공유

Bab 55. Bahaya!

작가: weni3
last update 게시일: 2026-02-19 23:55:06

"Memang penghuninya hanya aku? Kenapa kamu menuduhku, Sayang? Aku bahkan tidak tau apa yang kamu maksud."

"Terus kamu menuduh Kak Brilly? Mas aku masih waras untuk menuduh Kak Brilly yang melakukan itu semua. Tidak ada tanda-tanda ke arah dia. Kak Brilly tuh baru pulang. Baru ada beberapa Minggu dia di rumah."

Naomi kekeh mendesak Lian. Mau berkelit atau menuduh orang lain pun Naomi tidak akan percaya akan itu. Dia sudah tidak lagi ingin menanamkan rasa percaya di hatinya untuk Lian.

S
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 162. Kamu Dimana?

    Beberapa minggu belakangan ini, Naomi merasa jauh sekali dengan Brilly. Tidak ada kabar dari pria itu yang datang padanya. Jangankan kabar, Naomi mencoba menghubungi Mami dan Daddy saja sulit. Sengaja Naomi datang ke kantor Brilly untuk bertemu dengan Gani demi ingin menanyakan tentang keluarga mantan suaminya tetapi sama sekali tidak Naomi temukan Gani di kantor. "Pak Gani sedang meeting di luar, Bu. Kalau sekiranya penting, bisa meninggalkan pesan di sini." Naomi menarik nafas dalam mendengar itu. Padahal ini masih pagi sekali. Biasanya Brilly baru datang kalau jam segini tetapi dia sudah kehilangan jejak Gani. Apa serajin itu? Naomi gemas sekali rasanya dengan keadaan ini. Belum lagi Gwen yang menanyakan dan ingin sekali mendengar suara Brilly. "Nggak dech, Mbak. Ya sudah saya pamit dulu. Permisi." Naomi jadi bingung harus menghubungi siapa, meminta tolong pada siapa, dan menanyakan pada siapa tentang kabar Brilly. Apa dia harus datang ke sana? Gwen masih harus

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 161. Males Loe!

    Dengan girang Gwen keluar dari toko. Naomi sudah membelikan makanan yang Gwen inginkan. Ada roti, es krim dan juga menu makan siang. Keduanya pun kembali menuju mobil tetapi Gwen tak lupa untuk memberikan roti yang tadi sudah dibeli pada orang yang masih diam dengan kepala tertunduk dan membuka kedua tangan meminta uang belas kasih dari pengguna jalan. "Mi ayo!" "Iya sebentar, pelan-pelan jalannya, Nak!" kata Naomi kemudian mengantar Gwen untuk mendekati pria itu. Naomi menggenggam tangan Gwen saat putrinya hendak memberikan bungkusan roti. Naomi tetap waspada dan tidak melepaskan Gwen begitu saja. "Ini buat Om," kata Gwen sontak membuat tubuh pria itu menegang. Kedua mata Naomi pun menukik melihat reaksi dari pria itu. Sementara Gwen kemudian tersenyum dan berjongkok di hadapan orang tersebut untuk memberikan rotinya. "Ambil, Om!" Pria itu pun menganggukkan kepala kemudian mengambil roti dari tangan Gwen. Pria itu sama sekali tidak mengatakan terimakasih sampai

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 160. Papah Suka Tante Itu?

    Untungnya ada Ridwan dan juga Alif yang menemani Gwen. Dengan adanya mereka di sana membuat Gwen pun anteng tidak keluar-keluar dari gerbang sekolah. Naomi berlari mendekati putrinya hingga kedatangannya menarik perhatian ketiga orang di sana. Naomi tersenyum lega setelah melihat wajah Gwen yang terlihat girang. "Mami! Yee... Mami sudah datang," seru Gwen kemudian memeluknya. "Maaf Mami telat ya, Nak. Mami dari rumah sakit terus di depan macet benget." "Iya nggak apa-apa, Mi. Aku ada yang menemani. Ada Pak Guru ganteng dan juga Kak Alif. Mereka di sini ikut menunggu Mami," adu Gwen dan Naomi menoleh pada Ridwan dan juga Alif. "Kalian pasti sangat lelah menunggu ya. Maafkan aku sudah merepotkan tapi makasih sekali karena sudah mau menemani Gwen." "Jangan kamu pikirkan itu! Yang penting Gwen aman. Tadi kebetulan aku yang mengajar di jam terakhir," jawab Ridwan terdengar adem sekali di telinga. "Kamu memang selalu perduli, Ridwan. Sekali lagi makasih ya. Aku jadi ngga

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 159. Kembali Operasi

    "Mami jangan sedih! Kata Om Brilly, nggak akan lama. Om cuma cari obat. Mami nggak boleh menangis lagi ya." Gwen mengusap air mata Naomi. Keduanya sudah ada di dalam mobil saat ini. Memang sejak tadi Naomi masih menangis saja. Bukan Naomi terlalu berlebihan tetapi memang suasana hatinya sedang sangat berantakan. "Kayaknya aku mau haid dech. Emosiku nggak bisa terkontrol banget. Udah dong nangisnya!" kata Naomi dalam hati. Naomi menarik nafas dalam kemudian membuangnya dengan perlahan. Dia mencoba untuk lebih bisa tenang menghadapi situasi ini. Perlahan Naomi meraih tubuh Gwen kemudian memeluk putrinya. "Selama nggak ada Om Brilly, Gwen nggak boleh nakal ya! Nggak boleh nyariin terus. Gwen 'kan sudah tau Om kemana. Kalau rindu, bisa telepon. Ya, Nak!" "Iya, Mi. Kita bertiga lagi sama Papi ya, Mi? Seperti dulu itu?" "Papi juga pergi, Sayang. Papi juga sedang mencari obat. Jadi kita berdua saja. Gwen bantu Mami dengan menjadi anak baik dan tidak rewel ya, Nak." "Jadi

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 158. Pergi Untuk Kembali

    "Naomi, kamu nggak mau pamit sama Brilly, Nak? Biar Gwen, Mami ajak beli makanan dulu. Sebentar lagi kami akan masuk ke dalam pesawat. Ayo, Nak!" tegur Mami karena sejak tadi Naomi hanya diam menyimak Brilly dan Gwen bicara. Gwen bahkan sempat menangis dan kekeh tidak mau ditinggal membuat hati Naomi semakin sesak saja melihat itu. Apalagi Gwen yang tak lagi bisa merasakan kasih sayang seorang ayah setelah Brilly pun ikut pergi. Adanya Brilly meringankan tugas Naomi untuk membujuk Gwen agar tidak meminta bertemu dengan Lian. Sekarang, pria itu begitu mudah mengucapkan kata pamit. Kenapa tidak mengatakan ini jauh-jauh hari? Setidaknya Naomi bisa mempersiapkan semuanya. Tentunya mempersiapkan hatinya. Sialnya, setelah dibuat nyaman malah ditinggal. "Naomi," panggil Brilly setelah Gani pun segera menjauh dan memberikan kesempatan untuk keduanya bicara. Bukan Naomi yang mendekati tetapi Brilly yang datang dengan menggulir ban kursi rodanya. Pria itu mendatangi Naomi yang masih d

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 157 . Pamit

    "Bohong! Katamu mau bertanggung jawab sama aku. Katamu nggak akan ninggalin aku. Kenapa kamu malah memilih ikut pergi, Kak? Hiks.... Hiks.... Kamu jahat, Kak!" Naomi menangis semalaman. Tubuhnya yang lelah tak membuatnya mampu beristirahat apalagi dalam keadaan seperti ini. Keadaan yang membuatnya harus berpikir bagaimana dengannya besok setelah rumah ini benar-benar sepi dan Brilly yang sudah memberi warna kembali di hidupnya pun jauh dari pandangan. Bagaimana dia yang akan benar-benar mengurus Gwen sendirian? Bagaimana jika Gwen merindukan ayahnya? Lian menjadi buronan dan Brilly harus menjalani pengobatan di luar negeri. "Aku tau keputusan ini pasti yang terbaik tetapi bagaimana denganku di sini?" Hal itu Naomi pikirkan hingga dia kurang tidur. Kedua matanya terlihat sayu dan lingkar matanya pun menghitam. Kebetulan hari ini libur sekolah. Naomi memutuskan untuk mengantar Mami, Daddy, dan juga Brilly menuju bandara. Naomi pun sama sekali tidak menghubungi Brill

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 60. Berontaklah, Sayang!

    "Kak apa yang terjadi? Kenapa bisa sampai begini? Lepaskan, Kak!" Naomi kembali berusaha memberontak dengan jantung yang tak lagi bisa tertata debarannya. Apa yang Brilly lakukan tadi di awal saja sudah membuat Naomi terkejut. Naomi tidak menyangka jika ada keributan separah ini hingga membua

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 58. BOHONG!

    "Angkat kaki kamu dari rumah ini!" BRUUGH Maryam menjatuhkan diri tepat pada kedua kaki Lian yang kini sudah berbalik dan enggan mempertahankan Maryam lagi. Kedua tangan Maryam memegang kedua kaki Lian seraya mendongak memperhatikan tubuh pria itu dari belakang. "Tuan ampuni aku! Aku moh

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 56. Menjadi Gila

    Kedua tangan pria itu masuk ke dalam saku celana seraya memperhatikannya. Brilly dengan pembawaan yang tenang dan tatapan yang selalu hangat padanya membuat Naomi risih tatapi merasa sangat dimengerti. "Makasih sudah menemani Gwen, Kak. Untung ada Kakak. Semua yang tidak bisa aku kerjakan selal

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 54. Sudah Basah

    "Kamu mau tidur dimana, Sayang? Kenapa sekarang jarang sekali tidur denganku? Apa kamu tidak merindukanku, hhm?" tanya Lian seraya mendekati Naomi yang kini sudah siap kembali ke kamar Gwen. Dia akan tidur lagi dengan putrinya. Dengan pakaian tidur dan kimono yang menutupi lekuk tubuhnya, Naomi m

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status