共有

Bab 82

作者: MISTERIOUS
last update 公開日: 2026-05-16 23:39:07

Tuan Tua Gong buru-buru menunduk lebih dalam.

“Bukan begitu, Tuan Muda!” katanya cepat. “Aku… aku sebenarnya sudah mencoba menemui Anda sejak kemarin.”

Li Mingzi mengangkat alis.

“Lalu?”

“Aku tak bisa meyakinkan mereka.”

“Meyakinkan siapa?” Li Mingzi tertawa kecil. “Gong Qin?”

Tuan Tua Gong langsung tercekat.

Li Mingzi bersandar malas di kursi sambil memainkan gelas di tangannya.

“Sekarang nggak perlu lagi.”

Kalimat itu terdengar santai.

Namun justru membuat punggung Gong Manli dingin.

Semua or
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 83

    “Dua ratus ribu ternyata receh sekali di kota ini…”Li Mingzi berdiri di depan etalase kaca sambil menghela napas panjang. Lampu-lampu terang Indah Mall memantulkan wajahnya yang tampak muram. Orang-orang berlalu lalang dengan pakaian mahal dan tas bermerek, sementara dirinya hanya memakai kaus hitam sederhana yang bahkan sedikit kusut karena dipakai dua hari.Ia melirik uang di tangannya lagi.Dua lembar seratus ribuan.Awalnya Li Mingzi merasa uang itu sudah cukup untuk membeli beberapa pakaian. Namun setelah masuk ke pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, pikirannya langsung berubah total.“Celana saja sejuta…” gumamnya pelan. “Mereka menjahitnya pakai emas?”Seorang pria yang lewat menoleh aneh sebelum buru-buru pergi.Li Mingzi masuk ke salah satu toko pakaian pria dengan wajah serius. Pendingin ruangan langsung menyapu wajahnya. Aroma parfum mahal memenuhi udara.Matanya bergerak ke rak-rak pakaian.Kemeja.Jaket.Celana.Sepatu.Semua tampak bagus.Masalahnya cuma satu.“Harg

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 82

    Tuan Tua Gong buru-buru menunduk lebih dalam.“Bukan begitu, Tuan Muda!” katanya cepat. “Aku… aku sebenarnya sudah mencoba menemui Anda sejak kemarin.”Li Mingzi mengangkat alis.“Lalu?”“Aku tak bisa meyakinkan mereka.”“Meyakinkan siapa?” Li Mingzi tertawa kecil. “Gong Qin?”Tuan Tua Gong langsung tercekat.Li Mingzi bersandar malas di kursi sambil memainkan gelas di tangannya.“Sekarang nggak perlu lagi.”Kalimat itu terdengar santai.Namun justru membuat punggung Gong Manli dingin.Semua orang tahu apa maksud ucapan itu.Gong Qin sudah mati.Tuan Tua Gong buru-buru mengangguk.“Benar! Benar sekali!” katanya tergesa-gesa. “Gong Qin memang pantas mati!”Ruan Yin yang berdiri di samping langsung meliriknya aneh.Ekspresi Gong Manli juga sedikit berubah.Namun lelaki tua itu tetap melanjutkan dengan nada emosional.“Berani menyerang Tuan Muda adalah dosa besar!” katanya geram. “Kalau dia mati di tangan Tuan Muda, itu memang nasibnya!”Li Mingzi menatap Gong Manli dengan sorot aneh.Se

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 81

    Seorang wanita bergaun merah gelap masuk lebih dulu sambil menopang lengan seorang lelaki tua berambut putih. Meski usianya sudah senja, aura pria tua itu tetap menekan. Tatapannya tajam, langkahnya mantap, membuat beberapa pelayan di luar langsung menunduk hormat.Bing Lian yang suasana hatinya sudah buruk langsung mengernyit kesal.“Hei! Kalian salah kamar, ya?” tegurnya tajam. “Kami sedang makan!”Namun baru selesai bicara, tubuh Shen Mu langsung menegang.Wajahnya berubah drastis.“Di-Direktur Gong?!”Kursinya sampai bergeser keras saat dia buru-buru berdiri. Ekspresi dingin dan angkuh sebelumnya langsung lenyap tanpa sisa.Bing Lian terkejut melihat reaksinya. “Direktur Gong?”Shen Mu buru-buru menarik lengannya pelan sambil berbisik gugup, “Itu Tuan Tua Gong! Pendiri Grup Gong!”Jantung Bing Lian langsung berdebar.Grup Gong adalah raksasa bisnis Kota Awan. Bahkan status Shen Mu sebagai eksekutif belum tentu bisa bertemu langsung dengan orang setingkat itu kapan saja.Namun seka

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 80

    “Bidang usahaku?” Li Mingzi mengulanginya polos. “Aku baru turun gunung beberapa hari lalu.”Bing Lian yang tadi tersenyum genit langsung berkedip bingung. “Apa?”“Aku belum punya pekerjaan tetap.” Li Mingzi menggaruk pipinya santai. “Sekarang masih tinggal bersama Yin Yin.”Beberapa detik suasana menjadi hening.Tatapan Bing Lian yang awalnya penuh minat perlahan berubah. Senyum di bibir merahnya juga mulai terasa palsu.“Jadi… pengangguran?” tanyanya hati-hati.Li Mingzi mengangguk jujur. “Kurang lebih begitu.”“Oh…”Jawaban itu langsung mematahkan ekspektasi Bing Lian. Tadi dia mengira Li Mingzi adalah tuan muda kaya yang sengaja berpakaian sederhana. Namun setelah mendengar sendiri pengakuannya, rasa antusiasnya menguap.Sepanjang perjalanan di pusat Kota Pasir, Bing Lian lebih banyak berbicara dengan Ruan Yin dibanding Li Mingzi.“Masih ingat Shen Mu?” tanyanya tiba-tiba sambil tersenyum.Ruan Yin sedikit terdiam. “Kenapa mendadak menyebut dia?”“Ya ampun, dia masih mencarimu sam

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 79

    Ruan Yin menggigit bibir bawahnya pelan sebelum akhirnya mengangguk malu. Wajahnya sudah merah sampai ke leher. Bahkan ujung telinganya ikut memanas saat melihat Li Mingzi mendekat perlahan di bawah selimut hangat itu.Li Mingzi sendiri tampak sedikit gugup.Meskipun mulutnya tadi berani mengatakan ingin memiliki tujuh istri, kenyataannya ini adalah pertama kali ia begitu dekat dengan seorang wanita.“Aku… boleh mulai?” tanyanya pelan.Ruan Yin langsung memukul dadanya pelan dengan malu. “Kenapa masih tanya begitu…”Li Mingzi tersenyum kecil lalu mengelus pipinya lembut. Jari-jarinya terasa hangat. Tatapannya yang biasanya polos kini terlihat jauh lebih serius.Perlahan, ia menunduk dan mencium bibir Ruan Yin.Tubuh wanita itu langsung menegang.“Nn…”Napas hangat bercampur di dalam selimut sempit. Ciuman Li Mingzi awalnya terasa canggung, bahkan beberapa kali hidung mereka saling berbenturan sampai Ruan Yin tidak tahan tertawa malu.“Kamu benar-benar belum pernah?” bisiknya lirih.Li

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 78

    “Kenapa kamu diam terus dari tadi?”Suara Li Mingzi memecah kesunyian di dalam mobil. Lampu jalan melintas cepat di balik jendela, memantulkan bayangan wajah Ruan Yin yang tenang di kaca depan. Wanita itu tetap fokus menyetir tanpa menoleh sedikit pun.“Aku sedang menyetir.”Jawabannya pendek.Li Mingzi meliriknya beberapa kali. Semakin diperhatikan, semakin terasa aneh. Biasanya Ruan Yin akan membalas ocehannya, minimal memarahinya sedikit. Tapi sejak Bai Yumeng turun dari mobil tadi, suasana berubah kaku.Li Mingzi berdeham kecil. “Menurutku Yumeng cukup baik.”Ruan Yin mengangguk tipis. “Mm.”“Dia juga dermawan. Mobilnya boleh dipakai gratis.”“Mm.”Li Mingzi berkedip.Kenapa jawaban semuanya cuma satu kata?Ia menyandarkan kepala ke kursi sambil diam-diam mengamati wajah cantik Ruan Yin dari samping. Apa dia marah?Tapi marah karena apa?Li Mingzi mengingat kembali kejadian di gerbang gunung. Bai Yumeng memang memeluknya tadi… bahkan menangis. Waktu itu ia hanya merasa wanita itu

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status