LOGIN"Izin menjawab Yang Mulia Raja, semua sudah tertangkap termasuk semua mata-mata yang bekerja di seluruh bagian di istana ini." "Bagus. Kerja kalian bagus kali ini, untung kita mendengarkan saran Ratu Li Jing, sehingga kita sudah siap siaga jika terjadi hal seperti ini. Kalian semua akan mendapatkan hadiah.""Terima kasih Yang Mulia Raja. Yanga Mulia Raja Sangat bijaksana," jawab serentak semua pasukan yang menahan setiap orang yang bersalah di bawah pedang mereka. Raja Wang Ming menatap ke arah jendela yang terbuka, di mana cahaya matahari pagi mulai bersinar terang menyinari halaman istana yang masih berdebu dan berbau darah. Ia menghela napas panjang, rasa lega bercampur kesedihan yang mendalam menyelimuti hatinya."Semua sudah berakhir..." bisiknya pelan, "Ada harga yang harus dibayar dan ternyata begitu mahal."Ratu Li Jing berjalan mendekat, meletakkan tangannya di bahu suaminya dengan lembut namun tegas. "Berakhir dengan kemenangan Yang Mulia. Itu yang paling penting dan sekar
Raja Wang Ming mengangkat tangannya tinggi‑tinggi, suaranya menggelegar membelah udara ruangan itu."Tangkap dia! Jangan biarkan dia bergerak sedikit pun! Dan kerahkan pasukan ke gerbang istana sekarang juga! Kita harus siap menghadapi serangan yang datang!"Pengawal segera melesat maju. Namun Tuan Kang tiba‑tiba melompat mundur, mengeluarkan peluit perak dari balik jubahnya dan meniupnya keras sekali. Bunyi yang tajam dan nyaring terdengar memecah keheningan pagi."Sudah terlambat Yang Mulia!" serunya tertawa lebar. "Itu adalah isyarat bagi pasukan yang sudah bersembunyi di dalam istana! Sekarang mereka akan menyerang dari dalam! Dan kalian tak punya jalan keluar lagi!"Tiba‑tiba terdengar suara gaduh dan teriakan dari halaman luar. Langkah kaki banyak orang terdengar mendekat dengan cepat. Raja Wang Ming merangkul Li Jing ke sampingnya, pedang terhunus di tangan, matanya menyala penuh tekad meski bahaya mengancam dari segala arah."Kau boleh memberi isyarat," ucap Raja Wang Ming teg
"Orang itu sudah lama berdiri di sisi kita," tambah Li Jing dengan suara rendah namun tegas, "Dia tahu kebiasaan kita, jadwal kita, serta rahasia yang tak diketahui orang lain. Dia membiarkan Tuan Yi dan Tuan Tang bekerja, sementara dia sendiri tetap aman di tempat yang paling tak disangka." Raja Wang Ming berhenti sejenak di lorong yang sepi, menatap ke arah halaman istana yang mulai diterangi cahaya fajar. Dadanya terasa berat namun tekadnya makin membara. Semua potongan teka‑teki perlahan mulai menyatu, meski gambar utuhnya belum terlihat sepenuhnya. Di kejauhan, di balik jendela ruang kerja yang tertutup rapat, sesosok pria berdiri diam mendengarkan kabar yang disampaikan pelayan dengan wajah tenang. Tangannya perlahan menyentuh sabuk kulit berukir burung elang yang melilit pinggangnya. Bibirnya tersenyum tipis, lalu ia berbalik perlahan duduk kembali di kursi kerjanya seakan tak ada apa‑apa yang terjadi. "Kita akan mencari setiap orang yang memiliki ciri itu. Kita akan memerik
"Yang Mulia, kita menemukan Tuan Yi. Tapi apakah dia benar‑benar satu‑satunya? Atau dia hanyalah sekutu yang disiapkan untuk dikorbankan sementara pemimpin sebenarnya masih bersembunyi di balik bayangan yang lebih dalam?"Kata‑kata Li Jing tergantung di udara, membuat suasana yang tadinya agak lega kembali menegang. Raja Wang Ming menatap pintu yang baru saja tertutup di belakang Tuan Yi, lalu perlahan menoleh kepada istrinya. Keraguan yang sama juga berputar di benaknya, tak mau pergi begitu saja meski bukti sudah terang benderang di hadapan mata."Kau benar," ucapnya pelan namun tegas. "Bukti yang kita temukan di kediamannya memang mengarah kepadanya tapi caranya begitu rapi, begitu mudah ditemukan... seolah semuanya sudah disiapkan agar kita menemukannya tepat waktu.""Satu hal lagi Yang Mulia," tambah Ratu Li Jing sambil melangkah mendekat ke arah Tuan Tang yang masih dijaga ketat di sudut ruangan, senyum samar tak pernah hilang dari bibirnya. "Tuan Yi adalah orang yang setia pulu
"Periksa semua cincin penasihat dan pejabat tinggi! Tak ada pengecualian! Dan kunci semua pintu gerbang diganti sekarang juga! Tak ada yang boleh masuk atau keluar istana tanpa diperiksa secara ketat!"Perintah Raja Wang Ming bergema membelah keheningan yang mencekam. Para pejabat yang masih berkumpul saling berpandangan dengan wajah pucat dan mata terbelalak tak percaya. Cincin kehormatan naga melingkar itu tanda kepercayaan tertinggi, hanya diberikan kepada mereka yang telah mengabdi puluhan tahun, yang dianggap setia hingga ke tulang sumsum. Jika salah satu dari mereka adalah pengkhianat, maka tak ada yang aman di dalam istana ini."Yang Mulia!" seru seorang penasihat tua berlutut dengan tangan gemetar. "Hamba bersumpah demi leluhur... hamba tak pernah berkhianat! Periksa cincin hamba sekarang juga!""Aku juga!" seru yang lain serempak. "Periksa kami semua! Biar kebenaran terang benderang!"Raja Wang Ming mengangkat tangan menenangkan mereka, matanya tetap tajam dan tak teralihkan.
"Harap kau pikirkan kembali sebelum Raja ini akan turun tangan sendiri," lanjut Raja Wang Ming pelan namun menggores hati si pengkhianat. Matanya beralih perlahan dari catatan di tangannya ke wajah setiap orang yang berdiri di hadapannya, berhenti tepat pada Pengawal Wu Chen. Pria itu tetap tegak, wajahnya tenang tanpa keraguan sedikit pun, namun napasnya yang tertahan sesaat tak luput dari pandangan Li Jing."Pengawal Wu Chen," panggil Raja Wang Ming pelan namun tajam. "Kau meminjam kunci gerbang samping dua hari lalu atas perintahku. Kapan aku pernah menyuruhmu melakukan hal itu?"Pengawal Wu Chen berlutut tenang, suaranya tetap mantap. "Yang Mulia perintah itu disampaikan lewat pesan tertulis yang dibawa seseorang , dikatakan dari kediaman Ratu. Hamba tak berani bertanya lebih jauh demi keamanan."Li Jing melangkah maju seketika. "Aku tak pernah mengirim pesan apa pun! Siapa yang membawanya?""Seorang pelayan yang tak dikenal wajahnya, menutupi separuh wajah dengan kain penutup k
“Pelayan, ada apa di luar ribut sekali?” Terdengar suara Li Jing dari dalam ruangan kamarnya. “Yang Mulia…” Xiao Xing langsung membuka pintu kamar Li Jing diikuti oleh Raja Wang Ming. “Yang Mulia, Baginda Raja mencari Yang Mulia,” jawab Xiao Xing pada Li Jing dengan tatapan yang sangat lega. “
“Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun
Tanpa ragu, Li Jing menegak cawan berisi anggur tadi dihadapan Raja Wang Ming, Ibu Suri dan semua para tamu undangan. Saat duduk kembali, Li Jing pura-pura merasa pusing dan gerah. “Yang Mulia, Anda kenapa?” suara Xiao Xing terdengar panik. “Oh, Yang Mulia Permaisuri, sepertinya terlalu lelah ka
Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,







