buat? Jax mengatakan padaku bahwa Gabby sempat berniat untuk mengkhianati kami. Apakah ini salah satunya?Mendengar perkataan Gabby, Jason tersenyum mengejek. “Kau ingin menipuku, huh?”Gabby menggeleng. Bahkan ketika Jason akhirnya mencengkeram wajahnya, perempuan itu sama sekali tidak memberi perlawanan. Ayden yang tampak geram dan berusaha melepaskan diri untuk bisa menyelamatkan kekasihnya, sementara aku dan Ash, nyawa kami di uju8ng tan
Ivanna's POV Aku masih memikirkan perkataan Ivory mengenai penawarannya agar Jax menjadi warior bagi Alsenic pack dan kami menjadi bagian dari pack tersebut. Aku bahkan belum menyampaikan pembicaraan itu pada Jax. Ia tengah menyibukkan diri menimang Ash dan aku hanya memerhatikannya dengan banyak pi
Ivanna’s POVAku terkagum setelah melihat seluruh isi bangunan di mana selanjutnya kami akan tinggal dan menetap. Dan satu hal yang baru kuketahui adalah bahwa bangunan ini merupakan kediaman keluarga Reynz yang telah lama terbengkalai.Aku harus akui, keluarga Reynz dan Alsen dari Max tampaknya memil
Jax's POV “Ivanna sekarang sempat berubah menjadi Feral, tetapi dengan bantuan Gabby dan Ayden, ia bisa kembali normal.”“Dan satu hal yang terpenting.” Ayden yang baru saja muncul kemudian memasuki ruangan. Ia tampak ingin menambahkan sesuatu. “Kau jangan lupa sampaikan ini, Jax.”“Apa itu?” tanya Ma
Ivanna's POV “Aku senang bayi-bayi kita bisa saling berkenalan, Ivanna,” ucap Ivory yang kemudian memandangi Ash yang terlelap. Max dan Jax tengah mengobrol di taman sementara aku dan Ivory memutuskan untuk membaringkan bayi kami di kamar. Namun, setelah membaringkan bayinya di kamar, Ivory memutusk
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.