共有

Bab 55. Bahaya!

作者: weni3
last update 公開日: 2026-02-19 23:55:06

"Memang penghuninya hanya aku? Kenapa kamu menuduhku, Sayang? Aku bahkan tidak tau apa yang kamu maksud."

"Terus kamu menuduh Kak Brilly? Mas aku masih waras untuk menuduh Kak Brilly yang melakukan itu semua. Tidak ada tanda-tanda ke arah dia. Kak Brilly tuh baru pulang. Baru ada beberapa Minggu dia di rumah."

Naomi kekeh mendesak Lian. Mau berkelit atau menuduh orang lain pun Naomi tidak akan percaya akan itu. Dia sudah tidak lagi ingin menanamkan rasa percaya di hatinya untuk Lian.

S
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 161. Males Loe!

    Dengan girang Gwen keluar dari toko. Naomi sudah membelikan makanan yang Gwen inginkan. Ada roti, es krim dan juga menu makan siang. Keduanya pun kembali menuju mobil tetapi Gwen tak lupa untuk memberikan roti yang tadi sudah dibeli pada orang yang masih diam dengan kepala tertunduk dan membuka kedua tangan meminta uang belas kasih dari pengguna jalan. "Mi ayo!" "Iya sebentar, pelan-pelan jalannya, Nak!" kata Naomi kemudian mengantar Gwen untuk mendekati pria itu. Naomi menggenggam tangan Gwen saat putrinya hendak memberikan bungkusan roti. Naomi tetap waspada dan tidak melepaskan Gwen begitu saja. "Ini buat Om," kata Gwen sontak membuat tubuh pria itu menegang. Kedua mata Naomi pun menukik melihat reaksi dari pria itu. Sementara Gwen kemudian tersenyum dan berjongkok di hadapan orang tersebut untuk memberikan rotinya. "Ambil, Om!" Pria itu pun menganggukkan kepala kemudian mengambil roti dari tangan Gwen. Pria itu sama sekali tidak mengatakan terimakasih sampai

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 160. Papah Suka Tante Itu?

    Untungnya ada Ridwan dan juga Alif yang menemani Gwen. Dengan adanya mereka di sana membuat Gwen pun anteng tidak keluar-keluar dari gerbang sekolah. Naomi berlari mendekati putrinya hingga kedatangannya menarik perhatian ketiga orang di sana. Naomi tersenyum lega setelah melihat wajah Gwen yang terlihat girang. "Mami! Yee... Mami sudah datang," seru Gwen kemudian memeluknya. "Maaf Mami telat ya, Nak. Mami dari rumah sakit terus di depan macet benget." "Iya nggak apa-apa, Mi. Aku ada yang menemani. Ada Pak Guru ganteng dan juga Kak Alif. Mereka di sini ikut menunggu Mami," adu Gwen dan Naomi menoleh pada Ridwan dan juga Alif. "Kalian pasti sangat lelah menunggu ya. Maafkan aku sudah merepotkan tapi makasih sekali karena sudah mau menemani Gwen." "Jangan kamu pikirkan itu! Yang penting Gwen aman. Tadi kebetulan aku yang mengajar di jam terakhir," jawab Ridwan terdengar adem sekali di telinga. "Kamu memang selalu perduli, Ridwan. Sekali lagi makasih ya. Aku jadi ngga

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 159. Kembali Operasi

    "Mami jangan sedih! Kata Om Brilly, nggak akan lama. Om cuma cari obat. Mami nggak boleh menangis lagi ya." Gwen mengusap air mata Naomi. Keduanya sudah ada di dalam mobil saat ini. Memang sejak tadi Naomi masih menangis saja. Bukan Naomi terlalu berlebihan tetapi memang suasana hatinya sedang sangat berantakan. "Kayaknya aku mau haid dech. Emosiku nggak bisa terkontrol banget. Udah dong nangisnya!" kata Naomi dalam hati. Naomi menarik nafas dalam kemudian membuangnya dengan perlahan. Dia mencoba untuk lebih bisa tenang menghadapi situasi ini. Perlahan Naomi meraih tubuh Gwen kemudian memeluk putrinya. "Selama nggak ada Om Brilly, Gwen nggak boleh nakal ya! Nggak boleh nyariin terus. Gwen 'kan sudah tau Om kemana. Kalau rindu, bisa telepon. Ya, Nak!" "Iya, Mi. Kita bertiga lagi sama Papi ya, Mi? Seperti dulu itu?" "Papi juga pergi, Sayang. Papi juga sedang mencari obat. Jadi kita berdua saja. Gwen bantu Mami dengan menjadi anak baik dan tidak rewel ya, Nak." "Jadi

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 158. Pergi Untuk Kembali

    "Naomi, kamu nggak mau pamit sama Brilly, Nak? Biar Gwen, Mami ajak beli makanan dulu. Sebentar lagi kami akan masuk ke dalam pesawat. Ayo, Nak!" tegur Mami karena sejak tadi Naomi hanya diam menyimak Brilly dan Gwen bicara. Gwen bahkan sempat menangis dan kekeh tidak mau ditinggal membuat hati Naomi semakin sesak saja melihat itu. Apalagi Gwen yang tak lagi bisa merasakan kasih sayang seorang ayah setelah Brilly pun ikut pergi. Adanya Brilly meringankan tugas Naomi untuk membujuk Gwen agar tidak meminta bertemu dengan Lian. Sekarang, pria itu begitu mudah mengucapkan kata pamit. Kenapa tidak mengatakan ini jauh-jauh hari? Setidaknya Naomi bisa mempersiapkan semuanya. Tentunya mempersiapkan hatinya. Sialnya, setelah dibuat nyaman malah ditinggal. "Naomi," panggil Brilly setelah Gani pun segera menjauh dan memberikan kesempatan untuk keduanya bicara. Bukan Naomi yang mendekati tetapi Brilly yang datang dengan menggulir ban kursi rodanya. Pria itu mendatangi Naomi yang masih d

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 157 . Pamit

    "Bohong! Katamu mau bertanggung jawab sama aku. Katamu nggak akan ninggalin aku. Kenapa kamu malah memilih ikut pergi, Kak? Hiks.... Hiks.... Kamu jahat, Kak!" Naomi menangis semalaman. Tubuhnya yang lelah tak membuatnya mampu beristirahat apalagi dalam keadaan seperti ini. Keadaan yang membuatnya harus berpikir bagaimana dengannya besok setelah rumah ini benar-benar sepi dan Brilly yang sudah memberi warna kembali di hidupnya pun jauh dari pandangan. Bagaimana dia yang akan benar-benar mengurus Gwen sendirian? Bagaimana jika Gwen merindukan ayahnya? Lian menjadi buronan dan Brilly harus menjalani pengobatan di luar negeri. "Aku tau keputusan ini pasti yang terbaik tetapi bagaimana denganku di sini?" Hal itu Naomi pikirkan hingga dia kurang tidur. Kedua matanya terlihat sayu dan lingkar matanya pun menghitam. Kebetulan hari ini libur sekolah. Naomi memutuskan untuk mengantar Mami, Daddy, dan juga Brilly menuju bandara. Naomi pun sama sekali tidak menghubungi Brill

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 156. Baik-baik di Sini

    Naomi terdiam setelah mematikan panggilan dari Brilly. Dia diam memperhatikan layar yang sudah kembali menghitam. Benarkah? Dalam hati Naomi bertanya-tanya. Apa sudah benar dengan keputusan dan juga niat baik mereka? Apa dia akan bahagia setelah menjadi menantu dari keluarga mantan suaminya lagi? Apalagi ini adalah saudara kembar. Naomi masih ragu, tetapi kalau ditanya bagaimana dengan perasaannya pada Brilly. Jujur Naomi sudah mendalami ini. Hatinya sudah menyimpan nama Brilly. Bahkan semua tentang Lian sudah tergantikan oleh Brilly. Tinggal dia meyakinkan hatinya jika dengan Brilly semua akan baik-baik saja dan mereka akan bahagia. "Sekarang aku butuh teman bercerita tapi aku harus bercerita pada siapa? Bahkan aku tidak memiliki teman dekat setelah berumah tangga." Kesibukan Naomi membuatnya jauh dengan teman-temannya dulu. Bahkan fokus Naomi pada keluarga dan karier membuatnya tak memiliki teman. Sebegitunya Naomi mengabdi pada keluarga kecilnya tetapi sekarang dia me

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 71. Akhiri Hubungan

    "Duh tapi gimana dengan Gwen kalau aku tinggal pergi?" Naomi menggigit ujung tangannya seraya mondar mandir di balkon kamar. Jangan sampai Gwen ditinggal kemudian Maryam bertemu dengan putrinya. Naomi tidak mau sampai Gwen mendengar apa yang mungkin nanti bisa berdampak buruk pada putrinya. N

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 69. Botak

    "Ini hasilnya Tuan." Brilly tersenyum sinis melihat hasil yang sudah ada di tangan. Apa yang pria itu minta sudah ada di tangan dan akan di uji lab. Entah firasat itu benar atau tidak. Yang jelas semua membutuhkan bukti yang akurat. Selama menunggu hasil, Brilly menahan agar Naomi tidak pergi.

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 68. Bernafsu

    "Shit! Kamu menggodaku Maryam. Apa yang kamu lakukan sialand? Tanganmu lancang, Wanita murahan!" umpat Lian kala tangan Maryam bergerak dan mulai meraba menimbulkan rasa yang luar biasa hingga membangkitkan gairah pria itu. Lian marah saat Maryam senakal sebelumnya. Maryam tidak berhenti dan ter

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 67. Dugaan

    "Mau bagaimana pun aku, mereka ini orang-orang penting bagiku. Jadi tidak perlu menceramahiku, Brilly! Jika aku pergi, harusnya kamu pun ikut pergi." "Bagaimana kalau aku tidak mau, hhm?" tanya Brilly dengan kedua tangan menyilang di dada. Brilly justru menantang Lian dan akan tetap tinggal d

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status