مشاركة

Bab 52. Ceraikan

مؤلف: weni3
last update تاريخ النشر: 2026-02-14 23:59:24

"Oh itu, aku baru saja mau panggil kamu, Mas. Maryam minta kamu untuk segera makan. Dia sangat perhatian sekali pada majikannya. Makanan baru matang pun dihangatkan lagi agar kamu makan tidak dingin. Salut aku padanya. Bisa seperhatian itu melebihi dari aku."

Naomi tersenyum setelah mengatakan itu tetapi Lian terlihat tak nyaman dengan apa yang Naomi katakan.

"Sayang kamu ini bicara apa? Namanya juga pembantu. Wajar kalau dia memperhatikan aku. Kalau bukan kita yang diperhatikan lalu siap
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
cinta sm istri, tp masi cari selengki diluaran !!
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 162. Kamu Dimana?

    Beberapa minggu belakangan ini, Naomi merasa jauh sekali dengan Brilly. Tidak ada kabar dari pria itu yang datang padanya. Jangankan kabar, Naomi mencoba menghubungi Mami dan Daddy saja sulit. Sengaja Naomi datang ke kantor Brilly untuk bertemu dengan Gani demi ingin menanyakan tentang keluarga mantan suaminya tetapi sama sekali tidak Naomi temukan Gani di kantor. "Pak Gani sedang meeting di luar, Bu. Kalau sekiranya penting, bisa meninggalkan pesan di sini." Naomi menarik nafas dalam mendengar itu. Padahal ini masih pagi sekali. Biasanya Brilly baru datang kalau jam segini tetapi dia sudah kehilangan jejak Gani. Apa serajin itu? Naomi gemas sekali rasanya dengan keadaan ini. Belum lagi Gwen yang menanyakan dan ingin sekali mendengar suara Brilly. "Nggak dech, Mbak. Ya sudah saya pamit dulu. Permisi." Naomi jadi bingung harus menghubungi siapa, meminta tolong pada siapa, dan menanyakan pada siapa tentang kabar Brilly. Apa dia harus datang ke sana? Gwen masih harus

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 161. Males Loe!

    Dengan girang Gwen keluar dari toko. Naomi sudah membelikan makanan yang Gwen inginkan. Ada roti, es krim dan juga menu makan siang. Keduanya pun kembali menuju mobil tetapi Gwen tak lupa untuk memberikan roti yang tadi sudah dibeli pada orang yang masih diam dengan kepala tertunduk dan membuka kedua tangan meminta uang belas kasih dari pengguna jalan. "Mi ayo!" "Iya sebentar, pelan-pelan jalannya, Nak!" kata Naomi kemudian mengantar Gwen untuk mendekati pria itu. Naomi menggenggam tangan Gwen saat putrinya hendak memberikan bungkusan roti. Naomi tetap waspada dan tidak melepaskan Gwen begitu saja. "Ini buat Om," kata Gwen sontak membuat tubuh pria itu menegang. Kedua mata Naomi pun menukik melihat reaksi dari pria itu. Sementara Gwen kemudian tersenyum dan berjongkok di hadapan orang tersebut untuk memberikan rotinya. "Ambil, Om!" Pria itu pun menganggukkan kepala kemudian mengambil roti dari tangan Gwen. Pria itu sama sekali tidak mengatakan terimakasih sampai

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 160. Papah Suka Tante Itu?

    Untungnya ada Ridwan dan juga Alif yang menemani Gwen. Dengan adanya mereka di sana membuat Gwen pun anteng tidak keluar-keluar dari gerbang sekolah. Naomi berlari mendekati putrinya hingga kedatangannya menarik perhatian ketiga orang di sana. Naomi tersenyum lega setelah melihat wajah Gwen yang terlihat girang. "Mami! Yee... Mami sudah datang," seru Gwen kemudian memeluknya. "Maaf Mami telat ya, Nak. Mami dari rumah sakit terus di depan macet benget." "Iya nggak apa-apa, Mi. Aku ada yang menemani. Ada Pak Guru ganteng dan juga Kak Alif. Mereka di sini ikut menunggu Mami," adu Gwen dan Naomi menoleh pada Ridwan dan juga Alif. "Kalian pasti sangat lelah menunggu ya. Maafkan aku sudah merepotkan tapi makasih sekali karena sudah mau menemani Gwen." "Jangan kamu pikirkan itu! Yang penting Gwen aman. Tadi kebetulan aku yang mengajar di jam terakhir," jawab Ridwan terdengar adem sekali di telinga. "Kamu memang selalu perduli, Ridwan. Sekali lagi makasih ya. Aku jadi ngga

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 159. Kembali Operasi

    "Mami jangan sedih! Kata Om Brilly, nggak akan lama. Om cuma cari obat. Mami nggak boleh menangis lagi ya." Gwen mengusap air mata Naomi. Keduanya sudah ada di dalam mobil saat ini. Memang sejak tadi Naomi masih menangis saja. Bukan Naomi terlalu berlebihan tetapi memang suasana hatinya sedang sangat berantakan. "Kayaknya aku mau haid dech. Emosiku nggak bisa terkontrol banget. Udah dong nangisnya!" kata Naomi dalam hati. Naomi menarik nafas dalam kemudian membuangnya dengan perlahan. Dia mencoba untuk lebih bisa tenang menghadapi situasi ini. Perlahan Naomi meraih tubuh Gwen kemudian memeluk putrinya. "Selama nggak ada Om Brilly, Gwen nggak boleh nakal ya! Nggak boleh nyariin terus. Gwen 'kan sudah tau Om kemana. Kalau rindu, bisa telepon. Ya, Nak!" "Iya, Mi. Kita bertiga lagi sama Papi ya, Mi? Seperti dulu itu?" "Papi juga pergi, Sayang. Papi juga sedang mencari obat. Jadi kita berdua saja. Gwen bantu Mami dengan menjadi anak baik dan tidak rewel ya, Nak." "Jadi

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 158. Pergi Untuk Kembali

    "Naomi, kamu nggak mau pamit sama Brilly, Nak? Biar Gwen, Mami ajak beli makanan dulu. Sebentar lagi kami akan masuk ke dalam pesawat. Ayo, Nak!" tegur Mami karena sejak tadi Naomi hanya diam menyimak Brilly dan Gwen bicara. Gwen bahkan sempat menangis dan kekeh tidak mau ditinggal membuat hati Naomi semakin sesak saja melihat itu. Apalagi Gwen yang tak lagi bisa merasakan kasih sayang seorang ayah setelah Brilly pun ikut pergi. Adanya Brilly meringankan tugas Naomi untuk membujuk Gwen agar tidak meminta bertemu dengan Lian. Sekarang, pria itu begitu mudah mengucapkan kata pamit. Kenapa tidak mengatakan ini jauh-jauh hari? Setidaknya Naomi bisa mempersiapkan semuanya. Tentunya mempersiapkan hatinya. Sialnya, setelah dibuat nyaman malah ditinggal. "Naomi," panggil Brilly setelah Gani pun segera menjauh dan memberikan kesempatan untuk keduanya bicara. Bukan Naomi yang mendekati tetapi Brilly yang datang dengan menggulir ban kursi rodanya. Pria itu mendatangi Naomi yang masih d

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 157 . Pamit

    "Bohong! Katamu mau bertanggung jawab sama aku. Katamu nggak akan ninggalin aku. Kenapa kamu malah memilih ikut pergi, Kak? Hiks.... Hiks.... Kamu jahat, Kak!" Naomi menangis semalaman. Tubuhnya yang lelah tak membuatnya mampu beristirahat apalagi dalam keadaan seperti ini. Keadaan yang membuatnya harus berpikir bagaimana dengannya besok setelah rumah ini benar-benar sepi dan Brilly yang sudah memberi warna kembali di hidupnya pun jauh dari pandangan. Bagaimana dia yang akan benar-benar mengurus Gwen sendirian? Bagaimana jika Gwen merindukan ayahnya? Lian menjadi buronan dan Brilly harus menjalani pengobatan di luar negeri. "Aku tau keputusan ini pasti yang terbaik tetapi bagaimana denganku di sini?" Hal itu Naomi pikirkan hingga dia kurang tidur. Kedua matanya terlihat sayu dan lingkar matanya pun menghitam. Kebetulan hari ini libur sekolah. Naomi memutuskan untuk mengantar Mami, Daddy, dan juga Brilly menuju bandara. Naomi pun sama sekali tidak menghubungi Brill

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 64. Alasan

    "Kenapa, Kak? Kenapa aku tidak boleh menyakitinya? Kakak juga suka sama dia? Katakan Kak kalau Kakak memang suka!" kata Naomi dengan tatapan tak terima pada Brilly. Naomi pun melepaskan Maryam begitu saja dengan cara yang tak bersahabat. Wanita itu ambruk di lantai dingin dengan penampilan yang

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 63. Hentikan, Naomi!

    PLAKK Kedua mata Maryam terbelalak setelah mendapatkan tamparan kerasa dari orang yang tidak pernah melakukan itu padahal sudah sangat dikhianati. Siapa lagi kalau bukan Naomi. "Nyonya?" Maryam amat sangat terkejut sekali. "Apa? Apa, Maryam?" "Aaagghhh!!!" Kepala Maryam mendongak kala

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 62. Bersenang-senang

    "Apa yang membuatmu ingin keluar dari sini? Khawatir dengan seorang pengkhianat?" tanya Brilly hingga membuat Naomi merapatkan bibirnya tetapi itu hanya sejenak saja. "Tapi Kak, kalau berduaan di kamar seperti ini pun tidak dibenarkan." "Apa tawaranmu dulu masih berlaku?" "Yang mana?" tanya

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 61. Melumat

    "Eugh...." Naomi melenguh saat ciuman Brilly semakin dalam menerobos masuk indera perasanya. Lidah Brilly mengabsen semua sisi tanpa ada yang terlewatkan. Jantung keduanya berdebar kencang apalagi Brilly yang terlihat sangat emosi sekali, seolah apa yang mereka lakukan ini adalah sebuah pelampia

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status