Compartilhar

Bab 94

Autor: MISTERIOUS
last update Data de publicação: 2026-05-23 23:57:11

Langkah kaki berat terdengar dari arah pintu belakang. Obrolan para tamu perlahan mereda. Beberapa orang bahkan tanpa sadar menahan napas saat sosok tinggi berpakaian hitam masuk dengan ekspresi sedingin es.

Gong Wusheng akhirnya muncul.

Tatapan pria itu menyapu aula tanpa emosi. Wajahnya nyaris tidak berubah meski foto Gong Qin terpajang besar di depan ruangan. Hanya hawa dingin yang terasa makin jelas saat ia berjalan perlahan menuju altar penghormatan.

Gong Manli menggigit pelan.

“Ayah…”

Gon
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 95

    Mobil hitam itu melaju meninggalkan jalan tol dengan kecepatan tinggi. Lampu jalan mulai jarang terlihat. Aspal mulus perlahan berubah menjadi jalan bergelombang penuh lubang. Pohon-pohon gelap berdiri rapat di kedua sisi jalan.Bruk!Mobil menghantam lubang besar hingga tubuh Gong Manli terlempar dari kursinya. Refleks wanita itu memeluk lengan Li Mingzi erat-erat.“A-Ah!” jeritnya.Li Mingzi meliriknya sekilas. “Kau takut?”“Iya serem banget!”Sopir tua di depan tertawa kecil serak. Namun tawanya terdengar aneh.Li Mingzi menyipitkan mata.Sejak tadi ia sudah merasa ada yang tidak beres. Aroma bensin di dalam mobil terlalu menyengat. Selain itu, sopir tua itu berkali-kali melirik kaca spion dengan gugup.Brak!Sopir tua tiba-tiba membuka pintu dan melompat keluar mobil yang masih melaju.Gong Manli membelalak. “Apa yang dia lakukan?!”Ekspresi Li Mingzi langsung berubah.“Keluar!”Tangannya meraih pinggang Gong Manli lalu menghantam pintu mobil dengan bahu.Boom!!Ledakan besar meng

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 94

    Langkah kaki berat terdengar dari arah pintu belakang. Obrolan para tamu perlahan mereda. Beberapa orang bahkan tanpa sadar menahan napas saat sosok tinggi berpakaian hitam masuk dengan ekspresi sedingin es.Gong Wusheng akhirnya muncul.Tatapan pria itu menyapu aula tanpa emosi. Wajahnya nyaris tidak berubah meski foto Gong Qin terpajang besar di depan ruangan. Hanya hawa dingin yang terasa makin jelas saat ia berjalan perlahan menuju altar penghormatan.Gong Manli menggigit pelan.“Ayah…”Gong Wusheng tidak langsung menanggapi. Ia mengambil tiga batang dupa, menundukkan kepala sebentar di depan foto Gong Qin, lalu menancapkannya perlahan.“Aku akan membalaskan dendammu.”Tuan Tua Gong menghela napas berat. Keriput di wajahnya tampak makin dalam. “Wusheng… jangan bertindak gegabah.”Gong Wusheng tidak menjawab. Ia hanya berbalik perlahan, lalu langkahnya berhenti tepat beberapa meter di depan Li Mingzi.Mata tajam keduanya saling bertemu.“Kau Li Mingzi?”Li Mingzi tetap berdiri sant

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 93

    Saat dalam perjalanan pulang,Di kursi depan mobil, Ruan Yuan melirik ke belakang beberapa kali sebelum akhirnya membuka suara.“Nenek menelepon tadi.”Ruan Yin membuka mata perlahan.“Apa katanya?”“Nenek ingin kita pulang makan malam.” Ruan Yuan berhenti sejenak lalu menambahkan cepat, “Dia merindukan kalian."Tatapan Ruan Yin langsung menyipit curiga.“Kalau nenek membahas pernikahan lagi, aku langsung pergi.”Ruan Yuan tertawa kering. "Aku jamin enggak akan ada kencan buta lagi."Li Mingzi tersenyum bangga sambil menatap Ruan Yin.Beberapa saat kemudian, mereka tiba di Kediaman Ruan. Seorang wanita tua berambut putih sudah berjalan cepat dari dalam rumah.“Yinyin!”Song Hua tampak benar-benar senang melihat cucunya kembali. Wajah tuanya yang biasanya tegas kini dipenuhi kehangatan.Ruan Yin membiarkan tangannya digenggam sambil tersenyum tipis.“Aku cuma datang makan malam.”“Bagus kalau kau masih mau pulang.”Tatapan Song Hua kemudian bergeser pada Li Mingzi yang berdiri santai d

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 92

    Tetua Desa tertawa pelan setelah mendengar ucapan Li Mingzi. Tawa itu serak dan berat, membuat suasana di sekitar makam terasa kian menekan.“Kau pikir aku akan percaya begitu saja?” katanya sambil mengetukkan tongkat kayunya ke tanah. “Anak muda sepertimu datang tiba-tiba lalu menyuruh kami memindahkan makam leluhur?”Warga desa di belakangnya langsung ikut bersuara.“Benar!”“Mereka cuma ingin menggusur makam!”“Mereka pikir uang bisa membeli segalanya!”Ruan Yin melangkah maju. Gaunnya berkibar tipis tertiup angin.“Aku akan memberi kompensasi.” Suaranya tenang, tapi jelas terdengar semua orang. “Sepuluh miliar, bagaimana?”Keributan warga langsung berhenti sesaat.Bahkan Luo Han sampai melotot.“Direktur Ruan...” gumamnya pelan. “Kita serius kasih sebanyak itu?”Namun Ruan Yin tidak mengalihkan perhatian sedikit pun dari Tetua Desa.“Dana itu cukup untuk membangun ulang seluruh desa,” lanjutnya. “Rumah baru, jalan baru, sekolah, dan fasilitas kesehatan.”Beberapa warga mulai goyah

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 91

    Kepala proyek akhirnya maju sambil menundukkan kepala.“N-Nona Ruan...” suaranya bergetar. “Penggalian makam itu... Direktur Ruan Yuan yang memerintahkannya.”Semua orang langsung menoleh ke arah Ruan Yuan. Pemuda itu pucat seketika.“Aku bisa jelaskan!” katanya buru-buru. “Makam itu tepat berada di tengah area pembangunan hotel. Kalau tidak dipindahkan, proyek ini tidak mungkin lanjut!”Ruan Yin menatapnya dingin.“Lalu kenapa tidak melapor padaku?”Ruan Yuan langsung tercekat.Tatapan wanita itu membuat punggungnya dingin. Dulu, dialah salah satu orang yang memaksa Ruan Yin meninggalkan perusahaan keluarga waktu itu.Mana mungkin ia berani mendatangi Ruan Yin secara langsung?“Aku...” Bibirnya bergerak pelan. “Aku tidak punya pilihan lain.”“Tidak punya pilihan?” ulang Ruan Yin tajam. “Kau diam-diam menggali makam leluhur warga desa dan menganggap itu hal kecil?”“Aku sudah mencoba bicara baik-baik!” bantah Ruan Yuan cepat. “Tapi mereka menolak terus! Makam itu memang harus dipindah

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 90

    Wajah Ji Yang langsung berubah. Dalam jarak sedekat itu, ia bahkan bisa melihat kilatan api kecil dari moncong senapan tua milik Chu Yu.“Celaka...!”Tubuhnya refleks ingin menghindar, tetapi kondisinya sudah terlalu buruk. Sosok Li Mingzi tiba-tiba menghilang dari tempat semula.Wusss!Angin dingin berputar di tengah kerumunan. Dalam sekejap mata, Li Mingzi sudah berdiri di depan Ji Yang. Tangannya bergerak pelan, udara di sekeliling langsung berputar membentuk pusaran transparan.Puluhan peluru baja kecil yang melesat cepat, berhenti di udara.Butiran peluru itu bergetar beberapa detik sebelum jatuh satu per satu ke tanah.Mata semua orang membelalak. Seorang warga desa tanpa sadar mundur sambil gemetar.“Di-dia... menangkap peluru?”“Manusia macam apa itu...?”“Setan... dia pasti setan!”Beberapa orang langsung pucat pasi.Ji Yang sendiri berdiri terpaku dengan mulut sedikit terbuka. Pikirannya kosong. Ucapan sombongnya sebelumnya langsung terngiang jelas di kepala.‘Melawan sepu

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status