Share

Bab 81

Author: MISTERIOUS
last update publish date: 2026-05-16 20:31:26

Seorang wanita bergaun merah gelap masuk lebih dulu sambil menopang lengan seorang lelaki tua berambut putih. Meski usianya sudah senja, aura pria tua itu tetap menekan. Tatapannya tajam, langkahnya mantap, membuat beberapa pelayan di luar langsung menunduk hormat.

Bing Lian yang suasana hatinya sudah buruk langsung mengernyit kesal.

“Hei! Kalian salah kamar, ya?” tegurnya tajam. “Kami sedang makan!”

Namun baru selesai bicara, tubuh Shen Mu langsung menegang.

Wajahnya berubah drastis.

“Di-Direk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 94

    Langkah kaki berat terdengar dari arah pintu belakang. Obrolan para tamu perlahan mereda. Beberapa orang bahkan tanpa sadar menahan napas saat sosok tinggi berpakaian hitam masuk dengan ekspresi sedingin es.Gong Wusheng akhirnya muncul.Tatapan pria itu menyapu aula tanpa emosi. Wajahnya nyaris tidak berubah meski foto Gong Qin terpajang besar di depan ruangan. Hanya hawa dingin yang terasa makin jelas saat ia berjalan perlahan menuju altar penghormatan.Gong Manli menggigit pelan.“Ayah…”Gong Wusheng tidak langsung menanggapi. Ia mengambil tiga batang dupa, menundukkan kepala sebentar di depan foto Gong Qin, lalu menancapkannya perlahan.“Aku akan membalaskan dendammu.”Tuan Tua Gong menghela napas berat. Keriput di wajahnya tampak makin dalam. “Wusheng… jangan bertindak gegabah.”Gong Wusheng tidak menjawab. Ia hanya berbalik perlahan, lalu langkahnya berhenti tepat beberapa meter di depan Li Mingzi.Mata tajam keduanya saling bertemu.“Kau Li Mingzi?”Li Mingzi tetap berdiri sant

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 93

    Saat dalam perjalanan pulang,Di kursi depan mobil, Ruan Yuan melirik ke belakang beberapa kali sebelum akhirnya membuka suara.“Nenek menelepon tadi.”Ruan Yin membuka mata perlahan.“Apa katanya?”“Nenek ingin kita pulang makan malam.” Ruan Yuan berhenti sejenak lalu menambahkan cepat, “Dia merindukan kalian."Tatapan Ruan Yin langsung menyipit curiga.“Kalau nenek membahas pernikahan lagi, aku langsung pergi.”Ruan Yuan tertawa kering. "Aku jamin enggak akan ada kencan buta lagi."Li Mingzi tersenyum bangga sambil menatap Ruan Yin.Beberapa saat kemudian, mereka tiba di Kediaman Ruan. Seorang wanita tua berambut putih sudah berjalan cepat dari dalam rumah.“Yinyin!”Song Hua tampak benar-benar senang melihat cucunya kembali. Wajah tuanya yang biasanya tegas kini dipenuhi kehangatan.Ruan Yin membiarkan tangannya digenggam sambil tersenyum tipis.“Aku cuma datang makan malam.”“Bagus kalau kau masih mau pulang.”Tatapan Song Hua kemudian bergeser pada Li Mingzi yang berdiri santai d

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 92

    Tetua Desa tertawa pelan setelah mendengar ucapan Li Mingzi. Tawa itu serak dan berat, membuat suasana di sekitar makam terasa kian menekan.“Kau pikir aku akan percaya begitu saja?” katanya sambil mengetukkan tongkat kayunya ke tanah. “Anak muda sepertimu datang tiba-tiba lalu menyuruh kami memindahkan makam leluhur?”Warga desa di belakangnya langsung ikut bersuara.“Benar!”“Mereka cuma ingin menggusur makam!”“Mereka pikir uang bisa membeli segalanya!”Ruan Yin melangkah maju. Gaunnya berkibar tipis tertiup angin.“Aku akan memberi kompensasi.” Suaranya tenang, tapi jelas terdengar semua orang. “Sepuluh miliar, bagaimana?”Keributan warga langsung berhenti sesaat.Bahkan Luo Han sampai melotot.“Direktur Ruan...” gumamnya pelan. “Kita serius kasih sebanyak itu?”Namun Ruan Yin tidak mengalihkan perhatian sedikit pun dari Tetua Desa.“Dana itu cukup untuk membangun ulang seluruh desa,” lanjutnya. “Rumah baru, jalan baru, sekolah, dan fasilitas kesehatan.”Beberapa warga mulai goyah

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 91

    Kepala proyek akhirnya maju sambil menundukkan kepala.“N-Nona Ruan...” suaranya bergetar. “Penggalian makam itu... Direktur Ruan Yuan yang memerintahkannya.”Semua orang langsung menoleh ke arah Ruan Yuan. Pemuda itu pucat seketika.“Aku bisa jelaskan!” katanya buru-buru. “Makam itu tepat berada di tengah area pembangunan hotel. Kalau tidak dipindahkan, proyek ini tidak mungkin lanjut!”Ruan Yin menatapnya dingin.“Lalu kenapa tidak melapor padaku?”Ruan Yuan langsung tercekat.Tatapan wanita itu membuat punggungnya dingin. Dulu, dialah salah satu orang yang memaksa Ruan Yin meninggalkan perusahaan keluarga waktu itu.Mana mungkin ia berani mendatangi Ruan Yin secara langsung?“Aku...” Bibirnya bergerak pelan. “Aku tidak punya pilihan lain.”“Tidak punya pilihan?” ulang Ruan Yin tajam. “Kau diam-diam menggali makam leluhur warga desa dan menganggap itu hal kecil?”“Aku sudah mencoba bicara baik-baik!” bantah Ruan Yuan cepat. “Tapi mereka menolak terus! Makam itu memang harus dipindah

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 90

    Wajah Ji Yang langsung berubah. Dalam jarak sedekat itu, ia bahkan bisa melihat kilatan api kecil dari moncong senapan tua milik Chu Yu.“Celaka...!”Tubuhnya refleks ingin menghindar, tetapi kondisinya sudah terlalu buruk. Sosok Li Mingzi tiba-tiba menghilang dari tempat semula.Wusss!Angin dingin berputar di tengah kerumunan. Dalam sekejap mata, Li Mingzi sudah berdiri di depan Ji Yang. Tangannya bergerak pelan, udara di sekeliling langsung berputar membentuk pusaran transparan.Puluhan peluru baja kecil yang melesat cepat, berhenti di udara.Butiran peluru itu bergetar beberapa detik sebelum jatuh satu per satu ke tanah.Mata semua orang membelalak. Seorang warga desa tanpa sadar mundur sambil gemetar.“Di-dia... menangkap peluru?”“Manusia macam apa itu...?”“Setan... dia pasti setan!”Beberapa orang langsung pucat pasi.Ji Yang sendiri berdiri terpaku dengan mulut sedikit terbuka. Pikirannya kosong. Ucapan sombongnya sebelumnya langsung terngiang jelas di kepala.‘Melawan sepu

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 89

    “Serang dia bersama-sama! Jangan kasih dia napas!”Seorang pria bertubuh besar dengan kulit gelap melompat maju sambil mengayunkan cangkul ke arah kepala Ji Yang. Angin tajam langsung menyapu wajahnya.Ji Yang refleks menunduk.Wusss!Mata cangkul itu lewat hanya beberapa senti dari rambutnya.“Lambat!”Ji Yang menghentakkan kaki kanannya ke depan.Bukkk!Tendangan keras menghantam perut pria itu sampai tubuh besarnya terangkat sedikit sebelum jatuh berdebam ke tanah.Belum sempat orang lain bereaksi, Ji Yang mencabut tongkat karet dari pinggangnya.Plak! Plak!Dua pukulan beruntun menghantam lengan dan bahu seorang warga yang mencoba menusuknya dengan besi panjang.Pria itu langsung menjerit kesakitan.Ji Yang berdiri tegak sambil menggenggam tongkat karetnya erat.“Kalian jangan macam-macam!” ucapnya dingin.Di belakang kerumunan, Chu Yu langsung murka.“Dasar satpam sialan!” teriaknya sambil menunjuk Ji Yang. “Berani melawan kami?!”Bekas luka di pipinya tampak semakin menyeramkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status