Compartir

PENUTUP

Autor: RAJJA-M
last update Fecha de publicación: 2026-10-27 19:21:00

Halo, guys.

Akhirnya sampai juga di bab terakhir, dan jujur aku masih agak nggak percaya. Novel ini resmi tamat.

Soal bab bonus, aku putuskan nggak aku tulis ya. Komentar di bab bonus sebelumnya sedikit banget, kayaknya cuma satu orang doang yang mau wkwk, jadi aku tutup ceritanya di sini aja. Maaf kalau ada yang masih penasaran.

Sekarang aku mau jujur sedikit. Karakter yang paling nggak aku suka di novel ini sebenarnya Isabela. Nggak tahu kenapa, ya nggak suka aja. Terus kenapa aku tulis? Aku nulis novel dari 2022, dan beberapa novelku sebelumnya nggak pernah tamat. Ini pertama kalinya aku bisa namatin satu novel, guys, wkwk. Dan yang lucu, hampir semua novelku karakternya sama kayak Bela. Tiap bikin novel baru, yang muncul lagi-lagi karakter kayak dia. Mungkin karena aku belum bisa menyelesaikan karakter ini, makanya dia terus terngiang-ngiang sampai aku kesal sendiri. Sekarang akhirnya dia selesai, dan rasanya lega banget.

Sebenarnya di tengah jalan aku sempat mau nyerah, guys. Tapi karena kalian dan komentar-komentar kalian yang membangun, aku jadi semangat lagi wkwk. Terima kasih banyak, banyak, banyak, banyak banget.

Maaf kalau novel ini nggak sesuai sama yang kalian mau. Aku masih banyak belajar, dan semua komentar kalian tetap kubaca dengan senang hati.

Aku bakal bikin novel baru. Platformnya belum pasti, apa tetap di sini atau di platform sebelah. Kalau kontrak EX-nya diterima, aku lanjut di sini. Kalau nggak, maaf banget ya, aku taruh di sebelah.

Jangan lupa follow akun aku di I.G @rajja05m dan di F.B Rajja M, nanti info novel baru aku kabarin di sana.

Satu hal lagi, bantu aku dong. Latar negara mana yang bagus buat novel baruku? Italia, China, Jerman, atau ada usul lain? Aku bingung banget wkwk. Tulis di kolom komentar ya.

Sekali lagi, terima kasih banyak buat kalian semua yang sudah baca sampai tamat.

Rajja-M

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Comentarios (7)
goodnovel comment avatar
iteh
wkwkw belom kelar ngetik udah ke enter, ditunggu karya baru nya kaaaaaa
goodnovel comment avatar
iteh
jujur aku suka ehh cerita mafia gini ......
goodnovel comment avatar
Tati S
othor kalo boleh aku usul ceritanya jgn mafia tapi kisah yg romantis lucu dan penuh intrik yg menantang kalo negara kita aja makasih thor meski masih penasran deh kisah bela cane luv luv
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • The Devil's Little Secretary   PENUTUP

    Halo, guys.Akhirnya sampai juga di bab terakhir, dan jujur aku masih agak nggak percaya. Novel ini resmi tamat.Soal bab bonus, aku putuskan nggak aku tulis ya. Komentar di bab bonus sebelumnya sedikit banget, kayaknya cuma satu orang doang yang mau wkwk, jadi aku tutup ceritanya di sini aja. Maaf kalau ada yang masih penasaran.Sekarang aku mau jujur sedikit. Karakter yang paling nggak aku suka di novel ini sebenarnya Isabela. Nggak tahu kenapa, ya nggak suka aja. Terus kenapa aku tulis? Aku nulis novel dari 2022, dan beberapa novelku sebelumnya nggak pernah tamat. Ini pertama kalinya aku bisa namatin satu novel, guys, wkwk. Dan yang lucu, hampir semua novelku karakternya sama kayak Bela. Tiap bikin novel baru, yang muncul lagi-lagi karakter kayak dia. Mungkin karena aku belum bisa menyelesaikan karakter ini, makanya dia terus terngiang-ngiang sampai aku kesal sendiri. Sekarang akhirnya dia selesai, dan rasanya lega banget.Sebenarnya di tengah jalan aku sempat mau nyerah, guys. Tapi

  • The Devil's Little Secretary   BAB 170

    Entah berapa lama waktu berlalu ketika Cane akhirnya menarik diri.Napas Isabela masih memburu, pipinya merah, rambutnya berantakan. Cane menurunkannya perlahan ke ranjang, duduk di tepinya, lalu mengambil kemeja yang tergeletak di lantai dan mengenakannya tanpa mengancingkan sebagian besar. Ponselnya bergetar lagi di nakas. Ia hanya membaca layarnya sekali.“Cane?” Isabela menarik selimut sampai ke dada, suaranya serak. “Kau mau ke mana?”“Ada yang harus kuselesaikan.”Isabela menoleh ke arah kaca. Siluet putih itu masih berdiri di sana, kecil dan basah di tengah halaman yang gelap.“Dia belum pergi,” bisiknya. Dadanya mulai sesak. “Cane, dia masih di bawah. Dia kehujanan. Aku ikut.”Ia sudah menyingkap selimut ketika tangan besar menahan bahunya.“Tidak.”“Tapi...”“Isabela.” Suara Cane tidak keras, tetapi tidak ada ruang untuk membantah. Ia menunduk dan mencium keningnya, singkat dan dalam. “Tetap di sini.”Ia berdiri, mengambil cerutu dari kotak kayu di meja samping tempat tidur, l

  • The Devil's Little Secretary   BAB 169

    Pukul tujuh lewat dua puluh menit malam, Bianca berdiri di depan cermin panjang di kamarnya dengan gaun putih gading yang sudah menempel sempurna di tubuhnya.Bordir mutiara di dadanya memantulkan cahaya lampu kristal. Ekor gaun panjang itu terhampar di lantai marmer seperti sungai susu. Rambutnya digelung rapi, kerudung tipis tersemat di puncaknya, dan bibirnya dipoles merah gelap yang sengaja ia pilih. Ia sedang berkabung, tetapi malam ini semua orang akan melihat bahwa Bianca Barnard tidak pernah kalah.Ia menatap pantulan dirinya lama sekali. Bertahun-tahun ia menunggu malam ini. Bertahun-tahun ia menelan penghinaan, menahan lidah, dan tersenyum pada orang-orang yang tidak layak menerimanya, semua demi satu pemandangan: Cane berdiri di ujung lorong, dan seluruh negeri menyaksikan.Dua hari lalu, Dante meneleponnya dengan suara datar seperti biasa. Presiden meminta pernikahan digelar malam ini, tertutup, dan disiarkan ke seluruh negeri tepat pukul sembilan, persis seperti yang ia mi

  • The Devil's Little Secretary   BAB 168

    Lonceng Katedral Sé berdentang sepuluh kali, rendah dan panjang, dan gemanya menyebar sampai ke ujung Praça da Sé yang pagi itu tidak boleh dilewati siapa pun.Pagar besi sudah dipasang sejak subuh. Mobil-mobil hitam berjajar di kaki tangga batu, dan pria-pria bersetelan gelap berdiri di setiap pintu dengan kedua tangan terlipat di depan. Di sisi kiri tangga, kru Grupo Rocha Mídia memasang kamera di atas tripod. Mereka hanya menerima satu instruksi. Rekam semuanya, tayangkan nanti.Di ruang samping di balik altar, Isabela berdiri menghadap cermin tua berbingkai kayu. Gaun putihnya sederhana, hanya renda tipis di sepanjang lengan, dan kerudungnya jatuh lembut sampai ke punggung. Setiap kali ia menarik napas, kain itu bergerak pelan seperti riak di permukaan air.Di belakangnya, ibunya merapikan ujung kerudung dengan jari yang tidak mau berhenti gemetar. Neneknya duduk di kursi kayu dengan saputangan di genggaman, dan Elena bersandar di dinding dengan senyum yang ia tahan sejak tadi.“Ib

  • The Devil's Little Secretary   BAB 167

    Cane menunduk, dan bibirnya tidak langsung menyentuh. Ia berhenti selebar satu helaan napas dari bibir Isabela, cukup dekat untuk berbagi hangat yang sama, cukup jauh untuk memberinya waktu. Waktu yang tidak Isabela pakai. Ia hanya berdiri di sana dengan mata setengah terpejam dan kepalan yang masih menggenggam kemeja itu.Ciuman pertama datang pelan, hampir ragu, seperti pria yang tidak percaya bahwa ia benar-benar diizinkan. Bibirnya menekan sekali, menarik diri sedikit, lalu kembali dengan kesabaran yang membuat lutut Isabela melemas lebih dulu sebelum ia sempat menolak.Tangan Cane naik ke sisi wajahnya. Ibu jarinya menyapu tulang pipi yang masih basah, menghapus sisa air mata, lalu menyelip ke belakang kepalanya dan menahannya di sana tanpa menekan. Di balik jendela balkon, tirai menggembung lalu mengempis. Di bawah sana ombak pecah di karang dan menarik diri, berulang, sabar.“Isabela.”Hanya namanya. Diucapkan rendah di antara dua napas, dengan nada yang belum pernah ia dengar d

  • The Devil's Little Secretary   BAB 166

    Lisboa pagi hari berbau roti panggang dan air asin.Isabela terbangun pelan, kesadarannya datang sepotong-sepotong. Suara ombak dari bawah jendela. Tirai putih yang menggembung lalu mengempis ditiup angin laut. Cahaya pagi yang sudah cukup tinggi jatuh pucat di lantai kayu, merayap sampai ke kaki ranjang.Ia menggeliat malas, menarik selimut sampai ke dagu, dan hampir terlelap lagi ketika hidungnya menangkap sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana.Asap. Hangat, pekat, sedikit manis, dengan ujung getir yang terlalu ia kenal.Matanya terbuka.Di ambang pintu balkon, seorang pria berdiri membelakanginya. Kemeja putihnya digulung sampai siku. Bahunya lebar dan tegak, satu tangan terselip di saku celana, sementara tangan lainnya menahan cerutu yang ujungnya menyala merah di antara dua jari. Di hadapannya Lisboa terhampar di bawah cahaya pagi, atap-atap jingga yang bertingkat sampai ke sungai, kubah putih gereja, dan laut kebiruan di kejauhan. Asap cerutu naik pelan, lalu terbawa angin k

  • The Devil's Little Secretary   BAB 7

    Hari PertamaAlarm itu berbunyi pukul 05.30. Isabela, dalam kondisi setengah sadar, meraihnya dengan gerakan yang sudah ia latih selama bertahun-tahun—tangan kanan menjulur ke kanan, telapak mendarat di layar, dan senyap. Ia kembali memejamkan mata. Alarm kedua berbunyi pukul 05.45, dan bernasib sa

  • The Devil's Little Secretary   BAB 6

    Rolls-Royce hitam itu berhenti dengan tenang di depan pintu masuk The Obsidian.Pintu ganda berbalut beludru di ujung koridor terbuka lebar saat Cane melangkah masuk—bukan karena ia mendorongnya terlalu keras, melainkan karena ia melangkah seolah dunia memang seharusnya menyingkir untuknya.Di dalam

  • The Devil's Little Secretary   BAB 5

    Di lantai paling atas gedung BRN Corporation, keheningan terasa berbeda. Lebih tebal. Lebih dingin. Seperti udara pun sudah belajar untuk tidak bersuara sembarangan di ruangan ini.Cane duduk bersandar di kursi kulit hitamnya yang besar—punggung tegak, satu kaki bertumpu santai di atas lutut lainny

  • The Devil's Little Secretary   BAB 4

    Sinar matahari São Paulo tidak mengenal basa-basi. Ia masuk melalui celah gorden dengan cara yang agresif, menusuk tepat di kelopak mata Isabela yang masih terpejam. Ia melenguh pelan, meraba nakas dengan gerakan malas mencari ponselnya.Layar menyala.09.15.Jantungnya berhenti."Tuhan! Aku mati!"

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status