Beranda / Fantasi / TAKDIR KEDUA SANG RATU / Bab 8 Asmara di Bak Mandi

Share

Bab 8 Asmara di Bak Mandi

Penulis: Purplelove77
last update Tanggal publikasi: 2026-06-05 08:58:50

Tiba di Paviliun Mawar Phoniex, mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan Wang Ming yang sudah menunggu di ruangan pribadi Li Jing.

"Yang Mulia,"

"Selamat malam Ratuku, apakah sudah merasa lega dan bahagia sudah jalan-jalan keluar istana? Bagaimana keadaan di luar istana, Ratuku?"

"Ampun Yang Mulia, hamba terlalu terburu-buru untuk keluar melihat-lihat banyak barang yang akan Hamba siapkan untuk acara besar beberapa hari lagi. Ampun, Yang Mulia."

"Setidaknya kau bisa meminta pengawalku untuk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 68 Bukti Yang Diamankan Lie Kwang

    Bibi Gu lari di antara deru anak panah yang malah ambil kesempatan untuk mengenai sasaran acak orang-orang Kerajaan Langit. Dari kejauhan mata elang Raja Wang Ming melihat seseorang yang mencurigakan belari mengendap-endap itu langsung memerintahkan salah pengawal khususnya untuk mengikuti sosok yang mencurigakan tersebut. Selang beberapa lama kemudian, serangan itu benar-benar lumpuh, tak ada lagi yang tersisa. Lie Kwang menarik sebuah surat dan sebuah token di dada pemimpin pembunuh Raja itu. Matanya yang gelap membola penuh. Rahangnya mengeras, jarinya mengepal kuat. "Papa, lihat bukankah ini adalah tulisan dan token yang sama dengan yang kita temukan di jalan saat kita akan pulang ke ibu kota? Mereka benar-benar sudah putus asa, mereka sangat gusar rasanya Pa sama kedatangan kita." "Hmm, sembunyikan dulu. Jangan sampai buat kegaduhan yang tak perlu dan membahayakan di sini. Nanti saat kita tiba di rumah baru kita bahas lebih lanjut. Jaga adikmu. Kau juga hati-hati, mereka sed

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 67 Pertolongan Jenderal Lie Hyun

    Li Jing langsung menangkis semua serangan anak panah yang melesat bertubi-tubi. Tak lama pasukan Kerajaan Langit memberikan perlawanan sengit. Para pembunuh bayaran mengepung kuil kuno tersebut. Ini benar-benar makar! "Kakak, kau akan mati hari ini!" desis Mei Ling. Tapi sikap Mei Ling yang pura-pura lemah dan ketakutan itu malah membuat Raja Wang Ming semakin yakin semua ada hubungannya dengan Mei Ling namun tidak ada bukti yang bisa langsung hukum mereka. Lagi dan lagi mereka kekurangan bukti. Pasukan kerajaan berusaha melindungi Wang Ming dan Li Jing serta Ibu Suri. Mei Ling tidak terlihat lagi di sekitar sana. Mata Amethyst Li Jing menangkap bayangan yang mencurigakan di belakang mereka. "Oh, mau main belakang? Oke aku ladeni!" dengus Li Jing semakin gusar. Dengan satu hentakan kaki Li Jing dan Xiao Xing melenting ke atas dan siap menyerang balik para penyerang licik yang mau ambil kesempatan. Xiao Xing selalu waspada dan mengikuti isyarat Li Jing. Mereka berdua kembal

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 66 Kuil Kuno Kerajaan Langit

    "Akan Jing'er waspadai Pa. Terima kasih Papa dan kakak masih selalu perhatian sama Jing'er." Tak terasa mereka sudah hampir tiba di depan sebuah kuil kuni yang dipercayai oleh keluarga kerajaannya Langit itu adalah kuil keberuntungan yang selalu memegang kedamaian dan keamanan Kerajaan Langit, konon Raja-raja terdahulu selalu datang kesana dan memohon berkah serta perlindungan. Rombongan besar itu pun mulai mencari tempat aman masing-masing untuk mengistirahatkan kuda-kuda mereka. Semua anggota Kerajaan pun satu per satu masuk berdoa dan membakar hio atau dupa. Li Jing masuk yang paling terakhir karena memang kereta miliknya ada di rombongan paling belakang. Tiba di ruang sembayang. Teguran yang tak terduga datang dari Ibu Suri. "Ratu, bagaimana Ratu akan memimpin negeri ini di sisi Raja jika Ratu saja tidak bisa datang lebih awal?" sindir Ibu Suri ke Li Jing. Wang Ming yang selesai berdoa dan menaruh hio atau dupa itu ke tempat yang disediakan, langsung menoleh ke arah Li Jing

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 65 Penolong Budiman Yang Misterius

    Trang! Takkk! Anak panah itu langsung jatuh ke tanah saat sebuah anak panah lain mendorongnya jatuh. Semua orang menahan nafas. Raja Wang Ming terpejam pasrah. Kasim Liang langsung berlutut dan semua pengawalnya langsung tersungkur. "Hampir saja, hampir saja kepala kita lepas dari tubuh kita karena gagal menyelamatkan Raja," seru beberapa pengawal tetap dalam sikap tersungkur di depan kaki Wang Ming. Setelah beberapa saat tidak merasakan sakit di dada kirinya, Raja Wang Ming pun perlahan membuka mata dan melihat semua orang sudah tersungkur di kakinya. Anak panah yang melesat tadi pun pecah tertancap anak panah lain yang lebih tajam dan pendek. Raja Wang Ming memungut anak panah tersebut, diperhatikan dengan saksama dan kembali hatinya menyimpulkan," Senjata yang sama yang telah menyelamatkan aku di Hutan Kabut Terlarang. Siapa sebenarnya yang diam - diam menjaga nyawa Raja ini, penolong Budiman, kapan Raja ini bisa menemukanmu. Kau pasti orang yang sangat hebat dan teliti. Anak

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 64 Serangan Dari Dua Sisi

    Tampak di depan sana Kereta Raja Wang Ming yang megah bersiap untuk berangkat. Karena kuatir terlalu siang mereka pun segera meninggalkan gerbang Kerajaan Langit. Iring-iringan megah Kerajaan Langit itu menyita perhatian para penduduk di ibu kota. Mereka yang sibuk berdagang dan belanja atau pun sedang di jalan dan di kedai langsung memberikan hormat dan tersungkur di pinggir jalan. Raja Wang Ming duduk di dalam keretanya dengan jendela yang terbuka, sehingga banyak orang tahu ketampanan Raja mereka dan kegagahannya. Rakyat yang memberi hormat sedikit bisik-bisik setelah sadar ada yang salah dalam urutan kereta yang berjalan di jalan ibu kota. Mata mereka akhirnya menatap sembunyi-sembunyi ke arah kereta yang paling belakang jendela itu tertutup rapat, namun banyaknya pasukan yang mengiring di belakang kereta itu, rakyat sadar itu adalah kereta Ratu mereka, beberapa orang langsung menitipkan beberapa kue-kue dan bakpao serta roti mantao kepada para pelayan Li Jing. Pemandangan yan

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 63 Iring-iringan Yang Telah Diatur

    Ufuk Timur masih gelap saat Li Jing dan keluarganya berkemas. Xiao Xing dan pelayan lainnya terlihat sangat sibuk mengangkut barang yang akan di bawa majikan mereka. "Jing'er, kau sudah bersiap? Papa baru bangun. Tapi mendengar para pelayan sibuk mondar mandir Papa kira kita sudah kesiangan untuk berangkat?" sapa Jenderal Lie Hyun. Pria tegap walaupun sudah hampir kepala enam usianya, namun semangat yang membara di dadanya membuat Beliau terlihat masih kuat dan sehat. "Papa, maafkan jika Jing'er buat Papa terbangun. Jing'er kebiasaan mengemas barang dini hari sebelum menempuh perjalanan jauh. Kita sampai disana kira- kira tiga hari tiga malam baru sampai. Ini membuat Jing 'er tidak mau ada yang tertinggal." "Hahaha, putri Papa memang wanita yang sangat teliti. Sama seperti mama kamu. Dia juga wanita yang teliti, sabar dan penyayang. Namun, usianya tidak lama. Maafkan Papa yang selalu meninggalkan mama kamu untuk tugas Kerajaan. Menjaga perbatasan itu tidak ada habisnya. Ini saja ka

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 2 Nasib Sang Ratu

    “Aaarrggghhh! Mei Ling, aku ini Permaisuri Kerajaan Langit. Berani-beraninya kau mencambukku seperti ini. Apa kau tidak takut langit menghukummu?” Ctaaarrr! Ctaaarrr! Suara tongkat cambuk besar memekakkan gendang telinga semua orang di halaman depan Paviliun Terbengkalai. Mei Ling mengejek Li Ji

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 1 Insiden Di Tengah Pesta

    Keramaian di tengah pesta ulang tahun Raja Wang Ming di Kerajaan Langit begitu menyita perhatian banyak tamu undangan. Namun kegaduhan terjadi saat itu. "Lapor, Baginda Raja!" seru seorang pelayan yang lari tergopoh-gopoh dan langsung tersungkur di depan tahta Raja. "Ada apa?" tanya Ibu Suri Ron

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 6 Kecurigaan Raja

    “Pelayan, ada apa di luar ribut sekali?” Terdengar suara Li Jing dari dalam ruangan kamarnya. “Yang Mulia…” Xiao Xing langsung membuka pintu kamar Li Jing diikuti oleh Raja Wang Ming. “Yang Mulia, Baginda Raja mencari Yang Mulia,” jawab Xiao Xing pada Li Jing dengan tatapan yang sangat lega. “

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 5 Dekrit Raja

    “Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status