Compartilhar

Bab 184. Endog

Autor: weni3
last update Data de publicação: 2026-08-26 23:14:30

Bejo mendekati Mila yang kini memandang dengan kedua mata menyipit sengit menyelidik hingga dia menelan kasar salivanya melihat sikap Mila yang demikian. Dalam hati merutuki keteledoran dokter tersebut.

Tidak mungkin dia mengatakan kalau menggantikan dokter umum sedangkan ini rumah sakit besar yang memiliki banyak dokter, kalaupun tidak masuk satu tidak mungkin tidak memiliki pengganti lainnya.

Resikolah! Semoga saja Mila bisa mengerti dan tidak emosi apalagi menangisi semua yang sudah terja
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 290. Kaleng Kerupuk Seribuan

    "Jo tolong aku!" TUT Kedua alis Bejo menukik mendengar suara seorang wanita yang meminta tolong. Bukan Mila! Sekarang panggilan itu pun sudah ditutup. Hanya sekedar kode yang Bejo sendiri tidak mau terpancing akan hal itu. "Siapa sih? Mau ngejebak gue apa gimana?" gumam Bejo. Dia pun memastikan kalau benar bukan Mila. Bejo melipir ke dekat tiang penyangga bangunan dan bersandar di sana seraya menghubungi Mila. "Hallo ada apa, Jo?" "Nyonya dimana?" "Toko." "Aman?" "Aman. Kenapa memangnya?" "Oh, nggak kenapa-kenapa. Kalau aman ya baguslah! Ya sudah lanjut ya, Nyonya!" "Eh tunggu, Jo!" "Ada apa, Nyonya?" "Kamu aman?" "Selagi Nyonya aman, saya akan selalu aman," jawab Bejo tetapi dalam hati dia bersorak. "Anjaaayyyy! Sok puitis banget, najis!" "Oh, ya sudah." Entah bagaimana tanggapan Mila saat ini tapi Bejo terpancing ingin kembali bertanya pada wanita itu. "Nyonya aman?" "Kan tadi saya sudah jawab kalau saya aman, Jo." "Bukan situ

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 289. Memohon

    Kedua mata Bejo terbelalak kala depan mata, depan hidung, depan mulut, depan pipi, semuka-muka, langsung disuguhkan dengan dada montok dosennya. Bahkan aroma wangi itu langsung menyeruak masuk ke dalam indera penciumannya yang tajam. Bukan hanya itu, kulit mulus. Bu Keysa juga lansung menyapa kulitnya. Tidak! Gila! Nekat ini perempuan! Wangi sih, tapi sorry. Sudah terikat kontrak dengan Nyonya Mila yang sulit dilepaskan. Bejo segera mendorong tubuh Bu Keysa hingga terjerembab ke lantai. Hal itu tentu saja sangat mengejutkan beliau. Jangan salahkan dia yang kasar! Bejo tak ingin melakukan itu tetapi dosennya malah nekat memaksa. Maka jangan salahkan dia yang nekat juga demi bisa menyelamatkan diri. "Aakkhh!" pekik Bu Keysa dan Bejo pun segera beranjak dari duduknya. Dia mengusap wajahnya dan menyugar kembali rambut yang berantakan akibat ulah dosennya. Bejo melirik Bu Keysa yang kini memandangnya dengan kedua mata dan pipi yang memerah. Wanita itu agaknya malu dengan t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 288. Mulus-mulus

    "Astaga.... Melon mana lagi yang diberikan padaku Tuhan... Kenapa semua indah. Dimana-mana ada tapi yang di toko roti doang yang kudu diingat-ingat! Melon lainnya jangan! Anggap aja luarnya mulus tapi dalemnya udah aus." Bejo memejamkan kedua mata tapi kemudian sedikit dia buka. Tutup lagi! Buka lagi! "Mampuuuss ... Godaan macam apa ini, Jo?" Yang lebih membangongkan lagi saat wanita itu, dosen yang sangat dia hormati, tiba-tiba naik ke atas meja dan merangkak di hadapannya. Bu Keysa perlahan mendekati dan meraih kerah kemejanya hingga tubuhnya maju hampir mengenai wanita itu. "Eh!" Bejo mendadak panik. Dibilang demit, kecakepan, tapi dibilang manusia, yang ini menyeramkan, asli ini cewek abis makan cubung kali! Tau-tau kok menjelma jadi modelan LC. Padahal yang Bejo tau, Bu Keysa sangat anggun dan juga memiliki harga jual yang tinggi karena sikap beliau yang anggun dan berkelas. "Jo, kamu pasti tau apa maksud saya begini. Kalau pun harus saya gadaikan tubuh saya p

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 287. Membuka Blazer

    Sampai di toko roti, Bejo tidak langsung pergi. Dia diam memperhatikan dulu Mila sampai wanita itu masuk toko tetapi tak lama dari itu Bejo memutuskan untuk turun dari mobil kemudian menyusul Mila ke dalam. Mila yang baru meletakkan tas tentu saja terkejut melihat kedatangannya yang tiba-tiba. Padahal tadi sudah mengatakan kalau langsung berangkat ke kampus. Mila menoleh, kedua alis wanita itu terangkat melihatnya yang kemudian masuk lalu duduk di sofa. Bejo diam di sana sampai Mila mendekati dengan raut wajah yang nampak heran dan geregetan. "Kamu ngapain masuk sini? Katanya mau langsung ke kampus? Sana pergi! Dosen kamu pasti menunggu," usir Mila tetapi Bejo tak menggubris itu dan hanya memandang Mila dengan tatapan yang entah. Sebenarnya dia tenang, kelam, tidak tengil-tengil amat kali ini tapi Mila masih kesal. Jadi ada sewot-sewotnya juga. "Kenapa lihat aku seperti itu?" tanya Mila yang kini duduk berjarak dengannya. Bejo tersenyum dan berdehem sebelum mengajukan p

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 286. Jutek

    "Lagi males benget aku sama kamu. Masih sakit hati aku sama kamu." Mila melangkah menjauh dari Bejo tanpa ditahan sama sekali olehnya. Kedua tangan Bejo masuk ke dalam saku celana membiarkan Mila kembali ke meja rias dan duduk di sana. Bejo memandang, memperhatikan tanpa mengatakan apa-apa. Dia lihat bagaimana ekspresi Mila yang masih enggan dengannya. Wanita itu kembali membubuhi sesuatu ke bibir dan menoleh sengit padanya. "Kenapa masih di situ? Sana pergi!" perintah Mila dan Bejo menggelengkan kepala kemudian melangkah mendekati meja rias. Bejo bersandar di sana dengan memandang wajah Mila lamat-lamat. "Kenapa lihat aku seperti itu?" celetuk Mila dengan judes sekali membuat tangannya gemas ingin menarik bibir wanita itu. "Nggak, lagi pengen lihat Nyonya aja." Bejo menjawab dengan santai kemudian tersenyum tipis pada Mila. "Alasan kamu saja! Sana keluar! Sudah kubilang aku malas denganmu. Jangan lihat-lihat aku!" Bejo mengulum senyum melihat itu tetapi sama seka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 285. Sinting!

    "Maaf Tuan, saya lebih memikirkan hati Nyonya. Beliau tidak suka main bersama. Memang apa yang Tuan rencanakan?" "Obat. Dengan obat Mila pasti akan mau menerima sentuhan kita. Aku ingin pesta sekalian, Jo. Aku sudah tidak sabar melakukannya. Aku sudah membayangkan bagaimana seksinya Mila saat berada di bawah kita." "Anjing! Sama bini sendiri tega loh dia. Untungnya tuh pikiran pake obat baru-baru ini aja. Sinting si, Saka!" umpatnya dalam hati. "Ya sudah, saya akan siapkan tempatnya nanti dan kamu harus bisa, Jo! Apalagi saat ini istriku sangat manis sekali. Aku ingin semua itu terlaksana sesuai rencana. Mengerti kamu!" Saka benar-benar tidak memberikan kesempatan untuknya bicara dan Bejo pun enggan mengiyakan. Antara pengen jitak dan nyentil mulut Saka pakai jepitan gorengan di dapur setelah mendengar ocehan dari majikannya tadi. Bejo masuk rumah setelah Saka pergi. Dia memang tidak banyak bicara dan menanggapi ocehan Saka tapi otak seperti berasap memikirkan rencana itu.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status